Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Februari 2019

Apa sih kegunaan kemasan atau pengemas itu sendiri? Selain untuk mewadahi atau membungkus, kemasan juga punya fungsi lainnya, seperti menjaga produk tetap bersih baik itu sandang atau pangan. Menjaga produk dari kerusakan fisik dan kimiawi, seperti kelembaban dan uap air juga permeasi gas adalah hal yang menjadi perhatian kita juga.

Selain itu, adanya kemasan tentu saja untuk mempermudah pengangkutan dan distribusi, mempermudah penyimpanan, memberikan informasi mengenai produk dan instruksi lainnya pada label. Hal paling utama adalah membuat tampilan produk lebih menarik sekaligus menjadi media promosi.

Bahan yang umum digunakan sebagai kemasan pangan antara lain adalah kertas, karton, selofan, kaca atau gelas, keramik, logam atau campuran logam dan plastik. Nah, bahan-bahan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Penggunaan plastik sebagai bahan pengemas terutama karena keunggulannya dalam hal bentuknya yang fleksibel, yang bisa dengan mudah mengikuti bentuk produk saat dikemas. Lalu, jenis plastik kemasan seperti apa sih yang biasa dipakai? Untuk mengetahui jenis plastik, kita dapat melihat kode dan logo daur ulangnya lho. Ingin tahu selengkapnya? Baca terus artikel ini sampai akhir, ya!

7 Jenis Plastik yang Biasa Digunakan

1. PE, PETE (Polyethylene terephthalate)

* sumber: www.wiscassetnewspaper.com

Jenis plastik ini biasa kita temukan pada penggunaan botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, tray biskuit sampai pada kemasan obat. Plastik jenis ini bersifat jernih dan transparan, fleksibel, kuat juga tahan pelarut, kedap gas dan air, serta melunak pada suhu 80°C. Secara sifat fisiknya bahan PE dapat didaur ulang dengan mudah.

Sehingga tidak disarankan digunakan untuk air hangat apalagi panas. Untuk jenis ini pun disarankan hanya untuk satu kali penggunaan saja dan tidak untuk mewadahi pangan dengan suhu lebih dari 60°C.

2. HDPE (High Density Polyethylene)

HDPE

* sumber: www.goodhousekeeping.com

Botol susu cair, jus, minuman yang kita gunakan biasanya terbuat dari plastik dengan jenis yang satu ini. Selain itu, penggunaannya dapat juga ditemukan sebagai wadah es krim, kantong belanja, obat, hingga tutup plastik.

Memiliki sifat keras hingga semi fleksibel, tahan terhadap bahan kimia dan kelembaban, dapat ditembus gas, dan memiliki permukaan yang berlilin. Jenisnya buram, mudah diwarnai, mudah juga diproses dan dibentuk serta dapat melunak pada suhu 75°C.

Untuk penggunaannya sendiri, hanya disarankan untuk satu kali pemakaian atau penggunaan, karena jika digunakan berulang kali dikhawatirkan bahan penyusunnya lebih mudah bermigrasi ke dalam pangan lho.

3. PVC (Polyvinyl chloride)

* sumber: www.pasiensehat.com

Jenis plastik satu ini termasuk jenis yang sulit didaur ulang nih. Plastiknya bersifat lebih tahan terhadap senyawa kimia. Lebih dari 50% PVC yang diproduksi dipakai dalam konstruksi bangunan.

Hal ini dikarenakan PVC relatif murah, tahan lama, dan mudah dirangkai. PVC sendiri memiliki sifat keras, kaku, jernih, dan mengilap. Sifatnya yang sangat sukar ditembus air dan permeabilitas gasnya yang rendah sesuai untuk mengemas makanan yang banyak mengandung air.

Penggunaannya seringkali ditemukan untuk botol kecap, botol minyak, baki, dan sebagai plastik pembungkus. Plastik jenis PVC ini sebaiknya tidak untuk mewadahi pangan yang mengandung lemak/minyak, alkohol, dan dalam kondisi panas.

4. LDPE (Low Density Polyethylene)

* sumber: www.earthfirst.net.au

Di antara kalian ada yang suka mengonsumsi yogurt? Plastik jenis inilah yang biasanya digunakan sebagai pembungkus yogurt. Digunakan juga untuk botol madu, kantong kresek, dan plastik-plastik tipis.

Plastik dengan jenis ini sebaiknya tidak digunakan secara langsung atau kontak langsung dengan makanan. Sifat plastik ini adalah bahannya mudah diproses, kuat, fleksibel, dan kedap air. Plastik ini tidak jernih tetapi tembus cahaya, dan dapat melunak pada suhu 70°C.

5. PP (Polypropylene)

* sumber: ufitahir.wordpress.com

Plastik dengan jenis satu ini merupakan pilihan bahan plastik yang baik untuk kemasan pangan, digunakan juga untuk tempat obat, botol susu, sampai sedotan. Ciri yang bisa dilihat dari plastik ini adalah biasanya transparan tetapi tidak jernih atau berawan.

Memiliki sifat yang keras tetapi fleksibel, kuat dengan permukaan berlilin. Jenis plastik satu ini juga tahan terhadap bahan kimia, panas dan juga minyak, dan baru bisa melunak pada suhu 140°C.

6. PS (Polystyrene)

* sumber: juniordanyw.wordpress.com

Jenis plastik ini biasanya digunakan sebagai wadah makanan atau minuman sekali pakai, wadah CD, wadah telur, dan lainnya. Ada dua macam PS, yaitu yang kaku dan lunak atau berbentuk foam.

PS yang kaku biasanya jernih seperti kaca, kaku, getas. Bahan ini juga mudah terpengaruh lemak dan pelarut seperti alkohol. PS ini mudah dibentuk dan melunak pada suhu 95°C. Sebagai contoh, PS jenis ini adalah wadah plastik bening berbentuk kotak untuk bahan makanan.

Untuk PS yang lunak bentuknya lebih seperti busa. Biasanya berwarna putih, lunak, dan rapuh. Hampir sama, PS ini juga mudah terpengaruh lemak dan pelarut lain seperti alkohol. Namun, bahan ini bisa melepaskan styrene jika kontak dengan pangan. Sebagai contoh yang sudah sangat kita kenal yakni styrofoam.

Karena itulah, sebaiknya kemasan styrofoam yang rusak ataupun berubah bentuk tidak digunakan untuk mewadahi makanan berlemak atau berminyak, terutama dalam keadaan panas. Kemasan bentuk styrofoam ini juga sebaiknya tidak kamu gunakan dalam microwave.

7. Other

* sumber: kenh14.vn

Other, digunakan untuk jenis plastik selain pada nomor 1-6, termasuk juga Polycarbonat, bio-based plastic, co-polyester, acrylic, polyamide, dan campuran plastik. Untuk bahan Polycarbonat, adalah bahan yang dapat melepaskan Bisphenol-A (BPA) ke dalam pangan, BPA ini dapat merusak sistem hormon.

Bahannya bersifat keras, jernih dan secara termal sangat stabil. Biasanya digunakan untuk galon air minum, botol susu, dan juga peralatan makan bayi. Sebelum digunakan, botol susu biasanya disterilkan terlebih dahulu.

Nah, untuk mensterilkannya sebaiknya cukup direndam saja dalam air mendidih. Kamu tidak perlu merebus botolnya. Untuk botol yang sudah retak, sebaiknya tidak kamu gunakan lagi. Untuk galon, pilihlah galon air minum yang jernih, dan hindari yang berwarna tua atau hijau.

Satu lagi jenis plastik yang termasuk dalam Other adalah Melamin. Melamin ini masuk dalam golongan plastik termoset atau plastik yang tidak dapat didaur ulang. Sifatnya keras, kuat, mudah diwarnai, bebas rasa dan bau. Melamin juga tahan terhadap pelarut dan noda, namun kurang tahan terhadap asam dan alkali.

Terbuat dari resin dan formaldehid/formalin. Bahayanya adalah kandungan formalin pada melamin dapat berpindah ke dalam pangan dalam keadaan panas, asam, dan mengandung minyak. Penggunaannya biasanya digunakan sebagai peralatan makan, misalnya piring, cangkir, sendok, garpu, sendok nasi, dan lain-lain.

Nah, itulah beberapa jenis plastik kemasan yang sering kali kita temui penggunaannya. Pemberian kode pada kemasan plastik  bertujuan untuk mempermudah proses daur ulang plastik. Pemberian kode plastik ini juga telah disetujui secara internasional. Logo atau tulisan atau kode plastik tersebut biasanya dicetak timbul pada benda plastik yang bersangkutan.

Walaupun plastik ini memiliki banyak keunggulan, ada juga kelemahannya jika digunakan sebagai kemasan pangan. Seperti jenis PE, PP, dan PVC yang tidak tahan panas sehingga berpotensi melepaskan bahan kimia berbahaya yang berasal dari sisa monomer di polimer.

Plastik juga merupakan bahan yang sulit terbiodegradasi sehingga dapat mencemari lingkungan. Namun, dengan maraknya berbagai kajian mengenai plastik yang sekarang ini gencar dilakukan, diharapkan dapat membuka wawasan para konsumen untuk lebih bijak dalam memilih penggunaan plastik sebagai kemasan.

Ada juga dorongan untuk diet plastik agar lingkungan tetap bersih. Nah, kalau Anda ingin coba diet plastik, coba saja 10 Tips Diet Plastik ini yang mungkin bisa membantu Anda mengurangi jumlah plastik.