Bacaterus / Seafood / 12 Jenis Udang Laut yang Enak dan Lezat untuk Dikonsumsi

12 Jenis Udang Laut yang Enak dan Lezat untuk Dikonsumsi

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 November 2019

Udang merupakan salah satu hidangan seafood favorit bagi banyak orang di seluruh dunia. Hewan kecil ini tidak hanya dapat diolah dengan berbagai cara, tetapi juga memiliki rasa yang luar biasa lezat karena dagingnya yang lembut dan berair.

Tahukah kamu bahwa ada lebih dari 2.000 spesies udang yang telah ditemukan hingga saat ini. Namun, tidak semua udang dapat dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai jenis hidangan. Jenis-jenis udang yang akan dibahas di sini adalah udang laut yang enak dan lezat.

1. Udang Dogol

Udang Dogol

* sumber: www.filippiandsea.com

Di Amerika, orang-orang menyebutnya “pink shrimp”, sedangkan di Indonesia udang jenis ini disebut dengan nama udang dogol. Udang ini memiliki warna merah muda alias pink yang agak kuning, tapi ada juga yang memiliki warna kuning kehijauan yang umumnya disebut dengan nama “yellow white shrimp”. Di Amerika, udang ini banyak diperoleh khususnya di pantai barat Florida.

Udang yang populer sebagai masakan makanan laut ini memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar, sehingga sering disebut “udang salad” karena banyak digunakan dalam salad udang. Salah satu cara terbaik menikmati udang dogol adalah dimasak dengan cara dilumuri tepung, kemudian digoreng sampai menjadi crunchy atau renyah. Rasanya pasti enak sekali.

2. Udang Jerbung

Udang Jerbung

* sumber: www.filippiandsea.com

Nama lain untuk udang jerbung adalah udang putih karena memiliki kulit yang licin dan tipis berwarna putih kekuningan disertai bintik-bintik hijau. Panjang tubuh udang jerbung bisa mencapai 20,32 cm. Tekstur udang ini padat, sehingga menawarkan beragam pilihan pengolahan untuk para koki. Contohnya, udang ini bisa dikonsumsi setelah dikukus, direbus, dipanggang atau digoreng.

Namun, udang ini tidak cocok dimasak dengan cara dibakar karena kulitnya yang tipis dan ukurannya yang tidak terlalu besar (akan mudah gosong). Udang ini memiliki tiga varietas utama, yaitu Gulf white, Chinese white, dan Pacific white. Udang-udang ini adalah pilihan yang baik untuk banyak koki karena memiliki rasa klasik, tekstur yang padat, rasa manis, dan mudah dibersihkan.

3. Udang Windu (Penaeus monodon)

Udang Windu

* sumber: shoponline.villamarket.com

Dikenal sebagai “tiger shrimp” (untuk nama dagang) atau udang pacet, udang windu merupakan salah satu komoditas hasil laut yang paling penting di Asia secara komersial, dengan Amerika sebagai salah satu tujuan ekspor utamanya. Udang yang berukuran relatif besar ini dapat ditemui di sepanjang pantai Asia Tenggara, Australia, Asia Selatan, dan Afrika Timur.

Udang windu memiliki kulit yang keras dan tebal dengan warna yang beragam, seperti hijau kebiruan dengan garis melintang gelap dan kemerah-merahan dengan garis melintang cokelat. Udang windu cocok diolah menjadi tempura udang. Udang yang lebih besar umumnya dimasak dan dinikmati sebagai udang bakar madu, kari udang dan sate udang.

4. Udang Ronggeng

Udang Ronggeng

* sumber: www.cookitaly.com

Udang dengan nama latin Lysiosquilla maculate ini mempunyai keunikan tersendiri, seperti matanya yang bisa berputar 360 derajat. Hewan ini juga memiliki duri yang cukup keras, khususnya pada bagian antena dan kepala. Badan udang ronggeng dilindungi oleh kulit yang keras yang disebutkan mengandung zat kapur. Bentuk tubuhnya sendiri mirip dengan belalang sembah atau mantis.

Jenis udang ini hidup di perairan karang, yaitu tempat yang memiliki banyak karang, batuan granit, terumbu karang, atau batuan vulkanik. Daging udang ini gurih dan manis. Sebelum diolah, udang harus direbus menggunakan air panas untuk mematikannya. Cangkangnya bisa dilepaskan dengan cara mengguntingnya dari bagian samping kiri atau kanannya.

Udang ronggeng bisa diolah dengan cara digoreng ataupun dipanggang. Dagingnya yang manis dan juicy terletak di bagian tengah. Untuk menambah kenikmatan saat menyantapnya, udang ronggeng bisa disajikan dengan sambal kecap atau sambal ulek.

5. Udang Sikat/Udang Kipas

Udang Sikat

Sekilas bentuk udang sikat mirip dengan lobster, namun hewan ini memiliki ukuran yang lebih kecil. Dibandingkan dengan lobster, kulit udang sikat lebih lunak, namun tetap keras dan agak kasar. Baby slipper lobster adalah nama dangang untuk udang ini.

Udang sikat atau udang kipas biasa diolah dengan cara dimasak dengan bumbu pedas, seperti saus padang atau balado. Udang ini juga bisa dimasak menjadi udang asam manis atau udang masak santan.

6. Udang Flower

Udang Flower

Disebut di pasaran dengan nama “flower shrimp”, udang ini lebih sering ditemukan dalam masakan Thailand, sehingga disebut juga “Thai flower shrimp”.

Mengapa disebut udang flower atau bunga? Ini tak lain karena corak udang ini mirip dengan bunga. Kulit udang ini berwarna hijau kehitaman ditambah dengan garis-garis yang melintang berwarna cokelat. Kakinya berwarna agak kemerahan.

Udang ini bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan, contohnya dengan menumis udang kemudian ditambahkan bawang putih, cabai, saus tiram dan asparagus serta jamur ke dalamnya. Hidangan udang flower akan terasa lezat jika disantap bersama nasi hangat.

7. Udang Karang/Barong/Lobster

Udang Karang

* sumber: seaproducts.my

Mendengar kata lobster yang terbayang pasti kelezatannya. Udang ini sering sekali muncul di menu-menu restoran mahal atau hotel berbintang. Udang lobster sebenarnya adalah nama dagang, sedangkan nama sebenarnya untuk hewan ini adalah udang karang atau udang barong. Udang ini tentu saja memiliki ukuran yang besar, dengan bobot bisa mencapai berat 2 kg.

Kulit udang karang memiliki warna yang bervariasi, mulai dari hitam, cokelat kemerahan, bintik cokelat dan putih, hingga hijau. Udang ini memiliki tekstur kulit yang keras. Untuk pengolahannya bisa cukup dengan direbus, kemudian ditambah dengan air lemon atau daun peterseli.

Jika ingin dibuat hidangan lain juga bisa, seperti udang lobster saus tiram, asam manis, udang lobster thermidor dan udang lobster bakar.

8. Udang Rebon

Udang Rebon

* sumber: steemit.com

Udang ini memiliki bentuk badan yang kecil, namun peminatnya cukup besar. Di luar negeri, udang ini dikenal dengan nama “terasi shrimp”. Udang rebon biasanya diproses manjadi abon, kerupuk atau terasi. Meskipun hanya berukuran 2 cm hingga 3 cm, udang yang berwarna bening ini memiliki kandungan gizi yang tinggi.

9. Udang Peci

Udang Peci

Udang peci memiliki ukuran yang kecil dan mudah sekali didapatkan. Udang ini biasanya diolah menjadi bakwan udang, udang peyek atau udang dibaluri tepung. Di pasaran internasional udang ini disebut dengan nama “white shrimp”.

10. Udang Cokelat

Udang Cokelat

* sumber: www.fisheries.noaa.gov

Udang ini merupakan jenis udang yang paling populer di Amerika. Udang cokelat memiliki tekstur yang keras, cangkang berwarna merah kecoklatan dan memiliki rasa yang beragam, dari agak manis hingga agak asin atau seperti garam. Warna udang akan berubah menjadi merah muda setelah dimasak dan memiliki rasa yang unik dibandingkan dengan udang konsumsi lainnya.

Para koki lebih suka mengolah udang cokelat dengan cara mengukus atau merebusnya agar bisa menikmati rasa alami yang ditawarkan udang ini. Udang cokelat hidup sebagian besar di Teluk Meksiko dan ini dapat ditangkap di sepanjang pantai timur perairan tersebut. Musim puncak untuk panen udang cokelat adalah Juni sampai Agustus.

11. Udang Spot

udang tutul

* sumber: www.alaskafishradio.com

Disebut juga dengan nama udang tutul, udang spot memiliki bentuk dan warna yang menyerupai lobster. Udang yang juga sering disebut “lobster Alaska” ini memiliki cita rasa eksotik dan manis saat dihidangkan. Udang spot adalah salah satu udang paling lunak untuk dimasak karena rasanya sangat lembut dan juicy.

Namun, udang spot cukup sulit dibersihkan dan dipersiapkan karena cangkangnya bisa pecah menjadi potongan-potongan kecil jika tidak cukup berhati-hati saat mengupasnya. Udang cokelat varietas jumbo dapat tumbuh hingga panjang 30 cm.

12. Udang Vaname/Whiteleg

Udang Vaname

* sumber: fishmarket.ge

Udang whiteleg merupakan spesies udang yang paling sering dibudidayakan di dunia dan biasanya memasuki pasar Amerika dari India dan Thailand plus negara-negara lain di Amerika Latin atau Asia. Di Indonesia, udang jenis ini dibudidayakan di tambak dan di kolam. Vaname dapat ditemukan hidup di kawasan sub-tropis.

Kelebihan udang Vaname yaitu dagingnya empuk dan enak. Proses budidaya udang ini juga relatif cepat. Vaname juga dikenal dengan nama lain, seperti udang raja atau udang putih Pasifik. Udang ini merupakan jenis udang dari kawasan Samudera Pasifik timur yang umum ditangkap dan dibudidayakan untuk makanan.

Meski banyak jenis udang yang bisa ditemukan di laut, namun tidak semua udang itu dapat dikonsumsi. Udang-udang di atas adalah jenis udang laut yang aman untuk kamu makan. Kira-kira, jenis udang mana yang pernah atau sering kamu konsumsi?

Jika kamu memiliki aquarium di rumah, kamu bisa menemukan beberapa udang hias yang bisa kamu pelihara di sini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar