Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Januari 2019

Kelinci, seperti halnya kucing dan anjing, memiliki beragam ras, bentuk, warna, ukuran, dan bulu. Tak peduli jenisnya, kelinci selalu tampil imut dan menggemaskan dengan telinganya yang panjang dan hidungnya yang tak berhenti bergerak. Karena kelucuannya itu, orang pun tertarik untuk memelihara hewan berbulu ini.

Karena banyaknya jenis dan sekilas mereka tampak sama, orang terkadang menjadi bingung ketika akan memilih kelinci peliharaan. Tentunya kelinci yang berbulu tebal dan biasa-biasa saja cara pemeliharaannya akan berbeda. Jadi, agar kamu tak salah pilih kelinci peliharaan, simak penjelasan berikut.

10 Kelinci yang Cocok Dijadikan Peliharaan

1. Angora

* sumber: www.wideopenpets.com

Kelinci angora pertama kali dikembangbiakan di Turki, seperti halnya kucing dan kambing jenis ini. Terdapat beberapa ras angora. American Breeders’ Association mengakui empat di antaranya, yaitu Perancis, Inggris, satin, dan giant.

Angora Perancis gemar memakan beberapa sayuran. Kelinci Angora Perancis sangat dihargai karena bulu wolnya yang panjang dan lembut dan wajah yang lucu. Angora jenis satin memiliki rambut yang lebih halus dan lembut daripada ras lainnya, dan angora giant adalah jenis terbesar, dengan berat setidaknya 9,5 kilogram. Angora Inggris dikenali melalui penampakan bulu di wajah dan telinganya.

Kelinci angora umumnya memiliki perangai yang tenang, jinak, dan sangat lembut. Karena bulunya yang tebal, mereka perlu banyak disikat dan dibersihkan untuk menjaga bulu sehalus suteranya yang panjang agar tetap dalam kondisi prima. Selain sebagai hewan peliharaan yang lucu, kelinci angora biasanya dikembangbiakan untuk wol mereka yang panjang dan lembut sehalus sutera.

2. Harlequin

* sumber: rabbitsforsaleinidaho.wordpress.com

Harlequin adalah jenis kelinci Perancis. Kelinci ini adalah hasil persilangan antara kelinci Holland lop dan kelinci lain yang memiliki banyak warna. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bintik-bintik putih dari Holland lop.

Kelinci harlequin memiliki bulu berwarna kuning-oranye seperti warna kulit kura-kura dan warna hitam. Badannya kokoh walaupun tulangnya ringan. Berat badannya antara tiga sampai empat kilogram. Punggungnya tebal dan besar dengan garis-garis horizontal. Umumnya, kelinci jenis ini punya mata berwarna coklat.

Sifat harlequin senang bermain dan sangat ingin tahu sehingga mereka memerlukan aktivitas gerak, ruang untuk berlari dan mainan. Mereka senang bergaul dan cocok dengan anak-anak. Kelinci jenis ini tak memiliki masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan. Makanan yang cocok untuk pertumbuhan kelinci harlequin adalah sayur-sayuran, jerami kering, dan buah-buahan.

3. Satin

* sumber: www.petguide.com

Kelinci satin dipercaya berasal dari Amerika Serikat sebagai akibat dari mutasi genetik. Kelinci ini memiliki karakteristik tubuh yang mirip dengan kelinci Havana. Yang membedakan adalah bulunya. Bulu satin lebih mengkilap dan lembut. Walaupun satin memiliki tekstur bulu yang ribet, tapi satin tak memerlukan banyak perawatan, cukup disisir dengan tangan basah atau sisir halus.

Satin dapat dijumpai dalam berbagai warna sama seperti Havana. Berat tubuh hingga bentuknya yang bulat dan pendek juga sama dengan Havana. Mata kelinci satin terang dan kupingnya berdiri tegak. Menurut para peternak, satin termasuk kelinci yang lembut dan ramah. Umumnya mereka memiliki sifat dan perangai yang baik. Satin juga baik terhadap anak-anak.

4. Dutch

* sumber: rabbitpedia.com

Salah satu ras kelinci yang paling umum adalah kelinci Dutch atau kelinci Belanda karena tanda putihnya yang begitu menonjol. Menurut sejarahnya, kelinci Belanda ini merupakan turunan dari ras Brabancon dari Belgia. Kelinci ini pertama kali dikembangbiakan di Inggris.

Jenis kelinci Belanda termasuk kelinci yang jinak dan tenang sehingga mudah untuk dijinakkan dan dipelihara. Mereka adalah jenis kelinci yang cocok untuk keluarga yang memiliki anak selama mereka ditangani dengan benar dan diakrabkan sejak awal. Namun, mereka juga gampang mengalami depresi jika terlalu lama dikurung.

5. Lionhead

* sumber: www.gumtree.com

Kelinci Lionhead merupakan hasil perkawinan silang antara kelinci Swiss Fox dan Belgian dwarf pada tahun 1930. Lionhead termasuk kelinci dwarf dengan bulu yang panjang di sekitar kepala sehingga tampak seperti singa. Bentuk dan ukuran surainya akan mengikuti usia, pola makan, serta usia. Bulu lionhead tidak terlalu banyak dan lebih pendek, tapi perlu disikat tiap minggu agar tidak jadi gimbal.

Matanya perlu perawatan khusus agar rambut tak menempel sehingga mengganggu penglihatannya. Gunakan kapas basah untuk membersihkannya. Tubuhnya pendek dan kepalanya bulat. Moncongnya datar dengan telinga pendek. Karena tampangnya yang khas itulah, lionhead menjadi populer.

Lionhead termasuk jenis kelinci yang enerjik, penyayang, dan senang bermain. Kelinci ini juga hewan peliharaan yang ideal untuk anak-anak karena mereka mudah ditangkap dan dibawa.

6. Polandia

* sumber: www.petguide.com

Ras Polandia adalah hasil pengembangbiakan antara kelinci Holland dengan kelinci putih kecil lainnya. Kelinci Polandia berkembang biak di Jerman dan Eropa Timur di awal abad 20. Kelinci ini adalah jenis kelinci dwarf terkecil. Walaupun kecil, tubuhnya kekar dan berotot. Ekor dan kakinya berukuran pendek. Apapun yang terkait dengan kelinci ini semua berukuran kecil.

Kelinci Polandia memiliki dua pola warna, yaitu satu warna dan dua atau lebih warna. Warna yang umum untuk satu warna adalah putih, chinchilla, dan cokelat. Contoh beragam warna adalah smoke pearl dan titik hitam.

Sifatnya tenang, penyayang, dan senang dipeluk. Mereka juga penuh kasih sayang dengan anak-anak dan merupakan teman yang ideal. Namun, karena ukurannya kecil, mereka mudah jatuh, jadi perlu kehati-hatian dalam memegang dan memeliharanya.

7. Mini Lop

* sumber: www.kellyvillepets.com.au

Mini lop adalah salah satu jenis kelinci yang paling populer di dunia. Mini Lop sering dijual atau dikembangbiakan sebagai hewan peliharaan dan hewan yang dilombakan. Mereka berukuran kecil dan telinganya tebal dan panjang terjuntai dengan kepalanya yang besar. Bulu berpola satu atau banyak warna.

Kelinci mini lop sangat ceria dan senang bermain juga mudah dilatih. Mereka sangat ramah dengan kelinci dan hewan lain. Mini lop sepertinya lebih cocok untuk anak-anak yang lebih besar, tetapi bisa cocok juga untuk anak-anak kecil dengan pengawasan orang dewasa. Ras mini lop membutuhkan rangsangan intelektual, jadi pastikan untuk menaruh banyak mainan di kandangnya.

8. Mini Rex

* sumber: www.chewy.com

Seperti namanya, kelinci ini berukuran kecil. Kelinci rex adalah kelinci Eropa. Ras kelinci ini berasal dari hasil mutasi genetik spontan. Mini Rex asalnya dari Perancis muncul pada akhir tahun 1800-an. Mereka memiliki ukuran yang pas untuk anak-anak yang membuat mereka menjadi hewan peliharaan favorit.

Bulu mini rex bulu yang sangat halus seperti beludru. Mini Rex tidak diragukan lagi adalah salah satu kelinci yang paling lembut, lucu, dan paling kecil yang pernah ada. Kepribadian mereka yang tenang membuat mereka jadi kelinci yang paling mudah dipelihara.

9. Himalaya

* sumber: rabbitbreeders.us

Kelinci Himalaya adalah salah satu ras kelinci tertua yang ada sampai sekarang. Asal-usul mereka tidak diketahui dengan jelas. Informasi yang bisa didapat hanya tentang kemunculan mereka di Amerika Serikat pada sekitar awal 1900-an.

Sifat kelinci Himalaya sangat sabar dan tenang sehingga mereka menjadi hewan peliharaan yang populer. Kelinci Himalaya adalah salah satu jenis kelinci terbaik untuk anak-anak. Mereka terkenal karena sifatnya yang santai, lembut, ramah, dan penuh rasa ingin tahu. Himalaya memiliki penampilan yang cantik dan suka dipeluk. Mereka jarang sekali dikabarkan menggigit atau mencakar.

Mereka senang bermain dan mencari perhatian dan menikmati hiburan sehingga mereka butuh banyak distimulasi dengan mainan, aktivitas bergerak, dan interaksi.

10. Havana

* sumber: www.petguide.com

Mengapa kelinci ini dinamai Havana? Alasannya karena warna bulunya yang mirip dengan warna coklat gelap dari cerutu Kuba. Ras Havana berasal dari Belanda. Setelah itu, menyebar di negara Eropa, seperti Jerman, Perancis, dan Belgia. Tahun 1916, kelici Havana masuk ke Amerika Serikat.

Kelinci Havana memiliki bulu dengan empat warna berbeda, biru, coklat, hitam, dan campuran. Havana adalah kelinci yang tenang dan lembut dan tidak terlalu enerjik. Mereka memiliki hubungan yang baik dengan manusia. Karena sifatnya yang tenang dan mudah dekat dengan manusia, Havana hewan peliharaan yang baik untuk anak-anak.

Nah, itulah jenis-jenis kelinci yang populer dijadikan hewan peliharaan oleh banyak orang, termasuk orang Indonesia. Dari 10 jenis kelinci tadi, jenis manakah yang paling kamu sukai? Atau kamu ingin memelihara kucing? Berikut kami punya 9 Jenis Kucing yang Cocok untuk Dijadikan Peliharaan di rumah.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .