Bacaterus / Nutrisi Anak / Anak Kehilangan Nafsu Makan? Ini Penyebab dan Solusinya

Anak Kehilangan Nafsu Makan? Ini Penyebab dan Solusinya

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 April 2019

Anak Anda cenderung anak yang aktif atau kurang aktif? Hal ini ada hubungannya, lho . Keinginan makan diatur atau dikendalikan oleh besarnya kebutuhan energi tubuh. Inilah mengapa anak yang aktif cenderung makan lebih lahap, dibandingkan anak yang kurang aktif.

Masalah kehilangan nafsu makan (anoreksia), menyebabkan anak hanya makan sedikit atau melewatkan jadwal makan mereka. Menurunnya kebutuhan anak terhadap makanan dapat juga terjadi secara normal, namun, hal itu sulit dibedakan dengan kondisi kehilangan nafsu makan karena penyakit atau gangguan kesehatan.

Kehilangan nafsu makan dapat dikaitkan dengan faktor tertentu, meliputi masalah emosional seperti kecemasan dan kesepian, fisik seperti kesulitan menelan atau mencerna makanan, patologis karena suatu penyakit, dan sosio-ekonomi dimana anak kebiasaan menekan nafsu makan mereka. Yuk, simak penjelasan dari Bacaterus di bawah ini.

Penyebab Nafsu Makan Anak Berkurang

  • Periode 2 Fase Pertumbuhan
Penyebab Nafsu Makan Anak Berkurang

* sumber: www.kidivite.co.za

Anak dalam usia dimana fase pertumbuhan badannya berlangsung cepat akan makan lebih lahap, dibanding dengan anak dalam fase pertumbuhan lambat. Diantara 2 fase itulah, terdapat periode dimana kebutuhan anak terhadap makanan berkurang.

Gejala umum yang dialami anak berupa hanya makan atau minum sedikit dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi seperti ini biasa ditemukan saat anak menginjak usia 2 tahun, dimana laju pertumbuhannya relatif lambat. Sehingga hilangnya nafsu makan mungkin dapat terbilang wajar terjadi.

  • Konsumsi Obat-obatan
Nafsu Makan Anak Berkurang

* sumber: www.washingtonpost.com

Apa anak sedang dalam masa pengobatan? Masalah nafsu makan terkadang juga disebabkan oleh konsumsi obat, lho. Menggunakan obat-obatan seperti aminofilin, eritromisin, antihistamin, fenilpropanolamin dan fenitoin, dapat menjadi penyebabnya.

Nah, Anda bisa langsung konsultasikan dengan dokter yang meresepkan obat tersebut, namun jika obat tersebut Anda peroleh tanpa resep dokter, sebaiknya penggunaannya dihentikan.

  • Infeksi Saluran Pencernaan

Infeksi Saluran Pencernaan

Jika anak merasa tidak sehat atau tidak enak badan, maka seringkali nafsu makannya pun akan terganggu. Hal seperti ini dapat terjadi di hampir semua jenis penyakit. Anak mungkin mengalami iritasi atau infeksi pada saluran pencernaan, misalnya saja seperti gastroenteritis atau diare.

Selain gejala umum seperti dehidrasi dan tampak kurus, gejala yang paling terlihat adalah mual, muntah, dan atau demam. Sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar terapi yang diberikan tepat.

  • Anemia Defisiensi Zat Besi
Anemia Defisiensi Zat Besi

* sumber: www.1life.co.za

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami anemia. Anemia adalah suatu kondisi dimana sel darah merah dalam tubuh menurun di bawah batas normal.

Penyebabnya kondisi kesehatan terganggu karena hemoglobin dalam sel darah merah terganggu distribusinya, hemoglobin ini adalah protein yang mengantarkan oksigen ke seluruh sel-sel tubuh untuk tetap bertahan hidup.

Gejala umum seringkali terjadi disertai kulit lebih pucat, anak menjadi rewel, mudah lelah, dan mudah terkena infeksi karena daya tahan tubuh yang lemah. Prestasi anak di sekolah juga bisa menurun karena anemia.

Menjaga pola makan seimbang dan menambah sumber zat besi selain ASI seperti suplemen zat besi bisa Anda lakukan dengan syarat konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

  • Infeksi Virus (Hepatitis A dan RSV)
Infeksi Virus (Hepatitis A dan RSV)

* sumber: www.kveller.com

Infeksi virus adalah kondisi ketika virus masuk ke dalam tubuh seseorang, kemudian menyerang sel tubuh dan berkembang biak. Terdapat banyak ragam infeksi virus, tergantung organ tubuh yang terkena. Anak mungkin menderita infeksi virus seperti hepatitis A dan mononucleosis.

Namun akan berbeda jika anak terkena infeksi virus, jika terdapat gejala-gejala seperti, demam, nyeri tenggorokan, sakit kepala, pembengkakan atau nyeri pada leher, ketiak,atau selangkangan, lalu lemas, kulit dan sclera mata berwarna kuning, dan nyeri pada perut kanan bagian atas ataupun rasa nyeri di bagian sekitar hati/lever.

Gejala tersebut sebenarnya bukan dampak langsung dari virus, melainkan akibat respon imunitas tubuh anak yang sedang bekerja melawan virus tersebut. Tingkatkan sistem imun tubuh dengan istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi untuk mempercepat pemulihan. Konsultasikan dengan dokter agar si kecil mendapatkan terapi yang tepat.

Infeksi lainnya adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan virus yang menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernapasan. Pada orang dewasa dan anak-anak yang sehat, gejala RSV ringan dan biasanya menyerupai flu biasa.

Gejalanya berupa demam ringan, hidung meler, dan atau batuk. Nafsu makan anak akan menurun dan tampak kurus. Terapi suportif seperti antibiotik bisa Anda konsultasikan dengan dokter.

Itulah beberapa penyebab hilangnya nafsu makan pada anak, hal lainnya seperti kebiasaan makan tidak teratur, mengkonsumsi makanan berlemak dan minum minuman bersoda/berkarbonasi juga dapat menghilangkan nafsu makan lho.

Cara Mengembalikan Nafsu Makan Anak

Nah, untuk meningkatkan nafsu makan buah hati, orang tua perlu sedikit usaha yang kreatif. Inilah berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan nafsu makan si kecil.

1. Membuat Makanan Menarik

Membuat Makanan Menarik

* sumber: www.childmags.com.au

Cobalah untuk membuat suasana atau aktivitas makan si kecil jadi lebih menyenangkan, seperti menyajikan makanan bergizi dalam potongan-potongan kecil dan bentuk yang menarik.

2. Makanan Kesukaan Anak

Makanan Kesukaan Anak

* sumber: theblueroom.bupa.com.au

Sajikan makanan kesukaan anak untuk merangsang nafsu makannya, tetapi tepat pastikan bahwa makanan tersebut merupakan makanan yang bergizi. Anda bisa mencoba menambahkan bumbu-bumbu dapur kedalam makanan agar rasanya lebih nikmat.

3. Makanan Porsi Kecil

Makanan Porsi Kecil

* sumber: www.washingtonpost.com

Berikan anak makanan dalam porsi kecil tetapi sering. Hal itu jauh lebih baik dari pada memaksa anak makan 3 kali sehari dalam porsi besar. Karena pada intinya asupan makan anak tetap terjaga.

4. Makan Bersama

Makan Bersama

* sumber: couplestherapyinc.com

Tingkatkan aktivitas ataupun kegiatan anak yang membuatnya mengeluarkan energi, sehingga anak makan dengan lebih lahap agar energinya terisi kembali. Bila memungkinkan, luangkan lah waktu untuk makan bersama keluarga ataupun teman-teman agar anak makan dengan lebih bersemangat.

5. Suplemen Makanan

Suplemen Makanan

* sumber: www.bitesforfoodies.com

Kenali penyebab sebenarnya dari hilangnya nafsu makan anak, misalnya saja jika diketahui mual adalah penyebabnya, maka lakukan upaya untuk menghilangkan rasa mualnya.

Suplemen nutrisi dapat diberikan sebagai penunjang untuk memperbaiki nafsu makan, namun hendaknya di konsultasikan dahulu dengan dokter atau gizi. Karena tidak semua suplemen cocok untuk anak.

Hilangnya nafsu makan yang terjadi dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan hilangnya berat badan, mengecilnya otot, dan terhambatnya proses penyembuhan. Produk-produk suplemen seperti vitamin dan mineral dimaksudkan sebagai tambahan terhadap asupan harian, bukan sebagai pengganti makanan.

Produk dengan sumber alami masih tetap menjadi sumber vitamin dan nutrisi terbaik yang dibutuhkan anak. Oleh karena itu asupan bergizi seimbang sangatlah penting untuk si kecil. Semoga artikel ini menambah wawasan para Bunda yang sering kebingungan karena si kecil yang susah makan.

Baca artikel cara menambah nafsu makan secara cepat ini jika cara-cara di atas masih belum ampuh untuk menambah nafsu makan buah hati Anda.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar