Bacaterus / Bahan Kue / Inilah Jenis-Jenis Ragi untuk Membuat Kue dan Memasak

Inilah Jenis-Jenis Ragi untuk Membuat Kue dan Memasak

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Juni 2019

Ragi adalah salah satu bahan makanan yang sering digunakan terutama untuk membuat aneka kue dan roti. Ragi bermanfaat untuk mengembangkan adonan serta membentuk aroma dan rasa selama proses fermentasi pada pembuatan roti dan kue. Selain itu, ragi juga disebutkan memiliki manfaat bagi tubuh, seperti mampu menurunkan kolesterol dan mengoptimalkan kinerja pencernaan.

Tahukah kamu kalau ragi tidak hanya tersedia untuk membuat kue dan roti saja? Ternyata ada beberapa jenis ragi turunan lainnya yang dimanfaatkan dalam memasak dan membuat minuman. Di bawah ini kami hanya akan membahas beberapa jenis ragi untuk membuat kue/roti serta untuk masakan dan makanan.

Jenis-Jenis Ragi untuk Membuat Kue/Roti

Ragi untuk membuat kue atau roti tersedia dalam beberapa macam, seperti ragi kering, ragi segar, ragi cair, dan ragi instan.

1. Ragi Kering Aktif

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/yourbestdigs/

Ini adalah jenis ragi yang perlu diaktifkan terlebih dahulu sebelum dimasukan ke dalam adonan. Caranya yaitu dengan dilarutkan ke dalam cairan hangat (air dan gula). Suhu air tidak boleh lebih dari 43 derajat Celsius karena hal itu dapat membunuh ragi itu sendiri. Kemudian ragi ditambahkan ke seluruh adonan agar berkembang.

Jenis ragi kering aktif memiliki bentuk butiran kasar dengan konsistensi yang mirip dengan tepung jagung. Ragi ini biasanya dijual dalam paket atau botol kecil. Jika tidak menemukan ragi kering aktif di toko bahan-bahan kue, membeli secara online bisa menjadi pilihan terbaik.

2. Ragi Segar

* sumber: commons.wikimedia.org

Ini adalah jenis ragi yang dijual dalam bentuk padat. Dibandingkan dengan ragi kering aktif yang mampu bertahan lama, ragi segar terbilang sangat mudah mati, sehingga harus disimpan dalam kulkas dan digunakan sesegera mungkin setelah pembelian. Jika disimpan dalam suhu ruang, ragi ini hanya bisa bertahan sekitar 2 hingga 3 hari.

Ragi yang bertekstur halus ini juga harus dilarutkan ke dalam cairan sebelum ditambahkan ke dalam adonan. Karena mudah rusak, ragi ini harus diuji dulu sebelum digunakan agar kita bisa mengetahui apakah ragi masih hidup atau belum.

Cara mengujinya adalah dengan melarutkan ragi dengan air hangat dan tambahkan sedikit gula. Jika ragi tidak mulai berbusa dalam waktu 5-10 menit, itu berarti ragi tidak aktif lagi dan tidak dapat digunakan untuk membuat kue atau roti. Karena termasuk barang lama, ragi segar sudah cukup sulit ditemukan di toko-toko bahan kue.

3. Ragi Cair

Ragi cair merupakan jenis ragi yang paling populer digunakan sebelum ditemukannya ragi segar pada awal abad ke-19. Kemungkinan jenis ragi ini sudah tidak ada di pasaran karena sudah tergantikan dengan ragi modern.

Ragi cair pada dasarnya adalah kombinasi bubur organisme ragi hidup, tepung (atau karbohidrat lainnya), dan air. Selama karbohidrat segar terus ditambahkan secara teratur, ragi juga akan terus hidup.

Ragi cair umumnya memiliki umur simpan yang lebih pendek dari ragi kering di mana sebagian besar strainnya hanya hidup maksimal tiga bulan. Ragi ini juga dapat menjadi jauh lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan dan suhu karena mereka terus bergerak dan berinteraksi dalam wadah penyimpannya.

4. Ragi Instan

Ragi instan adalah jenis ragi kering yang diperkenalkan setelah ragi kering aktif pada 1970-an. Proses pembuatan ragi ini tidak jauh berbeda dengan pembuatan ragi kering aktif, hanya saja ragi instan lebih cepat dikeringkan.

Ragi instan memiliki tekstur yang lebih halus dari ragi kering aktif dan dapat dicampur langsung ke dalam bahan-bahan kering karena ragi ini larut lebih cepat dan aktif dengan cepat.

Ragi instan adalah salah satu jenis ragi yang paling mudah ditemukan di pasaran. Bentuk ragi ini sangat stabil dan dapat disimpan dalam wadah kering dan kedap udara pada suhu kamar hingga tanggal kedaluwarsa (sebaiknya segera simpan dalam wadah kedap udara setelah kemasan ragi instan dibuka atau ragi dapat cepat mati).

Jenis-Jenis Ragi untuk Memasak

Untuk Anda yang ingin memasak menggunakan ragi, sebaiknya ketahui juga beberapa jenis ragi khusus untuk memasak yang akan kami ulas berikut ini.

1. Ragi Gizi

Ragi gizi adalah jenis ragi yang dinonaktifkan dan biasanya digunakan sebagai suplemen gizi. Mengapa ragi harus dinonaktifkan? Itu karena jika tubuh terlalu banyak menerima organisme ragi hidup maka dapat menyebabkan proliferasi (perkembang-biakan) di seluruh tubuh.

Ragi yang dinonaktifkan juga bisa lebih bermanfaat karena menjadi sumber mineral dan vitamin B12 yang baik. Ragi gizi umumnya memiliki rasa seperti kacang atau keju dan sering digunakan sebagai taburan atau bumbu untuk makanan.

Kami belum mengetahui apakah ragi gizi juga dijual di toko-toko bahan kue/makanan atau tidak. Jika tidak dapat menemukan ragi ini secara offline, cobalah untuk membelinya secara online. Pastikan ragi yang dibeli adalah ragi gizi jangan ragi bir, karena kedua jenis ragi ini terlihat sangat mirip.

Berikut adalah beberapa penggunaan ragi gizi dalam makanan:

  • Sebagai taburan roti dan popcorn.
  • Disajikan dengan tumis-tumisan (tambahkan sekitar satu atau dua sendok ragi gizi ke dalam masakan).
  • Ditambahkan ke dalam sup (tambahkan satu atau dua sendok saja dan tambahkan sedikit saja untuk sup beraroma kari).
  • Dan sebagainya.

Catatan: Proliferasi adalah fase sel saat mengalami pengulangan siklus sel tanpa hambatan (Wikipedia).

2. Ekstrak Ragi

Ekstrak ragi adalah penyedap makanan yang terbuat dari ragi yang sama yang digunakan untuk membuat roti. Bahan alami yang membentuk ekstrak ragi antara lain seperti karbohidrat, berbagai asam amino, vitamin dan mineral dan kaya akan protein berkualitas tinggi. Meskipun ekstrak ragi tidak terbuat dari bahan hewani apapun, rasanya mirip dengan kaldu daging.

Ekstrak ragi digunakan dalam banyak produk yang tersedia di supermarket. Beberapa contoh makanan yang sering dibubuhi ekstrak ragi adalah sup, berbagai hidangan daging, makanan siap saji, dan cemilan-cemilan gurih. Ekstrak ragi juga sering ditambahkan ke dalam beberapa makanan seperti kecap dan keju agar menghasilkan rasa yang gurih.

Ekstrak ragi mungkin jarang tersedia bagi konsumen di supermarket di beberapa negara, tetapi hampir digunakan secara eksklusif oleh produsen makanan untuk membumbui produk mereka.

Nah, itulah beberapa jenis-jenis ragi yang telah dan masih digunakan hingga saat ini untuk proses membuat dan membumbui makanan. Tidak semua ragi-ragi di atas dijual di toko bahan-bahan kue dan makanan, tetapi hanya tersedia secara khusus untuk penggunaan skala besar.

Jika ingin membeli beberapa ragi untuk keperluan dapur, kamu bisa membelinya secara online di Bukalapak dengan mudah. Di sana kamu bisa menemukan banyak produk ragi dari merk-merk terkenal. Tentu saja harga yang ditawarkannya pun kompetitif dan terjangkau. Siap membeli? Yuk, langsung klik link ini agar lebih mudah dalam proses pencarian barang yang diinginkan.

Jadi, di antara jenis-jenis ragi di atas, mana yang sudah pernah dipergunakan di rumah? Kemungkinan besar ragi instan adalah yang paling sering digunakan karena jenis ragi ini mudah sekali didapatkan, baik di toko-toko bahan kue maupun secara online.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar