Bacaterus / Tempe / Yuk, Ketahui 10 Jenis Tempe yang Paling Enak di Indonesia

Yuk, Ketahui 10 Jenis Tempe yang Paling Enak di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Desember 2019

Selama ini, kita mungkin mengira kalau tempe hanya memiliki satu jenis saja. Ternyata, tempe yang sering kita konsumsi memiliki banyak jenis. Ada sekitar sepuluh jenis tempe yang ada di negara kita. Kesepuluh jenis tempe itu akan Bacaterus sebutkan di artikel ini. Kesepuluh tempe tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tempe Kedelai

Tempe Kedelai (Copy)

Ini adalah jenis tempe yang paling populer di telinga kita. kepopuleran jenis tempe ini rupanya juga sampai ke telinga mancanegara. Sesuai namanya, jenis tempe ini dibuat dari bahan dasar berupa kacang kedelai.

Untuk menjadi tempe kedelai yang lezat, kacang kedelai bakal difermentasikan terlebih dulu. Proses fermentasinya sendiri biasanya dilakukan dengan memberikan kapang atau jamur tempe ke dalam kedelai. bila sudah difermentasi, jenis tempe ini lantas dibungkus dengan daun pisang ataupun plastik.

2. Tempe Gembus

Tempe Gembus (Copy)

Kalau jenis tempe satu ini dibuat dari bahan ampas tahu. Sebelum menjadi tempe gembus, ampas tahu yang dipakai akan dimasak dan didinginkan terlebih dulu. Setelah itu, dicampur dengan kapang temped an difermentasikan selama beberapa jam.

Jenis tempe ini tergolong kaya dari segi gizi. Dalam tiap potongnya, tempe gembus memiliki serat, asam amino, asam linoleat, asam oleat, dan genistein. Jenis tempe ini bisa kamu temui di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

3. Tempe Kecipir

Tempe Kecipir (Copy)

Sesuai namanya, ini merupakan jenis tempe berbahan biji kecipir. Biji kecipir sendiri dipakai lantaran kandungan gizinya yang tinggi. Dalam sebutir biji kecipir, terdapat zat protein dan asam behenat yang cukup tinggi.

Cara pembuatan tempe ini tak jauh berbeda dengan pembuatan tempe pada umumnya. Biji kecipir yang sudah dicuci bersama kedelai lantas direbus selama 30 menit. Setelah itu, dikupas dan direndam air bersih selama dua hari.

Sesudahnya, campuran biji kecipir itu langsung dicuci lagi dan direbus selama dua jam, didinginkan, serta dipotong kecil-kecil. Lalu dikukus selama 30 menit, dan difrementasi selama 2 hari. Tempe kecipir pun akhirnya bisa langsung dikonsumsi.

4. Tempe Menjes

Tempe Menjes (Copy)

Di Malang, ada satu jenis tempe Indonesia yang perlu kamu ketahui. Namanya adalah tempe menjes. Menjes sendiri memiliki dua jenis, yaitu menjes kacang dan menjes gombal. Menjes kacang terbuat dari kedelai hitam atau ampas tempe.

Di beberapa tempat, menjes kacang juga dibuat dari campuran kacang tanah, kedelai, serat singkong, serta bungkil kedelai. Sementara itu, menjes gombal merupakan tempe menjes yang terbuat dari ampas tahu sisa buangan pabrik.

Semua jenis tempe menjes memiliki kandungan gizi yang kaya. Mulai dari kalori, protein, karbohidrat, hingga kalsium dan fosfor. Tempe menjes juga memiliki aroma tajam yang mampu membangkitkan selera makan.

5. Tempe Lupin

Tempe Lupin (Copy)

Masih dari Malang, ada satu jenis tempe lainnya yang perlu kamu ketahui. Tempe lupin adalah tempe tersebut. Jenis tempe ini dibuat dari lupin, sejenis kedelai yang berasal dari Australia Barat. Di negeri asalnya, lupin lazim dipakai sebagai bahan dasar pasta, roti, biscuit dan juga mi.

Tempe lupin memiliki cita rasa yang asam, serta bertekstur lengket. Seperti jenis tempe lainnya, tempe satu ini juga bisa diolah menjadi sajian apa pun. Satu di antaranya yang paling populer adalah keripik tempe lupin.

Penganan satu ini bisa kamu temui di Malang dan juga Semarang. Khusus di Semarang, kamu bisa membelinya di daerah Jaten, Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Semarang, Jawa Tengah.

6. Tempe Karet

Tempe Karet (Copy)

Bisa dibilang kalau ini adalah jenis tempe yang unik. khususnya, dari segi bahan bakunya. Bahan baku tempe ini sendiri adalah biji karet yang jarang sekali diolah dan dimanfaatkan. Meski berbahan biji karet, tekstur tempe ini tidaklah mirip sama sekali dengan karet.

Tempe ini bisa kamu tmu dengan mudah di daerah Sragen. Jenis tempe ini diyakini memiliki protein yang tinggi ketimbang jenis tempe kedelai. Daya tahannya pun juga baik, di mana tempe ini mampu bertahan selama 2 minggu lamanya.

7. Tempe Bungkil

Tempe Bungkil (Copy)

Tempe bungkil merupakan jenis tempe berbahan dasar ampas kacang tanah. Jenis tempe ini memiliki tekstur yang empuk lagi gurih. Tak seperti tempe lainnya yang dipotong kotak-kotak sebelum digoreng, tempe satu ini justru dikepal-kepalkan dahulu sebelum nantinya digoreng.

Tempe ini bisa disantap langsung sebagai camilan. atau, bisa juga menjadi lauk santap siangmu bersama sayur lodeh dan daging ayam. Seperti beberapa jenis tempe lainnya, tempe satu ini juga bisa kamu temukan di daerah Jawa Timur.

8. Tempe Lamtoro

Tempe Lamtoro (Copy)

Lamtoro alias petai Cina rupanya bisa dijadikan tempe. Tempe lamtoro adalah buktinya. Pada jenis tempe tersebut, petai Cina sebagai bahan utama bakal dihidari terlebih dahulu. Hidari merupakan proses pengasaman yang dilakukan agar petai Cina memiliki kadar air yang lebih banyak.

Setelah itu, petai Cina lantas dipanaskan selama beberapa waktu. Barulah sesudahnya petai Cina diolah sedemikian rupa hingga menjadi tempe lamtoro. Tempe lamtaro memiliki tekstur yang sedikit lebih halus dibanding tempe kedelai.

Teksturnya pun juga agak sedikit berlemak, bila dibandingkan dengan tempe kedelai. Tempe lamtoro biasa disajikan dengan cara digoreng tepung. Atau, bisa juga diolah menjadi sayur lodeh bersama sayur-sayuran dan santan kelapa.

9. Tempe Kacang Hijau

Tempe Kacang Hijau (Copy)

Kacang hijau tak hanya bisa dijadikan bubur. Jenis kacang ini juga bisa diolah menjadi tempe kacang hijau. Seperti beberapa tempe lainnya, jenis tempe ini dolah dengan cara diebus dan difermentasikan bersama ragi atau kapang.

Kandungan gizi pada tempe ini hampir setara dengan tempe kedelai. Tempe ini bisa kamu temui dengan cukup mudah di Jogjakarta. Di sana, tempe ini biasa disajikan dengan cara direbus, diorek, atau bahkan digoreng.

10. Tempe Daun Singkong

Tempe Daun Singkong (Copy)

Seperti namanya, ini merupakan jenis tempe yang dibuat dari bahan dasar daun singkong. Agar menjadi tempe yang enak, daun singkong pada tempe ini bakal diiris tipis, diratakan, dan dibiarkan meremah. Setelah itu, barulah diolah sebagaimana tempe pada umumnya.

Bila sudah jadi, tempe ini nantinya bakal dibungkus ke dalam plastik, serta disimpan ke tempat yang aman dari sinar matahari. Kelebihan utama tempe ini adalah cara pembuatannya yang tidak sesulit tempe berbahan dasar kedelai.

Dari segi gizi, ada sejumlah gizi baik yang terkandung pada jenis tempe ini. Mulai dari protein, lemak, serat kasar, vitamin A, dan vitamin C.

Ternyata, tempe di Indonesia mempunyai banyak jenis. Setidaknya ada sepuluh tempe yang ada di Indonesia, dan tersebar di beberapa daerah. Sepuluh tempe tersebut sudah Bacaterus sebutkan di atas. Semoga sepuluh tempe tersebut bisa menambah wawasanmu, terutama soal tempe yang lazim kita konsumsi.

Oh ya, di antara sepuluh tempe itu, mana yang pernah kamu cicipi? Atau, kamu punya jenis tempe yang tak sempat kami sebutkan di artikel ini? Apa pun itu, yuk cerita ke kami di kolom komentar!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *