Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Februari 2019

Kepiting adalah salah satu makanan laut yang digemari banyak orang. Rasanya lezat walaupun agak sulit untuk memakannya. Berbagai jenis kepiting dapat ditemukan di pasaran dari yang berukuran kecil hingga yang besar. Kepiting dengan ukuran raksasa yang paling terkenal adalah kepiting laba-laba Jepang dan kepiting raja Alaska. Keduanya selain lezat juga mahal harganya.

Apakah ada kepiting jenis lain yang memiliki ukuran yang besar? Jawabannya ada. Berikut ini Bacaterus akan mengulas tentang 5 jenis kepiting yang memiliki ukuran sangat besar.

5 Kepiting Terbesar di Dunia

1. Kepiting Laba-laba Jepang

Kepiting Laba-laba Jepang

* sumber: homesecurity.press

Pernah melihat kepiting laba-laba Jepang dengan ukuran kaki hampir 4 meter? Ya, itulah ukuran kepiting laba-laba Jepang terbesar yang pernah diklaim. Ukuran tubuhnya bisa mencapai ukuran 40 cm dengan berat tubuh mencapai 20 – 40 kilogram.

Kepiting laba-laba Jepang hidup di perairan sekitar Jepang. Kepiting jenis ini merupakan kepiting dengan rentang kaki terpanjang dari semua jenis arthropoda. Kepiting laba-laba Jepang terkenal akan kelezatannya. Macrocheira kaempferi adalah nama latin untuk kepiting laba-laba Jepang. Di Jepang dikenal dengan nama taka-ashi-gani atau kepiting berkaki panjang.

Sayangnya kepiting laba-laba Jepang tidak berumur panjang dikarenakan seringnya menderita cedera. Kelemahan mereka adalah kaki panjangnya tersebut. Menurut sebuah penelitian, ¾ kepiting yang disurvei umumnya kehilangan salah satu salah satu kakinya.

Di samping ukurannya yang sangat besar, kepiting laba-laba memiliki beberapa perbedaan dari kepiting lainnya, di antaranya kepiting jenis ini umumnya pleopod (kaki renang pada kelas crustacea) pertama milik kepiting jantan bentuknya bengkok. Larvanya pun tampak terlihat primitif. Warna tubuh kepiting jenis ini oranye dengan bintik-bintik putih di kaki.

Musim kawin kepiting laba-laba Jepang adalah dari bulan Januari sampai Maret. Setiap tahunnya, betina akan bertelur sebanyak 1,5 juta tapi hanya sedikit yang bisa tumbuh hingga dewasa. Usai telur-telur kepiting menetas, anak-anak itu akan dibiarkan hidup sendiri. Umumnya kepiting bisa mencapai umur maksimal 100 tahun jika hidup di lingkungan aslinya.

Kerangka eksternal tubuh atau eksoskeleton yang berlapis berguna untuk melindungi kepiting laba-laba dari predator yang memiliki ukuran yang lebih besar, contohnya gurita. Pertahanan lain yang dimiliki oleh kepiting ini adalah bentuk karapas yang bergelombang terlihat menyatu dengan dasar laut yang berbatu.  Selain itu, mereka juga membiarkan bunga karang menempel atau hewan lainnya.

Habitat kepiting laba-laba berada di lepas Pantai Honshu, mulai dari perfektur Kagoshima hingga Teluk Tokyo. Kepiting dewasa umumnya hidup di kedalaman 49 sampai 600 meter. Jika ingin menemukan kepiting laba-laba, carilah mereka di dalam lubang-lubang di area laut yang lebih luas.

Kepiting laba-laba umumnya menyukai hidup di area dengan suhu sekitar 10 derajat Celsius. Kesimpulan ini didapat dari fakta bahwa mereka ditemukan hidup di Teluk Sirunga yang memiliki suhu di sekitaran angka tersebut.

Semua makanan bisa dilahap oleh kepiting laba-laba karena mereka termasuk hewan omnivora. Makanan apapun yang tertangkap oleh mereka akan mereka makan, seperti ikan mati, kerang, ganggang, termasuk tumbuhan yang hidup di dasar laut. Mereka senang mencari makan dengan cara berburu.

2. Kepiting Raja Merah Alaska

Kepiting Raja Merah Alaska

* sumber: www.alaskankingcrab.com

Kepiting raja Alaska juga disebut sebagai kepiting batu yang umumnya ditemukan di lautan yang dingin. Keunikan dari kepiting raja Alaska adalah ukurannya yang besar serta rasa dagingnya yang khas. Karena itulah kepiting ini menjadi terkenal dan ditangkap dalam jumlah yang besar untuk dikonsumsi. Jenis kepiting raja Alaska paling banyak dikonsumsi adalah kepiting raja merah.

Yang menarik mengenai asal-usul kepiting ini adalah nenek moyang mereka. Mereka dipercaya berasal dari kepiting petapa. Teori mengenai asal usul mereka ini masih diragukan meskipun faktanya sudah tak bisa dipungkiri lagi bahwa memang kepiting raja adalah contoh terbanyak dari kalsinasi di antara semua Decapoda.

Ukuran panjang karapas atau cangkang punggung kepiting raja merah dapat mencapai 30cm. rentang kakinya bisa mencapai 13cm. Perut kepiting raja merah umumnya memiliki bentuk yang khas menyerupai kipas yang terletak di bawah cangkang.

Kepiting jenis ini memiliki 5 buah pasang kaki: sepasang kaki pertama yang memiliki cakar atau pencapit. Ukuran capit dewasa sebelah kanan umumnya lebih besar. Tiga pasang kaki lainnya berfungsi sebagai kaki untuk berjalan. Kaki yang kelima berukuran lebih kecil dan biasanya tersembunyi di bawah bagian belakang karapas.

Kepiting raja merah bisa ditemukan mulai dari British Columbia sampai Jepang utara hingga ke Laut Bering. Pusat habitat kepiting raja merah berada di Bristol Bay dan Kepulauan Kodiak. Di daerah ini kepiting raja merah dapat ditemukan dalam jumlah yang melimpah. Mereka dapat hidup di daerah intertidal sampai 100 depa atau lebih.

3. Kepiting Kelapa (Ketam Kenari/Kelapa)

Kepiting Kelapa

* sumber: www.sciencenews.org

Kepiting kelapa atau di Indonesia dikenal dengan nama ketam kelapa atau ketam kenari merupakan hewan yang dilindungi sesuai dengan PP Nomor 7 tahun 1999 mengenai Pengawetan Satwa Liar. Populasi kepiting ini di Indonesia semakin berkurang sebagai efek dari eksploitasi yang terus menerus untuk dikonsumsi sebagai  protein hewani.

Kepiting kelapa terkenal akan kelezatannya. Yang unik dari kepiting ini adalah kemampuannya memanjat pohon kelapa untuk memakannya. Mereka dikenal sebagai pemulung yang memakan buah-buahan yang jatuh, bangkai dan juga cangkang kepiting lain yang fungsinya untuk menelan kalsium. Kehebatan kepiting kelapa adalah capitnya yang bisa memecahkan kelapa.

Capit kepiting kelapa terbesar dapat mengerahkan tenaga sekitar 742 lbf (pound-force). Selain dapat memanjat pohon kelapa, mereka juga terkenal dapat membuka kelapa dengan cara menjatuhkan kelapa dari pohonnya lalu memukulnya berulang ulang menggunakan capitnya. Bisa juga dengan cara menusuk kulit kelapa lalu membelahnya.

Kepiting kelapa dapat di temukan di Indonesia bagian timur, seperti Maluku, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan di Pulau Derawan di Kalimantan. Harga kepiting kelapa cukup mahal. Harga per ekor bisa mencapai 100 sampai 300 ribu rupiah. Harga beragam bergantung ukuran. Ukuran terbesar kepiting kelapa bisa mencapai panjang sekitar 40cm dan berat 4 kilogram.

4. Kepiting Tasmania Raksasa

Kepiting Tasmania Raksasa

* sumber: www.dailymail.co.uk

Kepiting Tasmania raksasa terbesar memiliki berat kira-kira 8 kilogram. Kepiting itu bernama Rusell yang diambil dari nama aktor kenamaan Australia, Russel Crowe. Kepiting tersebut diselamatkan dari penjualan dan kini tinggal di Sea Life Centre Birmingham. Kepiting Tasmania Raksasa merupakan spesies terbesar ke dua di dunia dalam hal massa tubuh.

Dasar laut yang berlumpur dan berbatu adalah tempat hidup kepiting raksasa Tasmania. Mereka umumnya ditemukan di Australia Selatan dan hidup di kedalaman antara kira-kira 20 sampai 820 meter.

Kepiting raksasa Tasmania akan melimpah jumlahnya pada musim dingin di kedalaman sekitar 189 meter hingga 399 meter. Di musim panas, mereka dapat ditemukan pada kedalaman 110 meter sampai 180 meter.

Ukuran kepiting raksasa Tasmania jantan lebih besar dua kali lipat dibanding kepiting betina. Ukuran berat maksimum kepiting Tasmania betina sekitar 7 kilogram, sedangkan kepiting jantan 13 kilogram. Ukuran capit jantan berbeda dari betina. Salah satu capit jantan berukuran lebih besar yang ukurannya lebih panjang dari lebar karapasnya, sedangkan betina memiliki ukuran normal.

Warna kepiting raksasa Tasmania dewasa merah di bagian atas dan di bagian bawah putih kekuningan dan hitam di ujung capit. Mereka memakan bangkai dan mahluk yang bergerak lambat seperti, bintang laut, krustasea, dan gastropoda.

5. Kepiting Bakau

Kepiting Bakau

* sumber: www.bbc.com

Negara Australia merupakan habitat untuk dua jenis kepiting bakau, yaitu Scylla serrata atau kepiting bakau raksasa dan Scylla olivacea atau kepiting bakau oranye. Kepiting bakau terbesar memiliki lebar cangkang sepanjang 28 cm dan beratnya hampir 3 kilogram. Kepiting bakau oranye ukurannya lebih kecil sedikit, sekitar 18 cm.  Spesies kepiting jantan tumbuh lebih besar dibandingkan kepiting betina.

Kepiting bakau adalah kepiting agresif dan aktif. Umumnya mereka ditemukan dalam jumlah banyak di perairan payau dangkal dekat rawa bakau. Semua spesies kepiting bakau adalah seekor pemulung yang omnivora, tetapi mereka juga kanibal karena memakan kepiting lain, juga gastropoda, terit, bivalvia, juga ikan mati. Sebagian besar siklus hidup kepiting bakau dihabiskan di muara.

Cukup besar bukan ukuran kepiting-kepiting tadi? Bukan hanya ukurannya yang besar, kepiting-kepiting tadi juga memiliki harga yang selangit. Apakah kamu penyuka kepiting? Kepiting jenis apa yang pernah kamu cicipi? Apakah salah satunya dari daftar kepiting raksasa di atas?

Setelah membaca artikel seputar kepiting, Anda jadi ingin menyantap seafood yang satu ini, bukan? Yuk, kunjungi artikel cara memilih dan membersihkan kepiting agar Anda bisa memasak seafood ini sendiri.