Bacaterus / Kelinci / 5 Jenis Kelinci Pedaging yang Dikembangbiakkan di Indonesia

5 Jenis Kelinci Pedaging yang Dikembangbiakkan di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kelinci merupakan hewan yang banyak dipelihara sebagai hewan peliharaan karena mereka terlihat lucu dan imut. Tak heran jika kelinci ini banyak disukai oleh anak-anak. Ternyata selain sebagai kelinci hias, hewan berbulu ini juga dijadikan sebagai sumber makanan. Banyak orang yang menyukai daging kelinci karena olahan dagingnya sangat lezat.

Daging kelinci mempunyai tekstur yang mirip dengan daging ayam tetapi memiliki kelebihan yaitu tinggi protein dan sangat rendah kolesterol sehingga dagingnya bisa konsumsi oleh para penderita darah tinggi maupun jantung. Kelinci juga tidak diberi hormon pertumbuhan atau makanan yang mengandung kimia berat jadi aman untuk dikonsumsi. Jenis kelinci apa saja yang dijadikan kelinci pedaging? Ini infonya.

Kalau kamu tertarik untuk membuka usaha berjualan sate kelinci, banyak sekali jenis kelinci pedaging yang bisa kamu pilih untuk usahamu. Ada kelinci ras, kelinci pedaging ataupun kelinci anggora yang memang hanya dikonsumsi dagingnya. Ini adalah jenis-jenis kelinci pedaging yang perlu kamu ketahui.

1. Flemish Giant

Flemish Giant

Berasal dari daerah Flander yang terletak di negara Belgia, kelinci flemish giant adalah jenis kelinci yang sering dibudidayakan juga dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran tubuh yang lumayan bersar. Akan tetapi saat ini kelinci flemish giant sering dipelihara sebagai kelinci hias.

Anak-anak menyukai jenis kelinci ini karena mereka jinak. Adapun ciri-ciri kelinci ini di antaranya adalah memiliki ukuran badan sekitar 50 cm dengan berat sekitar 6,3 – 12 kg untuk kelinci dewasa, telinganya tebal dengan panjang sekitar 15 cm serta berdiri tegak, sedangkan bentuk kepalanya agak lebar.

Ciri lainnya yaitu kaki kelinci flemish giant ukurannya besar, kokoh, dan panjang. Untuk warna bulu jenis kelinci ini bermacam-macam, ada cokelat, hitam, abu-abu, kuning muda, juga putih. Flemish giant umumnya hanya mempunyai satu warna alias tidak berkombinasi.

2. Rex

Rex

* sumber: gerava.com

Asal muasal kelinci Rex adalah dari Prancis. Kelinci ini ditemukan di negara tersebut pada tahun 1919. Ketika itu, jenis kelinci ini merupakan kelinci liar. Kemudian peternak Prancis menyeleksi dan mengembangbiakkan hewan lucu ini.

Dahulu jenis kelinci rex diikutkan dalam kontes kelinci hias internasional. Alhasil kelinci ini sukses mencuri perhatian orang-orang yang datang di kontes tersebut. Lama-kelamaan, jenis kelinci rex menjadi banyak disukai karena memiliki ukuran tubuh yang besar serta warna bulunya yang cantik.

Perawatan kelinci rex ini tidak susah karena bulunya sangat halus juga tidak terlalu panjang. Kelinci rex mulai dikenal di Indonesia sejak tahun sekitar 2000-an. Jenis kelinci ini sering dipersilangkan oleh peternak Indonesia dengan beragam jenis kelinci lokal lain.

Karena persilangan tersebut, akhirnya sangat sulit untuk bisa menemukan keturunan asli jenis rex yang murni Prancis. Ciri kelinci rex di antaranya ukuran kepalanya lebih besar jika dibandingkan dengan kelinci jenis lain. Telinganya berbulu halus tipis dan teksturnya lebar juga berdiri tegak.

Ciri khusus dari kelinci rex adalah mempunyai kumis yang unik yakni keriting sehingga memudahkan orang untuk mengenali juga membedakan rex dengan jenis kelinci lainnya.  Bulunya tipis cenderung sangat halus serta rapat mirip seperti kain beludru. Selain itu bulunya juga tidak mudah rontok.

Kombinasi warna bulunya dengan yang dasar putih atau dasar lainnya terlihat sangat cantik. Berat badan kelinci rex dewasa bisa mencapai 3,6 kg hingga 5 kg.

Baca juga: 6 Jenis Kelinci Hias yang Menggemaskan untuk Dipelihara

3. New Zealand

New Zealand

* sumber: duniakelincix.blogspot.com

Kelinci New Zealand di Indonesia cukup populer dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Meskipun namanya New Zealand tapi kelinci ini asalnya dari Amerika yang merupakan hasil dari persilangan kelinci Flamish Giant dengan kelinci Belgian Hare.

Kelinci ini lebih dikenal sebagai kelinci Australia. Kelinci New Zealand merupakan salah satu jenis kelinci pedaging terbaik. Selain itu, kelinci ini juga merupakan kelinci hias yang diakui oleh ARBA sehingga bisa dikonteskan pada ajang show ARBA di indonesia.

Jenis kelinci ini dikembangkan pada awal 1900-an di Amerika. Yang terlebih dulu dikembangkan adalah New Zealand warna merah yang muncul pada tahun 1910. Sesudahnya barulah kelinci New Zealand White hadir. Kemungkinan jenis ini dikembangkan oleh W.S. Preshaw yang berasal dari California.

Kelinci New Zealand masih dianggap sebagai kelinci yang memproduksi daging paling unggul ketika dibawa ke Inggris.  Sebagai kelinci daging nomor satu, umumnya kelinci New Zealand sangat sehat, menghasilkan banyak daging serta mudah dijaga.

Jenis kelinci ini terkenal di kalangan produsen daging berskala besar. Dengan rata-rata berat mencapai 6 kg, tak mengherankan jika kelinci New Zealand banyak dijadikan sebagai kelinci pedaging. Di Amerika, bahkan kelinci ini tidak hanya dijadikan kelinci pedaging, tapi sekarang juga jadi kelinci hias.

Untuk perawatannya, kelinci New Zealand termasuk yang mudah juga bisa tahan terhadap bermacam penyakit unggas, maka tak heran jika sangat direkomendasikan untuk dijadikan kelinci pedaging. Ciri kelinci ini adalah mempunyai dada yang penuh dan menonjol keluar.

Ciri lainnya yaitu ukuran badannya sedang tapi terlihat gempal serta bulat. Sementara bentuk kepalanya agak bundar dan besar. Bentuk telinganya besar serta tebal dan ujung telinganya agak membulat. Kaki depannya pendek. Sedangkan bulunya tebal dan halus dengan warna putih, merah, biru, dan hitam.

4. Rambon

Rambon

* sumber: www.teknikkita.com

Aslinya kelinci rambon adalah kelinci hasil persilangan antara kelinci impor dengan kelinci lokal. Besar kelinci rambon hampir sama dengan jenis kelinci New Zeland tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil. Berat badan kelinci rambon antara 2,5 kg sampai 3,5 kg.

Kelinci rambon sudah siap dikawinkan ketika mereka telah mencapai umur 6 bulan ke atas. Dalam setahuan kelinci ini beranak sampai 4 kali.  Tiap kali beranak, jumlahnya bisa mencapai 8 ekor, tetapi kebanyakan hanya 6 ekor. Kelinci ini disebut kelinci blingon oleh para pedagang kelinci di Yogyakarta

Sebenarnya ciri-ciri kelinci rambon sangat sulit digambarkan. Dikarenakan kelinci ini  hasil persilangan, maka anakannya jadi bermacam-macam dan mempunyai warna, tubuh, bentuk maupun bentuk kepala yang berbeda-beda. Namun ukuran tubuh kelinci ini lebih besar dari kelinci lokal.

5. Kelinci Lokal/Jawa

Kelinci Lokal

* sumber: kelincipedia.com

Nama latin kelinci ini adalah Lepus Nigricollis ini. Kelinci lokal Indonesia  sangat mudah dijumpai di alam sekitar terutama di daerah Pulau Jawa. Perlahan kelinci lokal/Jawa ini mudah ditemukan di toko-toko hewan atau di pasaran karena kelinci ini sudah banyak dibudidayakan orang.

Kelinci lokal/Jawa mudah sekali untuk dikembangbiakkan di beragam cuaca baik, panas maupun dingin sekalipun. Kelinci ini perawatannya mudah sekali karena itulah banyak orang yang berminat untuk membudidayakannya.

Jenis kelinci ini banyak dicari untuk dijadikan kelinci pedaging tapi ada juga yang mencarinya untuk dijadikan kelinci peliharaan. Karakterisitik atau ciri kelinci lokal/Jawa yang sangat khas, maka tak sulit untuk  membedakan kelinci ini dengan kelinci jenis lain.

Ciri-ciri Kelinci Lokal/Jawa antara lain, habitatnya ada di daerah dataran tinggi berbatu. Berat kelinci lokal/Jawa dewasa ini bisa mencapai 6 kg dengan panjang tubuh mencapai 40 cm. Warna bulu kelinci lokal ini dominannya kecoklatan, abu-abu, dan kekuningan.

Untuk urusan umur, kelinci lokal/Jawa mempunyai umur yang lebih panjang dibandingkan dengan kelinci lain, yaitu mencapai umur 5 hingga 10 tahun bergantung cara mengurus dan habitatnya. Kelinci ini dalam 1 tahun, bisa melahirkan hingga 7 kali dengan jumlah anak mencapai 6 sampai 8 ekor.

Jika kamu berminat untuk membuat usaha berjualan sate daging kelinci, informasi ini sangat penting untuk kamu ketahui. Kamu jadi punya informasi mengenai jenis kelinci apa yang cocok untuk kamu kembangbiakkan untuk jadi kelinci pedaging. Bagaimana, sudah memutuskan jenis kelinci apa yang akan kamu pilih?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *