bacaterus web banner retina

10 Jenis Serai, Tanaman yang Kaya Akan Manfaat dan Khasiat

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 20 Juli 2021

Kamu mungkin mengenal serai hanya sebagai bumbu penyedap pada masakan. Tanaman serai yang memiliki nama ilmiah Cymbopogon ini terkenal karena aroma lemonnya yang khas. Aroma lemon yang dimilikinya tak hanya digunakan dalam penyedap masakan, tetapi juga digunakan dalam industri wewangian dan juga kosmetik.

Saat ini banyak yang membudidayakan serai untuk kepentingan komoditas ekspor karena kandungan minyak atsiri dari serai memiliki banyak manfaat. Tak sekadar mengharumkan makanan, tetapi zat yang terkandung di dalamnya juga digunakan untuk kepentingan kesehatan. Berikut ini adalah ulasan dari beberapa jenis serai yang manfaatnya mungkin sering kamu rasakan.

1. Serai Dapur - Cymbopogon citratus

* sumber: www.plantsoftheworldonline.org

Masyarakat di Indonesia biasanya menggunakan serai dapur untuk bumbu masakan. Serai jenis ini merupakan tanaman yang asli dari daerah Asia Tenggara. Bentuknya seperti tanaman rumput dengan panjang daunnya sekitar 18-36 inci.

Serai jenis ini memang lebih banyak digunakan untuk keperluan dapur, tetapi juga biasa digunakan untuk ramuan herbal. Selain itu, serai dapur juga biasa diambil minyaknya dengan cara menyuling bagian daunnya. Minyaknya bermanfaat sebagai pengusir nyamuk ataupun serangga.

Tak hanya minyaknya saja yang berfungsi sebagai pengusir serangga, tanamannya sendiri pun memiliki kemampuan sebagai pengusir serangga. Kandungan citronellol yang terdapat dalam minyak serai sekitar 65-85%, memiliki banyak manfaat sebagai anti-inflamasi dan juga antioksidan.

2. Rumput Malabar – Cymbopogon flexuosus

* sumber: commons.wikimedia.org

Rumput malabar atau dikenal juga dengan nama rumput cochin merupakan jenis tanaman serai yang berasal dari India, Sri Lanka, Thailand, dan Myanmar. Tanaman serai ini memiliki daun yang berumbai dan dapat tumbuh hingga 2 meter. Serai ini termasuk tanaman yang dapat dijadikan hiasan taman.

Serai malabar juga dibudidayakan di Indonesia, terutama di daerah Jawa, Bali serta Sumbawa. Serai jenis ini biasanya digunakan dalam industri parfum, dan juga sebagai bahan penyedap. Minyak serainya dapat kamu peroleh dengan cara mendistilasi daunnya.

Minyak serai malabar memiliki kualitas yang lebih baik karena mampu larut di dalam alkohol. Selain itu, minyaknya juga berguna sebagai pengusir nyamuk dan lalat walaupun agak kurang ampuh. Tanaman ini juga biasanya ditanam untuk mencegah terjadinya erosi.

3. Sereh Wangi - Cymbopogon nardus

* sumber: id.wikipedia.org

Tanaman ini banyak dikenal untuk keperluan pengobatan. Di Indonesia sendiri sereh wangi memiliki dua varietas dari sereh wangi, yaitu tipe lenabatu dan mahapengiri.

Serai wangi merupakan tanaman yang dapat tumbuh sepanjang tahun. Tanaman ini tumbuh berumpun, dengan daun yang panjang dan pipih. Tanaman serai ini dapat tumbuh hingga 1 meter, dengan lebar daunnya sekitar 1-2 cm. Pada tanah yang lembab, tanaman ini dapat tumbuh subur.

Citronella oil yang dihasilkan oleh tanaman serai wangi ini memiliki khasiat sebagai bahan pengusir nyamuk dan juga serangga. Diketahui bahwa citronella oil yang ditambah dengan vanillin akan bertahan lama dalam menjaga kamu dari ancaman gigitan serangga ataupun nyamuk hingga 4 jam.

4. Sereh Wangi Mahapengiri - Cymbopogon winteranus Jowitt

* sumber: tropical.theferns.info

Mahapengiri merupakan varietas lain dari tanaman sereh wangi. Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman ini merupakan komoditas yang diekspor ke luar negeri. Jenis ini dibuat untuk menjaga kualitas dari minyak atsiri yang dihasilkannya sehingga layak menjadi komoditi untuk diekspor.

Tanaman serai wangi dari jenis mahapengiri memiliki daun yang pendek dan juga lebar. Tanamannya tumbuh dengan berumpun dan juga memiliki aroma. Sereh mahapengiri juga merupakan tanaman yang tumbuh sepanjang tahun. Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman ini diperoleh dari daunnya.

Kadar geraniol dan sitronelal yang tinggi membuat tanaman sereh ini menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas yang baik. Untuk kebutuhan ekspor, kandungan dari sitronelal dan geraniol minimal 35% dan 85%. Minyak yang dihasilkan biasanya digunakan untuk industri wewangian.

5. Sereh Wangi Lenabatu - Cymbopogon nardus Rendle

* sumber: khasiattanamanobatherbalterbaik.blogspot.com

Lenabatu merupakan varietas dari serai wangi tipe Sri Lanka. Serai tipe Sri Lanka ini memiliki bentuk daun yang lebih panjang dan tidak terlalu lebar, dengan warna daunnya hijau muda. Tekstur yang dimiliki oleh lenabatu kaku dan juga agak mudah patah, tetapi produksi daun basahnya cukup banyak .

Tanaman sereh ini menghasilkan kadar geraniol sekitar 55-65%, sedangkan kadar sitronelalnya sekitar 15%. Karena kandungan geraniol dan sitronelolnya tidak banyak, sehingga tidak memenuhi standar ekspor. Tetapi saat ini sebagian masyarakat pun masih membudidayakan serai varietas ini.

6. Palmarosa - Cymbopogon martinii

* sumber: www.diytrade.com

Palmarosa merupakan jenis serai yang asli dari India dan juga Indochina. Tanaman palmarosa adalah tanaman yang banyak dibudidayakan untuk digunakan sebagai minyak aromatik. Hal itu karena palmarosa memiliki aroma wangi yang manis seperti bunga ros.

Palmarosa banyak dibudidayakan karena aromanya dan juga untuk keperluan pengobatan herbal. Palmarosa juga dikatakan memiliki kemampuan sebagai pengusir nyamuk dan juga serangga. Aromanya yang wangi seperti bunga ros membuat tanaman ini ditambahkan pada produk kosmetik.

Tanaman palmarosa ini tumbuh di India dan juga Nepal pada daerah basah. Tanamannya dapat tumbuh optimal di tanah dengan pH 7-8. Selain itu, tanaman ini memerlukan tanah yang rendah nitrogen dan memiliki tekstur berpasir untuk tumbuh subur. Tanaman ini dapat dipanen 4 kali setahun.

7. Rumput Unta - Cymbopogon schoenanthus

* sumber: www.teline.fr

Rumput unta merupakan jenis serai yang memiliki wangi pada dedaunannya. Tanaman ini berasal dari daerah Asia Selatan dan juga Afrika Utara dari Mauritania hingga Mesir. Tumbuhan rerumputan ini dapat tumbuh hingga 30-60 cm. Rumputnya tumbuh dengan padat dengan daun hijau yang menjuntai.

Tanaman ini lebih banyak digunakan sebagai bahan obat dan wewangian. Rumput unta menghasilkan minyak esensial dengan wangi yang manis dengan aroma lemon yang tidak terlalu tajam seperti pada serai dapur. Tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk produk perawatan pribadi dan juga kosmetik.

Tanaman ini tumbuh di daerah yang hangat seperti daerah tropis dan subtropis. Serai jenis ini dapat tumbuh dengan optimal di lahan kering hingga lembab. Tanamannya memerlukan sinar matahari yang penuh dan sistem pengairan yang baik. Tumbuhan ini juga ditanam sebagai penahan erosi.

8. Cymbopogon pendulus

* sumber: thinkinglaymen.org.in

Tanaman serai jenis ini merupakan tanaman yang berasal dari daerah timur Tiongkok, yaitu Yunnan, dan juga daerah Asia Selatan seperti India dan Bangladesh. Tanaman ini tumbuh sepanjang tahun, dan tumbuh secara bergerombol. Tanamannya tumbuh dengan tegak dengan panjang sekitar 3 meter.

Tanaman berkembang melalui rimpangnya yang pendek, yang akhirnya tumbuh menjadi rumpun tersendiri. Mereka dapat tumbuh dengan optimal di tempat yang mendapat sinar matahari yang banyak dan tanah yang lembab. Akan tetapi, di alam liar banyak tanaman ini tumbuh pada tanah yang kering.

Tamanan sereh ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai tanaman ambil minyaknya yang berasal dari daunnya. Jenis sereh ini yang tumbuh di Meghalaya India memiliki kandungan elemicin, senyawa yang biasa digunakan sebagai bahan dalam obat antibakteri, dan juga asarone sebagai senyawa anti alergi.

Itulah beberapa jenis serai yang mungkin belum kamu tahu sebelumnya. Tak hanya sebagai bumbu dapur, tetapi serai juga dapat dijadikan komoditas ekspor untuk industri kosmetik dan parfum.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram