Bacaterus / Tokek / 10 Jenis Tokek yang Bisa Kamu Jadikan Hewan Peliharaan

10 Jenis Tokek yang Bisa Kamu Jadikan Hewan Peliharaan

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Desember 2019

Hewan satu ini sangat khas karena namanya mirip dengan suara yang dikeluarkannya. Di Indonesia, tokek bukanlah hewan yang asing. Hewan ini dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Namun, selain sebagai obat, ternyata tokek juga bisa dijadikan hewan peliharaan. Tokek adalah jenis kadal unik yang terkenal dan ada lebih dari 2.000 jenis tokek yang ditemukan di seluruh dunia.

Apakah kamu tahu spesies tokek apa yang umumnya dijadikan peliharaan? Diketahui spesies tokek yang paling umum dipelihara sebagai hewan peliharaan termasuk Giant Day, Central American, white-line dan Madagaskar Ocelot. Selain keempat itu, masih banyak lagi jenis lain. Kalau kamu sedang mencari tokek untuk hewan peliharaan, berikut ini nama-nama spesies tokek yang bisa kamu pilih.

1. Giant Day

Giant Day (Copy)

Tokek Giant Day adalah spesies tokek diurnal yang berarti hewan ini aktif di siang hari dibandingkan malam hari. Spesies tokek khusus ini berasal dari Madagaskar dan dianggap sebagai spesies tokek yang kuat. Giant day memiliki warna hijau terang dan merah membuat tokek ini sangat enak untuk dilihat. Tokek raksasa hari ini diketahui bisa tumbuh hingga kira-kira 31 cm ketika disimpan di penangkaran.

Umur tokek ini bisa mencapai 30 tahun! Ini adalah salah satu dari keunikan jenis tokek ini sehingga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hewan ini dipilih sebagai hewan peliharaan. Meskipun tidak semua spesies tokek mampu memanjat kaca, tapi tokek raksasa memiliki kemampuan akrobat dan dapat dengan mudah memanjat sisi-sisi terarium kaca.

Saat tokek ini dipelihara sebagai hewan peliharaan, hewan ini lebih suka hidup dalam kesendirian atau berpasangan. Selain itu, kadal kecil ini lebih suka tinggal di terarium yang penuh dengan tanaman dan pencahayaan penuh. Perlu diingat bahwa kadal ini lebih suka tangki yang lebih tinggi dibandingkan tangki yang luas.

2. Madagaskar Ocelot

Madagaskar Ocelot (Copy)

Tokek berkepala besar adalah nama lain untuk tokek ocelot Madagaskar. Seperti yang bisa kamu tebak, ini karena spesies tokek ini memiliki kepala yang besar. Kepala besar tersebut mereka gunakan untuk menggali ke dalam pasir karena mereka sering bersembunyi di siang hari. Tokek ini adalah jenis tokek yang aktif di malam hari.

Tokek berkepala besar cukup produktif dalam berkembang biak. Betina bisa bertelur hingga tiga puluh telur dalam satu musim. Namun, jika kamu berniat untuk menjadikan hewan ini menjadi peliharaan,  kamu harus benar-benar mengambil tanggung jawab ini secara serius. Misalnya, kamu harus memberikan suplemen kalsium ketika tokek ini hamil besar dan memberikan lingkungan yang tepat.

3. Leopard

Leopard (Copy)

Pilihan yang baik untuk pemula adalah tokek leopard. Tokek ini mudah ditemukan di toko hewan peliharaan atau pertunjukan reptil. Jenis tokek ini memiliki berbagai pola dan warna, yang disebut sebagai morf yang berbeda. Satu atau dua tokek leopard bisa disimpan dalam tangki ukuran 20 galon dan tidak memerlukan pencahayaan UVB khusus.

Tokek leopard dapat dipelihara dengan mudah, tidak sering menggigit dan kalaupun mereka menggigit, gigitannya tidak sakit. Leopard memiliki ukuran yang pas untuk dipegang oleh anak-anak, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu berat. Tokek-tokek ini memiliki umur yang panjang, jadi jika anak kecil menginginkannya, bersiaplah untuk merawat hewan ini sampai mereka pergi ke perguruan tinggi.

4. Gargoyle

Gargoyle (Copy)

Tokek gargoyle adalah spesies tokek asli dari Kaledonia Baru. Spesies ini dianggap sebagai salah satu jenis tokek termudah untuk dirawat sehingga mereka direkomendasikan untuk para pemula. Tidak seperti kebanyakan tokek lain, tokek gargoyle adalah kadal yang hidup di pohon dan tumbuh subur di vivarium yang lebih tinggi.

Gargoyle bisa tumbuh hingga sampai sekitar 20 cm termasuk ekor dan hewan ini dapat hidup di mana saja dari 15 hingga 20 tahun. Tokek gargoyle membutuhkan tangki minimal ukuran 20 galon. Semakin besar tangkinya, semakin bahagia tokeknya. Spesies tokek ini dapat hidup dalam kelompok kecil dengan satu tokek jantan dan banyak betina.

Menempatkan banyak tokek gargoyle jantan dalam satu tangki tidak kondusif untuk hidup sehat karena tokek jantan akan bertarung. Spesies tokek tertentu ini lebih suka tangki yang memiliki suhu antara 25,5 hingga 27,7 derajat Celcius di siang hari dengan penurunan ke suhu 21-an di malam hari.

5. White Line

White line (Copy)

Tokek yang memiliki nama ilmiah gecko vittatus ini direkomendasikan untuk para pemula. Jenis tokek ini dikenal karena sifatnya yang tenang, kemampuan memanjatnya, dan cara hewan ini menggulung ekornya ketika terganggu. Kamu tidak bisa hanya memilihara satu ekor tokek white line atau tokek garis  karena mereka adalah kadal sosial yang membutuhkan komunitas.

Sayangnya, tokek jantan merupakan tokek yang teritorial, jadi jangan menempatkan mereka di lingkungan yang sama. Namun kabar baiknya adalah mereka lebih suka komunitas kecil sekitar dua hingga tiga tokek. Melihat hewan-hewan kecil ini berinteraksi cukup mengasyikkan.

Satu tangki cocok untuk tiga tokek yang setidaknya harus memiliki ukurn 35 galon karena masing-masingnya bisa tumbuh hingga kira-kira 28 cm panjangnya dan hewan ini bisa sangat aktif. Isi tangki dengan tanaman menyenangkan untuk memanjat dan gua untuk dijelajahi. Berikan suhu dan kelembapan tinggi.

6. Crested

Crested (Copy)

Tokek yang dikenal juga dengan nama tokek bulu mata ini mendapatkan namanya dari jambul yang menjuntai. Jambul tersebut membentang di atas mata tokek crested atau tokek jambul hingga leher dan punggung. Seperti tokek leopard, tokek crested juga bisa bahagia hidup di tangki dengan ketinggian 20 galon meskipun tangki yang lebih besar akan lebih disenangi.

Jenis tokek ini membutuhkan ruang untuk memanjat cabang dan tanaman. Hewan ini dapat diberi makan makanan komersial yang dibuat khusus untuk tokek crested. Kadal ini tak hanya makan serangga tapi juga yang lainnya. Meskipun kadal kecil ini mudah ditangani dan umumnya patuh, hewan ini cenderung gugup sehingga mereka sedikit lebih sulit untuk ditangani dibandingkan tokek leopard.

7. South American Banded

South American Banded (Copy)

Tokek South America banded adalah jenis tokek yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di lantai hutan daripada di pohon. Jenis tokek ini juga dikenal sebagai spesies nokturnal daripada spesies diurnal dan karenanya mereka umumnya mereka aktif di malam hari. Karena mereka aktif di malam hari menjadikan jenis tokek ini tidak cocok bagi pemula.

Jenis tokek ini merupakan spesies tokek yang berasal dari Guatemala di selatan menuju Kosta Rika. Hewan ini dapat tumbuh sekitar 17,8 cm panjangnya. spesies ini juga memiliki pola yang sangat cantik dan dapat membuatnya terlihat menggemaskan bagi pemula. Spesies tokek ini senang tinggal di akuarium seperti kotak sepatu plastik atau akuarium kaca yang lebih tradisional.

Meskipun reptil ini cantik dan tangguh, banyak ahli herpetologi memilih untuk tidak memelihara tokek ini karena mereka selain hanya aktif di malam hari, mereka juga tidak memiliki keterampilan memanjat dibandingkan dengan banyak spesies tokek lainnya.

8. Ekor Gemuk Afrika

Ekor Gemuk Afrika (Copy)

Jenis tokek ekor gemuk Afrika sangat mirip dengan tokek leopard. Yang membedakan adalah bahwa ekor mereka berfungsi sebagai penyimpanan lemak. Karena hal ini, tokek ekor gemuk Afrika yang sehat akan memiliki ekor yang besar dan gemuk yang ukurannya kira-kira sama dengan kepala mereka.

Perawatan tokek ekor gemuk Afrika tak beda dari tokek macan tutul. Tangki 20 galon sudah cukup, tidak diperlukan pencahayaan UVB khusus, dan makanan yang mengandung usus, jangkrik yang penuh kalsium, dan serangga lain akan cocok untuk mereka. Hewan ini juga cukup jinak tetapi mungkin perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan penanganan karena mereka dapat lebih mudah stres.

Umur tokek ekor gemuk Afrika hampir sama dengan tokek leopard. Selain itu, mereka juga tumbuh dengan ukuran yang sama dengan leopard.

9. Dune

Dune (Copy)

Tokek dune asalnya dari Israel dan Afrika Utara. Panjangnya hanya kira-kira 5-8 cm dan dikenal sebagai tokek bermata katak karena memiliki mata yang besar. Ekor mereka cukup panjang jika dibandingkan dengan tubuh mereka dan berukuran sampai 2,5 hingga 5 cm.

Anehnya, tokek ini tidak dapat memanjat permukaan yang halus, tidak seperti tokek lainnya. Hewan ini akan terlihat beristirahat di gua-gua mereka di siang hari, sedangkan di malam hari mereka sangat aktif.

10. Dust Day

Dust Day (Copy)

Umumnya, tokek ini ditemukan dalam warna bernuansa hijau kekuningan dan hijau. Tapi, mereka jarang bisa ditemukan dalam warna biru. Tokek ini ditemukan di Madagaskar Utara dan panjangnya kira-kira 15 sampai 22 cm. Tampilan tokek ini sangat menarik dengan tiga garis vertikal di punggung bawah, tubuh dengan pola tribal, dan tiga garis horizontal warna rust.

Mereka tampak seperti memakai eyeliner warna biru yang lebih terang pada mata mereka. Jenis tokek ini dapat memanjat di permukaan yang halus atau kasar. Kamu bisa memberi mereka makan nektar, serangga dan buah-buahan. Nama gold dust day berasal dari hadirnya bintik-bintik emas yang ada di lapisan kulit mereka.

Itulah 10 jenis tokek yang bisa dijadikan sebagai peliharaan. Perlu diingat memelihara tokek berbeda dengan memelihara kucing atau anjing. Hewan ini berdarah dingin jadi tentu beda perawatannya dari kucing dan anjing. Jadi pastikan kamu tahu dahulu seluk-beluk tokek yang akan kamu pelihara. Apakah kamu tertarik untuk memelihara tokek atau kucing dan anjing?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *