Bacaterus / Tanaman Hias / 7 Jenis Tumbuhan Paku yang Bisa Dijadikan Tanaman Hias

7 Jenis Tumbuhan Paku yang Bisa Dijadikan Tanaman Hias

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apakah kamu mengenal tumbuhan paku? Tumbuhan yang terkenal menggunakan spora sebagai alat berkembang biak ini punya sistem pembuluh sejati atau kormus. Ini berarti tubuhnya dapat dibedakan menjadi tiga bagian pokok dengan nyata, yakni akar, batang, dan daun.

Tumbuhan paku itu cenderung menyukai tempat teduh tak lupa tempat dengan derajat kelembapan yang tinggi. Mereka juga tidak tahan dengan kondisi ketersediaan air terbatas. Jika dibedakan berdasar cara hidupnya maka jenis tumbuhan paku ada yang hidup diatas tanah (terrestrial), hidup menumpang pada tumbuhan lain (epifit), dan paku air (higrofit).

Tumbuhan paku tersebar dengan distribusi yang luas hampir di seluruh dunia, terkecuali daerah kering seperti gurun dan daerah bersalju abadi seperti di kutub. Dari banyaknya jenis-jenis tumbuhan paku itulah Bacaterus punya rangkuman jenis tumbuhan paku populer lho. Yuk, simak bersama!

1. Paku Purba

Paku Purba

Dikenal juga dengan nama paku telanjang, rupanya tanaman ini tidak memilki daun dan daun kecil pada batangnya. Berjenis subdivisi psilopsida, paku purba atau Psilotum nudum ini sebenarnya sudah sulit ditemukan dan hampir punah.

Biasa ditemukan di zaman purba, psilopsida adalah tumbuhan paku yang punya bentuk sederhana dengan struktur yang sederhana pula. Tanaman ini punya banyak ranting yang bercabang dengan bulu-bulu halus yang menyelimutinya serta sporangium pada ujungnya dan akar serabut halus dengan fungsi perekat.

Perekatnya digunakan sebagai alat melekatkan diri pada substrat dan menyerap air juga zat hara. Paku purba termasuk tanaman sporofit atau penghasil spora, dengan hanya dua genus yang tersebar di iklim tropis dan subtropis di seluruh dunia.

2. Paku Sarang

Paku Sarang

Merasa tak asing dengan tanaman paku yang satu ini? Bagaimana tidak, Asplenium nidus atau paku sarang sangat terkenal sebagai tanaman hias. Menyukai daerah yang lembab, paku sarang tahan terhadap matahari langsung.

Sering juga ditemukan di pohon lain, tanaman paku ini tumbuh epifit pada ranting pohon besar. Meskipun hidup dengan cara menumpang pada tanaman lain atau epifit, paku sarang bukan merupakan parasit.

Ciri khas dari paku sarang adalah batangnya yang pendek tidak nyata karena menyatu dengan tulang daun dan terlindungi oleh sisik yang lebat dan halus. Serta daunnya yang tunggal dan akar yang kokoh juga berimpang, dan memiliki tajuk yang besar.

3. Paku Sejati

Paku Sejati

Tanaman paku sejati sering kali dijumpai di daerah yang lembab, dan dapat hidup di tanah, air, juga epifit pada pohon atau tanaman lain. Memiliki nama lain Pteropsida, tumbuhan ini hidup di daerah tropis dan subtropis, paku sejati yang hidup di hutan tropis punya lebih banyak varietas.

Ciri dari tanaman ini mempunyai daun sejati, akar, batang dengan ukuran yang sangat bervariasi. Ukuran daunnya terbilang besar dengan bentuk menyirip, struktur tulang daunnya bercabang dan menjadi bentuk lembaran. Cirinya yang unik terdapat pada daun muda yang akan menggulung atau circinate.

Paku sejati memiliki sporangium yang terletak di bawah permukaan daun. Gametofitnya bersifat biseksual dan uniseksual dengan ukuran yang bervariasi, serta memiliki zat klorofil.

4. Paku Tanduk Rusa

Paku Tanduk Rusa

Disebut juga Platycerium bifurcatum dalam bahasa latin, paku tanduk rusa lebih sering ditemukan sebagai tanaman hias juga ditemukan menempel pada pohon palem. Tanaman paku satu ini tergolong jenis tanaman epifit dan lebih suka tempat yang tidak terkena matahari secara langsung sebagai tempat tumbuhnya.

Dinamai tanduk rusa tak lain karena bentuk daunnya yang menjuntai keatas seperti membentuk dua tanduk yang mirip seperti tanduk rusa. Daunnya ini terdiri dari dua jenis, daun tropofil dan soporofil. Daunnya yang tersusun rapi namun saling bertumpuk terlihat sangat indah.

Walau termasuk tanaman epifit, paku tanduk rusa tidak mengganggu nutrisi tanaman yang ia tumpangi. Paku tanduk rusa juga dapat kamu manfaatkan sebagai tanaman obat lho, karena mereka mengandung zat antiinflamasi.

5. Paku Suplir

Paku Suplir

Paku suplir menjadi jenis tanaman paku-pakuan yang tak kalah populer, bahkan mungkin sering dicari. Alasan adalah karena tanaman paku suplir seringkali dijadikan tanaman hias rumahan dengan tampilannya yang cantik. Kepopulerannya membuat tanaman ini bernilai ekonomi tinggi, yang cocok untuk dijadikan peluang bisnis.

Jika kebanyakan tanaman paku memiliki bentuk daun yang memanjang, tidak dengan paku suplir. Mereka memiliki bentuk daun yang cenderung membulat namun hampir menyerupai trapesium. Warnanya yang hijau muda cerah menambah cantik penampilannya yang bisa kamu tanam dadlam pot ataupun ditanah langsung.

Paku suplir atau Adiantum capillus-veneris lebih menyukai tempat tumbuh yang tak terkena sinar matahari langsung, jadi pastikan menaruhnya di tempat teduk agar tanaman paku suplir kamu berumur panjang.

6. Semanggi

Semanggi

Semanggi atau yang memiliki nama latin Marsilea crenata termasuk kedalam kelompok paku air. Dilihat dari kelompoknya dapat dipastikan bahwa tanaman paku yang satu ini tumbuh di daerah yang punya banyak kandungan air. Semanggi memiliki batang yang mudah dipatahkan.

Batang tanaman paku air biasanya tumbuh memanjang, memiliki ukuran yang ramping dengan akar serabut yang terlihat hingga permukaan tanah. Jenis paku air adalah sekumpulan paku-pakuan dengan ukuran kecil. Tanaman ini memiliki dua jenis spora yaitu jantan dan betina atau biasa disebut hetospora, yang berfungsi sebagai alat reproduksi.

Semanggi punya beberapa manfaat sebagai tanaman obat, diantaranya untuk melancarkan saluran kencing, mengobati sariawan dan amandel, juga mengobati batuk serta sesak nafas.

7. Paku Pedang

Paku Pedang

Paku pedang atau Nephrolepis adalah tanaman paku yang dapat dengan mudah dikenali. Salah satu jenisnya yakni Nephrolepis exaltata adalah tanaman paku yang punya peran penting dalam ekosistem. Kamu pasti tak asing mendengar kata polutan, bahan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Tanaman paku pedang mampu menyerap zat polutan, paku pedang efektif menyerap karbon monoksida. Karbon monoksida biasanya dihasilkan dari pembakaran tak sempurna seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, hingga asap kebakaran hutan. Tanaman paku ini menetralkan zat polutan.

Jika kamu menanamnya dalam pot di rumah, paku pedang mampu menetralkan bau kayu atau cat yang menyengat dengan cara menyerap baunya. Tanaman ini mudah beradaptasi dengan lingkungan, dapat hidup secara epifit maupun terresterial dan memiliki rimpang menjalar yang tahan kering.

Sedangkan batangnya tumbuh menjalar diatas atau dibawah permukaan tanah. Daun tanaman ini tumbuh memanjang seperti pedang dengan tepi daun yang sedikit bergerigi. Melalui proses fotosintesis yang dilakukannya ia menyerap zat berbahaya dan mengubahnya menjadi oksigen.

Berdasarkan klasifikasinya tanaman paku dikelompokkan menjadi dua Divisio, yaitu Divisio Lycophyta dengan satu kelas Lycopsida dan Divisio Pteridophyta dengan empat kelas monofiletik yakni Psilotopsida mencakup Ophioglossales, Equisetopsida, Marattiopsida, dan Polypodiopsida.

Selain mempercantik dan menghijaukan halaman rumah, tanaman paku juga ternyata dapat menghasilkan udara yang aman untuk dihirup. Paku-pakuan dapat ditemukan di dataran rendah maupun tinggi membuktikan bahwa tanaman ini dapat hidup di segala bentuk keadaan lingkungan.

Semoga 7 jenis tumbuhan paku diatas bisa membuat kamu lebih mengenal paku-pakuan ya. Jika kamu punya informasi atau pertanyaan seputar jenis tumbuhan paku, silahkan tulis dikolom komentar ya. Baca juga artikel menarik lainnya yang selalu Bacaterus sediakan buat kamu tentunya. Terimakasih telah membaca!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *