bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Edukasi / Ini Dia Jenis-Jenis Puisi Lama dan Baru Beserta Contohnya

Ini Dia Jenis-Jenis Puisi Lama dan Baru Beserta Contohnya

Ditulis oleh Amalia Kaskita - Diperbaharui 2 April 2021

Coba disini siapa yang pernah disuruh maju kedepan kelas untuk bacain puisi? Atau ada yang pernah bikin puisi cinta untuk pasangan sendiri? Hihi. Kalian pasti mengenal puisi berawal dari pelajaran sekolah atau sumber lainnya. Namun, seberapa kenal sih, kalian dengan puisi? Apa yang dimaksud dengan puisi? Ada berapa jenis ya puisi itu?

Puisi itu abstrak karena setiap orang memaknainya dengan berbeda-beda. Seperti Sapardi, penyair terkenal  ini memaknai puisi seperti judul bukunya “bilang begini, maksudnya begitu”. Di indonesia, jenis Puisi pun dibagi menjadi Puisi Lama dan Puisi Baru.Tanpa berlama-lama lagi Bacaterus akan mengulasnya di bawah ini.

Puisi Lama

Puisi Lama adalah puisi yang terikat pada struktur dan aturan tertentu seperti mengikuti rima, jumlah baris, jumlah suku kata dan sebagainya. Puisi Lama biasanya sering diunakan dalam upacara adat. Karyanya pun dibuat secara turun menurun dan bahasanya pun terlihat kaku. Puisi Lama memiliki beberapa jenis, berikut jenisnya.

1. Mantra

Siapa yang menyangka jika mantra termasuk kedalam puisi? Yaps, Ini adalah salah satu jenis puisi lama yang menarik. Pasalnya mantra sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Mantra biasanya menggunakan majas esoferik dan metafora dan memiliki bahasa yang didalamnya terdapat sihir. Iramanya pun terdengan misterius. Mantra adalah ucapan gaib yang biasanya digunakan untuk kepentingan tertentu.

Bismillahirrahmanirrohin
Poli terpoli
Besi meluka
Besi menangkal
Coba besi merusakkan
Engkau durhaka kepada Allah
Coba engkau binasakan daging
Engkau durhaka kepada Allah
Tertutup terkunci
Tertanggal terpakai
Berkat doa “la haula walaa quwwata
Illa billahil ‘aliyyil azhiim”

2. Syair

Syair adalah jenis puisi lama yang berisi tentang suatu cerita dengan nasihat. Syair memiliki ciri yang di dalamnya terdiri atas empat baris dalam satu baris. Sajak yang dipakai adalah sajak a-a-a-a. Seperti diketahui bahwa syair berasal dari Arab.

Dengarlah para anak muda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu itu tak akan habis dieja
Untuk bekal sepanjang usia

3. Pantun

Pantun masih sering digunakan sampai saat ini baik dalam bentuk komunikasi atau upacara adat. Syair yang digunakan pantun bersajak a-b-a-b fan terdiri dari 1 abit dan 4 baris. 2 baris awal adalah sampiran dan 2 baris berikutnya adalah isi. Di dalam komunikasi, patun lebih asyik dan seru digunakan yang mana mereka harus bisa membalas secara spontan.

Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita bertemu lagi

4. Seloka

Seloka atau bisa disebut juga sebagai pantun berkait ini adalah jenis puisi dari Melayu. Disebut sebagai pantun berkait karena Seloka memiliki bait yang panjang yaitu 3 atau 4 bait. Di dalam 1 bait terdiri dari 4 baris kemudian disambung lagi dengan bait berikutnya sehingga terlihat seperti cerita berpantun. Isi Seloka biasanya berupa ejekan, sindiran atau senda gurau yang dinyatakan dalam suatu perumpamaan.

Jalan-jalan ke kota batik
Naik motor miliki si Aan
Jikalau engkau berkendara dengan baik
Supaya selamat sampai tujuan

              Naik motor milik si Aan
              Siang-siang kena panas
              Supaya selamat sampai tujuan
              Taatilah lalu lintas

Siang-siang kena panas
Pakai payung tutup kepala
Taatilah lalu lintas
Agar berkah bagi semua

5. Gurindam

Gurindam adalah puisi yang hanya terdiri dari 2 baris dalam 1 bait. Isi dari puisi ini biasanya berupa nasihat dan ajakan. Bahasa yang digunakan pun menggunakan bahasa yang tidak bertele-tele dan mudah dimengerti.

Barang siapa yang menuntut ilmu
Tidak ada manusia yang akan tertipu

6. Karmina

Tidak jauh berbeda dengan pantun, Karmina adalah puisi berbentuk pantun kilat. Disebut kilat karena isi yang ada didalamnya sangat pendek sehingga terkesan cepat. Karmina biasanya digunakan untuk menegur dengan sopan.

Dauhulu ketan sekarang ketupat
Dahulu preman sekarang uztad

7. Talibun

Talibun juga merupakan puisi yang hampir mirip dengan pantun. Isinya terdapat sampiran dan isi. Talibun memiliki baris yang panjang di antara semua puisi lainnya. Baris yang dipakai antara 6 sampai 20 baris dan harus berjumlah genap. Pola sajaknya adalah a-b-c-a-b-c, jadi setengah nya merupakan sampiran dan setengahnya lagi adalah isi.

Anak kecil belajar menari
Jatuh berulang kali baik-baik saja
Karena kamu selalu bangun
Sedih hati ini terasa
Saya melihat Anda berjalan dengannya
Bersukacitalah bergandengan tangan

Puisi Baru

Selanjutnya adalah jenis-jenis puisi baru. Puisi Baru adalah puisi yang tidak terikat dengan sturktur dan aturan. Puisi ini terlihat lebih bebas dalam menentukan jumlah baris, rima dan suku kata. Puisi ini tidak terlalu kaku karena orang-orang manasuka saat membuatnya. Ada banyak jenis puisi berdasarkan isi dan bentuk  baru dan berikut jenisnya.

Puisi Baru Berdasarkan Isi

Berdasarkan isinya, Puisi baru dibedakan menjadi tujuh jenis. Ada Hymne, Ode, Epigram, Balada, Elegi, Romansa dan Satire. Berbagai jenis ini akan memperlihatkan perbedaan cirinya masing-masing di dalam puisi. 

  • Hymne

Sebagian dari kita pasti mengetahui hymne dari lagu hymne guru atau pahlawan kita yang sudah gugur. Yaps! Karena hymne adalah puisi baru yang jenisnya berupa pujian untuk Tuhan, Dewa, Pahlawan, atau kenangan berharga yang telah gugur. Seiring berkembangnya waktu, Hymne menjadi puisi yang dinyanyikan.

Saya baru saja memanggil nama Anda.
Cinta dan kerinduan merindukan.
Anda adalah jiwa itu sendiri
Kamu adalah tubuh rohaniku.

Semua itu saya tolak
Diwujudkan sebagai keheningan.
Saya belajar dari Anda tentang kesepian
Darimu aku belajar sendiri.

Penderitaan dan kebahagiaan sekarang
Merasakan hal yang sama di hati.
Hidup adalah tentang sekarang.
Tentang datang, tentang kembali ke rumah.

Anda telah menanam pangkalan
Biarlah itu yang saya patuhi.
Kamu tidak pernah pergi
Selalu hadir dalam bentuk suci.

Tidak ada yang tidak terduga bagi saya
Dan bagi saya itu instan.
Bepergian mengasuh anak
Dan anda mengalami.

  • Ode

Ode adalah puisi berisi sanjungan atau pujian. Kata-kata yang digunakannya memiliki ciri khas yang anggun dan resmi.  Puisi berisi sanjungan ini biasanya digunakan kepada sosok yang dihormati dan telah memberi manfaat banyak.

Guruku...
Cahaya dalam kegelapanku
Pengisi semua kekosonganku
Penyejuk kelayuan hatiku
Kau sirnakan segala kebodohan
Kau terangi setiap sisi jiwa
Kau terjang segala pandang negatif
Sungguh mulia hatimu
Sungguh besar pengorbananmu
Sungguh tak ternilai keikhlasanmu
Jasamu bagai emas mulia
Tak kan terganti sampai maut menjemput
Tak kan tertutup oleh kebeurukan dunia
Guruku...
Terima kasihku dari dalam lubuk hatiku

  • Epigram

Epigram adalah puisi berisikan nilai kehidupan, berbagai petuah dan pedoman. Epigram berasal dari bahasa Yunani yaitu Epigramma yang berarti teladan, nasihat, pedoman atau ajakan untuk melakukan hal-hal baik.

Hari itu tak ada tempat berlari
Tak ada tempat bersembunyi
Tak ada memohon belas kasih
Semua sudah menyatu
Amal satu-satunya penolong
Amal satu-satunya cahaya
Merintih tiada berarti
Menyesal tiada berguna
Barulah sadar dunia yang fana

  • Balada

Balada adalah puisi yang menceritakan kisah atau cerita tertenu. Isinya mengandung plot, karakter, dan juga alur cerita. Balada terdiri dari tiga bait yang masing-masing berisikan delapan baris. Bersajak a-a-b-c, kemudian berubah menjadi a-b-c-b.

Balada Ibu yang dibunuh
W.S Rendra

Ibu musang di lindung pohon tua meliang
Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
              Bualan sabit terkait malam memberita datangnya
              Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhlah harian atas nyawa.
              Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
              Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
              Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya.
              Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.
Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
Dan bayi-bayinya bertanya akan Bunda pada angin tenggara
              Lalu satu ketika di pohon tua meliang
              Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.
Dan jalannya satu peristiwa
Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.

  • Elegi

Elegi adalah puisi yang memiliki nuansa kesedihan. Puisi ini berujuan mengungkapkan rasa kesedihan, pilu, duka cita dan rindu. Puisi ini adalah ungkapan hati seseorang seperti halnya kepergian seseorang atau penyesalannya di masa lalu.

Dalam erangan jiwa
Aku menangis mengingat-Mu
Dalam pilunya hati
Aku bersujud kepada-Mu
Dalam ratap tangisku
Aku berserah kepada-Mu
Renungi semua dosa dan khilaf
Takutku dan sesalku
Merangkai doa selalu kupanjatkan
Ya Tuhan...
Ampunilah dosaku
Ampunilah khilafku

  • Romansa

Seperti namanya, romansa dalah jenis puisi yang berisikan keindahan dengan perasaan. Puisi ini adalah bentuk dari luapan perasaan cinta dan kasih. Nuansa yang diberikan dalam puisi ini adalah kebahagiaan layaknya orang jatuh cinta.

Cinta Dalam Diam
Lorna D.A

Memandangmu dari jauh
Hanya itu yang bisa kulakukan
Berharap kau peka
Berharap kau sadar
Berharap kau mengerti perasaan ini
Meski ku tak pernah mengatakannya
Ataupun memberimu kode
Karena ku hanya lelaki sederhana
Yang berada diantara orang-orang yang menyukaimu
Apa yang akan kulakukan dengan perasaan ini??
Jawabannya adalah
Ku akan menjaganya
Meski tak ada kepastian yang meyakinkanku
Namun ku percaya
Cinta itu begitu tulus

Hanya untukmu

  • Satire

Satire adalah puisi yang isinya berupa sindiran kepada tokoh-tokoh penguasa/pejabat yang biasanya merugikan rakyatnya sendiri. Satire juga bisa disebut sebagai aksi yang bertujuan untuk menyadarkan para penguasa.

Aku Bertanya
WS Rendra

Aku bertanya...
Tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

Sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dalam kaki dewa kesenian.

Puisi Baru Berdasarkan Bentuk

Kalau yang diatas tadi adalah jenis puisi berdasarkan isi. Sekarang puisi ini dibedakan berdasarkan bentuknya. Melalu berbagai bentuknya yang berbeda-beda, puisi-puisi ini juga memiliki delapan jenis. Berikut jenisnya!

  • Distikon

Distikon adalah puisi yang terdiri dari 2 baris dalam tiap baitnya. Baitnya pun tidak memiliki patokan angka, hanya saja jika puisi itu terdiri dari 2 baris di setiap bait maka bisa dipastikan puisi itu berjenis Distikon.

Pandangilah mata ibumu
Sayu namun penuh kasih sayang
              Pandanglah mata ayahmu
              Tegas namun penuh kasih sayang
 Untukmu...mereka berjuang
Agar kelak kau sukses dunia akhirat

  • Terzina

Kemudian ada Terzina. Puisi ini memiliki bentuk sedikit berbeda dari sebelumnya. Puisi ini terdiri dari 3 baris dalam tiap-tiap baitnya. Biasanya, pada baris pertama adalah kata pengulangan yang merupakan tema di dalam puisi.

Ayah...
Tajamnya matamu menyiratkan kekuatan
Dalam mendidik kami untuk tegap
              Ayah..
              Otot tanganmu tak pernah lelah
              Membimbing kamu selalu maju ke depan
Terima kasih slalu kuucapkan
Atas semua pengorbanan dan letihmu
Semoga Tuhan selalu menjagamu

  • Quatrain

Quatrain adalah jenis puisi yang terdiri dari 4 baris dalam tiap baitnya. Bentuk puisi ini adalah bentuk yang paling umum digunakan di dalam semua jenis puisi. Seerti halnya pada pantun, yang menggunakan 4 baris pada umumnya.

Lagu Gadis Itali*
Karya: Sitor Situmorang

Buat Silviana Maccari

Kerling dana di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Jika musimmu tiba nanti
Jemputlah abang di teluk Napoli

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Sedari abang lalu pergi
Adik rindu setiap hari

Kerling danau bukit di pagi hari
Lonceng gereja bukti Itali
Andai abang tak kembali
Adik menunggu sampai mati

Batu tandus di kebun anggur
Pasir teduh di bawah nyiur
Abang lenyap hatiku hancur
Mengejar bayang di salju gugur

  • Kuint

Kemudian ada Kuint. Kuint adalah puisi yang bentuknya terdiri atas 5 baris dalam tiap baitnya. Seperti yang diketahui, baris pertama atau terakhir adalah inti pengisahan yang ada di dalam puisi tersebut. Biasanya menggunakan rima a-b-a-b-c

Mampir
Karya: Joko Pinurbo

Tadi aku mampir ke tubuhmu
tapi tubuhmu sedang sepi
dan aku tidak berani mengetuk pintunya.
Jendela di luka lambungmu masih terbuka
dan aku tidak berani melongoknya

  • Sektet

Selanjutnya, Sektet adalah puisi yang bentuknya terdiri atas 6 baris dalam tiap baitnya. Puisi enam seuntai ini merupakn puisi bentuk terzina ganda. Tidak ada ciri khusus dalam rima yang ada dalam jenis sektet ini.

Ranjang Ibu
Karya: Joko Pinurbo

Ia gemetar naik ke ranjang
Sebab menginjak ranjang serasa menginjak
Rangka tubuh ibunya yang sedang sembahyang.
Dan bila sesekali ranjang berderak atau berderit,
serasa terdengar gemeretak tulang
ibunya yang sedang terbaring sakit

  • Septime

Jika yang tadi terdiri dari 6 baris, disini ada Septime yang terdiri dari 7 baris di tiap baitnya. Septime adalah puisi tujuh seuntai yang biasanya hanya dibuat dalam satu bait saja. Septime juga dikatakan sebagai jarak nada.

Pasien
Karya: Joko Pinurbo

Seperti pasien keluar masuk rumah sakit jiwa,
Kau rajin keluar masuk telepon genggam,
melacak jejak suara tak dikenal yang mengajakmu
kencan di kuburan pada malam purnama:
Aku pakai celana merah. Lekas datang, ya.
Kutengok ranjangmu: tubuhmu sedang membeku
Menjadi telepon genggam raksasa.

  • Oktaf/stanza

Oktaf atau Stanza adalah jenis puisi yang memiliki 8 baris di dalam tiap baitnya. Oktaf sendiri diartikan sebagai puisi yang terdiri 8 larik sedangkan stanza diartikan sebagai kumpulan larik sajak yang ditentukan oleh pola, rima dan sebagainya.

Burung Hitam
Karya: W.S Rendra

Burung hitam manis dari hatiku
Betapa cekatan dan rindu sepi syahdu.
Burung hitam adalah buah pohonan.
Burung hitam di dada adalah bebungaan.
Ia minum pada kali yang disayang
Ia tidur di daunan bergoyang.
Ia bukanlah dari duka meski ia burung hitam.
Burung hitam adalah cintaku padamu hyang terpendam.

  • Soneta

Terakhir ada soneta. Soneta adalah bentuk puisi yang berbeda dari semua bentuk puisi baru. Pasalnya Soneta adalah puisi yang terdiri dari 14 baris dan terbagi menjadi 2. 2 bat pertama terdiri dari 4 baris dan 2 bait berikutnya terdiri dari 3 baris. Pola rima baris pertama sama dengan baris terakhir dan rima baris kedua sama dengan baris ketiga.

Pagi-pagi
Karya: Moh.Yamin

Teja dan cerawat masih gemilang,
Memuramkan bintang mulia raya;
Menjadi pudar padam cahaya,
Timbul tenggelam berulang-ulang.

Fajar di timur datang menjelang,
Membawa permata ke atas dunia;
Seri-berseri sepantun mulia,
Berbagai warna, bersilang-silang.

Lambatlaun serta berdandan,
Timbul matahari dengan pelahaan;
Menyinari bumi dengan keindahan.

Segala bunga harumkan pandan,
Kembang terbuka, bagus gubahan;
Dibasahi embun, titik di dahan.

Itulah jenis-jenis puisi yang ada di Indonesia. Puisi yang dibedakan menjadi 2 yaitu puisi lama dan baru ini rupa nya juga memiliki banyak pemaknaannya tersendiri. Puisi baru pun juga dibedakan berdasarkan isi dan bentuknya.

Beragamnya kekreatifitasan dan penhayatan hati setiap manusia membuat puisi ebih berkembang dan semakin unik seiring perjlanannya waktu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu, ya!

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram