Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / 5 Jenis Kelabang Terbesar di Dunia yang Terlihat Menakutkan

5 Jenis Kelabang Terbesar di Dunia yang Terlihat Menakutkan

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 Desember 2018

Di antara kita pasti ada yang sudah melihat binatang merayap berkaki banyak, panjang, rata, beruas-ruas, dan gerakan berjalan yang menggeliat. Nama binatang itu adalah kelabang atau lipan dan dikenal dengan nama centipede dalam bahasa Inggris.

Kelabang yang sering muncul di rumah atau di halaman rumah biasanya memiliki bentuk yang cukup kecil (hanya beberapa sentimeter saja). Mereka umumnya tinggal di tempat-tempat lembab maupun kering seperti di bawah tumbukan kayu, dedaunan, atau di dalam tanah.

Namun, hewan ini juga dapat tumbuh besar hingga puluhan sentimeter loh. Mereka mungkin dapat kamu temukan di alam liar atau di penangkaran. Jika kamu ingin mengetahui jenis kelabang apa yang terbesar di dunia, yuk simak bahasan Bacaterus hal ini!

5 Jenis Kelabang Terbesar di Dunia

1. Scolopendra Gigantea

Scolopendra Gigantea

* sumber: commons.wikimedia.org

Menurut beberapa rujukan terpercaya seperti Guinness World Records dan situs Australian Museum, Scolopendra Gigantea merupakan jenis kelabang terbesar di dunia. Nama lain dari lipan atau kelabang terbesar di dunia ini adalah Amazonian Giant Centipede dan Peruvian Giant Yellowleg Centipede.

Ini adalah kelabang terbesar dari genus Scolopendra dengan panjang tubuh maksimum sekitar 12 inci (30 cm). Kelabang jenis ini berasal dari kawasan Karibia dan Amerika Selatan. Mereka dapat ditemukan hidup di area hutan hujan tropis maupun subtropis dan hutan tropis kering.

Amazonian Giant Centipede memangsa banyak jenis hewan, termasuk reptil, mamalia, amfibi dan arthropoda yang cukup besar untuk dijadikan santapan. Hewan-hewan lainnya yang mampu mereka taklukan juga seperti vertebrata kecil (kadal, katak, ular, burung, tikus, dan kelelawar) juga mereka jadikan sumber makanan.

Hewan ini memiliki cangkang yang berwarna coklat gelap hingga merah marun dengan kaki yang berwarna kuning. Semua segmen tubuhnya memiliki kaki dengan jumlah mulai dari 42 hingga 46 (banyak sekali ya). Untuk berburu, mereka biasa menggunakan kaki depan yang disebut dengan maxillipeds. Sedangkan untuk menangkis serangan musuh, mereka menggunakan sepasang kaki belakangnya yang berduri.

Mandibula (tulang wajah yang terbesar dan terkuat yang berbentuk seperti tapal kuda) kelabang memiliki ujung cakar yang tajam dan merupakan bagian tubuh mereka di mana kelenjar racun terbuka. Mereka menggunakan mandibula untuk menangkap dan membunuh mangsanya. Amazonian Giant Centipede ini biasanya hidup di lingkungan yang lembab seperti dalam kayu busuk, serasah daun, dan tanah.

2. Cormocephalus Rubriceps

Cormocephalus Rubriceps

* sumber: www.flickr.com

Selanjutnya ada cormocephalus rubriceps yang merupakan jenis kelabang berukuran besar lainnya dari keluarga scolopendridae. Kelabang ini adalah binatang endemik dari benua Australia dan Pulau Utara di Selandia Baru. Mereka bisa tumbuh hingga 25 cm dan menjadikannya kelabang terbesar di Selandia Baru.

Di wilayah New Zealand, kelabang-kelabang jenis cormocephalus rubriceps saat ini hanya bisa ditemukan di pulau-pulau bebas tikus. Mengapa demikian? Kelabang-kelabang yang hidup di pulau bertikus tidak akan mampu bertahan hidup hingga mencapai ukuran terbesarnya. Hal itu terjadi karena predasi tikus (dimangsa binatang-binatang tersebut).

Kelabang besar dari Selandia Baru ini selalu memiliki 21 pasang kaki dan biasanya memakan invertebrata bertubuh lunak. Akan tetapi, mereka juga mampu mampu membunuh dan memakan reptil, seperti tokek, atau bahkan bayi-bayi burung yang mungil.

Mereka bergerak dengan cepat cepat. Selain itu, penjepit tajam mereka menyuntikkan racun yang dapat menyebabkan gigitan menyakitkan. Racun atau venom itu juga bisa mematikan bagi mangsa-mangsa mereka seperti laba-laba, siput, dan cacing, tetapi biasanya bukan manusia. Mereka ditemukan di bawah batu atau kayu di semak-semak atau kebun.

3. Scolopendra Subspinipes

Scolopendra_subspinipes_japonica

* sumber: commons.wikimedia.org

Kelabang jenis ini masih belum diketahui pasti dari mana mereka berasal. Namun, mereka diyakini datang dari wilayah Indomalaya (mencangkup kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur) dan Meganesia (wilayah benua Australia).

Spesies kelabang ini juga dapat ditemukan di semua wilayah Asia yang beriklim tropis dan subtropis (termasuk negara Rusia), Amerika Selatan dan Tengah, serta kepulauan Karibia. Karena tersebar dalam rentang geografis yang luas, kelabang jenis ini memiliki nama lokal di setiap negara, seperti Chinese red-head, giant centipede, jungle centipede, orange-legged centipede, red-headed centipede and Vietnamese centipede.

Scolopendra Subspinipes adalah salah satu lipan terbesar dengan panjang maksimum mencapai angka 20 cm. Mereka adalah jenis predator yang aktif dan agresif dan akan memangsa hewan-hewan yang mampu mereka kalahkan.

Warna tubuh kelabang jenis ini biasanya merah atau cokelat kemerahan dengan kaki berwarna kuning atau kuning-oranye. Untuk dapat membunuh mangsa atau mempertahankan dirinya, mereka menggunakan sepasang kaki yang dikenal sebagai forcipules.

Forcipules ini dapat ditemukan di bagian kepala kelabang dan ditutupi oleh perisai datar serta memiliki sepasang antena. Hal ini juga memiliki cakar yang tajam dan terhubung dengan kelenjar racun.

4. Scolopendra Heros

Scolopendra Heros

* sumber: www.flickr.com

Selanjutnya ada spesies kelabang yang bernama Scolopendra Heros. Kelabang ini juga memiliki sebutan lain seperti kelabang gurun raksasa, kelabang Sonoran raksasa (karena ditemukan di gurun Sonoran dan wilayah arid di sana), kelabang berkepala merah Texas, dan kelabang berkepala merah raksasa (dinamai demikian karena memiliki kepala berwarna merah dengan tubuh dan ekor hitam kehijauan).

Kelabang jenis ini berasal dari wilayah Amerika Utara dan ditemukan di Barat Daya Amerika Serikat serta Meksiko Utara (dari New Mexico dan Arizona di barat dan di Arkansas, Missouri, dan Louisiana di timur). Disebutkan bahwa Scolopendra Heros ini adalah jenis kelabang terbesar di wilayah tersebut.

Ukuran tubuh dari kelabang ini kira-kira memiliki panjang 17 cm hingga 20 cm di alam liar (kemungkinan lebih besar di penangkaran karena mereka dapat tumbuh dengan aman). Mereka berjalan dengan 21 atau 23 pasang kaki.

Scolopendra heros merupakan predator yang aktif di malam hari atau nokturnal dan berburu hewan-hewan invertebrata dan vertebrata kecil, termasuk hewan pengerat, reptil, dan amfibi. Mereka bahkan mampu menangkap serangga kecil yang sedang terbang. Untuk menaklukan mangsa-mangsanya, kelabang jenis ini menggunakan venom mereka.

5. Ethmostigmus Rubripes

Ethmostigmus Rubripes

* sumber: commons.wikimedia.org

Ethmostigmus rubripes merupakan kelabang Australasia dan Asia terbesar. Panjang tubuhnya mampu tumbuh hingga 16 cm dan mereka dapat ditemukan di habitat yang kering dan basah, seperti di bawah kayu gelondongan, serasah daun dan kulit kayu, dan di bawah bebatuan.

Kelabang jenis ini dapat ditemukan di seluruh wilayah Australia, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Tiongkok, Jepang, serta di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Mereka ada jenis kelabang pemangsa tunggal dan juga aktif di malam hari.

Bentuk tubuh ethmostigmus rubripes ini panjang dan rata. Mereka memiliki warna hitam atau coklat hingga oranye kehijauan atau kuning-oranye dengan pita berwarna hitam serta kaki dan antena yang berwana kuning. Makanan mereka ada serangga, keong, cacing, hingga Arakhnida (hewan invertebrata berkaki sendi seperti jenis laba-laba).

Class Arakhnida

* sumber: commons.wikimedia.org

Itulah 5 jenis kelabang terbesar di dunia yang perlu kamu tahu. Mereka hidup dan tersebar di berbagai benua dan di banyak negara termasuk Indonesia. Mereka adalah hewan yang juga memiliki racun yang berbahaya bagi mangsanya dan hal itu tidak cukup kuat untuk membunuh hewan yang besar dengan cepat.

Saat manusia terkena gigitan kelabang, hal itu bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat dan dapat berlangsung hingga beberapa hari. Sebaiknya jika melihat hewan ini segera hindari dan buang jauh-jauh dari lingkungan tempat tinggal kita (bersihkan lingkungan kita).

Di dunia ini setidaknya ada satu kasus di mana spesies kelabang scolopendra subspinipes menyengat seorang gadis muda yang menyebabkan dirinya kehilangan nyawa. Baca artikel Cara Mengobati Gigitan Kelabang ini untuk mengenali bahaya, gejala, dan cara mengobati gigitan kelabang.

Daftar ini dikumpulkan dari sumber-sumber yang terpercaya. Jika ada yang menambahkan silakan isi di kolom komentar. Adanya kekurangan bisa disebabkan karena terbatasnya literatur yang membahas hewan-hewan ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

A bad writer but loves to write

Leave A Comment