Bacaterus / Kelinci / 6 Jenis Kelinci Hias yang Menggemaskan untuk Dipelihara

6 Jenis Kelinci Hias yang Menggemaskan untuk Dipelihara

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kucing, anjing, ikan hias, hamster, bukanlah satu-satunya hewan yang populer dijadikan peliharaan, tapi kelinci juga. Kelinci disukai karena wajah dan bentuknya yang lucu, bulunya yang halus, serta tingkahnya yang aktif. Pokoknya kelinci hias sangat menggemaskan untuk disayang-sayang di rumah.

Sebenarnya kelinci bisa dibagi dalam dua jenis, yaitu kelinci pedaging (untuk dikonsumsi) dan kelinci hias. Ya, kelinci memang bisa dimakan, ini mungkin menyakitkan untuk para kelinci hias lovers, inilah kenyataannya. Tapi, jangan sedih dulu, karena pada kesempatan ini Bacaterus mau membahas jenis-jenis kelinci hias yang bisa Anda pelihara di rumah.

1. Kelinci Hias Lokal

* sumber: kelincipedia.com

Pertama-tama, mari membahas produk lokal dulu. Di Indonesia ada cukup banyak jenis kelinci lokal, sebenarnya. Tapi, kita bisa mengategorikannya sebagai “kelinci lokal” saja, walaupun bentuk, ukuran, jenis bulu dan wajahnya berbeda-beda. Jenis kelinci lokal yang paling terkenal adalah yang berasal dari tanah Jawa (lebih tepatnya Jawa Barat) dan Sumatera.

Walaupun orang-orang banyak yang mencari kelinci impor karena bentuknya unik dan lucu, kelinci lokal juga memiliki pasar yang besar. Salah satu alasannya adalah, kelinci-kelinci ini sangat cocok dengan iklim Indonesia yang tropis, sehingga mereka bisa sehat dan berumur lebih panjang daripada kelinci impor. Harga kelinci hias lokal juga jauh lebih murah tentunya daripada kelinci impor.

Ciri-ciri kelinci Jawa adalah bulunya berwarna cokelat dengan corak abu-abu dan hitam. Kelinci-kelinci Jawa berukuran kecil, tapi jika sudah dewasa mereka bisa mencapai berat 6 kg dan panjang 40 cm, loh. Kalau dirawat dengan apik, mereka bisa hidup sampai 5 bahkan 10 tahun lamanya. Ketika dikembangbiakkan, kelinci betina bisa melahirkan 6-8 anak kelinci.

Sayangnya, karena kelinci ini dapat tumbuh sangat besar, mereka termasuk kelinci pedaging juga. Harga kelinci lokal di pasaran tergantung dari beratnya saat dibeli. Ada yang menjual kelinci lokal dewasa dari harga 100 – 150 ribuan. Untuk kelinci lokal yang masih anak-anak (2-3 bulanan) biasanya dijual sangat murah, yaitu 25 – 35 ribu per ekor.

Kalau mau membelinya, jangan beli dari pedagang pinggir jalan, lebih baik datang ke pet shop atau peternakan, karena di sana pasti kelincinya dirawat dengan baik dan terjamin kesehatannya. Selain kelinci Jawa dan Sumatera, ada juga kelinci anggora lokal, dan versi lokal lainnya dari kelinci-kelinci impor.

2. Kelinci Dwarf Hotot

*Sumber: https://www.adhrc.com

Dwarf Hotot (eyes of the fancy) berasal dari Jerman. Kelinci ini merupakan hasil kawin silang antara kelinci Blanc de Hotot (kelinci putih, bulu pendek, berukuran besar dan ada lingkaran hitam di mata seperti eyeliner) dengan kelinci ND REW (kelinci Netherland dwarf, bulu putih mata merah).

Persilangan ini tidak mudah, membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan dwarf hotot yang sempurna seperti yang kita kenal sekarang. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1981 di New York, kelinci dwarf hotot akhirnya mendapatkan pengakuan dari ARBA (American Rabbit Breeders Association) sebagai jenis baru tiga tahun setelahnya dengan julukan “eyes of the fancy”.

Untuk membeli kelinci dwarf hotot yang sehat, memang badannya kecil (namanya juga dwarf) tapi lihatlah apakah badannya kompak? Apakah lehernya tidak terlihat, kepalanya bundar, matanya bulat tebal dan bercahaya? Apa telinganya pendek dengan helaian bulu agak besar? Lalu, apakah beratnya maksimal 1.3 kg? Berarti dia adalah kelinci dwarf hotot yang sehat dan patut Anda beli!

3. Kelinci Satin

* sumber: www.flickr.com

Cantiknya kelinci ini, namanya diambil dari bulunya yang mengilap seperti satin. Sejarah kelinci ini, berasal dari kelinci pembibitan terkenal Tuan Walter Huey. Saat ia berusaha memperbaiki kelinci Havana-nya, ia menghasilkan kelinci yang memiliki gen Satin.

Pada awalnya, Huey menempatkan kelinci ini sebagai jenis “Satin Havana”, tapi Federasi Amerika Breeders Havana memutuskan kalau kelinci ini memiliki trahnya sendiri. Setelah bertahun-tahun meneliti, akhirnya kelinci Satin diakui sebagai jenis individu oleh American Breeders Association pada tahun 1956.

Kelinci satin memiliki rollback fur pendek dengan kemilau satin yang unik. Yang perlu diperhatikan ketika Anda memutuskan untuk memelihara kelinci satin: Kelinci satin harus dikeluarkan dari kandangnya setiap hari selama beberapa jam agar dapat disosialisasikan dengan benar. Kelinci satin memiliki berat mulai dari 3.8 – 5 kg.

4. Kelinci Anggora

* sumber: www.popsugar.com

Bukan cuma kucing saja yang ada ras anggora, kelinci juga ada. Kelinci anggora termasuk dalam jenis mini lop. Ras ini merupakan salah satu jenis kelinci domestik tertua. Pada awalnya kelinci ini dikembangbiakkan untuk diambil bulunya. Bulu mereka dikenal sebagai wol anggora dan sering disulap menjadi mantel.

Cara mendapatkan bulunya tidak dengan membunuh kelinci, tapi dengan menyisir, mencukur, tapi ada juga yang agak mengerikan seperti mencabut bulunya. Karena bulu kelinci tidak memiliki kualitas penyebab alergi yang tinggi seperti hewan lainnya (anjing, kucing, dll), makanya wol kelinci begitu diminati.

Tapi, sekarang kelinci anggora lebih populer dijadikan peliharaan. Bagaimana tidak? Penampilannya dengan bulu lebat dan fluffy seperti boneka disukai semua orang. Kisaran harga kelinci ini pun tak main-main, yaitu dari 600 ribu – 2 jutaan.

Sebenarnya kelinci anggora ada berbagai macam lagi, tergantung daerah dikembangbiakkannya. Tapi, kurang lebih ciri-cirinya sama yaitu memiliki bulu woll panjang dan tebal. Para pemilik kelinci anggora harus rajin menyisir dan mencukur bulu anggora karena jika dibiarkan akan menggumpal.

5. Kelinci New Zealand

* sumber: www.pets4homes.co.uk

Jenis kelinci hias selanjutnya adalah kelinci New Zealand. Dia adalah definisi bule yang sering kita pikirkan, kulit putih, mata biru, hehe, yang jelas berbeda dengan pribumi. Tapi, karena dia kelinci, jadinya bulu putih, mata merah. Tapi, tahukah Anda, kalau kelinci New Zealand tidak berasal dari sana, melainkan dari Amerika?

Kelinci ini lahir dari persilangan antara kelinci flemish giant dengan kelinci Belgian hare pada tahun 1.900-an. Dan, ketika sudah berkembang biak banyak, kelinci ini dulunya merupakan kelinci pedaging, karena ukurannya bisa menjadi sangat besar (sekitar 5.5 kg).

Tapi, karena sekarang sudah banyak sumber protein lainnya yang tidak terlalu menggemaskan seperti kelinci, orang-orang pun beralih memelihara kelinci ini alih-alih memakannya.

Ciri-ciri kelinci New Zealand adalah badannya medium, tapi sangat gempal. Kaki depannya agak pendek, dadanya terlihat penuh, kepalanya besar dan bundar, lalu telinganya besar dan tegak berdiri. Walaupun paling banyak berbulu putih, kelinci ini ada juga yang berbulu hitam, merah, bahkan biru.

6. Kelinci Lionhead

* sumber: www.pets4homes.co.uk

Terakhir, ada kelinci lionhead. Ya, namanya memang menggambarkan fisik kelinci ini dengan rinci, karena kelinci ini benar-benar mirip dengan singa (hanya saja lebih lucu dan aman dipelihara, hihi). Lionhead adalah jenis kelinci domestik yang diakui oleh British Rabbit Council (BRC) dan oleh American Rabbit Breeders Association (ARBA).

Kenapa namanya lionhead? Karena kelinci ini memiliki surai bulu yang melingkari kepalanya, menyerupai singa jantan. Kelinci ini juga memiliki dudukan kepala tinggi, badan yang tegak lurus, telinga pendek dan beratnya hanya 1 – 1.7 kg saja. Ini adalah jenis kelinci mini yang akan membuat gemas siapa saja.

Itulah beberapa jenis kelinci hias yang bisa Anda pelihara di rumah. Walaupun begitu, Anda sebaiknya tidak mendekam kelinci di dalam rumah atau apartemen, karena mereka harus hidup di dekat tanah dan udara luar untuk dapat bertahan hidup lebih lama. Tentunya di atas tadi hanya sedikit dari ratusan jenis kelinci di dunia. Kalau kelinci hias yang paling Anda suka yang mana?

Oh iya, sebelum Anda memutuskan untuk memelihara kelinci, sebaiknya baca juga artikel lainnya bersangkutan dengan kelinci, seperti Makanan yang Baik untuk Kelinci dan Jenis Penyakit Umum yang Dialami Kelinci ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *