Bacaterus / Minyak Zaitun / 7 Jenis Minyak Zaitun yang Bisa Digunakan Sehari-hari

7 Jenis Minyak Zaitun yang Bisa Digunakan Sehari-hari

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 November 2019

Minyak zaitun atau yang dalam bahasa inggris disebut olive oil merupakan minyak yang sudah tak asing lagi digunakan oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia. Seperti namanya, bahan dasar dari minyak zaitun berasal dari buah pohon zaitun yang berwarna hijau dan menguning ketika matang. Pohon zaitun masuk ke dalam famili Botani Oleaceae sama seperti melati.

Pohon zaitun tumbuh setiap tahun di berbagai belahan dunia seperti di daerah Mediterania, Asia, dan Afrika. Pohon zaitun tumbuh bercabang dengan batangnya yang keriput berwarna abu-abu. Pohon zaitun dapat mencapai ketinggian 50 meter dan umumnya mampu bertahan hidup hingga lebih dari 500 tahun.

Sudah bukan rahasia lagi jika buah zaitun memiliki manfaat yang sangat banyak dari berbagai aspek, baik bagi kesehatan, kecantikan, dan bahan penunjang kehidupan lainnya dengan cara diolah menjadi sesuatu yang baru, salah satunya minyak zaitun.

Minyak zaitun ini dikenal dengan kandungan lemak tak jenuhnya yang tinggi sehingga dimanfaatkan oleh sebagian besar orang untuk berbagai hal. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa sebenarnya minyak zaitun memiliki banyak sekali jenisnya? Jangan sampai kamu salah menggunakan minyak zaitun karena manfaatnya berbeda-beda.

Agar kamu tak salah memilih jenis minyak zaitun yang hendak digunakan, ada baiknya mengenali terlebih dahulu apa saja jenis dari minyak zaitun tersebut.

7 Jenis Minyak Zaitun

1. Extra Virgin Olive Oil

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Jenis minyak zaitun yang pertama adalah extra virgin olive oil. Ini merupakan minyak zaitun dengan proses pengolahan yang paling sederhana dengan perasan pertama dari sari buah zaitun. Sehingga, extra buah zaitun yang terkandung masih sangat murni dan kental.

Minyak zaitun jenis ini memiliki kandungan polifenol yang masih tetap terjaga sehingga tak diragukan lagi kemurniannya. Extra virgin olive oil ini memiliki rasa pedas dan pahit karena kandungan Oleuropein yang berasal dari buah zaitun masih tinggi.

Semakin pahit rasanya, maka kandungan Oleuropein yang terkandung semakin tinggi dan artinya kualitasnya semakin baik. Kandungan Oleuropein yang terdapat pada minyak zaitun bermanfaat sebagai anti virus dan meredakan tekanan darah tinggi.

Selain bagus untuk tubuh, biasanya extra virgin olive oil dikonsumsi sebagai minyak goreng atau minyak untuk menumis makanan. Makanya, tak sedikit produsen makanan yang menjadikan minyak zaitun jenis ini menjadi campuran makanan seperti misalnya salad.

2. Refined Olive Oil

Refined olive oil

* sumber: oliviaevoo.com

Selanjutnya minyak zaitun refined olive oil. Sebenarnya minyak zaitun ini berasal dari jenis virgin oil, akan tetapi berbeda dalam proses pembuatannya. Minyak zaitun berjenis refined ini menggunakan proses penyaringan sehingga rasa asli dari buah zaitun semakin pudar dan tak terasa.

Namun sayangnya, proses penyaringan ini ikut memudarkan kandungan antioksidan dalam buah zaitun. Dengan menurunnya kadar antioksidan dalam minyak zaitun ini menjadikan minyak semakin tahan lama. Minyak zaitun berjenis refined olive oil ini biasanya dikhususkan untuk memasak dengan metode deep frying.

3. Virgin Olive Oil

virgin olive oil

Dari segi penamaan, minyak zaitun jenis ini tak beda jauh dengan extra virgin oil, begitu pula dengan proses pembuatannya. Minyak zaitun jenis ini tak menggunakan proses penyaringan yang cukup panjang sehingga kandungan zaitunnya masih tetap terjaga.

Meskipun terdapat persamaan di antara keduanya, akan tetapi terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari segi rasa. Jika extra virgin olive oil memiliki rasa yang cukup pedas dan pahit, maka minyak zaitun berjenis virgin olive oil memiliki rasa yang lebih soft serta keasaman yang lebih tinggi yang kurang lebih sebesar 2 persen.

Selain itu, kalori serta titik didih yang terkandung dalam minyak zaitun jenis ini juga lebih tinggi sehingga cocok digunakan sebagai minyak goreng makanan rendah lemak.

4. Pure Olive Oil

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Kata “pure” pada jenis minyak zaitun yang satu ini bukan berarti minyak zaitun tersebut merupakan perasan pertama dari sari buah zaitun. Kata “pure” digunakan sebagai arti dari minyak ini merupakan campuran dari dua jenis minyak yang saling berkaitan.

Aroma, rasa, serta kandungan antioksidan yang terkadung didominasi oleh minyak zaitun jenis ini. Pada umumnya, minyak pure olive oil ini dipergunakan sebagai minyak goreng dengan metode deep frying. Selain itu, minyak ini juga sering digunakan sebagai bahan pengasapan daging.

5. Light Olive Oil

Light Olive Oil

Light olive oil merupakan jenis minyak zaitun dengan metode penyaringan yang cukup banyak. Maka, proses tersebut akan menghilangkan aroma, rasa, serta kandungan antioksidan yang terkandung pada buah zaitun. Minyak zaitun jenis ini memiliki wujud lebih bening serta rasa yang hambar.

Minyak zaitun berjenis light olive oil atau yang bisa juga disebut lite olive oil ini sangat cocok digunakan untuk memasak, seperti memanggang makanan karena tak akan memengaruhi rasa asli pada makanan tersebut.

6. Pomace

Pomace

* sumber: hellosehat.com

Jenis minyak zaitun yang selanjutnya yaitu pomace oil. Pomace oil ini merupakan jenis minyak zaitun yang diambil dari ampas atau sisa suatu produksi minyak zaitun. Biasanya, minyak zaitun jenis ini telah mengalami beberapa proses kimia dan ekstraksi dengan bantuan bahan pelarut sebagaimana yang dilakukan pada jenis minyak nabati lainnya.

Minyak zaitun berjenis pomace ini umumnya digunakan sebagai bahan dasar kosmetik. Selain itu, minyak zaitun ini sangat cocok digunakan sebagai minyak urut karena dapat melembutkan kulit. Manfaat selanjutnya yang bisa kamu rasakan dari minyak zaitun berjenis pomace ini, mampu menutrisi rambut agar tidak rontok dan kering.

7. Fino Olive Oil

Fino olive oil

* sumber: oldwayspt.org

Jenis minyak zaitun yang terakhir yaitu fino olive oil yang mana minyak jenis ini merupakan campuran dua jenis minyak, extra virgin oil dan virgin olive oil. Akan tetapi, minyak jenis ini sulit dijumpai di pasaran. Fino olive oil ini dikhususkan untuk menekan harga agar lebih terjangkau.

Itu dia beberapa jenis minyak zaitun yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan. Jangan sampai salah pilih lagi dalam menggunakan minyak zaitun, ya karena jenis-jenis minyak zaitun juga dibedakan sesuai dengan kegunaan serta memiliki manfaat masing-masing. Tapi kalau Anda mencari minyak zaitun yang cocok untuk memasak, maka Anda bisa cek artikel 10 Merk Minyak Zaitun yang Bagus untuk Memasak ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *