Bacaterus / Belajar Yuk! / FYI / Inilah 6 Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia

Inilah 6 Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 November 2018

Bicara tentang manusia purba memang nggak pernah ada habisnya. Tidak hanya di seluruh dunia, di Indonesia sendiri ditemukan banyak fosil yang berasal dari jenis manusia purba yang berbeda, lho.

Fosil-fosil manusia purba ini ditemukan di berbagai daerah, seperti situs Sangiran, Mojokerto, Ngandong, Tulungagung, hingga Liang Bua, Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur. Manusia-manusia purba yang fosilnya ditemukan di Indonesia ini diperkirakan hidup sejak Zaman Batu Tua atau Paleolitikum. Mau tahu apa saja jenis-jenis manusia purba tersebut? Simak langsung saja pembahasan tentang 6 Jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia dari Bacaterus.

6 Jenis Manusia Purba di Indonesia

1. Pithecanthropus Erectus

jenis manusia purba di indonesia p.erectus (Copy)

* sumber: steemit.com

Jenis manusia purba yang pertama adalah Homo Erectus Paleojavanicus atau dikenal dengan nama ilmiah Pithecanthropus Erectus. Manusia purba ini memiliki struktur tengkorak dan ukuran otak yang hampir mirip dengan kera. Fosil dari Pithecanthropus Erectus pertama kali ditemukan oleh Eugène Dubois, ahli anatomi asal Belanda di Ngawi, Jawa Timur di abad ke-19, tepatnya pada tahun 1891 silam.

Meski ukuran otaknya kecil dan struktur tempurung kepala dari Pithecanthropus Erectus ini mirip dengan kera, namun manusia purba satu ini telah dapat berdiri dan berjalan dengan tegak seperti manusia pada umumnya. Maka dari itu, nama Pitecantrhopus Erectus yang berarti manusia kera yang dapat berdiri.

Selain sudah bisa membuat dan menggunakan alat dari bebatuan, seperti kapak perimbas atau chopper hingga alat penyerpih, Pithecanthropus Erectus juga sudah menggunakan food gathering dalam keseharian mereka. Food gathering sendiri adalah cara mengumpulkan makanan dengan berburu di area hutan atau sungai.

2. Meganthropus Palaeojavanicus

m.erectus (Copy)

* sumber: steemit.com

Selanjutnya, ada Meganthropus Palaeojavanicus. Jenis manusia purba yang tak memiliki dagu namun mempunyai tulang rahang yang kuat ini diperkirakan hidup di Zaman Batu Tua atau Paleolitikum, yakni sekitar satu sampai dua juta tahun yang lalu.

Fosil dari Meganthropus Palaeojavanicus pertama kali ditemukan oleh paleontolog berdarah Jerman-Belanda, Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald di situs Sangiran pada tahun 1936. Selain memiliki tulang rahang kuat, Meganthropus Palaeojavanicus juga dikenal memiliki bentuk tulang yang menonjol serta tulang pipi yang tebal.

Meganthropus Palaeojavanicus juga merupakan manusia purba dengan ukuran tubuh paling besar dibanding manusia purba lainnya, maka dari itu Koenigswald memberi nama Meganthropus Palaeojavanicus yang artinya manusia raksasa dari Jawa.

3. Homo Soloensis

h.solo (Copy)

* sumber: steemit.com

Pada tahun 1931 hingga 1933, Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald bersama Ter Haar dan Oppenoorth menemukan fosil manusia purba yang diberi nama Pitecathropus Soloensis di Ngandong, Blora, Jawa Tengah. Manusia purba ini memiliki hidung besar, tulang rahang bawahnya kuat serta memiliki tinggi badan mencapai 210 sentimeter. Pithecanthropus Soloensis diperkirakan hidup di Zaman Batu Tua atau Paleolitikum.

4. Pithecanthropus Mojokertensis

p.mojo (Copy)

* sumber: steemit.com

Selain menemukan fosil manusia purba seperti Megantrhopus Palaeojavanicus dan Pithecanthropus Soloensis, von Koenigswald dan timnya juga menemukan fosil Pithecanthropus Mojokertensis.

Fosil manusia purba ini ditemukan di daerah sekitar Mojokerto pada tahun 1936 yang diperkirakan berusia sekitar 1,43 hingga 1,49 juta tahun. Koenigswald yang semula menamakan manusia purba ini Pithecanthropus Mojokertensis, menggantinya menjadi Homo Mojokertensis karena adanya ketidaksetujuan dari Eugène Dubois.

Eugène tak setuju bahwa fosil yang ditemukan oleh rekan setim dari Koenigswald, yakni Andojo, termasuk ke dalam jenis Pithecanthropus atau manusia kera. Karenanya, Koenigswald kemudian merubah nama manusia purba satu ini menjadi Homo Mojokertensis.

5. Homo Floresiensis

p.flores (Copy)

* sumber: steemit.com

Dari namanya, sudah bisa ditebak kalau jenis manusia purba yang satu ini berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Fosil manusia purba Homo Floresiensis ditemukan di tahun 2003 oleh tim arkeolog asal Australia yang dipimpin oleh Profesor Mike Norwood serta tim dari Indonesia yang dipimpin oleh Raden Pandji Soejono. Fosil Homo Floresiensis yang ditemukan di kawasan Liang Bua, Flores, NTT diperkirakan telah berusia 13.000 hingga 94.000 tahun.

Homo Floresiensis memiliki ciri-ciri fisik, seperti hidung yang besar, bentuk mulut dan bentuk dahi yang juga menonjol. Selain itu, manusia purba ini diperkirakan memiliki berat badan sekitar 30 hingga 150 kg, lho.

6. Homo Wajakensis

wajak (Copy)

* sumber: steemit.com

Selanjutnya, ada jenis manusia purba yang dinamakan Homo Wajakensis. Manusia purba Homo Wajakensis termasuk ke dalam spesies Homo Sapiens, sama seperti manusia yang ada sekarang ini karena memiliki bentuk tubuh serta ciri-ciri yang berbeda dari manusia purba berjenis Pithecanthropus yang masih menyerupai kera.

Dugaan bahwa manusia purba jenis ini adalah bagian dari ras Australode, nenek moyang suku Aborigin dari Australia, karena ditemukan banyak persamaan pada tengkorak Homo Wajakensis atau manusia Wajak, dengan tengkorak suku Aborigin.

Fosil pertama dari Homo Wajakensis ditemukan oleh von Riestchoten pada tahun 1889 silam di daerah lereng pegunungan di barat laut Campudarat, Tulungagung, Jawa Timur. Sedangkan fosil kedua ditemukan di tempat yang sama pada tahun 1890 oleh paleontolog Eugène Dubois yang juga menemukan fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus.

Jenis Manusia Purba Lainnya

tools_wikimedia (Copy)

* sumber: geneticliteracyproject.org

Oh ya, selain ditemukan di Indonesia, fosil manusia purba juga banyak ditemukan di beberapa wilayah yang tersebar di seluruh dunia. Di antaranya fosil Homo Gautengensis yang menurut Medium diperkirakan memiliki tinggi badan sekita 0,91 meter dan berat badan 50 kilogram. Fosil dari Homo Gautensis ditemukan oleh Dr. Darren Curnoe di Afrika Selatan, Dr. Darren Curnoe sendiri adalah antropolog dari University of New South Wales, Australia.

Selain Homo Gautengensis, ada juga Homo Rudolfensis, yang ditemukan di timur Danau Turkana, Kenya pada tahun 1972 lalu oleh tim antropolog pimpinan Richard Leakey. Salah satu fosil yang ditemukan dari spesimen ini dinamakan KNM-ER 1470 yang diperkirakan berusia sekitar 1,9 juta tahun.

Manusia Saat Ini

youth-759 (Copy)

* sumber: indianexpress.com

Lain halnya dengan manusia purba yang telah punah, manusia yang hidup saat ini termasuk kedalam spesies Homo Sapiens dan sub-spesies Homo Sapiens Sapiens. Nama Homo Sapiens berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti “manusia bijak”. Manusia yang ada sekarang merupakan evolusi dari Homo Sapiens purba yang hidup di masa lampau.

Homo Sapiens sendiri memiliki beberapa sub-spesies, salah satunya adalah Homo Neanderthal yang telah punah. Spesimen dari Homo Neanderthal ditemukan di Eropa Barat, Asia Tengah, dan Utara hingga Eurasia.

Nama Neanderthal ini diambil dari tempat di mana spesimen ini ditemukan pada pertengahan abad ke-19 lalu di Neanderthal Valley, Jerman. Homo Neanderthal diperkirakan berasal dari zaman Pleistosen yang berlangsung antara 2.855.000 sampai sekitar 11.500 tahun yang lalu.

Selain Homo Neanderthal, ada subspesies lain dari Homo Sapiens yakni Homo Sapiens Idaltu yang juga telah punah. Fosil dari Homo Sapiens Idaltu ditemukan pada tahun 1997 silam. Fosil dari sub-spesies manusia ini memiliki nama lain “Herto Man” karena ditemukan di Herto Bouri, Ethiopia oleh seorang paleoanthropologist asal Amerika, Tim White.

Nah, itu dia 6 jenis manusia purba yang fosilnya ditemukan di Indonesia, beserta fosil manusia purba lainnya yang ditemukan di beberapa wilayah di dunia. Bagaimana? Sudah tahu, kan, jenis-jenis dari manusia purba yang pernah hidup sebelum kita, manusia modern ada?

Oh ya, selain tentang manusia purba yang ada di Indonesia, kamu bisa mengetahui lebih banyak sejarah tentang Indonesia secara keseluruhan dari novel, lho. Simak langsung saja artikel 10 Novel Sejarah Indonesia ini, ya.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Penikmat musik ber-genre alternative rock dan indie, pecinta kuliner dan (bukan) gamer sejati. Aktif menulis di blog pribadi sejak SMP hingga saat ini.

Leave A Comment