Bacaterus / Kayu Manis / Kenali Berbagai Jenis Kayu Manis yang Biasa Dikonsumsi

Kenali Berbagai Jenis Kayu Manis yang Biasa Dikonsumsi

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Januari 2020

Biasanya dimana kamu menemukan rempah ini? Makanan, minuman, atau sebagai gula? Adalah kayu manis, Cinnamomum verum, sin. C. Zeylanicum, sejenis pohon penghasil rempah-rempah yang diambil dari kulit batang, cabang, juga dahannya. Kayu manis ini termasuk jenis rempah aromatik dengan rasa manis dan pedas.

Kayu manis menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia lho, tak banyak yang tahu jika hasil ekstraksinya yang berupa minyak atsiri sangatlah digemari di pasar Eropa dan Amerika.Selain minyak atsiri yang didapat dari kulit batang, cabang, ranting, dan daun, kulit kayu manis juga sering kali digunakan langsung.

Yakni digunakan langsung dalam bentuk asli atau bubuk, ada juga bentuk oleoresin dari kayu manis. Walaupun sudah banyak digunakan sebagai bahan baku industri kosmetika, farmasi, pangan, dan industri lainnya, tak banyak yang tahu bahwa kayu manis juga memiliki beberapa varietas atau jenis.

Beberapa diantaranya berasal dan tumbuh di tempat yang berbeda dan terasa sedikit berbeda antara satu dan yang lain. Penasaran kan dengan jenis-jenis kayu manis? Yuk,  simak ulasannya agar kamu jadi ahli soal kayu manis.

1. Cassia Cinnamon Indonesia (Cinnamomum burmannii)

Cassia Cinnamon Indonesia

* sumber: www.istockphoto.com

Dikenal juga sebagai kayu manis Korintje, Cinnamomum burmannii ini rupanya sering dijual dengan nama cassia cinamon. Jenis kayu manis ini adalah tanaman asli Indonesia yang sekarang tumbuh di daerah dengan iklim tropis yang tersebar di seluruh dunia.

Jenis kulit kayu manis dari Indonesia yang paling populer yakni berasal dari Kerinci, Jambi. Kayu manis cassia ini adalah yang paling umum ditemukan di Amerika, mengapa demikian, itu karena cassia Indonesia adalah yang paling manis juga paling ringan diantara kayu manis cassia.

Selain paling manis dan ringan, Cinnamomum burmannii ini berbau aromatik yang lembut. Seringkali digunakan sebagai bumbu dalam bentuk langsung kayu manis,baik itu dalam industri pangan maupun sekedar bumbu dapur rumahan dan restoran.

Cukup gunakan parutan batangan atau serbuknya sedikit, maka dapat memberikan cita rasa yang lebih. Kegunaan lainnya ialah sebagai parfum hingga obat dalam bentuk minyak dan oleoresin.

2. Cassia Cinnamon Vietnam (Cinnamomum loureiroi)

Cassia Cinnamon Vietnam

* sumber: www.spiceography.com

Memiliki nama lain Saigon cinnamon, Vietnamese cinnamon, hingga Vietnamese cassia, jenis kayu manis yang satu ini memang berasal dari Vietnam. Kayu manis jenis ini cukup populer karena memiliki kesan pertama yang baik untuk aroma dan rasanya.

Kayu manis Vietnam memiliki aroma dan rasa yang cukup tajam, sehingga cenderung lebih pedas tetapi manis sekaligus. Karena aroma yang lebih menonjol inilah,kulit kayu manis Saigon menjadi bahan masakan utama dalam membuat kaldu dalam hidangan phở, sup mie yang populer di Vietnam.

Selain itu, para juru masak pun lebih banyak menggunakan kulit kayu manis Saigon ini untuk bumbu masakan utama, jarang digunakan untuk aneka dessert. Sayangnya, Saigon cinnamon ini memiliki kandungan kumarin yang tinggi dibandingkan dengan jenis kayu manis lainnya.

Kumarin adalah zat organik dengan sifat karsinogenik, yang apabila terlalu banyak atau rutin dikonsumsi akan menyebabkan keracunan serta gangguan sekresi hati. Sehingga jenis kayu manis cassia ini tak lagi dikonsumsi di beberapa Negara, termasuk Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat.

