bacaterus web banner retina
Bacaterus / Binatang / 10 Katak Terbesar di Dunia yang Ukurannya Mencengangkan

10 Katak Terbesar di Dunia yang Ukurannya Mencengangkan

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 15 November 2020

Kita mengenal katak sebagai hewan amfibi yang hidup di dua alam. Mereka bisa hidup di darat dan di air. Di kehidupan sehari-hari kita sering melihat katak berkeliaran di kolam atau di sawah.

Ukuran katak ini biasa saja. Ternyata di dunia ini ada katak yang ukurannya bisa sangat besar, mungkin sebesar kelinci atau ayam. Tak percaya? Baca saja terus artikel ini untuk membuktikannya.

1. Katak Setan (Devil Frog)

Katak Setan

* sumber: newatlas.com

Tak lengkap rasanya membahas katak terbesar di dunia tanpa menyebutkan devil frog atau katak setan. Katak ini berhasil mengalahkan rekor katak goliath sebagai katak terbesar juga terpanjang di dunia. Hewan ini merupakan asli dari Madagaskar dan panjangnya mencapai 42 cm dan beratnya sekitar 4,8 kg.

Katak primitif ini sudah tak ditemukan lagi setelah hidup sejak 65 hingga 70 tahun karena dinyatakan punah. Para peneliti berharap masih bisa menemukan katak ini semenjak pertemuan mereka yang terakhir di Madagaskar.

Meski tak bisa lagi melihat katak setan tapi ada kembarannya yang masih hidup yaitu katak bertanduk Amazon yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil. Katak ini dikenal juga dengan nama pacman frog dan sama-sama mempunyai tanduk di daerah pelipis matanya dan tubuhnya pipih.

2. Katak Goliath

Katak Goliath

* sumber: www.sciencemag.org

Katak terbesar di dunia lainnya adalah katak goliath Kamerun. Ukurannya lebih besar dari seluruh kaki manusia, yakni mencapai kira-kira 34 cm dengan berat sekitar 3,3 kg. Katak ini menyimpan banyak misteri soal perilaku reproduksinya, kemampuannya melompat, lingkar tubuhnya, serta jumlahnya.

Sekarang, para ilmuwan akhirnya mengetahui bagaimana katak yang hidup di hutan ini merawat anak-anaknya, yaitu dengan membangun kolam renang sendiri bagi anak-anaknya. Umumnya katak bertelur di mana pun, tapi katak jantan goliath membuat kolam sendiri dari bebatuan di sungai.

Katak goliath hidup di sungai dengan aliran air yang cepat yang berada di hutan hujan tropis Kamerun juga Guinea Ekuatorial. Masa berkembang biaknya katak goliath adalah selama musim kemarau biasa, yaitu Juli dan Agustus, dan juga selama musim kemarau singkat pada Desember dan Januari.

3. Katak Danau Junin

Katak Danau Junin

* sumber: denverzoo.org

Katak danau junin yang memiliki nama ilmiah Telmatobius macrostomus merupakan katak air yang jarang meninggalkan air. Seperti namanya, katak ini ditemukan di Danau Junin tapi hewani ini juga hidup di sekitarnya danau. Katak ini hewan yang bergerak lambat yang hidup di hulu Sungai Mantaro.

Para ahli menganggap katak dewasa jenis ini unik di dunia karena ukuran dan rasanya. Panjang katak ini bisa mencapai hingga lebih dari 50 sentimeter dan beratnya sekitar 2 kg. Katak ini merupakan salah satu katak terbesar di dunia, tapi terdaftar sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN.

Ikan trout introduksi memakan telur dan berudu katak ini. Danau tempat mereka telah sangat dicemari oleh manusia lewat pertanian, limbah industri, dan pemukiman. Ada juga manusia yang memburu dan memakan katak ini.

4. Katak Lembu Afrika

Katak Lembu Afrika

* sumber: www.elmwoodparkzoo.org

Pyxicephalus adspersus atau katak lembu afrika disebut juga katak peri karena nama ilmiahnya dan dari nama famili katak ini. Katak lembu afrika unik karena ukuran katak jantan lebih besar dibandingkan betina. Beratnya bisa mencapai hingga kira-kira 2 kg.

Selama musim kemarau, katak ini berada di bawah tanah. Mereka akan muncul di musim hujan. Katak betina akan dipanggil oleh katak jantan secara berkelompok. Untuk berkembang biak, jantan yang dominan akan bertarung di tengah kelompok. Terkadang mereka jadi cedera atau saling membunuh.

Sesudah katak berkembang biak, yang melindungi berudu adalah katak jantan. Hewan ini akan menyerang hewan lain yang mendekatinya. Kalau kolam yang berisi berudu mengering, jantan akan membuat aliran yang memungkinkan berudu untuk pindah ke kolam lain.

5. Katak Lembu Amerika

Katak Lembu Amerika

* sumber: www.kbia.org

Katak lembu amerika masih satu keluarga dengan katak lembu afrika walaupun berbeda dari segi bentuk dan warna yang lebih gelap dibandingkan katak lembu afrika. Panjang katak jantannya bisa mencapai hingga kira-kira 21 cm dan beraknya mencapai sekitar 1,7 kg.

Yang membedakan antara katak lembu amerika dan afrika adalah betinanya. Katak lembu amerika yang betina ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan dengan katak jantan. Dalam urusan makanan, keduanya tak memiliki perbedaan. Keduanya merupakan pemakan segala.

Kerakusan spesies katak raksasa ini sudah terkenal. Ikan, kelabang, ular, tikus, kalajengking, semuanya mereka makan hanya dalam waktu sepermili detik saja.

6. Katak Raksasa Enrekang

Katak Raksasa Enrekang

* sumber: oknews.co.id

Pada bulan April 2017, seorang warga di Enrekang, Sulawesi Selatan menemukan katak raksasa yang memiliki berat sampai sampai 1,6 kg. Ketika tertutup bentuk tengkorak dan rahang mulut katak ini terlihat lancip. Menurut beberapa penduduk lokal, saat bersuara, katak ini seperti batuk orangtua.

Katak dari Enrekang ini mempunyai nama latin Limnonectes grunniens dan penemuan katak ini terjadi di di Kampung Banca, Kec. Baraka, Enrekang, Sulawesi Selatan. Di daerah Enrekang, jenis katak ini masih bisa ditemukan di beberapa tempat tapi sudah sulit untuk menemukan yang berukuran lebih dari 1 kg.

Katak raksasa ini dikenal dengan sebutan todan dalam bahasa setempat. Habitat todan adalah di pinggiran-pinggiran sungai hutan primer. Selain itu, katak ini juga hidup di kebun-kebun warga yang letaknya dekat dengan sumber air. Hewan ini aktif di malam hari.

Makanan katak ini yaitu semua hewan yang bergerak, bisa burung, tikus, serangga, laba-laba juga hewan kecil lainnya. Daerah yang menjadi sebaran katak ini meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua. Walaupun hampir punah karena sering diburu jadi makanan, tapi belum ada dalam daftar hewan yang dilindungi.

Usia katak raksasa tersebut diperkirakan sudah 5 tahun. Spesies katak Limnonectes grunniens juga proses perkembangbiakannya sedikit sekali, per tahunnya sekitar 1.000 butir telur. Yang bisa bertahan sampai remaja tidak ratusan karena banyak dimangsa oleh predator atau mati.

7. Katak Ayam Gunung (Giant Ditch Frog)

Katak Ayam Gunung

* sumber: animalcaseprofile.wordpress.com

Giant ditch frog atau the mountain chicken merupakan spesies katak yang sangat terancam punah. Katak raksasa ini asalnya dari Kepulauan Karibia Dominika dan Montserrat. Giant ditch frog panjangnya dari moncong ke ventilasi sekitar 22 cm dan beratnya bisa mencapai kira-kira 1 kg.

Ukuran katak betina umumnya lebih besar dari katak jantan. Katak besar ini pada tahun 2004 dinyatakan masuk pada daftar hewan Sangat Terancam Punah ketika jumlah yang diketahui hanya 8.000 ekor. Tak hanya manusia yang memusnahkan mereka tapi juga chytridiomycosis, yaitu penyakit jamur.

Nama mountain chicken frog didapat karena menurut penduduk Kepulauan Karibia daging katak tersebut rasanya mirip dengan ayam. Katak ini dikonsumsi oleh penduduk setempat karena dulu jumlah katak ini banyak dan rasanya yang lezat. Katak ini merupakan katak terbesar di Kepulauan Karibia.

8. Katak Raksasa Melayu

Katak Raksasa Melayu

* sumber: inaturalist.ca

Blyth's river frog atau katak raksasa melayu merupakan katak terbesar di seluruh Asia. Karena memiliki ukuran yang besar panjang 25,9 cm untuk katak betina dan 12,4 cm untuk katak jantan dengan berat bisa lebih dari 0,9 kg membuat katak ini banyak ditangkap secara berlebihan.

Hal ini menjadi alasan mengapa katak raksasa melayu terdaftar sebagai hewan Hampir Terancam menurut Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Keadaan katak ini juga tidak terlalu bagus diakibatkan oleh aktivitas penebangan di kawasan tersebut.

Ketika akan kawin, katak raksasa melayu berbeda dari kebanyakan spesies katak. Biasanya jantan memanggil betina, ini justru betina yang memanggil jantan. Katak jantan tak mempunyai kantung vokal sama sekali. Mereka juga yang membuatkan lubang untuk bertelur bagi betina.

9. Katak Raksasa Chili

Katak Raksasa Chili

* sumber: www.flickr.com

Katak raksasa chili atau Calyptocephalella gayi hidupnya terancam dan tidak pasti. Katak yang berat tubuhnya bisa mencapai hingga sekitar 0,5 kg ini hidup di danau dan sungai di daerah Coquimbo sampai wilayah Los Lagos di Chili. Sekarang katak raksasa chili ini diklasifikasikan sebagai terancam punah.

Sesudah kawin, katak betina akan menghasilkan telur dan berubah jadi berudu yang memiliki panjang sekitar 6-8 mm. Kecebongnya akan mempunyai insang bagian dalam, organ perekat yang kuat, mulut yang akan berfungsi sesudah 48 jam juga ekor yang kuat untuk berenang. Sumber makanan utama berudu adalah plankton dan detritus. Setelah mencapai tahap dewasa katak akan menjadi karnivora.

10. Katak Bertanduk Suriname

Katak Bertanduk Suriname

* sumber: www.joshsfrogs.com

Katak bertanduk suriname yang memiliki nama ilmiah Ceratophrys cornuta terkadang disebut juga sebagai katak bertanduk amazon. Panjang katak ini bisa mencapai hingga 20 cm dan berat katak betina dewasa kira-kira 0,13 kg sedangkan jantan mencapai kira-kira 0,06 kg.

Jenis katak ini habitatnya berada di seluruh bagian utara Amerika Selatan. Katak bertanduk suriname juga dikenal memiliki mulut yang lebar sekali dan tonjolan yang mirip dengan tanduk yang berada di atas mata. Sifat mereka cukup agresif dan memakan kadal, katak, dan tikus.

Jika selama ini kita hanya tahu katak-katak kecil yang hidup di kolam atau di sawah, informasi ini menambah wawasan kita mengenai jenis katak di dunia. Ternyata ada juga katak yang beratnya mencapai 4,8 kg seperti devil's frog. Benar-benar layak disebut katak terbesar di dunia. Apakah kamu penyuka hewan amfibi ini?

Tag: , , ,
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram