Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / 3 Jenis Kalajengking Terbesar di Dunia yang Perlu Kamu Tahu

3 Jenis Kalajengking Terbesar di Dunia yang Perlu Kamu Tahu

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Desember 2018

Kalajengking merupakan salah satu hewan melata yang mungkin jarang atau belum pernah kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Hewan ini memang jarang menampakan dirinya. Namun, biasanya mereka hidup tempat-tempat yang jauh dari keramaian manusia.

Jika kamu pernah menonton film yang berjudul The Scorpion King, maka kamu bisa melihat bagaimana bentuk dari binatang ini. Hewan ini biasanya berwarna hitam dan memiliki 8 kaki (oktopoda). Hewan-hewan yang masih berkerabat dengan kalajengking, antara lain laba-laba, ketonggeng, tungau, dan caplak.

Kalajengking merupakan salah satu hewan purba yang masih ada hingga saat ini. Akan tetapi, terdapat beberapa perbedaan antara kalajengking purba dengan kalajengking yang umum hidup di masa sekarang. Salah satu perbedaannya adalah ukuran yang lebih besar (mencapai 100 kali ukuran kalajengking zaman ini) dan mereka hidup di dalam air.

Seperti halnya ular, kalajengking juga adalah hewan berbisa. Bisa kalajengking umumnya termasuk sebagai neurotoksin atau racun saraf sehingga tidak memiliki ancaman serius bagi manusia. Bahkan, saat orang dewasa yang sehat telah disengat oleh kalajengking, mereka tidak memerlukan perawatan medis.

Walaupun demikian, kita tetap harus waspada dengan binatang ini. Hal itu karena sekitar 25% dari semua spesies kalajengking yang ada memiliki bisa yang mampu menghilangkan nyawa manusia. Jadi, sebaiknya kamu hindari saja binatang ini jika melihatnya di suatu tempat.

Racun atau venom kalajengking biasanya dikeluarkan saat mereka menyengat musuh atau mangsanya. Venom tersebut juga dijadikan kalajengking sebagai alat pertahanan saat diri mereka terancam. Selain itu, saat musim kawin tiba, mereka juga menggunakan venom tersebut.

Di Mana Kalajengking Hidup?

Scorpion

* sumber: www.flickr.com

Saat ini kalajengking dapat ditemukan di semua benua kecuali di Antartika (di sana dingin sekali pastinya). Kira-kira terdapat sekitar 1750 hingga 2000-an spesies kalajengking di dunia ini. Kalajengking merupakan hewan yang tergolong nokturnal (aktif di malam hari) dan juga diurnal (aktif di siang hari). Mereka dapat hidup di pegunungan, hutan, atau gua-gua. Kalajengking kemungkinan tinggal di dalam tanah, bebatuan, pepohonan, pasir, dan lain-lain.

Binatang yang memiliki capit ini juga merupakan sebuah predator. Binatang lain yang bisa mereka mangsa untuk dijadikan makanan antara lain seperti serangga, laba-laba, kelabang, dan bahkan kalajengking-kalajengking lain yang lebih kecil. Hewan-hewan yang berukuran besar juga seperti tikus, ular, kadal, dan beberapa hewan lainnya kadang menjadi santapan kalajengking yang berukuran besar.

Kalajengking Terbesar di Dunia

1. Heterometrus Swammerdami

Heterometrus_swammerdami

* sumber: commons.wikimedia.org

Ukuran tubuh kalajengking ini berbeda-beda, mulai dari 9 mm hingga 23 cm. Untuk saat ini, rekor ukuran kalajengking terbesar di dunia masih dipegang oleh spesies heterometrus swammerdami. Panjang tubuh mereka mencapai 23 cm atau 9 inch dengan berat sekitar 56 gram.

Kalajengking terbesar ini dikenal dengan nama kalajengking hutan raksasa. Karena ukuran tubuhnya yang besar, mereka biasanya tidak menggunakan venom untuk melumpuhkan mangsa, namun menghancurkannya dengan jepit mereka yang besar.

Sebagian besar kalajengking ini tinggal di hutan-hutan yang lembab di wilayah Asia Tenggara, terutama di Thailand, Laos, dan Kamboja. Mereka adalah makhluk nokturnal yang bersembunyi di bawah batang kayu, serasah daun dan liang-liang. Subspesies dari Heterometrus swammerdami yaitu heterometrus swammerdamititanicus dapat ditemukan di India dan Sri Lanka.

2. Emperor Scorpion

Emperor Scorpion

* sumber: www.flickr.com

Spesies kalajengking lain yang berukuran besar (dan salah satu yang terbesar di dunia) adalah pandinus emperator atau kalajengking emperor (emperor scorpion). Ukuran tubuh kalajengking dewasa jenis ini adalah sekitar 20 cm dengan berat 30 gram (beda sedikit ya dengan kalajengking di atas).

Emperor scorpion ini berasal dari hutan hujan dan sabana di negara-negara Nigeria, Ghana, Gambia, Kamerun, dan beberapa negara Afrika Barat lainnya. Warna tubuh dari kalajengking jenis ini adalah hitam. Namun, warnanya bisa berubah menjadi hijau pastel atau biru saat terkena sinar ultraviolet. Mereka dapat tinggal di bawah tanah atau bebatuan hingga di bawah puing-puing bangunan.

3. Hadogenes Troglodytes

Hadogenes_troglodytes

* sumber: commons.wikimedia.org

Hadogenes troglodytes adalah spesies kalajengking lain yang mampu tumbuh hingga ukuran 20 cm. Kalajengking jenis ini berasal dari wilayah benua Afrika bagian selatan (Afrika Selatan, Botswana, Mozambique, Zimbabwe) dan biasa dijual sebagai hewan peliharaan di pasar hewan eksotis.

Kalajengking ini sering disebut dengan nama South African Rock Scorpion (Kalajengking Batu Afrika Selatan) atau The Flat Rock Scorpion (Kalajengking Batu Datar). Spesies ini memiliki tingkat venom yang ringan. Mereka jarang menyengat, dan biasanya membela diri dengan menggunakan cakarnya yang kuat.

Hadogenes troglodytes biasanya tinggal di daerah yang kering yang menerima curah hujan kurang dari 600 mm per tahun. Mereka dapat ditemukan di area bebatuan. Bagian bawah perbukitan adalah tempat yang paling mereka sukai untuk hidup.

Itulah beberapa jenis kalajengking terbesar di dunia yang tersebar di sebagian sudut bumi yang luas ini. Apakah ada yang lebih besar dari ketiga jenis kalajengking di atas? Mungkin saja ada, tapi belum ditemukan oleh para ilmuan.

Apakah di Indonesia ada kalajengking? Tentu saja ada. Indonesia adalah negara beriklim tropis yang merupakan salah satu tempat persebaran hewan ini. Tidak hanya ditemukan di hutan-hutan, kalajengking juga bahkan bisa ditemukan di wilayah yang dekat dengan pemukiman warga.

Akibat Sengatan Kalajengking

Sengat Kalajengking

* sumber: commons.wikimedia.org

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa sebagian besar kalajengking memiliki venom yang tidak membahayakan nyawa manusia, namun sebagian lainnya bisa sangat berbahaya.

Menurut situs Klik Dokter, sengatan kalajengking ini sangat menyakitkan dan bisa berakibat fatal, terutama bagi anak-anak. Biasanya sengatan binatang ini menyebabkan efek panas dan sakit di area tubuh yang disengat (biasanya tangan, lengan, dan kaki).

Selain itu, gejala lain yang bisa muncul di area sengatan adalah rasa sakit yang hebat, kesemutan dan mati rasa, serta bengkak di sekitar area tubuh yang disengat. Jika venomnya menyebar meluas, gejala yang lebih tinggi seperti kesulitan bernapas, otot berkedut, gangguan pada gerakan leher, kepala, dan mata, berkeringat, mual, muntah, tekanan darah tinggi, denyut jantung tidak teratur, dan kegelisahan bisa terjadi.

Pertolongan Pertama Saat Disengat Kalajengking

Medical

* sumber: pixabay.com

Klik Dokter lebih lanjut menerangkan bahwa seseorang bisa melakukan hal-hal di bawah ini sebagai pertolongan pertama jika terkenal sengatan kalajengking.

  • Cuci bagian kulit yang tersengat dengan air dan bersihkan menggunakan sabun.
  • Kompres dengan kain yang diberi air dingin selama 10 menit, ulangi beberapa kali. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah penyebaran racun.
  • Oleskan minyak kayu putih atau minyak tawon pada bagian yang tersengat. Bisa juga mengoleskan salep yang mengandung antihistamin atau analgesic.
  • Minum air susu atau air kelapa. Jika mengalami kesulitan saat menelan, jangan makan atau minum apa pun.

Kita tidak tahu apakah kalajengking yang menyengat ini jenis yang memiliki venom ringan atau tinggi. Jadi, sebaiknya segara lakukan perawatan medis sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Tips Agar Terhindar Sengatan Kalajengking

Cleaning House

* sumber: pixabay.com

Sengatan kalajengking memang cukup menyakitkan, makanya kamu harus segera hindari hewan ini. Nah, untuk menghindari sengatan kalajengking, kami punya beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

  • Bersihkan area sekitar rumah seperti pekarangan dan halaman. Bagian dalam rumah juga harus bersih.
  • Jika ada lubang-lubang di dinding rumah akibat kerusakan atau hal lainnya, segera perbaiki dan tutup.
  • Potong dahan pohon atau tanaman-tanaman yang menjuntai ke atap rumah yang bisa jadi perantara bagi hewan itu masuk ke dalam rumah.
  • Jika sering menyimpan sepatu di luar rumah, selalu periksa sebelum digunakan.
  • Jika sedang berkegiatan outdoor, seperti berkemah, pastikan menggunakan pakaian yang menutup rapat tubuh. Periksa juga keadaan tenda dan sekitarnya dan pastikan hal itu tertutup rapat. Hindari memasang tenda di area yang banyak tumpukan-tumpukan kayu atau batuan.

Itulah bahasan singkat mengenai kalajengking terbesar di dunia beserta bahasan menarik lainnya yang bermanfaat. Tapi, kalau kamu sudah terlanjur terkena sengatan kalajengking, coba cari tahu bahaya, gejalanya, serta cara menanganinya di artikel Bahaya, Gejala, dan Cara Mengobati Sengatan Kalajengking ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

A bad writer but loves to write

Leave A Comment