bacaterus web banner retina

11 Jenis Olahraga yang Cocok Dilakukan Saat Puasa

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 30 Maret 2021

Di bulan Ramadan, tentunya tubuh kita akan mengalami kekurangan asupan makanan serta minuman. Ini akan mengakibatkan tubuh merasa lemas sehingga terasa tidak ada tenaga untuk berolahraga. Namun, meskipun kita berpuasa, olahraga tetap harus dilakukan karena kita harus terus menjaga Kesehatan tubuh.  Hanya saja kita harus memilih jenis olahraga yagn cocok dilakukan saat puasa.

Olahraga tak hanya akan membuat tubuh kita sehat, tapi juga membuat berat badan kita juga menjadi terjaga. Beberapa orang ada yang menjadi naik berat badannya saat puasa karena santapan yang dikonsumsi saat buka maupun sahur. Nah, agar tetap sehat dan berat badan ideal, kita perlu menjaganya dengan berolahraga.

Jenis Olahraga Saat Puasa

Meski sedang menahan haus dan lapar, olahraga adalah kegiatan yang penting untuk menjaga kebugaran tubuh selama puasa. Berikut ada beberapa jenis olahraga yang cocok dilakukan saat sedang berpuasa.

1. Olahraga Kontak

Olahraga kontak merupakan cara yang baik untuk menjaga tingkat kebugaran umum kita selama Ramadan, dan untuk pengondisian keseluruhan tubuh. Olahraga semacam itu dapat mencakup sepak bola, bola basket, bola voli, dan tenis.

Jenis olahraga yang cocok dilakukan ketika puasa ini membutuhkan energi tingkat tinggi karena dapat menjadi latihan yang intens bagi tubuh. Selama Ramadan disarankan untuk melakukan olahraga seperti ini beberapa jam setelah berbuka puasa.

Saat puasa, kadar glikogen tubuh sudah terkuras sehingga tidak bisa bekerja sesuai intensitas yang dibutuhkan. Jadi kalau ingin melakukan olahraga kontak, lakukan setelah berbuka.

2. Yoga

Yoga merupakan bentuk latihan fisik dan mental yang bagus untuk seluruh tubuh. Jenis olahraga yang cocok dilakukan saat puasa ini dapat digolongkan sebagai bentuk latihan yang lebih ringan yang tidak membutuhkan terlalu banyak kebutuhan kardiovaskular pada tubuh kita.

Selama Ramadan, yoga dapat dilakukan pada siang hari tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak tenaga, namun disarankan agar semua olahraga dilakukan setelah buka puasa, setelah tubuh diberi makan dan terhidrasi.

3. Latihan Aerobik dan Tari

Senam aerobik dan tari seperti Zumba dan body jam bisa meningkatkan daya tahan kardiovaskular kita sekaligus membakar banyak kalori. Kedua bentuk olahraga tersebut bergantung pada tingkat kebugaran kita, dan bisa lebih berat bagi mereka yang tidak aktif secara teratur.

Latihan semacam itu harus dilakukan setelah buka puasa selama Ramadan karena kemungkinan akan meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh. Tubuh menjadi dingin saat kelenjar keringat membuka, dan berkeringat. Menjadi terhidrasi sebelum memulai latihan semacam itu sangatlah penting.

4. Pilates

Pilates merupakan cara yang bagus untuk mempertahankan kekuatan inti kita selama Ramadan. Mirip dengan Yoga, pilates tidak akan secara signifikan meningkatkan detak jantung atau suhu inti kita ke tingkat yang tinggi yang membuat kita akan merasa dehidrasi.

Meskipun bisa dilakukan selama jam puasa, disarankan untuk berlatih sesi pilates setelah buka puasa sebanyak mungkin dalam seminggu. Jika akan dilakukan sebelum buka puasa, lakukan pillates selama kurang lebih 20-30 menit.

5. Jogging

Jenis olahraga yang cocok dilakukan saat puasa lainnya yaitu jogging. Olahraga ringan ini bisa kita lakukan ketika bulan puasa. Ini adalah jenis olahraga yang paling mudah. Lakukan jogging selama 10-15 menit dengan berkeliling komplek maupun dengan menggunakan treadmill.

Jenis olahraga ringan ini selain mudah juga tidak membutuhkan biaya. Ini membuat kita bisa melakukannya di beragam tempat dan kapan saja. Cobalah untuk jogging kurang lebih 2 jam sebelum berbuka.

6. Bersepeda

Bersepeda adalah jenis olahraga ringan yang bisa dipilih untuk dilakukan ketika berpuasa. Olahraga ini dapat dilakukan selama berpuasa saat pagi hari maupun setelah subuh. Bisa menggunakan jenis sepeda statis maupun dinamis.

Cobalah bersepeda sampai sekitar 45 menit untuk menjaga agar tubuh tetap bugar. Dengan bersepeda selama sekitar 45 menit bisa membakar kalori sekitar 300 kalori bagi wanita, dan untuk pria 350 kalori.

7. Bowling

Bowling adalah jenis olahraga yang lebih condong pada bentuk olahraga permainan. Jenis olahraga yang cocok untuk dilakukan saat puasa ini dapat membantu kita jadi lebih rileks juga tetap berstamina.

Kita bisa melakukan jenis olahraga bowling ini sambil menunggu waktu berbuka puasa datang dengan tetap beraktivitas agar stamina tubuh tetap terjaga.

8. Renang

Jenis olahraga ini merupakan salah satu dari macam olahraga yang dapat membakar kalori yang banyak. Renang bisa kita pilih untuk dilakukan saat sedang berpuasa. Kita bisa melakukan jenis olahraga yang cocok dilakukan saat puasa ini  sebelum berbuka selama sekitar 30 menit.

30 menit berenang terbukti bisa membakar kalori sebanyak 420 kalori untuk laki-laki dan 360 kalori untuk wanita. Oh iya, harus diingat ya. Saat berenang, jangan sampai air masuk ke mulut karena itu mungkin dapat membuat puasa kita batal.

9. Jalan Cepat

Alternatif olahraga ringan lainnya yang merupakan jenis olahraga yang cocok untuk dilakukan saat puasa adalah jalan cepat. Olahraga jalan cepat bisa kita lakukan bersama rekan di waktu dan tempat-tempat yang tak terbatas.

Melakukan jalan cepat selama sekitar 30 menit dapat membantu kita dalam menjaga keseimbangan tubuh ketika berpuasa. Cobalah untuk melakukan olahraga jalan cepat ketika menjelang berbuka puasa.

10. Jalan Keliling Komplek

Di tengah pandemi seperti sekarang, kita diwajibkan untuk menjaga jarak dengan orang lain termasuk saat berolahraga. Ini membuat berolahraga di luar jadi tidak leluasa.

Namun, kita tetap dapat berolahraga dengan berjalan santai keliling komplek tapi tetap menggunakan masker supaya tubuh tetap bugar. Jenis olahraga yang cocok untuk dilakukan saat puasa ini tak hanya menyehatkan, tapi juga bisa untuk melepas stres.

11. Naik Turun Tangga

Aktivitas naik turun tangga meski terkesan sepele, tapi terbukti bisa jadi jenis olahraga yang cocok dilakukan saat berpuasa. Jenis olahraga ini termasuk olahraga ringan tapi dapat menimbulkan dehidrasi bila tidak dilakukan dengan prosedur yang baik.

Dengan naik turun tangga sekitar 10 menit bisa membantu untuk menurunkan kalori sebesar 178 kalori. Jika ingin melakukan olahraga ini, lakukanlah dengan intensitas normal, jangan berlebihan.

Baca juga: 10 Tips Olahraga Waktu Puasa yang Menyehatkan

Waktu Terbaik untuk Berolahraga

Selama puasa, tidak ada cairan dalam tubuh dari matahari terbit sampai terbenam, kita akan membahayakan kesehatan jika terlalu memaksakan diri. Lalu, kapan waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa? Inilah waktu yang tepat menurut Fitness First dilansir dari laman situs thenationalnews.

  • 90 Menit Sebelum Matahari Terbenam

Olahraga ringan menjelang waktu yang lebih dingin artinya kita dapat segera mengisi kembali diri kita dengan air, dan kita akan mendapatkan manfaat dari berolahraga dengan perut kosong.

Namun, latihan apa pun yang dilakukan pada waktu ini harus sedang-sedang saja tidak berlebihan dan lebih banyak latihan ketahanan, pengulangan dan beban yang sedikit, dan banyak peregangan. Di waktu ini juga saat yang tepat untuk jalan cepat atau jogging ringan.

  • Setelah Makan Malam

Meskipun latihan kardio sulit dilakukan saat perut kenyang, sekitar satu jam setelah buka puasa adalah waktu yang tepat untuk latihan beban.

Pada hari-hari kita berencana untuk berolahraga setelah makan, mungkin kita perlu menambahkan sedikit makanan tambahan untuk mengisi bahan bakar tubuh. Pastikan juga untuk minum banyak air untuk rehidrasi.

  • Antara Jam 11 Malam dan Jam 2 Pagi

Untuk night owl yang suka tidur larut malam waktu terbaik untuk berolahraga mungkin antara pukul 23.00 dan 14.00, setelah makanan kita memiliki sedikit waktu untuk menenangkan dan tubuh kita telah sepenuhnya mengalami dehidrasi.

Jika bisa mendapatkan cukup istirahat di sore hari, berolahraga pada waktu ini bisa menguntungkan, karena lebih dingin daripada siang hari, dan masih akan memberi kita beberapa jam lebih banyak tidur sampai kita bangun untuk memulai hari.

  • Antara Jam 3 Pagi dan 4 Pagi

Bagi yang suka bangun pagi, waktu terbaik untuk berolahraga mungkin sebelum sahur. Dengan cara ini, kita akan memiliki energi dari makan malam sebelumnya, namun tetap memiliki perut yang kosong.

Kita dapat menghidrasi tubuh saat berolahraga dan setelah selesai kita bisa makan lagi untuk mengisi bahan bakar. Metode ini juga akan membuat kita berenergi untuk di pagi hari.

Tiap-tiap kita pastinya mempunyai pilihan jenis olahraga yang berbeda. Ada yang suka jenis olahraga yang santai dan tenang, tapi ada juga yang suka jenis olahraga yang memiliki intensitas yang tinggi. Bulan puasa saat kita tidak makan dan minum dari pagi hingga matahari tenggelam, olahraga tetap harus kita lakukan agar kita tetap sehat.

Jenis olahraga apa pun yang kita sukai, pastikan untuk memilih jenis olahraga yang cocok dilakukan saat puasa. Perhatikan juga waktu berolahraga supaya kita tidak lemas dan kelelahan. Selamat berolahraga.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram