Bacaterus / Ubur-Ubur / Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia

Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Tahu gak sih, kalau ubur-ubur itu telah ada selama jutaan tahun? Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi lho. Ubur-ubur adalah hewan invertebrate atau hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Eits.. bukan hanya tulang belakang, tetapi ubur-ubur tidak mempunyai tulang sama sekali.

Ubur-ubur merupakan hewan laut yang tidak memiliki sebagian besar fitur yang biasa dijumpai pada hewan lain. Mereka tidak memiliki mata, gigi, cakar atau taring. Lalu, bagaimana cara mereka bertahan hidup? Ubur-ubur mempunyai sistem saraf untuk mengetahui keadaan lingkungan di sekitarnya, tetapi tidak mempunyai otak.

Hewan ini dapat ditemukan di semua samudra dan lautan yang ada di dunia. Mereka dapat hidup di laut tropis yang hangat, juga di perairan yang sangat dingin dekat kutub utara dan selatan. Ubur-ubur ini dapat berenang menuju permukaan air yang terdapat banyak makanan lho.

Penasaran ingin tahu lebih banyak soal ubur-ubur? Yuk, kenalan lebih dekat dengan mengetahui beberapa jenis ubur-ubur yang terlihat di sekitar perairan Indonesia!

1. Golden Jellyfish/ Ubur-ubur Emas

Ubur-ubur Emas

Nah, kalau ubur-ubur jenis ini hidup di danau air asin lho, ternyata tidak semua ubur-ubur hidup di laut. Ada tiga destinasi di Indonesia yang mempunyai ubur-ubur tak menyengat yakni, Danau Misool Raja Ampat, Papua barat; Danau Kakaban, Kalimantan Timur; dan Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah.

Danau ini penuh dengan ubur-ubur yang terisolasi dari laut begitu lama, sehingga mereka benar-benar kehilangan sengatannya. Mereka menghabiskan sebagian besar hari mereka bermigrasi harian bolak-balik melintasi danau, dengan secara aktif menavigasi lingkungan mereka.

Memiliki nama ilmiah Mastigias papua etpisoni, ubur-ubur ini berbentuk seperti kubah berwarna emas atau putih kecoklatan begitu pula dengan tentakelnya. Dan, ubur-ubur kecil ini berkumpul dalam jumlah besar.

2. Moon Jellyfish/Aurelia Aurita

Aurelia Aurita

Selain dua nama di atas ubur-ubur ini masih memiliki nama lain lho, seperti ubur-ubur bulan, Saucer Jelly atau Common Jelly. Diberi banyak nama karena ubur-ubur Moon Jellyfish sangat mencolok dengan kecantikan yang dimilikinya. Ubur-ubur ini tampak tembus pandang dengan ukuran 25-40 cm dan memiliki efek sengatan ringan.

Merupakan ubur-ubur tercantik dengan gerakan berdenyutnya, sebenarnya mereka hanya mampu bergerak terbatas, dan mudah hanyut ketika berenang. Ubur-ubur ini mati setelah bereproduksi selama beberapa bulan, karena itulah mereka termasuk ubur-ubur berumur pendek.

3. Upside-down Jellyfish/Ubur-ubur terbalik

Ubur-ubur terbalik

Cassiopea andromeda atau ubur-ubur terbalik mendapatkan namanya karena medusa mereka biasa hidup terbalik di bagian bawah. Mereka ditemukan di daerah pantai yang lebih hangat di seluruh dunia. Tak hanya di laut, habitatnya juga ditemukan di rawa-rawa bakau dangkal, lumpur, bahkan kanal di Florida, Karibia, dan Mikronesia.

Ubur-ubur ini dapat ditemukan berbaring di dasar danau yang dangkal untuk mendapatkan sinar matahari, termasuk Danau Kakaban, Kalimantan Timur. Tahu gak sih? Untuk mendapatkan makanan, mereka bersimbiosis dengan algae yang ditempatkan pada kakinya.

Nah, dikarenakan algae membutuhkan sinar matahari dan melakukan fotosintesis maka ubur-ubur pun berenang terbalik dengan kaki di atas untuk mendapatkan sinar matahari nih. Untuk ciri-ciri ubur-ubur ini memiliki sengatan ringan dan mungkin ada banyak individu dengan beragam warna putih, biru, hijau, dan coklat.

4. Jelly Blubber/Ubur-ubur Jelly

Ubur-ubur Jelly

Ini adalah spesies ubur-ubur dari wilayah pesisir di Indo-Pasifik. Yang unik dari ubur-ubur ini adalah warnanya. Warnanya sendiri berasal dari pigmen yang diproduksi oleh ubur-ubur itu sendiri, bukan berasal dari algae simbiotik seperti pada beberapa ubur-ubur lainnya.

Memiliki sengat di tentakelnya yang dapat menangkap krustasea kecil dan plankton lainnya. Sengatannya bisa menyakitkan, tetapi umumnya tidak menimbulkan risiko serius bagi manusia selain kulit merah dan gatal.

5. Chrysaora (Sea nettle)

Sea nettle

Memiliki nama umum Sea nettle, nama genus Chrysaora terletak pada mitologi Yunani ‘Chrysaor’ yang berarti ‘dia yang memiliki persenjataan emas’. Ada sekitar 14 spesies dari genus Chrysaora yang hidup tersebar di belahan Samudera.

Tubuh ubur-ubur ini berbentuk kubah dengan lebar sekitar 25 cm, dengan panjang tentakel kurus hingga 50 cm. Disebut juga Jelatang laut, mereka memiliki sengat yang dilapisi racun. Hewan ini akan membunuh mangsa yang lebih kecil atau predator yang dirasa menakutkan atau menakjubkan bagi mereka.

Pada manusia, kemungkinan besar akan menyebabkan ruam yang tidak mematikan, namun rasa nyeri bisa bertahan sampai 20 menit lho. Beberapa kasus sengatan memiliki efek yang lebih parah, efek sengatan sangat menyakitkan yang diikuti sensasi terbakar, bengkak dan merah pada bagian yang tersengat.

6. The box Jellyfish/Ubur-ubur Kotak

Ubur-ubur Kotak

Merupakan salah satu jenis ubur-ubur beracun, bahkan racun mereka cukup untuk membuat manusia mengalami serangan jantung. Bisa juga menyebabkan manusia tenggelam dalam keadaan syok sebelum dapat mencapai pantai.

Bagi mereka yang pernah disengat dan mendapatkan perawatan, bekas luka yang menyakitkan dapat terasa selama berminggu-minggu setelah sengatan. Ubur-ubur ini memiliki medusa berbentuk kotak dengan tiga tentakel yang menonjol dari setiap sudut. Jenis ubur-ubur ini hidup di Samudera Indo-Pasifik dan pesisir Australia utara.

7. Copula

Copula

Copula sivickisi adalah genus monotype dari ubur-ubur kotak, spesies ubur-ubur yang sangat kecil dengan diameter sekitar 10 mm, berbentuk lonceng dengan empat tentakel yang aktif hanya pada malam hari. Makanya, tidak heran jika ubur-ubur ini adalah salah satu hewan nokturnal yang bersembunyi pada siang hari.

Jenis ubur-ubur ini ditemukan di perairan hangat di Samudera Pasifik dan satu lokasi di Samudera Hindia sekitar pantai barat Sumatera. Oh iya, ubur-ubur ini memiliki bantalan perekat di bagian atas yang dapat melindungi dirinya. Mereka lebih cenderung memilih tempat di bagian bawah karang atau batu.

Itu dia beberapa jenis atau spesies ubur-ubur yang terlihat di perairan Indonesia. Spesies ubur-ubur sendiri sebenarnya ada sekitar 2000 spesies berbeda. Ubur-ubur memang dikenal dengan sengatnya yang menyakitkan. Sebagian besar memang dilengkapi dengan sel sengat yang disebut nematocyst pada tentakelnya

Nematocyst ini diaktifkan ketika ubur-ubur bersentuhan dengan mangsanya. Meskipun hampir semua ubur-ubur memiliki sengat, hanya beberapa yang sengatnya mematikan bagi manusia. Sebaliknya, ada juga ubur-ubur yang dapat disentuh dengan aman kok. Namun, tidak ada salahnya berhati-hati dan harus didahulukan untuk keselamatan, ya.

Jika kamu tahu informasi lainnya tentang ubur-ubur, silakan tuliskan di kolom komentar. Tapi, kalau kamu masih penasaran dengan makanan yang biasa dikonsumsi ubur-ubur, bisa baca artikel 10 Makanan Ubur-ubur ini, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar