Bacaterus / Sampah / Inilah Perbedaan Jenis-Jenis Sampah yang Perlu Diketahui

Inilah Perbedaan Jenis-Jenis Sampah yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sampah itu apa sih? Memang ada jenis-jenisnya? Kalau kita melihat tempat sampah di sekitar semua tampak nggak ada bedanya. Segala sesuatu yang dibuang adalah sampah. Padahal nggak begitu adanya, sampah juga ada jenis-jenisnya.

Masih bingung membedakan jenis-jenis sampah di lingkungan kita? Yuk, kenali perbedaan jenis-jenis sampah dari penjelasan Bacaterus ini.

Jenis Sampah Berdasarkan Sumbernya

Jenis Sampah Berdasarkan Sumbernya

* sumber: en.wikipedia.org

Setiap sampah pasti ada sumbernya. Nggak mungkin tiba-tiba jadi sampah. Pasti ada proses dari mana sampah itu berasal. Menurut sumbernya jenis sampah ini dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :

  • Sampah yang berasal dari alam
  • Sampah yang berasal dari manusia
  • Sampah yang berasal dari kegiatan industri
  • Sampah yang berasal dari pertambangan
  • Sampah nuklir atau limbah radioaktif
  • Sampah konsumsi

Dari beberapa sumber di atas, yang paling sering kita hasilkan adalah sampah yang berasal dan manusia dan sampah konsumsi. Kita menghasilkan itu melalui sampah rumah tangga karena aktivitas sehari-hari.

Mungkin kita nggak sadar, tetapi kita adalah penghasil sampah rutin untuk bumi ini. Suatu kewajaran bukan kalau seharusnya kita mengetahui jenis-jenis sampah beserta prinsip pengelolaannya?

Jenis Sampah Jenis Sampah Berdasarkan Bentuknya

Selain memiliki sumber, sampah juga memiliki bentuk. Maka, sampah juga dibedakan berdasarkan bentuknya. Menurut bentuknya, jenis sampah dibagi kembali menjadi dua macam dengan perbedaan yang sangat jelas, yaitu:

  • Sampah Padat
Sampah Padat

* sumber: www.mongabay.co.id

Jenis sampah yang termasuk sampah padat berbentuk material yang dibuang manusia. Contohnya; plastik bekas, botol bekas, sampah dapur, dan sebagainya.

  • Sampah Cair
Sampah Cair

* sumber: arcom.co.id

Jenis sampah yang termasuk sampah cair adalah sampah yang berbahan cair dan nggak dibutuhkan lagi. Contohnya; sampah cair dari toilet, sampah cair bekas cucian, dan sebagainya.

Kebanyakan tempat sampah memang masih berupa satu tempat pembuangan untuk segala jenis sampah. Namun, di beberapa tempat sudah mulai tersedia tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenis-jenisnya.

Kalau kamu menemukan tempat sampah seperti ini, sebelum buang sampah kamu harus membaca petunjuk terlebih dulu. Jenis sampah apa saja yang ditampung di tempat sampah itu. Biasanya dibedakan oleh warna, dan terdapat tulisan sebagai keterangan.

Supaya kamu nggak repot, bukankah lebih baik kalau kamu memisahkan sampah berdasarkan jenis-jenis sejak dari rumah? Jadi, kamu bisa langsung membuangnya ketika sampai di tempat pembuangan sampah.

Pembagian tempat sampah itu berbeda-beda, sesuai pihak yang berwenang di daerah tersebut. Ada yang membagi menjadi 5 tempat sampah, ada juga yang 3. Umumnya, ini dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang biasa digunakan di daerah tersebut.

Jenis Sampah Berdasarkan Sifatnya

Sekarang kita akan mengerucut dengan  membahas jenis sampah yang paling sering kita buat. Sebagai manusia yang masih hidup, kita pasti membuat sampah setiap hari kan? Untuk kehidupan sehari-hari, ini yang paling penting kita ketahui karena ini yang paling dekat hubungannya dengan kita.

Kita memproduksinya setiap hari. Maka, sebagai mahluk bermoral sudah seharusnya kita mengetahui jenis sampah berdasarkan sifatnya supaya kita paham bagaimana mengelolanya. Menurut sifatnya, jenis sampah dibagi kembali menjadi dua macam, yaitu:

  • Sampah Organik
Sampah Organik

* sumber: www.agribisnismsg3.com

Sampah organik adalah barang yang dibuang pemiliknya karena nggak dipakai lagi, namun masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar. Sampah organik juga mengalami pelapukan dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan nggak berbau. Secara umum, 75% sampah yang berasal dari pemukiman adalah sampah organik.

Sampah organik juga sering disebut kompos yang berarti hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, rumput, dan sejenisnya yang proses pelapukannya dipercepat oleh manusia.

Sampah organik ada dua bentuk. Pertama, yang basah. Seperti sisa sayuran, dan buah-buahan. Kedua yang kering. Seperti kayu, kertas, ranting pohon, dan dedaunan kering. Keduanya bisa berasal dari manusia, hewan, atau tumbuhan.

  • Sampah Anorganik
Sampah Anorganik

* sumber: kerajinanprakarya.blogspot.com

Sampah anorganik merupakan kebalikan dari sampah organik. Sampah ini dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati, hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang, produk sinetik, atau sumber daya yang nggak bisa diurai oleh alam. Contoh: Botol plastik, kantong plastik, kaleng.

Memisahkan sampah berdasarkan jenis-jenisnya punya dampak yang sangat besar untuk lingkungan. Karena ini berhubungan dengan cara pengelolaannya. Dalam pengelolaannya, sampah harus dibagi berdasarkan sifatnya.

Tanpa pembagian itu, sampah akan dikelola dengan cara yang salah. Ini menyebabkan kerusakan lingkungan. Barangkali dampaknya tidak terasa langsung, makanya masih banyak orang yang kurang peduli terhadap sampah dan lingkungan. Namun, percayalah pada akhirnya kita sendiri yang akan merasakan dampaknya.

Nggak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik. Kalau sebelum hari ini, kamu masih jadi orang kurang peduli terhadap lingkungan kamu bisa memulainya dengan memahami jenis-jenis sampah.

Di beberapa tempat sudah tersedia tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan sifatnya. Meskipun sebagian besar tempat sampah di sekitar masih bercampur aduk. Pengetahuan terhadap perbedaan sampah akan sangat berguna, kamu bisa mulai memisahkan sampah dari lingkungan terkecil, yakni tempat tinggalmu sendiri.

Prinsip Pengelolaan Sampah

Prinsip Pengelolaan Sampah

* sumber: www.houstonchronicle.com

Setelah mengenal jenis-jenisnya, ada baiknya kita mengenal prinsip pengelolaan sampah. Prinsip-prinsip ini mungkin suda sering kita dengar. Biasanya dikenal dengan nama 4R, pernah dengan prinsip ini? Berikut penjabarannya:

  • Mengurangi (Reduce)

Mungkin kamu sering melihat orang yang belanja ke minimarket membawa kantong belanja sendiri? Dia sedang menjalankan prinsip ini. Dengan membawa kantong belanja sendiri, dia mengurangi sampah plastik untuk belanjaannya.

  • Menggunakan Kembali (Reuse)

Kadang-kadang, kamu membeli sesuatu yang wadahnya bisa berfungsi jika digunakan kembali. Seperti botol plastik yang kamu gunakan kembali. Atau kalau kamu cukup kreatif, kamu bisa menggunakan itu sebagai bahan untuk berkreasi. Membuat celengan, kerajinan tangan, dan lain-lain.

  • Mendaur Ulang (recycle)

Dengan mendaur ulang sampah bisa menjadi sesuatu yang berguna sehingga mengurangi penggunaan bahan baku yang baru. Hal yang paling sering kamu dengar mungkin salah satunya kertas. Kamu pasti sering dengar kertas daur ulang? Itu adalah hasil dan sampah-sampah kertas yang didaur ulang.

  • Mengganti (replace)

Mengganti berarti menggunakan bahan yang tahan lama. Ini adalah salah satu langkah meminimalisir sampah paling efektif. Misalnya, mengganti peran kantung plastik dengan keranjang belanja, mengganti sedotan plastik dengan sedotan kaca. Termasuk yang sedang nge-tren sekarang, membawa botol minum sendiri ketika membeli kopi. Kamu suka kopi? Boleh tiru cara ini!

Prinsip apa yang sering kamu pakai dalam mengelola sampah? Kamu boleh berbagi cerita di kolom komentar. Ceritamu akan menambah referensi untuk para pembaca yang juga ingin mulai mengelola sampah dengan baik.

Kamu belum bisa mengelola sampah dengan baik? Mungkin karena kamu belum tahu jenis-jenis sampah dan prinsip-prinsip pengelolaan sampah. Setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu kan? Mudah-mudahan informasi yang baru kamu ketahui dari artikel ini cukup membantumu memahami.

Jadi, apakah kamu siap mencintai lingkungan lebih baik lagi? Kamu bisa mengawalinya dengan memisahkan sampah-sampah yang hendak dibuang. Atau mungkin kamu sudah lama melakukan itu? Coba dong, bagikan pengalaman kamu di kolom komentar supaya pembaca lain mendapat wawasan baru.

Baca artikel bahaya sampah plastik ini agar kita menyadari bahayanya bagi lingkungan sekitar dan berusaha untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *