Bacaterus / Kesehatan / 10 Jenis Lensa Kacamata yang Paling Umum & Banyak Digunakan

10 Jenis Lensa Kacamata yang Paling Umum & Banyak Digunakan

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 September 2018

Kacamata adalah salah satu alat yang dapat membantu penglihatan seseorang. Memang, kini ada alat bantu melihat yang lebih kekinian, seperti softlens, tapi beberapa orang sepakat bahwa kacamata jauh lebih aman dibandingkan softlens. Meski dianggap lebih aman, tak jarang orang juga kebingungan saat harus memilih kacamata karena ada banyak jenis lensa kacamata.

Namun, Anda tak perlu khawatir kesulitan lagi dalam memilih jenis lensa kacamata, karena kali ini Bacaterus akan mengulas 10 jenis lensa kacamata yang umum digunakan oleh kebanyakan orang. Selain jenisnya, ketahui juga fungsi setiap lensa di artikel berikut ini.

10 Jenis Lensa Kacamata

1. Lensa Minus

lensa kacamata minus

* sumber: www.tokopedia.com

Kalau ini adalah lensa kacamata yang mungkin sangat umum digunakan bagi orang yang mengalami mata minus. Ya, kacamata yang menggunakan jenis ini dapat membantu penglihatan rabun jauh atau miopi. Bentuk lensanya cekung dan memiliki cara kerja dengan mengoreksi mata ketika melihat objek dalam jarak jauh.

Selain bisa digunakan oleh penderita miopi, lensa jenis ini juga cocok digunakan untuk Anda yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Tapi ada efek samping ketika menggunakan kacamata berlensa minus ini, yakni mata perih dan lelah ketika dipakai dalam jangka waktu yang cukup sering.

2. Lensa Plus

lensa kacamata plus

* sumber: www.jakartanotebook.com

Jenis lensa yang satu ini memang sangat membantu para manula dalam membaca. Lensa kacamata plus punya bentuk cembung, tidak cekung seperti lensa minus. Fungsinya, untuk membantu orang yang punya masalah dengan rabun dekat (hipermetropi).

Cara kerjanya, lensa plus akan memantulkan bayangan jatuh tepat di belakang retina. Juga, lensa ini akan mengumpulkan cahaya untuk memperbaiki titik fokus bayangan objek agar jatuh tepat di belakang retina.

3. Lensa Silinder

lensa silinder

Pernah dengar orang yang mengalami rabun silinder? Nah, orang yang memiliki penglihatan silinder atau astigmatisma, biasanya menggunakan jenis lensa silinder untuk membantu penglihatannya. Penderita astigmatisma punya bentuk bola mata yang tidak terlalu melengkung sehingga mengaburkan titik fokus cahaya yang seharusnya masuk ke dalam mata.

Kendala penderita astigmatisma ini biasanya kesulitan membedakan garis mendatar dan tegak lurus karena bentuk korneanya tidak berbentuk bulat seutuhnya. Makanya, dibutuhkan lensa silinder untuk membiaskan cahaya dengan benar, baik secara lurus atau datar.

4. Lensa Single Vision

lensa single vision

Sesuai dengan namanya, lensa yang satu ini sering disebut lensa tunggal karena memang hanya punya satu titik fokus saja. Titik fokus yang ada pada jenis lensa kacamata ini hanya berfokus pada satu titik gangguan penglihatan dan untuk satu ukuran saja.

Biasanya, orang yang menggunakan jenis lensa seperti ini adalah pengguna dengan keluhan rabun jauh (miopi) dengan menggunakan lensa minus. Kemudian, lensa jenis ini juga sering digunakan penderita rabun dekat (hipermetropi) yang mengandalkan lensa positif. Terakhir, bisa juga digunakan oleh orang dengan penglihatan astigmatisma dengan lensa silinder.

5. Lensa Bifokal

lensa bifokal

* sumber: id.wikipedia.org

Jika sebelumnya merupakan jenis lensa tunggal, kali ini adalah lensa kacamata double alias punya dua titik fokus. Biasanya, lensa ini akan membantu orang yang memiliki penglihatan jarak jauh pada bagian atas dan di lensa jarak dekat untuk bagian bawah.

Umumnya, lensa ini digunakan oleh orang-orang dengan usia 40 tahun ke atas. Memang, jenis lensa yang satu ini dikhususkan untuk seseorang yang punya tingkat fokus buruk atau yang disebut prebiopi. Penglihatan buruknya muncul karena memang sudah berada di batas usia lanjut.

Nah, untuk titik fokus lensanya, jenis ini punya titik fokus di bagian atas yang berfungsi untuk membaca. Sedangkan lensa yang di bagian bawahnya berguna untuk melihat suatu objek jarak jauh.

6. Lensa Transition

lensa transition

* sumber: www.benablog.com

Ada yang unik dari lensa ini, yakni bisa mengubah warna. Ya, lensa ini mampu untuk melakukan perubahan warna dikarenakan adanya sifat cahaya yang terpolarisasi. Saat Anda menggunakan kacamata dengan jenis lensa ini dan terpapar sinar matahari, maka lensa kacamata tersebut akan menjadi gelap.

Tapi, ketika kamu berada di ruangan dengan cahaya kurang, maka warna lensa kacamatanya tidak akan berubah dan tetap jernih. Biasanya yang menggunakan jenis lensa ini adalah orang yang memiliki mata sensitif ketika terkena sinar ultraviolet.

7. Lensa Progresif

Lensa potachromic

* sumber: id.aliexpress.com

Sebenarnya lensa progresif ini mirip dengan bifokal karena punya titik fokus ganda dan memang sering digunakan untuk rabun dekat juga rabun jauh. Tapi, lensa ini tidak punya garis pembatas. Meski ada kekurangannya, ternyata lensa progresif ini bisa digunakan saat melihat sudut pandang jarak menengah.

Nah, yang menggunakan jenis lensa progresif adalah orang-orang yang punya gangguan penglihatan dalam pemusatan objek jarak dekat. Oh iya, ada nama lain dari lensa progresif, yakni lensa trifocal. Tapi, tidak lantas lensa ini punya tiga titik fokus, ya.

8. Lensa Mirror

jenis lensa kacamata mirror

Untuk lensa yang satu ini tidak memiliki fungsi untuk membantu penglihatan rabun jauh ataupun rabun dekat, karena lensa mirror hanya untuk tren saja. Sebab, lensa mirror biasanya dimanfaatkan untuk kacamata hitam.

Selain hitam, kini juga ada banyak lensa mirror dengan warna yang lebih menarik. Juga, kacamata yang menggunakan lensa ini tidak monoton seperti kacamata rabun pada umumnya. Ingin punya kacamata dengan lensa mirror? Bisa beli di Bukalapak lewat link ini.

9. Lensa Photochromic

lensa photochromic

* sumber: www.hoyavision.com

 

Mau punya kacamata dengan lensa kece bisa beruba-ubah warna? Kalau begitu kamu pilih jenis lensa photochromic ini. Sebenarnya, lensa ini sama saja dengan lensa transisi, hanya saja bahan yang ada pada lensa phtochromic sudah dipatenkan sehingga bisa menimbulkan warna menarik saat terpapar sinar UV.

Lensa ini punya konsep ketika intesitas cahaya makin besar, maka makin gelap pula tingkatan warna yang dihasilkan oleh lensa photochromic. Tapi, kalau tidak ada cahaya sama sekali, maka lensa ini akan menjadi lensa bening seperti kacamata pada umumnya, lho. Keren, kan?

10. Kacamata 5 Lensa

kacamata 5 lensa

Memangnya ada kacamata dengan 5 lensa? Ada, dong! Jenis lensa ini bisa dilepas-pasang kembali. Jadi, nantinya Anda akan memiliki 5 pasang lensa yang bisa digunakan kapan pun dan disesuaikan dengan kebutuhan. Nama lain dari lensa ini adalah clip-on, dan Anda bisa temukan dengan mudah kacamata dengan 5 lensa ini di toko online, seperti Bukalapak melalui link ini.

Berikut tadi adalah kesupuluh jenis lensa kacamata yang bisa kita jumpai sehari-hari. Beberapa jenis lensa ada yang dibutuhkan untuk penderita gangguan mata, baik rabun jauh, dekat, ataupun silinder. Tapi, ada juga jenis lensa yang digunakan untuk kacamata gaya saja.

Oh iya, kacamata juga bisa menjadi salah satu cara untuk terhindar dari kelilipan. Tapi, kalau Anda sedang mengalami kelilipan, bisa atasi kelilipan pada artikel Cara Mengatasi Kelilipan dengan Aman ini. Tahu jenis lensa lainnya yang biasa digunakan oleh kacamata? Share di kolom komentar, ya!

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Listiorini Ajeng Purvashti, penulis aktif sejak tahun 2017. Selain aktif menulis di carisinyal.com dan bacaterus.com, juga menjadi penulis lepas untuk review.bukalapak.com. Saat ini, bidang yang digeluti adalah tema penulisan seputar aplikasi, game, gadget, laptop, hardware, software, tutorial, dan entertainment. Selain menulis, Saya juga tertarik untuk mempelajari hal baru terutama mempelajari budaya-budaya dari negara lain. Salah satu budaya yang digemari adalah Korean Culture sehingga menjadikan Saya seorang KPOPers sejak zaman kuliah.

Leave A Comment