3. Cassia Cinnamon Chine (Cinnamomum cassia)

Cassia Cinnamon Chine

* sumber: www.theplantguru.com

Chinese cinnamon atau kayu manis cina umumnya digunakan sebagai bahan baku untuk pengobatan tradisional. Alasannya ada pada jenis kayu manisnya yang mempunyai cita rasa yang kuat nan pahit.

Jika dideskripsikan lebih jelas, rasanya cenderung lebih pedas, kurang manis, pahit namun lembut. Diketahui bahwa kualitas kayu manis jenis ini bisa bervariasi bergantung pada kondisi tanah. Karena itulah kayu manis cina lebih banyak digunakan di Cina untuk banyak pengobatan tradisional.

Dari segi penampilan, semua kayu manis cassia umumnya terlihat sama. Kayu manis cassia berwarna cokelat yang lebih gelap, serta tekstur yang agak kasar. Gulungan kulit kayunya pun lebih tebal dan besar. Itu karena semua lapisan kulit kayu digunakan.

Karena memiliki kulit kayu yang tidak cukup lentur untk digulung menjadi duri, kulit kayu cina dan Saigon selalu dijual sebagai pecahan kulit kayu yang tebal.

4. Ceylon Cinnamon (Cinnamomum verum)

Ceylon Cinnamon

* sumber: www.axisholdings.lk

Bila dibandingkan, jenis kayu manis satu ini bisa jadi memiliki kualitas yang lebih tinggi dari jenis kayu manis lainnya. Berasal dari Sri Lanka, Ceylon cinnamon ternyata agak sulit dicari di supermarket biasa yang menjadikan harganya lebih mahal.

Sebenarnya hal ini dikarenakan proses panen yang dilakukan secara sangat hati-hati, proses panennya juga dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin dan diolah secara tradisional sebelum dipanaskan.  Sehingga lapisan kayu manis yang dihasilkan menjadi lebih tipis serta lebih halus.

Kayu manis Ceylon lebih berserat, rapuh juga ringan, dengan warna coklat muda atau kekuningan. Kayu manis ini juga mudah digiling menjadi bubuk halus. Dengan aromanya yang lembut dan manis, jenis ceylon ini merupakan kayu manis yang sangat cocok digunakan sebagai campuran berbagai aneka dessert.

Keunggulan lainnya adalah kandungan kumarin yang sangat rendah, menjadikannya populer di pasar global sebagai kayu manis sejati karena keunikan aroma, rasa, dan kualitas. Kandungan senyawa cinnamaldehyde pada minyak atsiri ceylon lebih tinggi dibandingkan kayu manis lainnya.

Kandungan inilah yang menjadikan ceylon memiliki banyak manfaat kesehatan dengan efek samping kumarin yang lebih rendah. Tak tanggung-tanggung, biasanya harga jual Ceylon bisa mencapai 10 kali lipat dari kayu manis jenis cassia, lho.

Tak banyak yang tahu bahwa kayu manis ini dapa digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan dalam tubuh, seperti flatulens, dispepsia, diare, juga sebagai penambah nafsu makan. Kayu manis juga memiliki sifat anti-bakteri yang baik karena kandungan senyawa di dalamnya. Seperti kandungan tanin, saponin, flavonoid, dan eugenol serta minyak atsirinya.

Sebenarnya ada banyak sekali jenis atau varietas dari kayu manis, jumlahnya mencapai ratusan jenis. Namun, hanya ada empat jenis kayu manis yang digunakan secara komersil. Kecuali Cinnamon Ceylon, ketiga lainnya yakni Korintje, Saigon, dan Cassia diklasifikasikan menjadi kategori Cassia Cinnamon karena kemiripan satu sama lain, dengan beda sedikit variasi dalam bentuk, warna, rasa, juga kandungan kumarin.

Jadi, sekarang sudah tahu kan jenis apa saja yang dimiliki kulit kayu manis. Jika kamu punya info menarik lainnya seputar fakta jenis kayu manis, boleh lho membagikannya di kolom komentar. Mampir juga di artikel cara mengolah kayu manis ini untuk memperoleh informasi lainnya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *