Bacaterus / Lebah / Inilah Jenis Tawon dan Lebah Berbahaya yang Perlu Diketahui

Inilah Jenis Tawon dan Lebah Berbahaya yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 Juni 2019

Tawon dan lebah adalah dua jenis serangga yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya di desa-desa yang masih asri, tawon dan lebah juga mudah ditemukan di kota-kota besar, terutama di taman-taman yang masih banyak tetumbuhan dan pepohonan.

Di dunia ini ada banyak sekali spesies lebah dan tawon. Mereka sangat bermanfaat bagi kehidupan alam sehingga keberadaannya sangat diperlukan. Meskipun sebagian besar hewan ini tidak terlalu berbahaya, beberapa di antara mereka harus diwaspadai karena sifatnya yang lebih agresif.

Berikut ini adalah beberapa jenis tawon dan lebah yang dianggap berbahaya, bahkan ada yang sangat berbahaya (baca perbedaan antara tawon dan lebah di sini).

Jenis Tawon Berbahaya

Berikut adalah beberapa jenis tawon yang agresif dan berbahaya yang harus diketahui dan diwaspadai. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

1. Tawon Jaket Kuning

* sumber: en.wikipedia.org

Ini adalah salah satu jenis tawon yang harus dihindari karena sifatnya yang sangat agresif. Terdapat sejumlah spesies tawon jaket kuning yang hidup di beberapa wilayah di dunia, seperti Amerika Utara, Eropa, hingga Australia.

Sebagian besar tawon jaket kuning terlihat selama akhir musim panas dan awal musim gugur sehingga bisa menjadi ancaman bagi mereka yang sedang berekreasi di luar ruangan.

Seperti namanya, sebagian besar tawon yang dianggap predator ini memiliki warna tubuh kuning dan hitam. Mereka dapat hidup berkoloni dengan ribuan tawon lainnya dan mereka akan menyerang secara agresif jika merasa sarangnya terancam.

2. Tabuhan

* sumber: en.wikipedia.org

Tabuhan atau hornet merupakan salah satu jenis tawon (dari genus Vespa) yang paling agresif. Beberapa di antara mereka bahkan mampu menyengat melalui pakaian dan alat pelindung. Oleh karena itu, kita harus hati-hati jika sedang berurusan dengan serangga ini.

Sifat tabuhan bisa dibilang mirip dengan lebah jaket kuning, yaitu sangat protektif terhadap sarang mereka. Jenis-jenis tabuhan tertentu bahkan melindungi sarang mereka dengan mempekerjakan beberapa tabuhan lain dengan cara melingkarinya. Jika terdapat ancaman, tabuhan-tabuhan ini akan memperingatkan tim tabuhan lain yang berada di dalam sarang.

3. Tawon Kertas

* sumber: en.wikipedia.org

Dari segi tampilan, tawon kertas terlihat mirip dengan tawon jaket kuning. Dinamakan tawon kertas karena serangga ini memiliki kebiasaan mengunyah kayu menjadi bubur. Mereka menggunakan bahan ini untuk membuat sarang berbentuk payung di tempat-tempat tinggi yang terlindungi.

Tawon kertas dapat tumbuh hingga berukuran panjang 2,5 cm dengan tubuh berwarna coklat kemerahan dan cincin kuning. Meskipun tidak seagresif tawon jaket kuning, tawon kertas masih bisa menyerang dan menyengat jika mereka terganggu dan terancam. Tawon kertas dianggap sebagai serangga yang paling aktif selama musim semi, musim panas dan musim gugur.

4. Tawon Pembunuh Jangkrik

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/usfwsnortheast

Tawon pembunuh jangkrik (bahasa Inggris: cicada killer wasps) memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan mayoritas tawon lainnya. Mereka bisa tumbuh panjang hingga 5 cm! Meskipun tawon jenis ini umumnya tidak agresif, tawon pembunuh jangkrik jantan yang sedang kawin bisa sangat agresif dan mudah sekali terganggu.

Nama tawon ini didapatkan dari hewan yang sering mereka buru dan makan, yaitu jangkrik. Sebagian besar tawon pembunuh jangkrik ditemukan selama bulan Juli dan Agustus di iklim yang lebih panas di mana hewan buruan mereka banyak tersedia. Tawon-tawon ini hidup di berbagai wilayah di seluruh dunia, mulai dari benua Amerika, Eropa, hingga Asia.

Jenis Lebah Berbahaya

Selain tawon, ada juga jenis lebah yang berbahaya dan harus Anda waspadai. Berikut kami rangkumkan beberapa jenis lebah yang berbahaya dan harus dihindari.

1. Lebah Pembunuh Afrika

* sumber: commons.wikimedia.org

Lebah-lebah yang biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari mungkin bisa menyengat jika kita mencoba mengganggu mereka. Akan tetapi, jika kita berpikir tentang lebah yang berbahaya, kemungkinan jawabannya adalah lebah madu hibrida. Lebah ini merupakan hasil dari kawin silang antara lebah madu Afrika dan lebah madu Eropa.

Lebah madu hibrida atau populer dengan sebutan lebah pembunuh Afrika pertama kali diperkenalkan di Brazil pada tahun 1956 sebagai upaya untuk meningkatkan produksi madu. Kini lebah pembunuh ini juga sudah dapat ditemukan di wilayah Amerika Utara.

Lebah madu ini memiliki sifat yang lebih agresif dibandingkan dengan jenis lebah madu lainnya. Meskipun racunnya tidak lebih kuat dari lebah madu biasa, mereka bisa sangat berbahaya jika menyerang secara berkelompok dalam jumlah yang besar, biasanya seluruh koloni.

Korban lebah pembunuh Afrika ini akan terus dikejar hingga jarak 400 meter atau hampir setengah kilometer! Bandingkan dengan lebah madu biasa yang umumnya hanya mengejar korban mereka sampai jarak 10 meteran saja. Korban lebah ganas ini dilaporkan telah mencapai ribuan orang. Mereka juga dapat membunuh binatang-binatang lain seperti kuda!

Karena koloni lebah pembunuh Afrika ini lebih kecil, mereka biasanya akan bersarang di tempat-tempat yang lebih tidak biasa, seperti di tungkai pohon, tiang listrik, tumpukan sampah, lubang di tanah, bahkan bisa ditemukan bersarang di dalam kotak surat, ban bekas, dan pot bunga terbalik! Lebah-lebah ini bisa sangat protektif terhadap sarang mereka.

Tidak sembarang orang bisa menangani lebah pembunuh Afrika. Karena sifatnya yang sangat agresif, hanya pengendali hama profesional yang bisa menangani lebah-lebah berbahaya ini.

Orang-orang yang sedang diserang dan dikejar oleh lebah ini harus berlari cepat dengan pola zig-zag dan segera mencari tempat perlindungan yang aman. Tidak disarankan untuk melompat ke dalam air karena lebah-lebah ini kemungkinan besar akan menunggu di atas air agar orang yang mereka kejar muncul kembali!

2. Lebah-Lebah Australia

* sumber: commons.wikimedia.org

Pada tahun 2017, situs berita The Guardian pernah melaporkan bahwa lebah dan tawon Australia terungkap sama berbahayanya dengan ular yang ada di sana. Di sana disebutkan bahwa dari semua hewan berbisa di Australia, lebah dan tawon bisa menimbulkan ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat.

Analisis membuktikan bahwa sengatan akibat lebah dan tawon di negeri jiran Indonesia ini mencangkup sepertiga (33%) dari hampir 42rb laporan sengatan hewan yang masuk. Nilai itu lebih besar daripada sengatan yang diakibatkan oleh laba-laba (30%) dan ular (15%).

Analisis nasional pertama dari data 13 tahun tentang gigitan dan sengatan dari makhluk berbisa telah menemukan bahwa lebih dari sepertiga (33%) dari hampir 42.000 penerimaan disebabkan oleh lebah dan tawon, dibandingkan dengan 30% oleh laba-laba dan 15% oleh ular.

Lebih lanjut lagi diberitakan bahwa puluhan orang telah kehilangan nyawa mereka akibat sengatan lebah dan tawon. Bahkan kejadian memilukan ini dua pertiga-nya (64%) terjadi di kota-kota besar dan area-area inner-regional di mana layanan kesehatan mudah diakses.

Nah, itulah beberapa jenis tawon dan lebah yang dianggap berbahaya. Tawon dan lebah di atas mungkin menyerang seseorang karena alasan-alasan tertentu yang membuat mereka terancam dam terganggu. Mereka sangat defensif terhadap sarangnya sehingga mendekati atau bahkan menghancurkan merupakan sebuah tindakan bodoh.

Sengatan akibat serangga-serangga di atas bisa sangat fatal sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar