Bacaterus / Singkong / 10 Jenis Singkong yang Banyak Dibudidayakan Petani Indonesia

10 Jenis Singkong yang Banyak Dibudidayakan Petani Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Singkong adalah salah satu tanaman pangan yang sangat populer di Indonesia. Walaupun singkong bukan berasal dari Indonesia, tetapi singkong sudah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Bahkan ada beberapa daerah di Indonesia yang menjadikan singkong sebagai makanan pokok.

Rasanya yang manis dan gurih membuat singkong cocok diolah menjadi beragam makanan, mulai dari sayuran, makanan ringan, hingga dibuat menjadi keripik. Umumnya daging singkong berwarna putih, namun berubah menjadi kuning saat dimasak. Ketika matang rasanya sedikit manis dengan tekstur lembut.

Tanaman jenis umbi-umbian yang mengandung karbohidrat ini memiliki beberapa manfaat kesehatan bagi tubuh. Beberapa di antaranya seperti baik untuk kesehatan pencernaan, mencegah kanker, mengatasi sakit kepala, hingga baik untuk kesehatan mata.

Meskipun populer, singkong ternyata memiliki beragam jenis yang belum diketahui banyak orang. Berikut adalah beberapa jenis singkong yang dibudidayakan oleh petani Indonesia.

1. Singkong Mukibat

Singkong Mukibat

* sumber: swaragunungkidul.com

Nama singkong mukibat didapatkan dari nama seorang petani yang bernama Mukibat. Pada tahun 1903-1966, singkong mukibat dibudidayakan oleh Bapak Mukibat yang berasal dari Ngadiwulih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Singkong mukibat adalah hasil okulasi dari batang bawah ubi kayu dan ubi kayu karet. Singkong ini memiliki ukuran 3-6 kali lebih tinggi dari singkong biasa. Rasa singkong mukibat cenderung pahit dan biasanya diambil kandungan patinya untuk bahan bieotanol.

2. Singkong Gajah

Singkong Gajah

* sumber: www.faunadanflora.com

Disebut sebagai singkong gajah karena singkong ini memiliki ukuran yang sangat besar. Singkong yang berasal dari Kalimantan Timur ini ditemukan oleh Profesor Ristono. Beliau adalah Guru Besar Ahli Matematika di Universitas Mulawarman. Singkong gajah banyak diminati oleh petani karena menghasilkan singkong dalam jumlah banyak.

Jika singkong pada umumnya menghasilkan berat 5-8 kilogram, berbeda dengan singkong gajah yang bisa memiliki bobot hingga 50 kilogram. Singkong ini memiliki ciri-ciri khusus, seperti daun mudanya berwarna ungu kemerahan.

Selain itu, tunas pucuk dari batang utama akan bercabang tiga saat sudah tumbuh di bulan keempat. Umumnya singkong gajah banyak digunakan untuk tepung dan industri bioetanol.

3. Singkong Manggu

Singkong Manggu

* sumber: akurat.co

Singkong manggu adalah singkong yang biasa kita temukan di pasaran dan paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Singkong ini berasal dari Jawa Barat yang bisa diolah menjadi beragam makanan, seperti gorengan, singkong rebus, tape, getuk, keripik singkong, hingga singkong bakar.

Singkong manggu memiliki daging yang gurih karena mengandung pati yang tinggi. Singkong ini paling mudah ditanam, mudah dikupas kulitnya, memiliki waktu panen yang cepat dan memiliki tekstur yang empuk. Singkong manggu biasanya berukuran diameter 4-5 cm dan satu pohonnya paling banyak hanya menghasilkan 10 kilogram.

4. Singkong Emas

Singkong Emas

* sumber: nasional.tempo.co

Meskipun namanya singkong emas, singkong ini bukan berarti memiliki warna emas. Disebut demikian karena singkong ini bisa menghasilkan keuntungan yang fantastis! Singkong ini berasal dari Bengkulu dan merupakan hasil dari perkawinan singkong Thailand dan singkong karet lokal.

Dengan masa panen yang cepat yang hanya sekitar 7 bulanan dan ditanam dalam lahan seluas 1 hektar, tanaman ini bisa menghasilkan ratusan ton singkong. Biasanya singkong emas diolah menjadi tepung, bahan jamu, minyak kompor, dan pakan ternak.

5. Singkong Putih

Singkong Putih

* sumber: pengetahuanbahanpangana.blogspot.com

Bagi kamu yang ingin membuat kolak singkong atau sup singkong, maka gunakan singkong putih sebagai bahan dasarnya. Sesuai dengan namanya, singkong ini memiliki warna daging yang putih namun bertekstur keras.

Oleh karena itu, singkong putih lebih cocok digunakan untuk beragam makanan yang dikukus atau direbus. Umumnya singkong putih menghasilkan 2-3 kilogram per batangnya dan memiliki masa panen selama 9 bulan.

6. Singkong Mentega

Singkong Mentega

* sumber: dapursarirasa.blogspot.com

Singkong mentega atau disebut singkong kuning ini memiliki warna kuning yang khas dan teksurnya yang empuk, legit, dan kenyal. Rasanya yang manis membuat singkong mentega sering diolah menjadi tape atau sekedar direbus menjadi camilan rumahan. Bahkan singkong ini disebut sebagai salah satu singkong istimewa karena rasanya yang menggugah selera.

Untuk membuat singkong kuning menjadi lebih empuk, sebaiknya diolah menjadi singkong rebus. Daging singkong akan terasa gurih jika diberi sedikit garam dan taburan gula pasir di atasnya. Singkong mentega memiliki masa panen selama 13 bulan.

7. Singkong Darul Hidayah

Singkong Darul Hidayah

* sumber: agrokomplekskita.com

Singkong darul hidayah juga sering disebut sebagai singkong raksasa karena ukurannya yang jumbo. Singkong ini bisa memiliki bobot hingga 10 kali lipat dari singkong biasa. Karena keistimewaannya tersebut, singkong darul hidayah banyak dicari orang.

Singkong jumbo ini biasanya diolah menjadi bahan baku industri, tape, combro, tepung tapioka, getuk, hingga bioetanol. Masa panen singkong ini adalah 12 bulan dan sekalinya panen bisa menghasilkan omzet hingga ratusan juta.

Tinggi tanaman singkong ini mencapai 3,65 meter dan memiliki warna batang tua yang putih dan tekstur dagingnya yang padat. Singkong ini agak peka dengan hama tungau merah dan penyakit jamur.

8. Singkong Cimanggu Super

Singkong Cimanggu Super

* sumber: www.bukalapak.com

Sesuai dengan namanya, singkong ini berasal dari daerah Cimanggu, Jawa Barat. Singkong Cimanggu super umumnya memiliki diameter batang sekitar 4-5 cm. Singkong ini memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu memiliki rasa yang manis, tekstur daging yang lembut dan renyah, tidak mengandung racun, dan memiliki kandungan pati yang tinggi.

Singkong ini memiliki masa panen selama 8-10 bulan. Singkong Cimanggu super memiliki warna kulit batang yang kecokelatan dan batang dalamnya berwarna putih kecokelatan. Singkong ini bisa diolah menjadi tepung, tape, keripik, bahan baku bioethanol, brownies, sirup, dan lain-lain.

9. Singkong Adira 1

Adira 1

* sumber: www.biotek.lipi.go.id

Adira 1 adalah jenis singkong unggulan yang sudah ada sejak tahun 1986. Warna daging singkong ini adalah kuning dan kulitnya berwarna cokelat seperti singkong pada umumnya. Singkong adira 1 mengandung kadar tepung sebanyak 45 persen.

Rasanya yang manis membuat singkong ini dapat diolah menjadi berbagai makanan. Masa panen singkong ini sekitar 7 – 10 bulan. Hal istimewa dari singkong adira 1 adalah tahan terhadap hama, seperti tungau merah dan bakteri hawar daun.

10. Singkong Adira 2

Singkong Adira 2

* sumber: www.merdeka.com

Singkong adira 2 sedikit lebih unik dari adira 1 karena singkong ini memiliki warna ungu muda pada daging bagian dalam dan kulitnya putih dan cokelat. Singkong ini banyak digunakan untuk bahan industri tepung tapioka dan memiliki rasa yang pahit.

Singkong adira 2 tidak baik dikonsumsi segar karena mengandung HCN yang tinggi. Kandungan tersebut bisa menyebabkan keracunan pada manusia maupun pada hewan. Singkong ini memiliki masa panen selama 8-12 bulan serta tahan terhadap tungau merah dan penyakit layu.

Itulah beberapa jenis singkong yang banyak ditanam di Indonesia. Semoga bahasan di atas bisa membantumu menemukan jenis singkong yang tepat, baik untuk konsumsi maupun produksi.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *