Bacaterus / Tanaman / 8 Jenis Pohon Cincau yang Dapat Dijumpai di Beberapa Negara

8 Jenis Pohon Cincau yang Dapat Dijumpai di Beberapa Negara

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa yang tidak kenal dengan cincau, yang biasa dijadikan bahan minuman untuk melepaskan dahaga. Sering kita menemukan minuman penyegar seperti es cincau atau sekarang yang terkenal es cappuccino cincau. Tapi tahukah kamu dibuat dari apakah cincau yang sering kita makan? Untuk itu baca terus untuk lebih tahu tenang cincau yang biasa kita makan.

Asal Kata Cincau

Asal Kata Cincau

Cincau sendiri berasal dari dialek Hokkian yaitu sienchau atau Xiancao, yang dilafalkan oleh orang Tionghoa dari Asia Tenggara. Kata itu sendiri sebenarnya merujuk pada nama sebuah pohon dari jenis tumbuhan Mesona spp, yang biasa dijadikan bahan untuk membuat cincau. Pohon cincau adalah tumbuhan yang berasal dari Tiongkok, yang kemudian menyebar dan sampai ke Indonesia.

Tekstur dan warna cincau ada yang hitam ada yang hijau, ada yang tampak pekat dan juga ada yang terkesan seperti tembus pandang. Perbedaan ini dikarenakan ada beberapa jenis pohon yang berbeda yang digunakan untuk membuat cincau tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis pohon yang dapat dibuat menjadi cincau.

Jenis-jenis pohon cincau

Setelah mengetahui asal-usul nama cincau, kini saatnya ke pembahasan utama yakni jenis pohon cincau. Ingin tahu selengkapnya? Baca terus artikelnya sampai akhir.

1. Pohon Cincau Hitam

Pohon Cincau Hitam

Ada beberapa jenis dari pohon cincau hitam, yang tumbuh di Indonesia memiliki nama ilmiah Mesona palutris dan sering juga disebut dengan janggelan. Ketinggian yang cocok untuk pohon ini adalah sekitar 75 – 2.300 mdpl. Pohon cincau jenis ini memiliki batang yang ramping dan kecil. Batang dari pohon cincau ini ada yang tumbuh menjalar ada juga yang tumbuh tegak.

Daun dari cincau hitam janggelan bentuknya lonjong serta berujung runcing. Pada tepi daun terdapat bulu dan bentuk daunnya bergerigi. Bunga pohon cincau hitam warnanya merah muda atau warna putih dengan sapuan warna ungu, bunganya merupakan bunga majemuk. Gelatin berwarna hijau tua bahkan mendekati warna hitam dihasilkan dari bagian batang serta daun pohon cincau.

Untuk dibuat cincau, batang dan daunnya harus dikeringkan terlebih dahulu seperti pada daun teh. Daun cincau baru bisa diproses untuk dibuat cincau setelah dikeringkan. Cincau hitam dipercaya memiliki kahsiat sebagai anti diabetes, anti kanker, dan anti diare. Ekstrak dari daun cincau itu dipercaya memiliki zat akti oksidan yang kuat.

2. Cincau Hijau

Cincau Hijau

Cincau hijau memiliki nama ilmiah Cyclea barbata. Tinggi dari pohon ini bisa mencapai 5 sampai dengan 16 Meter. Pohon cincau hijau memiliki daun yang berbentuk seperti hati, warna daun hijau tua dan permukaannya memiliki tekstur berbulu. Batangnya berdiameter sekitar 1 cm, dan memiliki kulit yang kasar serta berduri.

Bunga jantan dan betina tidak berada pada tanaman yang sama, mereka terpisah. Bunga jantan berberbentuk seperti cangkir disusun dalam perbungaan yang bercabang-cabang. Bunga betinanya disusun dalam untaian, tetapi perbungaannya lebih sempit dan menggantung dari batang.

Pohon cincau ini memiliki buah yang berwarna merah bentuknya bundar dan berbulu. Pohonnya tumbuh dengan cara merambat. Di Tiongkok akarnya digunakan untuk mengobati sakit perut, sedangkan di Indochina rebusan akarnya digunakan untuk mengobati demam dan gangguan pencernaan. Daunnya yang dibuat cincau juga dapat mengobati gangguan pencernaan.

3. Cincau Perdu

Cincau Perdu

Cincau perdu memiliki nama ilmiah Premna oblongifolia. Daun pada pohon cincau perdu berbentuk lonjong dengan ujung yang meruncing berwarna hijau. Tangkainya berukuran sekitar 8 mm memiliki bulu, kulitnya berwarna abu-abu dan bersisik. Pohon cincau ini memliki bunga yang berwarna ungu, terdapat lima kelopak bunga dengan ukuran 8 cm.

Cincau yang dihasilkan cincau berwarna  hijau tua. Buahnya apabila telah matang akan berwarna abu-abu gelap, dan terdapat bulir yang berwarna ungu yang dapat dimakan disekitar bijinya. Selain itu di Indonesia dan kepulauan Solomon, ekstrak dan getah dari daun cincau perdu dapat digunakan sebagai obat untuk diare, luka bakar, bisul, luka,  dan sariawan.

 4. Cincau Hijau Cina

Cincau Hijau Cina

Pohon cincau Cina memiliki nama ilmiah Cocculus orbiculatus, pohon cincau ini tumbuh dengan cara merambat, daun yang dimilikinya ada yang berbetuk lonjong, ada juga yang lonjong dan ujungnya meruncing. Daunnya berwarna hijau dan tampak licin lebih tipis jika masih muda, tetapi apabila sudah lebih tua akan berwarna hijau tua dan lebih tebal.

Bunganya kecil-kecil dan terdapat bunga jantan dan betina, warna dari bunganya kekuning-kuningan dan tumbuh berkelompok. Buahnya tumbuh dalam bentuk berkelompok seperti anggur. Jika sudah matang warnanya ungu atau hitam, setiap buah besarnya tidak lebih  dari 1 cm. Habitatnya biasanya berada di tempat terbuka, padang rumput, lereng bukit, sungai, dan hutan yang kering. 

5. Cincau Minyak

Cincau Minyak

Cincau Minyak memiliki nama ilmiah Stephania hernadifolia atau stephania japonica. Pohon cincau minyak memiliki daun yang berbentuk seperti telur dengan ujung yang runcing berwarna hijau. Pada daunnya terdapat tangkai yang membuat daun melekat jauh dari batangnya. Pohon cincau ini memiliki bunga berwarna kehijauan  yang tersusun dalam sebuah tandan.

Buah pada pohon cincau minyak berbentuk oval dengan warna merah dan oranye dan memiliki ukuran panjang 2-5 mm. Akar dari pohon cincau ini memiliki sifat astringen, berasa pahit, biasanya digunakan untuk mengobati diare dan disentri. Selain itu akarnya juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan gatal-gatal.

6. Sumbat Kendi

Sumbat Kendi

Pohon sumbat kendi juga merupakan pohon yang daunnya bisa gunakan untuk membuat cincau. Pohon ini masih satu jenis dengan cincau minyak, nama ilmiahnya Stephania capitata (Blume) Spreng. Pohon dengan batang yang ramping dan tumbuh dengan merambat serta tidak ditutupi bulu. Daun tipis seperti kertas dengan bentuk lonjong dan ujung yang runcing.

Bunga dari pohon cincau ini memiliki bunga dengan warna kuning kehijauan. Kelompak bunganya terdiri atas 2-3 kelopak dengan bentuk yang menjuntai. Buahnya berwarna merah dengan sedikit sapuan oranye, dan bentuknya  seperti telur.

7. Biji Ficus fumila var. Awkeotsang

Biji Ficus fumila var. Awkeotsang

Ficus fumlia atau lebih dikenal dengan nama dolar rambat, merupakan pohon dari jenis pohon ara yang tumbuh merambat. Pada dolar rambat ini bukan daunnya yang dibuat menjadi jeli atau cincau, tetapi bijinya. Ficus fumila var. Awkeotsang adalah jenis ara yang biasa dijadikan jeli dikenal dengan nama Ai Yu Jelly.

Buah dari pohon mirip dengan buah tin yang berukuran seperti buah mangga kecil. Buah ini dipanen sebelum buahnya menjadi matang. Sebelum dibuat jeli buahnya harus dikering dengan cara dibelah menjadi dua terlebih dahulu.

Pektin adalah bahan yang ada dalam biji yang berfungsi untuk membuat jeli. Pektin ini berada di permukaan biji bukan di dalam biji, sehingga untuk mengaluarkannya perlu digosok bukan ditumbuk menjadi halus. Biji Ai Yu itu akan ditempatkan dalam sebuah kain yang kemudian direndam dalam air dingin dan digosok sehingga jelinya keluar.

8. Cuing / Cuwing

Cuing / Cuwing

Pohon Cuing memiliki nama ilmiah Tiliacora triandara. Pohon yang di negara Thailand dan Laos dikenal dengan nama Bai Yanang. Daun dari pohon cuing berwarna hijau tua dan memiliki bunga berwarna kuning. Pohon ini tumbuh dengan cara merambat, dan hanya dapat bertahan dari udara yang tidak terlalu dingin.

Cuing adalah sebuah pohon yang juga biasa digunakan untuk membuat cincau terutama di negara-negara Asia Tenggara. Di negara Vietnam pohon cuwing biasa dibuat menjadi jelly. Di Thailand dan Laos daun cuwing ini biasa diambil ekstraknya untuk dijadikan bahan untuk membuat sup bambu.

Cincau selain dapat melepaskan dahaga kamu, ternyata memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan kita. Contohnya seperti daun cincau hijau memiliki manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita. Kamu bisa menjadi sehat sekaligus menyegarkan tenggorokan di saat cuaca panas terik. Asyik bukan?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *