Bacaterus / Kesehatan / Ini Dia 5 Jenis Softlens yang banyak Digunakan Saat Ini

Ini Dia 5 Jenis Softlens yang banyak Digunakan Saat Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Desember 2018

Maraknya penggunaan softlens di masyrakat memang sudah sangat wajar. Sebab, softlens dianggap sebagai salah satu alat yang cukup praktis, namun tetap stylish. Selain itu, softlens juga bisa membantu bagi siapapun yang menderita gangguan mata, baik rabun jauh ataupun rabun dekat.

Karena itulah, tak heran jika softlens cukup populer hingga banyak merk softlens yang beredar dengan harga yang beragam dan model/warna yang unik. Tapi, agar Anda tidak salah pilih softlens, maka memang sebaiknya untuk mengetahui jenis-jenis softlens berdasarkan bahannya terlebih dulu. Nyatanya, softlens ada jenisnya tersendiri untuk berbeda kasus mata.

Tenang saja, meskipun Anda awam mengenai jenis-jenis softlens, kini Bacaterus mau mengajak untuk mengenal jenis-jenis softlens yang ada. Mari baca ulasannya di artikel ini sampai akhir!

5 Jenis Softlens Paling Populer

1. Soft lens (HEMA)

* sumber: www.google.co.id

Pertama, ada jenis soft lens yang diperkenalkan sekitar awal tahun 1970an, dan bisa kita tebak kalau jenis softlens yang satu ini menggunakan bahan yang lembut. Adapun bahan soft lens terbuat dari bahan gel yang berair dengan adanya kandungan plastik, atau bisa disebut juga dengan hydrogels.

Selain berair, jenis yang satu ini juga punya bentuk yang tipis dan lembut, sehingga cocok dengan mata yang punya tekstur lembut. Bahkan, jenis softlens ini juga cukup banyak diminati karena kenyamanannya saat digunakan di mata.

Meskipun sudah menggunakan bahan yang ada airnya disertai dengan gel, nyatanya jenis yang satu ini justru kurang terhidrasi. Pasalnya, jenis soft lens tidak memiliki kadar oksigen yang cukup tinggi sehingga lensa kontak lebih cepat kering.

Ada lagi kekurangannya, yakni tidak terlalu fleksibel karena terlalu tipis. Tapi tenang saja, karena jenis soft lens sudah mengalami pembaruan sehingga kekurangan-kekurangan tadi bisa diminimalisir.

2. Silicone Hydrogel

* sumber: www.google.co.id

Yang kedua ada jenis softlens yang bernama Silicone Hydrogel. Untuk jenis yang satu ini dipopulerkan pada tahun 2002 silam. Dikarenakan namanya “Hydrogel” maka penggunaan jenis lensa ini tergolong lebih menghidrasi dengan klaim punya daya tembus oksigen yang tinggi terhadap kornea mata. Meskipun begitu, silicone hydrogel tetap memiliki kadar air yang masih kurang.

Tapi, kalau Anda menggunakan jenis ini, maka mata Anda terasa nyaman karena bahan softlens-nya mirip dengan jenis soft lens. Yang paling penting, jenis kontak lensa satu ini bisa digunakan hingga 12 jam, hampir seharian! Cocok untuk Anda yang sering menggunakan kontak lensa.

3. Gas Permeable/Rigid Gas Permeable

* sumber: www.google.co.id

Kalau jenis yang satu ini biasa disingkat dengan GP atau RGP. Tapi, banyak orang lebih familiar dengan RGP, keduanya sama-sama saja kok. Perlu Anda ketahui, jenis RGP ini diperkenalkan sekitar tahun 1978 dan menjadi pengganti dari jenis PMMA. Dari namanya saja sudah “rigid” jadi jenis softlens ini memang lebih kaku dibandingkan jenis softlens lainnya.

Meskipun punya bahan yang kaku, tapi jenis RGP ini adalah jenis yang punya kadar oksigen paling tinggi. Sehingga, banyak dokter yang menganjurkan penggunaan softlens ini pada mereka yang menderita rabun astigmatisme. Ya, kalau Anda baru pertama kali memakai jenis lensa ini, mungkin harus membiasakannya terlebih dahulu. Tapi tenang saja, ini adalah jenis softlens yang aman digunakan!

4. Hybrid

* sumber: www.google.co.id

Selanjutnya, terdapat jenis Hybrid di mana soflens ini digadang-gadang sebagai saingannya jenis Silicone dan Hydrogel. Bahan yang ada dalam softlens Hybrid ini berupa optik crystal-clear. Lalu, pada bagian tengah softlens ini biasanya ada bahan Hydrogel atau Silicone. Dari perpaduan dua bahan tadi, maka tidak heran jika jenis ini dikatakan sebagai Hybrid.

Tapi ada kekurangan yang dimiliki, yakni sulitnya menggunakan lensa Hybrid. Ya, jenis ini tergolong sulit pas di mata dan juga cukup sulit menemukan jenis softlens Hybrid di pasaran. Makanya, jenis Hybrid tidak begitu populer. Meskipun begitu, menurut Wikipedia, jenis Hybrid ini salah satu softlens yang nyaman digunakan kok.

5. PMMA (polymethyl methacrylate)

* sumber: www.google.co.id

PMMA adalah jenis softlens yang bisa dibilang jadul dan sudah banyak orang yang meninggalkan jenis PMMA. Bahkan saat ini, banyak orang yang lebih memilih RGP/GP. Wajar jika banyak yang tidak ingin menggunakannya lagi, karena selain jadul, jenis PMMA ini terbuat dari bahan plastik yang kaku. Sehingga, akan sulit bagi Anda untuk memasang PMMA ini ke mata.

Meskipun kaku, nyatanya PMMA ini punya optik yang baik. Tapi lagi-lagi, ada kekurangannya, yakni tidak dapat mengirimkan oksigen ke mata, jadi kurang terhidrasi. Kalau Anda masih tetap penasaran ingin punya jenis softlens PMMA, mungkin Anda akan sulit mencarinya karena jenis yang satu ini sudah jarang diresepkan oleh dokter.

Tipe Softlens Berdasarkan Fungsinya

Softlens warna atau bening, manakah yang lebih bagus

Nah, kini Anda sudah mengetahui jenis-jenis softlens yang beredar di pasaran, kini saatnya Anda harus tahu juga mengenai tipe softlens berdasarkan fungsinya. Pasalnya, penggunaan softlens dibagi dalam beberapa fungsi yang bisa Anda simak pemabahasannya berikut ini:

  • Mengoreksi Penglihatan

Bagi Anda yang menderita rabun jauh, rabun dekat, ataupun astigmatisma, mungkin sangat Lelah jika harus menggunakan kacamata. Makanya, beberapa orang beralih untuk menggunakan softlens yang dinyatakan lebih praktis.

  • Kecantikan dan Fashion

Seperti yang kita tahu bahwa di pasaran terdapat banyak sekali model softlens yang beragam dengan warna-warna yang menarik. Makanya, tidak heran jika banyak orang menggunakan softlens untuk membuat penampilan lebih menarik dan stylish.

Bahkan, hampir semua negara memopulerkan lensa kontak ini dengan berbagai macam desain yang menarik. Tapi, karena tipe yang satu ini memang berfungsi sebagai gaya saja, maka lensa kontak ini kurang cocok jika digunakan oleh orang yang punya permasalahan pada mata, baik rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma.

  • Sebagai Terapi Mata

Selain untuk gaya, ada juga lensa kontak yang memang dibuat khusus untuk terapi kornea mata. Biasanya, lensa kontak tipe ini akan melindungi kornea lebih ekstra, sehingga cocok digunakan bagi mereka yang punya permasalahan pada mata kering, abrasi kornea, dan permasalahan lainnya pada kornea.

Itulah tadi jenis-jenis softlens serta tipe softlens berdasarkan fungsinya. Ternyata, softlens tidak se-simple yang dilihat, karena softlens sendiri punya beragam jenis. Nah, kini Anda sudah tahu jenis dan tipenya, saatnya Anda menentukan softlens yang tepat. Kira-kira, mana softlens yang paling cocok untuk mata Anda?

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Listiorini Ajeng Purvashti, penulis aktif sejak tahun 2017. Selain aktif menulis di carisinyal.com dan bacaterus.com, juga menjadi penulis lepas untuk review.bukalapak.com. Saat ini, bidang yang digeluti adalah tema penulisan seputar aplikasi, game, gadget, laptop, hardware, software, tutorial, dan entertainment. Selain menulis, Saya juga tertarik untuk mempelajari hal baru terutama mempelajari budaya-budaya dari negara lain. Salah satu budaya yang digemari adalah Korean Culture sehingga menjadikan Saya seorang KPOPers sejak zaman kuliah.

Leave A Comment