Bacaterus / Tips Dapur / Jenis-Jenis Thawing (Mencairkan Makanan Beku) yang Benar

Jenis-Jenis Thawing (Mencairkan Makanan Beku) yang Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Desember 2019

Membekukan makanan adalah cara yang sangat mudah untuk menyimpan dan mengawetkannya, tetapi mencairkan makanan yang sudah dibekukan itu merupakan tantangan. Makanan yang mudah rusak sebaiknya tidak pernah dicairkan di meja dapur atau di air panas, juga tidak boleh dibiarkan pada suhu kamar selama lebih dari dua jam.

Kenapa? Karena segera setelah makanan beku (seperti daging, produk unggas, dan telur), baik itu yang mentah atau pun yang sudah dimasak sebelumnya itu dicairkan, maka bakteri yang mungkin sudah ada sebelum proses pembekuan dapat berkembang biak ketika berada di udara hangat di atas 4.5°C.

Cara paling aman untuk mencairkan makanan adalah melalui empat metode ini, yaitu di lemari es, di air dingin, dan di dalam microwave. Tapi, cara thawing menggunakan air panas pun bisa jadi aman jika dilakukan dengan benar. Bacaterus telah merangkumnya untuk Anda. Berikut adalah cara terbaik dan tercepat untuk mencairkan makanan apa saja yang sebelumnya sudah dibekukan.

1. Thawing Lemari Es

* sumber: www.lifehacker.com.au

Pertama-tama ada thawing lemari es. Jadi kalau membekukan makanan itu di freezer-nya, kan, Anda tinggal menurunkannya ke bagian bawah kulkas untuk mencairkannya, simpel! Keluarkan daging, ikan, atau makanan beku yang mau Anda masak dari freezer, dan masukkan ke kulkas bagian bawah.

Lakukan ini pada malam hari jika Anda mau masak paginya. Anda bisa memasukkan makanan beku ke dalam mangkuk atau piring untuk menghindari air yang meleleh berceceran di dalam lemari es.

Metode ini memungkinkan pencairan lebih lambat, tetapi menjaga daging atau ikan tetap segar saat Anda siap memasaknya. Thawing lemari es menyelamatkan daging dari bahaya bakteri yang dapat dihancurkan dengan cara mencairkan sepenuhnya di luar lemari es. Lalu, makanan seperti daging giling, daging rebus, unggas dan makanan laut, masih tetap aman dan berkualitas baik untuk 1-2 hari sebelum dimasak.

Potongan daging merah seperti daging sapi, chop, steak, bahkan babi atau domba panggang masih tetap aman dan berkualitas baik selama 3-5 hari. Terus, makanan yang dicairkan di dalam lemari es dapat dibekukan kembali tanpa dimasak! Meskipun, mungkin ada beberapa penurunan kualitas, tapi yang penting masih aman dimakan. Ini bagus buat Anda yang plin-plan, tadinya mau masak tapi tidak jadi.

Tetapi, perlu diketahui kalau metode freezer-to-fridge membutuhkan banyak waktu. Dan, itu tergantung pada ukuran makanan, Anda mungkin harus meninggalkannya di lemari es selama 8-24 jam.

Tidak semua orang merencanakan memasak sejauh itu sebelumnya, bukan? Biasanya orang-orang lebih spontan, “Oh, saya mau masak tumisan hari ini!”, dan langsung mengeluarkan bahan-bahannya dari kulkas untuk dimasak.

Informasi tambahan:

  • Hal yang perlu Anda perhatikan lagi adalah seberapa besar makanan yang akan dicairkan. Kalkun yang sangat besar mungkin membutuhkan waktu selama 24 jam untuk bisa benar-benar cair, jadi tolong buat rencana yang matang kapan Anda akan memasak dan kira-kira kapan waktu terbaik untuk mulai mencairkan makanan bekunya.
  • Sejumlah kecil makanan beku, seperti ½ kg daging giling atau dada ayam tanpa tulang, membutuhkan sehari penuh untuk dicairkan.
  • Makanan-makanan beku akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicairkan dalam lemari es yang diatur pada 35°F daripada yang diset pada 40°F.
  • Kira-kira setengah jam hingga satu jam sebelum Anda siap untuk memasak, keluarkan dari lemari es dan diamkan untuk melepas sisa dingin.

2. Thawing Air Dingin

* sumber: thecollegiatecooker.wordpress.com

Metode ke-2 adalah thawing air dingin. Ya, air dingin, bukan air panas. Kalau orang tua zaman dulu mungkin menyarankan Anda untuk merendam daging beku di air panas biar cepat cair. Padahal itu adalah cara yang kurang tepat. Air panas mendorong bakteri untuk terbentuk.

Masukkan makanan beku ke dalam mangkuk atau piring yang cukup besar untuk menampung air yang banyak, lalu letakkan di wastafel atau di bawah air dingin yang mengalir. NO HOT WATER. Isi mangkuk hingga penuh dengan air keran dingin dan biarkan dagingnya berada di bawah permukaan air. Saat air mulai hangat, ganti dengan air dingin baru. Lanjutkan mengganti air sampai sebagian besar daging mencair.

Metode ini lebih cepat dari pencairan kulkas di atas, tapi membutuhkan lebih banyak perhatian. Makanan harus berada di dalam kemasan atau kantong plastik anti bocor. Jika kantong bocor, bakteri dari udara lingkungan sekitarnya dapat masuk ke dalam makanan. Selain itu, jaringan daging dapat menyerap air, sehingga menghasilkan makanan yang berair.

Kantong harus direndam dalam air keran dingin, ganti air setiap 30 menit agar terus mencair. Potongan kecil daging, unggas atau makanan laut ukuran 450 gr dapat mencair dalam waktu 1 jam. Untuk potongan 1.8 kg bisa memakan waktu 2-3 jam.

Kekurangan metode ini adalah, setelah dicairkan makanan harus segera dimasak. Kalau mau refreezing alias dibekukan lagi, bisa saja tapi makanannya harus dimasak dulu, baru bisa disimpan lagi di freezer.

3. Thawing Microwave

* sumber: www.thespruceeats.com

Punya microwave di rumah? Anda mungkin tahunya microwave itu buat memasak atau menghangatkan makanan saja. Padahal, kegunaan benda ini cukup banyak. Salah satunya adalah untuk thawing alias mencairkan makanan beku. Beberapa microwave memiliki pengaturan yang memungkinkan Anda untuk mencairkan daging ayam secara khusus hanya dengan menekan tombol.

Baca manual instruksi produk untuk melihat apakah microwave Anda memiliki pengaturan ini dan perhatikan aturan khusus yang berkaitan dengan jumlah ayam dan jenis potong ayam yang direkomendasikan.

Tenang saja, kalau pun Anda tidak memiliki pengaturan pencairan ayam yang diprogram, Anda masih dapat menggunakan microwave untuk mencairkannya. Atur microwave dalam mode “defrost” untuk mencairkan es dan periksa berapa menitnya, karena setiap bahan makanan akan membutuhkan waktu yang berbeda-beda.

Jangan lupa untuk membolak-balik posisi ayam di dalam microwave secara berkala, terutama jika microwave Anda tidak memiliki baki yang berputar.

Daging yang dicairkan dalam microwave harus segera dimasak. Perlu diperhatikan juga kalau daging ayam yang tipis bisa saja sekalian matang dalam proses ini, jadi ketika dimasak nanti jadi overcook. Lebih bahaya lagi kalau dagingnya jadi 1/2 matang, karena bahan makanan yang masak sebagian tidak dianjurkan untuk disimpan lama-lama.

Ini karena bakteri yang ada tidak akan hancur dan makanan tersebut mungkin telah mencapai suhu optimal bagi bakteri untuk tumbuh. Kecuali jika Anda sudah mengolah daging jadi makanan, baru bisa di-refreezing!

4. Thawing Air Panas

* sumber: www.foodnetwork.com

Ketika Anda membutuhkan daging Anda dicairkan secepat mungkin, pemikiran Anda pasti lari ke merendam daging menggunakan air panas. Thawing air panas sebenarnya tidak dianjurkan, tapi bisa ditolerir untuk bahan makanan tertentu, yaitu hanya untuk thin cut meat (daging potongan tipis, seperti daging sukiyaki).

Ada sebuah proyek penelitian yang disponsori United States Department of Agriculture yang diterbitkan pada pertengahan 2011. Penelitian itu menunjukkan bahwa Anda dapat mencairkan steak dengan ketebalan 2.5 cm dengan suhu 38°C dalam 11 menit. Sedangkan untuk daging ayam bisa dicairkan dalam waktu 8.5 menit dengan suhu 60°C.

5. Percepat Thawing dengan Cuka

* sumber: thrivemarket.com

Cara mempercepat thawing dengan cuka ini hanya bekerja pada daging, ya. Karena kandungan asam dalam cuka bisa menghancurkan tekstur daging yang lembut seperti ayam dan ikan. Teknik ini merupakan penyelamat ketika Anda mau masak makan malam tapi lupa menurunkan daging dari freezer ke kulkas bagian bawah pada pagi harinya.

Dengan menuangkan sedikit cuka, tutup/bungkus daging, lalu diamkan, akan membuat daging beku mencair lebih cepat. Selain itu, daging juga akan jadi lebih lunak! Anda bisa menggunakan cuka balsamic atau sari apel supaya sekalian menjadi bumbu, daging pun rasanya lebih enak setelah matang.

6. Langsung Masak

* sumber: www.lifehacker.com.au

Ada makanan beku yang tidak perlu dicairkan untuk dimasak, yaitu sayuran. Ya, ada sayuran beku yang dijual di pasaran, seperti buncis, jagung, wortel dan kacang polong. Anda bisa juga membekukan sayuran supaya tidak cepat busuk. Metode membekukan sayuran sangat populer di tempat-tempat yang sulit mendapatkan sayuran.

Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda dengar, sebagian besar sayuran beku tidak perlu dicairkan. Lebih baik Anda menaruhnya langsung di air mendidih. Sayuran beku biasanya dibekukan secara langsung setelah dipetik, yang berarti mereka mempertahankan sebagian besar nutrisi mereka. Proses pencairan bisa melepaskan nutrisi ini.

Lalu, bagaimana cara memasak sayuran yang beku? Proses memasak terserah Anda. NCHFP (Pusat Nasional untuk Pelestarian Makanan Rumahan) merekomendasikan untuk langsung meletakkan sayuran beku di air mendidih, atau memasaknya secara berbarengan dengan menu utama yang sedang Anda masak.

Dengan metode mana pun, sayuran beku akan mengeluarkan air dengan cepat, jadi pertimbangkan saat menambahkan air dalam masakan Anda.

7. Jangan Ditaruh di Suhu Ruangan

* sumber: www.foodnetwork.com

Aturan pertama dari thawing-thawing club adalah kita harus menghindari suhu ruangan. Membiarkan makanan beku Anda di atas meja dalam suhu ruangan untuk waktu yang lama sangatlah salah. Ini disebut “zona bahaya”, karena dalam suhu antara 40°F dan 140°F (5°C dan 60°C), dan “suhu ruangan/kamar” adalah sekitar 68° sampai 70°F (20° sampai 22°C), pertumbuhan bakteri dalam makanan meningkat.

Beberapa jam berada di suhu kamar memang akan membuat daging beku cair, tapi juga berubah menjadi lapangan bebas untuk bakteri tumbuh. Walaupun, setelah dimasak, ada kemungkinan bakteri seperti E. Coli akan hancur.

Tapi demi keselamatan bersama, lebih baik Anda menghindari pencairan pada suhu kamar. Untuk keamanan, jangan menyimpan daging pada suhu kamar selama lebih dari 2 jam. Setelah Anda mencairkan daging beku dengan suhu kamar, Anda tidak bisa membekukannya lagi kecuali jika di dalam kaldu, sup atau cairan.

Ya, itulah tadi jenis-jenis thawing atau cara mencairkan makanan beku. Nah, dari cara di atas, apakah Anda pernah mencoba salah satunya? Atau punya cara lain yang lebih efektif? Yuk, tuliskan di kolom komentar!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *