Bacaterus / Susu / Yuk, Kenali Berbagai Jenis Susu yang Bagus untuk Kesehatan

Yuk, Kenali Berbagai Jenis Susu yang Bagus untuk Kesehatan

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Susu masuk dalam makanan 4 sehat 5 sempurna. Bahkan, sejak dini kita sudah diberi susu formula untuk memberi asupan nutrisi ke dalam tubuh. Selepas masa anak-anak, kita tetap mengkonsumsi susu meskipun di usia remaja, dewasa, dan lansia. Pertanyaannya, apakah susu hanya terdiri dari satu jenis saja?

Susu tersedia dalam berbagai jenis. Setiap jenis susu bisa dibedakan dari bahannya, kandungan lemak di dalamnya, sampai dengan proses pembuatannya. Jika kamu penasaran dengan jenis-jenis susu yang biasa dikonsumsi, simak informasi lengkap dari Bacaterus ini, yuk!

Jenis Susu Berdasarkan Bahan

Susu tidak tersedia begitu saja. Ada hewan maupun tumbuhan yang dapat menghasilkan susu. Nah, susu yang dihasilkan dari hewan dan tumbuhan inilah yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Berikut adalah jenis-jenis susu berdasarkan bahan-bahannya:

1. Susu Sapi

* sumber: camelmilk.com

Dari sekian banyak bahan susu, susu yang diperah dari hewan sapi lah yang paling terkenal dan banyak dikonsumsi oleh jutaan manusia di seluruh dunia. Selain rasanya lezat dan mudah diterima oleh lidah sebagian besar manusia di dunia, susu sapi juga harganya tergolong murah sehingga tak bikin kantong bolong.

Alasan lain mengapa susu sapi sangat banyak dikonsumsi adalah proses pengolahannya yang mudah. Susu ini bisa langsung diminum, diproses agar kandungan lemaknya lebih rendah, atau diproses agar lebih awet disimpan dalam suhu ruangan.

2. Susu Kedelai

* sumber: www.verywellfit.com

Jenis susu favorit lainnya adalah susu kedelai. Umumnya, orang yang memiliki alergi terhadap susu sapi bisa tetap mengkonsumsi susu pengganti, yakni susu kedelai ini. Kandungan protein susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Apalagi susu kedelai juga rendah lemak dan tidak mengandung kolesterol di dalamnya.

Di balik keunggulan yang ditawarkan susu kedelai, ternyata jenis susu ini tidak memiliki kandungan kalsium yang setara dengan susu sapi. Kandungan kalsium dalam susu kedelai masih tergolong sangat rendah.

3. Susu Kambing

* sumber: camelmilk.com

Hewan penghasil susu selain sapi adalah kambing. Kamu pasti membayangkan bahwa susu kambing ini memiliki bau yang sangat menyengat. Memang ada aroma yang cukup menyengat pada susu kambing, tapi aroma itu tidak terlalu mengganggu kok.

Susu kambing justru memiliki kandungan vitamin dan nutrisi yang sangat banyak. Meskipun kandungan lemak dan kalori di dalam susu kambing cenderung lebih tinggi dibanding susu sapi, tapi ternyata susu kambing lebih rendah gula dan tinggi kalsium, lho. Berminat untuk mencobanya?

4. Susu Almond

* sumber: healthyeating.sfgate.com

Tak hanya kedelai, ada jenis kacang-kacangan lain yang ternyata bisa diolah menjadi susu, yaitu almond. Susu almond memang sedang menjadi primadona belakangan ini. Harga susu almond pun bisa dibilang jauh lebih mahal dibanding susu sapi atau susu kedelai.

Lantas, apa sih yang membuat kamu wajib mengkonsumsi susu almond? Susu almond bisa menjadi pengganti bagi kamu yang alergi susu sapi, vegan, atau alergi laktosa. Kandungan lemak dan kalori susu almond juga tergolong lebih rendah dibanding susu sapi sehingga aman dikonsumsi oleh pelaku diet. Akan tetapi, kalsium di dalam susu almond ini terbilang sangat rendah jika dibandingkan susu sapi.

5. Susu Kerbau

* sumber: www.nirogyadairy.com

Bagi sebagian besar orang mungkin susu kerbau ini masih terdengar asing. Namun faktanya, susu kerbau bisa dikonsumsi. Hanya saja, kandungan lemak susu kerbau dua kali lipat lebih tinggi dibanding susu sapi. Akan tetapi, kandungan kalsium susu kerbau juga lebih tinggi. Belum lagi susu ini juga memiliki daya tahan yang lebih kuat dari susu sapi sehingga bisa disimpan lebih lama.

Jenis Susu Berdasarkan Kandungan Lemak

Selain dari sumbernya, susu juga bisa dibedakan jenisnya dari kandungan lemak yang ada di dalamnya. Jadi, sebagai konsumen kamu pun bisa menentukan jenis susu berdasarkan dengan kandungan lemak yang diinginkan.

  • Full Cream

* sumber: time.com

Di antara jenis susu yang dibedakan berdasarkan kandungan lemaknya, susu full cream adalah jenis yang paling banyak diminati. Susu ini mempunyai tekstur dan rasa yang jelas lebih creamy. Dalam segelas susu full cream umumnya sudah mengandung 5 gram lemak jenuh yang telah memenuhi 20% kebutuhan lemak harian.

Tak hanya tinggi lemak, susu full cream juga tergolong tinggi kalori. Satu gelas susu full cream (200ml) mengandung 150 kcal. Oleh karena itu, jika kamu sedang melakukan diet sebaiknya kamu tidak mengkonsumsi susu full cream.

  • Low Fat

Solusi bagi kamu yang sedang diet tapi tetap ingin minum susu adalah susu rendah lemak alias low fat. Kandungan lemak di dalam segelas susu low fat hanya 1% dari susu full cream. Selain itu, kalori di dalam susu rendah lemak juga termasuk rendah. Hanya saja, kandungan vitamin dalam susu low fat juga rendah jika dibandingkan susu full cream.

  • Skim

Pernah minum susu skim alias skimmed milk? Ini merupakan jenis susu yang kandung lemaknya paling rendah. Bahkan, susu ini diklaim sebagai zero fat milk lantaran kandungan lemaknya tidak lebih dari 0,15%.

Mengingat kandung lemak di dalamnya sangat rendah, maka tekstur susu skim ini sangat encer. Pada umumnya, produsen susu ini akan menambahkan zat untuk membuat tekstur susu skim jadi sedikit lebih kental.

Jenis Susu Berdasarkan Prosesnya

Tahukah kamu bahwa susu yang biasa kamu konsumsi sehari-hari telah melalui proses yang cukup panjang? Namun, apabila kamu memilih susu murni yang baru diperah, maka susu tersebut tidak perlu melalui banyak tahan pemrosesan. Untuk lebih jelasnya lagi, simak informasi jenis susu berdasarkan prosesnya ini:

  • Susu Murni

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Jenis susu yang paling menjadi favorit adalah susu murni. Susu ini berasal dari sapi perah dan tidak melalui proses apapun. Untuk membersihkan susunya biasanya produsen hanya akan melakukan penyaringan secara manual. Berkat prosesnya yang sangat minim, kandungan gizi, vitamin, dan nutrisi di dalam susu murni sangat banyak.

  • UHT

* sumber: thedairyalliance.com

Di Indonesia, susu UHT (Ultra High Temperature) umumnya dijual di dalam kotak karton. Susu yang banyak memangsa konsumen anak-anak ini diproses dalam suhu 135 derajat celcius selama 2-5 detik sehingga mikroorganisme berbahaya di dalam susu akan mati seketika.

Susu UHT memiliki masa berlaku yang sangat lama. Namun, jika kemasan susu UHT sudah dibuka, maka susu tersebut hanya layak dikonsumsi tidak lebih dari 4 hari.

  • Evaporasi

* sumber: www.myrecipes.com

Evaporasi merupakan jenis susu yang hampir sama dengan susu kental manis. Susu murni harus melalui proses pemanasan sampai kadar airnya benar-benar hilang. Hanya saja meskipun telah melalui proses pemanasan, kadar nutrisi dalam susu evaporasi tetap tidak berubah.

Sudah tahu perbedaan jenis susu yang biasa kita konsumsi sehari-hari, bukan? Ingat, susu tidak hanya bisa dibedakan dari sumbernya, tetapi kandungan lemak dan proses pembuatannya juga menentukan jenis susu. Yuk, kunjungi artikel waktu terbaik minum susu agar kamu dapat mengkonsumsi susu di waktu yang paling tepat.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar