Bacaterus / Binatang / 10 Kambing Terbesar di Dunia yang Bisa Kamu Pelihara

10 Kambing Terbesar di Dunia yang Bisa Kamu Pelihara

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kamu mungkin ingin menjajal menjadi peternak kambing di saat banyak orang yang di PHK karena pandemi ini. Kamu dapat mencoba beternak kambing-kambing yang memiliki ukuran yang cukup besar ini. Berikut adalah ulasan beberapa jenis kambing yang mungkin dapat kamu coba untuk diternakkan.

1. Kambing Boer

Kambing Boer

Kambing boer merupakan jenis kambing dengan ukuran yang sangat besar. Kambing boer merupakan kambing yang dikembangkan di daerah Afrika Selatan pada sekitar tahun 1990. Kambing jenis ini lebih sering diambil dagingnya dibanding diambil susunya, dan memiliki pertumbuhan yang sangat cepat.

Kambing boer dapat kamu kenali dengan mudah dari warna putih pada hampir seluruh tubuhnya, dan meninggalkan warna coklat pada bagian kepala. Berat rata-rata dari kambing ini adalah 86 – 104 kg. Sedangkan pada kambing jantan yang dipelihara di Amerika Serikat bisa mencapai 90 – 154 kg.

Kambing ini memiliki tingkat kesuburan yang sangat tinggi, serta memiliki pertumbuhan yang cepat dan sifatnya yang jinak. Hal-hal tadi menjadikan kambing sangat populer di Amerika Serikat. Tetapi kambing yang dipelihara di Amerika, sayangnya tidak sekuat kambing yang dipelihara di Afrika Selatan.

2. Kambing Kalahari Merah

Kambing Kalahari Merah

* sumber: kalahariredgoats.wordpress.com

Kambing ini berasal dari Afrika selatan dengan namanya yang diambil dari nama Gurun Kalahari. Kambing kalahari merupakan jenis hewan yang diambil dagingnya. Jenis kambing ini merupakan hewan yang cukup tahan terhadap lingkungan yang keras termasuk tahan terhadap penyakit.

Saat melihat penampilannya kamu akan melihat seekor kambing yang tampak gagah. Mereka memiliki warna coklat kemerahan dengan telinganya yang panjang terkulai. Kambing ini memiliki bobot sekitar 75 kg untuk yang betina, sedangkan untuk kambing jantannya sekitar 115 kg.

Binatang yang berkembang biak di Gurun Kalahari ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan iklim yang sulit sekalipun. Mereka akan berjalan jauh untuk mencari makan dan air, sehingga mereka berkembang pesat di daerah Gurun Kalahari, selain itu mereka juga tahan terhadap parasit.

3. Kambing Savanna

Kambing Savanna

* sumber: backyardgoats.iamcountryside.com

Kambing Savanna atau Savannah merupakan kambing yang berasal dari Afrika Selatan yang telah mengalami perkawinan silang. Kambing savanna murni menjadi langka di luar Afrika Selatan, dikarenakan begitu luasnya perkawinan silang jenis ini. Jenis ini biasa di impor ke Amerika Serikat.

Kambing jenis ini memiliki warna yang seluruhnya berwarna putih. Pada kambing dengan warna kulit putih biasanya memerlukan perlindungan karena kulitnya akan sangat sensitif terhadap sinar matahari. Kambing jenis savanna dengan warna gelap lebih mudah perawatannya.

Berat rata-rata yang biasa di miliki kambing ini sekitar 56 – 90 kg, tetapi pada kambing jantan beratnya bisa lebih hingga sekitar 90 – 113 kg. Kambing ini merupakan kambing yang diambil dagingnya. Tekstur daging kambingnya yang lembut dan juga memiliki sedikit lemak.

4. Kambing Saanen

Kambing Saanen

* sumber: serendipity-goats.weebly.com

Kambing Saanen merupakan kambing dari Swiss tepatnya lebih tepat berasal dari Lembah Saanen. Kambing ini merupakan binatang penghasil susu yang paling produktif. Saanen menjadi kambing yang banyak didistribusikan ke banyak negara dikarenakan produktivitasnya yang tinggi.

Saanen merupakan jenis kambing yang paling besar dari Swiss, dan juga merupakan kambing penghasil susu terbaik. Susu yang dihasilkannya selalu dalam kualitas yang baik juga dan dalam kuantitas yang konsisten. Keunggulannya itu membuat kambing ini disukai oleh para peternak.

Kambing jenis ini memiliki warna putih dengan bulunya yang pendek. Berat rata-rata dari Saanen adalah sekitar 58,9 kg – 65,7 kg. Susu yang dihasilkan oleh kambing Saanen sendiri sekitar 838 kg dalam 264 hari. Saanen kini banyak diimpor hampir ke seluruh dunia.

5. Kambing Alpine

Kambing Alpine

* sumber: www.thatsfarming.com

Alpine merupakan jenis kambing yang berasal dari Perancis yang berada di sekitara pegunungan Alpen. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki ukuran sedang hingga besar. Selain itu jenis ini terkenal juga sebagai kambing yang menghasilkan susu yang baik.

Kambing ini merupakan jenis hewan kuat yang dapat dengan mudah beradaptasi pada iklim apapun. Telinganya yang lurus menjadi ciri khas satu-satunya dari kambing ini. Mereka memiliki beragam warna, dan memiliki bobot tubuh sekitar 61 kg untuk kambing yang sudah dewasa.

Susu dari kambing Alpine dapat dijadikan beberapa olahan susu, dari keju, es krim, hingga sabun mandi. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki sifat penasaran,  ramah, dan patuh. Tetapi jenis  hewan ini juga terkadang memiliki sifat yang mudah marah dan berkemauan keras.

Baca juga: 10 Jenis Kambing Kurban di Indonesia yang Paling Populer

6. Kambing Kiko

Kambing Kiko

* sumber: www.stantonbrookfarm.com

Nama kiko pada kambing ini berasal dari bahasa suku Maori yang ada di Selandia Baru. Kiko memiliki arti daging. Garrick dan Anne Batten merupakan dua peternak yang mengembangkan kambing ini pada tahun 1980-an. Tujuan dari pengembangannya adalah agar kambing tahan terhadap parasit.

Jenis ini biasanya memiliki kulit berwarna putih atau juga krem, tetapi tidak menutup kemungkinan kiko juga memiliki warna hitam. Pada musim yang dingin mereka juga akan memiliki bulu yang lebih panjang. Kambing jantannya dapat mencapai ukuran 113  – 136 kg, dan tubuh mereka juga berotot.

Kiko merupakan kambing pedaging, tetapi mereka juga dapat menghasilkan susu dengan kualitas yang cukup baik. Kiko menjadi kambing yang memiliki ketahanan yang baik terhadap parasit. Hal itu  menjadikan kambing ini bertahan pada cuaca yang tidak biasa untuk kambing yang lain.

7. Kambing LaMancha

Kambing LaMancha

* sumber: animalia-life.club

Kambing LaMancha merupakan kambing yang dikembangbiakkan sekitar tahun 1927 oleh Eula Fay Frey di California. Kambing ini resmi didaftarkan pada 27 Januari 1958. Jenis ini dipercaya merupakan jenis kambing turunan dari kambing Spanyol yang dibawa oleh para imigran ke California.

LaMancha merupakan kambing yang mudah kamu kenali karena ukuran telinganya yang kecil.  Telinganya menjadi ciri khas yang dimiliki oleh kambing ini. Kambing ini memiliki warna yang beragam seperti pada kambing lainnya. Selain itu bulu yang dimilikinya berukuran pendek dan bersinar.

Kambing LaManca merupakan kambing dengan karakter yang jinak, mudah bergaul dan kooperatif. Kambing ini merupakan jenis yang menghasilkan susu terbaik, dengan susu yang tinggi akan kandungan lemak dan protein. Susu kambing ini dapat diperah selama dua tahun tanpa disegarkan.

8. Kambing Anglo Nubian

Kambing Anglo Nubian

Kambing jenis ini merupakan kambing yang berasal dari Inggris, jenis ini dikembangkan dengan kambing yang berasal dari Afrika dan India. Istilah Anglo Nubia mulai dikenal pada tahun 1880 saat kambing Inggris disilangkan dengan  kambing dari Nubia, lalu dikenalkan ke Australia tahun 1950-an.

Anglo Nubian merupakan kambing penghasil susu terbaik, tetapi  jenis yang dikembangkan di Australia ini terkenal menjadi kambing penghasil susu dan juga daging. Kambing ini memiliki bobot hingga 64 kg dengan ukuran panjang sekitar 81 – 94 cm, dan memiliki beragam warna juga.

9. Kambing Angora

Kambing Angora

* sumber: domesticanimalbreeds.com

Kambing angora merupakan kambing yang berasal dari Turki, yang menghasilkan serat berkilau yang dinamakan mohair. Kambing angora dianggap sebagai jenis kambing yang sangat tua, karena telah ada sejak zaman dahulu. Kambing ini memang terkenal karena serat yang dihasilkan dari bulunya.

Angora merupakan kambing dengan penampilan yang sangat cantik, yang bahkan tampak seperti seekor domba. Kambing ini memiliki beragam warna dari coklat, abu-abu, hitam, dan juga perpaduan warna lainnya. Mereka memiliki bobot tubuh sekitar 82 – 102 kg untuk kambing jantannya.

Kambing adalah jenis kambing yang dapat bertahan pada berbagai jenis cuaca. Selain itu mereka juga dapat bertahan sekalipun pakan yang diberikan cukup sedikit. Mereka juga hanya membutuhkan pemeliharaan yang sederhana. Saat ini kambing jenis ini tersebar hampir di seluruh dunia.

10. Kambing Rove

Kambing Rove

* sumber: commons.wikimedia.org

Kambing Rove merupakan kambing yang yang namanya berasal dari sebuah desa di Perancis dengan nama Le Rove. Walaupun kambing ini di kembangkan di Perancis, tetapi kambing ini sendiri tidak berasal dari Perancis. Orang Fenisia lah yang kemungkinan membawa kambing ini ke Perancis.

Kambing ini hampir menghilang pada tahun 1970-an, tetapi kembali berkembang di tahun 2003. Kambing Rove memiliki ciri yang khas dari tanduknya yang panjang dan melengkung. Sekilas bentuk tanduknya seperti harpa kecil yang membentuk huruf U. Bobot tubuhnya jantannya sekitar 80 – 90 kg.

Rove awalnya diternakkan untuk diambil dagingnya, tetapi karena tidak begitu terkenal, hingga akhirnya kambing jenis ini diternakkan untuk diambil susunya. Tetapi susu yang dihasilkannya pun tidak banyak. Susu yang dihasilkannya lebih tebal dan kental dibanding jenis kambing lain.

Nah itulah beberapa jenis kambing yang memiliki ukuran yang cukup besar yang dapat kamu pelihara. Kamu dapat memilih jenis kambing yang mungkin ingin kamu ternakkan sendiri. Kambing merupakan hewan sosial sehingga kamu perlu memiliki minimal dua ekor untuk awal kamu mulai beternak kambing-kambing ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *