Bacaterus / Tanaman / 10 Jenis Tanah yang Punya Peran Penting dalam Kehidupan Kita

10 Jenis Tanah yang Punya Peran Penting dalam Kehidupan Kita

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Tanah merupakan tempat seluruh manusia menjalankan aktivitasnya. Tanah yang terlihat biasa dalam pandanganmu sesungguhnya memiliki peran penting untuk setiap aspek kehidupan. Tanah juga memiliki jenis dan fungsi yang berbeda untuk setiap kehidupan manusia. Oleh karena itu mari lihat ulasan ini untuk tahu jenis tanah apa yang sering kamu jumpai tanpa kamu sadari.

1. Tanah Aluvial

Tanah Aluvial

* sumber: blog.elevenia.co.id

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang mengendap atau endapan yang biasanya terdapat di dataran rendah. Sungai dan danau merupakan daerah tempat biasanya jenis tanah aluvial terbentuk. Tanah aluvial yang terbentuk di aliran sungai dapat digolongkan sebagai tanah muda.

Tanah aluvial dikenal sebagai tanah yang cocok untuk pertanian, digunakan untuk menanam palawija atau juga untuk menanam padi. Kesuburan tanah aluvial bergantung pada tanah di bagian induk yang mengendap.  Tanahnya biasanya berwarna kelabu, lembut, dan biasanya kaya kan kandungan fosfor.

Tanah aluvial di Indonesia dapat kamu jumpai di daerah yang memiliki banyak sungai.  Daerah yang terdapat banyak tanah aluvial adalah Sungai opaknya di  Sumatera, Pulau Jawa dengan sungai Bengawan Solo, Halmahera, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan juga Papua.

2. Tanah Vulkanik

Tanah Vulkanik

* sumber: putroeintan.blogspot.com

Indonesia merupakan negara yang  berada di kawasan cincin api atau ring of fire. Posisi ini menyebabkan Indonesia rentan dengan bencana alam gunung meletus. Tetapi di sisi lain dari bencana gunung meletus itu Indonesia memiliki tanah yang subur dengan adanya lapisan tanah dari gunung berapi.

Tanah vulkanik dibagi menjadi dua tipe yaitu Regosol dan Latosol. Tipe regosol memiliki tekstur kasar dan berbutir. Selain itu tipe regosol memiliki warna kelabu hingga kuning. Tanahnya gembur dan mudah terurai, serta memiliki unsur P dan K yang sangat besar, cocok untuk tanaman palawija dan tembakau.

Tipe latosol adalah jenis tanah lempung hingga liat, bentuknya butiran hingga menggumpal dan sifatnya gembur dan mudah hancur. Tipe ini memiliki warna merah hingga kuning. Tanah tipe ini dapat kamu temukan di Sulawesi, Sumatera Barat dan utara, Jawa, Bali, dan Papua.

3. Tanah Humus

Tanah Humus

* sumber: www.99.co

Tanah humus merupakan jenis tanah yang paling subur untuk bercocok tanam. Tanah humus terbentuk dari tumbuh-tumbuhan yang lapuk dan membusuk, serta terdapat kotoran hewan di dalamnya. Tanah tipe ini dapat kamu temukan di hutan hujan tropis yang memiliki banyak pepohonan.

Tanah humus biasanya memiliki warna yang gelap seperti coklat kehitaman dan terdapat titik-titik berwarna putih. Tanah humus menjadi tanah yang subur  dikarenakan mengandung banyak  unsur hara , seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Selain itu tanah humus memiliki daya serap air yang tinggi.

Tanah humus merupakan tanah yang cocok untuk digunakan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. Tanah humus dapat kamu temukan di daerah yang memiliki banyak pepohonan, Di Indonesia sendiri tanah humus dapat kamu temukan di daerah sumatera, Kalimantan, Jawa, sebagian Sulawesi, dan Papua.

4. Tanah Organosol

Tanah Organosol

* sumber: mediaindonesia.com

Tanah organosol lebih dikenal dengan nama tanah gambut, tanah ini merupakan tanah yang terbentuk karena adanya pembusukan dari unsur-unsur organik. Tanah ini biasanya kamu temukan di daerah yang berair seperti daerah rawa.  Tanah ini memiliki sifat asam karena pembusukan terjadi di daerah berair.

Berbeda dengan humus yang juga terbentuk dari pelapukan atau pembusukan, organosol adalah jenis tanah yang kurang subur, dan minim dengan kandungan zat hara. Pada tanah gambut pembusukan bahan organik terbentuk tidak sempurna karena tergenang air, sehingga zat hara tak sebanyak pada humus.

Tanah gambut merupakan jenis tanah yang dapat kamu temukan di daerah sumatera bagian timur, daewrah pesisir barat Sumatera, Jawa, kalimantan bagian barat dan timur, dan juga di papua bagian Barat. Tanah gambut dapat kamu temukan di daerah sekitar pantai, dan daerah dengan intensitas hujan tinggi.

5. Tanah Podsolik Merah Kuning

Tanah Podsolik Merah Kuning

* sumber: Tanah%20Podsolik%20Merah%20Kuning

Tanah podsol merupakan jenis tanah yang terbentuk di daerah yang memiliki intensitas hujan yang cukup tinggi. Selain curah hujan tinggi tanah ini terbentuk karena adanya suhu yang sangat rendah. Tanah podsolik termasuk kedalam jenis tanah tua, ditandai dengan tanah yang berwarna kemerahan dan kuning.

Tanah podsolik merah kuning, merupakan tanah yang kurang subur, karena sedikit unsur hara yang terkandung di dalam tanahnya. Tanah podsolik juga tidak dapat menyerap air dengan baik.  Tetapi tanah podsolik dapat digunakan untuk bercocok tanam dengan terlebih dahulu di diberi pupuk organik.

Tanah ini dapat digunakan untuk kegiatan bersawah dan berkebun, dengan di pupuk terlebih dahulu. Kamu dapat menemukan tanah podsolik merah dan kuning di daerah seperti Sumatera, Jawa bagian barat, kalimantan, Sulawesi, dan juga Papua. Sesungguhnya tanah ini dapat kamu temukan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Tanaman untuk Taman Minimalis yang Jadi Daya Tarik Rumah

6. Tanah Laterit

Tanah Laterit

Tanah merah adalah nama yang banyak dikenal orang dari tanah jenis laterit. Tanah laterit merupakan jenis tanah yang tergolong tua. Tanah laterit merupakan tanah yang tidak subur untuk ditanami. Tanah ini hanya dapat ditumbuhi tanaman tertentu seperti, kopi, coklat, cengkeh, kelapa sawit, dan jagung.

Tumbuhan-tumbuhan di atas termasuk palawija adalah tanaman yang dapat tumbuh di tanah laterit. Tanah laterit dapat terbentuk di lingkungan yang lembab, dan dingin. Tanah laterit juga merupakan tanah yang mudah menyerap air, dan memiliki PH yang netral. Tanah jenis ini sifatnya padat dan juga kokoh.

Tanah laterit merupakan tanah yang berasal dari ordo oksisol, yaitu tipe tanah tua. Tipe tanah ini juga biasanya digunakan pada industri batu bata, gerabah, dan jadi bahan baku industri semen. Persebaran dari tanah dari jenis ini biasanya berada di daerah Lampung, Kalimantan, Jawa Barat,  dan Jawa Timur.

7. Tanah Kapur

Tanah Kapur

* sumber: www.royale.travel

Pada tanah kapur dapat dibagi menjadi dua tipe tanah kapur yaitu tipe Mediteran dan juga tipe Renzina. Tanah kapur merupakan tanah yang terbentuk karena adanya pelapukan dari batuan kapur. Jika kamu melihatnya tanah kapur memiliki warna yang lebih terang. Tanah ini juga minim akan unsur hara.

Ada satu tanaman yang dapat tumbuh di tanah kapur yaitu tanaman jati. Sehingga di tanah ini lebih cocok jika digunakan sebagai lahan perkebunan pohon jati. Unsur yang banyak terkandung dalam  tanah kapur adalah kalsium dan juga magnesium. Unsur itu akan menghasilkan kualitas jati yang bagus.

Persebaran dari tanah kapur di Indonesia dapat kamu temukan di antaranya di daerah Gunung Kidul Yogyakarta, sebagian daerah di Jawa Tengah seperti Pegunungan Kendeng, Cepu, dan juga Blora. Selain itu kamu juga dapat menemukannya di sebagian daerah Jawa Timur, NTB dan NTT, serta Maluku.

8. Tanah Pasir

Tanah Pasir

Tanah pasir merupakan jenis tanah yang memiliki bentuk butiran besar dan kasar, serta terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen. Tanah pasir merupakan jenis tanah yang mudah mengalami longsor. Hal itu dikarenakan tanah pasir  tidak memiliki kandungan air dan unsur hara, hingga strukturnya lemah.

Tanah pasir yang memiliki unsur hara yang sangat rendah sehingga tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam. Saat ini ada upaya agar tanah pasir dijadikan lahan alternatif atau cadangan agar dapat ditanami. Tanah pasir ini biasanya banyak berada di pesisir pantai seperti di Yogyakarta di Pantai Parangkusumo.

9. Tanah Litosol

Tanah Litosol

* sumber: masbidin.net

Jenis tanah litosol merupakan jenis tanah yang terbentuk karena adanya proses pelapukan pada batuan beku dari gunung berapi. Selain itu juga terbentuk dari sedimen keras  yang mengalami pelapukan dengan bantuan  mikro organisme ataupun oleh sinar matahari dan hujan yang tidak sempurna.

Bentuk struktur dari tanah ini biasanya berbatu-batu yang memperlihatkan struktur induknya. Hal itu menggolongkan tanah ini sebagai tanah yang paling muda karena pelapukannya yang belum sempurna.Tanah ini juga termasuk tanah yang tidak subur karena minim sekali unsur haranya.

Hanya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh di tanah jenis litosol, diantaranya adalah jagung, dan juga bunga Edelweis. Tanah seperti ini biasanya terdapat di daerah lereng pegunungan seperti di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Papua, dan di Maluku bagian Selatan.

10. Tanah Liat atau Lempung

Tanah Liat atau Lempung

* sumber: lawncaresimplified.typepad.com

Tanah liat merupakan jenis tanah yang terbentuk pelapukan dari kerak bumi yang unsur penyusun paling banyak adalah silikat, aluminium dan oksigen. Pelapukan dari batuan silikat oleh asam karbonat yang dihasilkan dari panas bumi dan bercampur dengan aluminium  yang menghasilkan tanah liat atau lempung.

Sifat dari tanah liat yang tidak dapat menyerap air, menyebabkan tanah liat tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam. Tetapi tanah liat dapat dimanfaatkan untuk dijadikan bahan tembikar atau pun gerabah. Tanah liat merupakan jenis tanah yang tersebar merata diseluruh daerah di Indonesia.

Tanah yang kamu pijak mungkin terlihat sama, tidak ada bedanya, tetapi sesungguhnya tanah memiliki jenis yang berbeda-beda. Pengetahuan tentang jenis tanah akan banyak membantu dalam kehidupanmu sehari-hari tanpa kamu sadari. Sayuran yang kita tanam bahkan atap yang menaungimu semua berhubungan dengan tanah.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *