Bacaterus / Buah / 8 Jenis Pepaya yang Paling Enak dan Lezat untuk Dimakan

8 Jenis Pepaya yang Paling Enak dan Lezat untuk Dimakan

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Juli 2019

Pepaya merupakan salah satu tanaman berbuah yang sering dibudidayakan di Indonesia. Kemudahannya untuk ditanam di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat tanaman ini lazim dibudidayakan di Indonesia.

Pepaya sendiri memiliki sejumlah jenis atau varietas. Beberapa di antaranya merupakan jenis pepaya yang buahnya enak, dan tanamannya sangat layak dibudidayakan. Di artikel ini, beberapa jenis pepaya tersebut akan Bacaterus bahas. Adapun jenis-jenis pepaya itu bisa disimak di bawah ini.

1. California

* sumber: www.kebumenhow.com

Ini adalah jenis pepaya yang tengah digandrungi para petani saat ini. Meskipun bernama “California”, pepaya ini justru merupakan pepaya asli Indonesia dengan nama asli Calina. Tanaman pepaya satu ini mudah sekali bertumbuh. Asalkan, media tanamnya cocok untuk pepaya ini.

Media tanamnya yang cocok untuk pepaya ini adalah tanah berhumus yang dicampur dengan sedikit pasir. Agar makin optimal, media tanam itu harus bisa mendapat sinar matahari yang cukup, dan memiliki drainase air yang baik.

Dari segi buah, pepaya California memiliki warna daging buah merah cerah. Cita rasanya pun sangat enak dan manis. Buahnya pun juga daya tahan yang bagus, di mana buah pepaya ini bisa tahan selama 5 hari, meskipun tanpa dibubuhi bahan pengawet.

Buah Pepaya California bisa dipanen tiap 8 atau 9 bulan sekali. Itu pun sangat bergantung pada kondisi pohon dan kesuburan tanahnya. Dalam tiap panennya, kamu minimal bisa mendapatkan 2 sampai 3 buah Pepaya California yang matang.

2. Carisya

* sumber: kabartani.com

Ini adalah jenis pepaya lainnya yang berasal dari Indonesia, selain California tentunya. Pepaya ini merupakan jenis yang ditemukan dan dikembangkan oleh Tim Pemulia Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika IPB.

Jenis pepaya ini mulai dipasarkan oleh Menteri Pertanian RI pada 26 Mei 2010. Jenis pepaya ini bisa bertumbuh di mana pun, baik di dataran rendah maupun tinggi. Pohon ini juga tergolong produktif, di mana pohon ini bisa berbuah di tiap empat bulan sekali.

Pepaya Carisya memiliki bentuk buah yang mini dan kulit buahnya berwarna kehijauan. Warna daging buahnya kemerahan, berongga kecil, dan memiliki tekstur yang tebal. Rasanya sangat manis dan konon kadar gulanya bisa mencapai 140 briks.

3. Bangkok

Sesuai namanya, jenis pepaya ini berasal dari Bangkok, Thailand. Pepaya ini pertama kali masuk ke Indonesia pada 1970 silam. Pepaya ini relatif cepat bertumbuh, di mana Pepaya Bangkok hanya butuh setahun saja untuk menjadi sebuah pohon.

Buah Pepaya Bangkok memiliki daging buah berwarna jingga kemerahan. Tekstur dagingnya agak keras, namun masih sangat bisa dinikmati. Rasanya? Tentu saja manis dan lezat! Semua keunggulan itu membuat jenis pepaya ini begitu diminati para petani.

Buah Pepaya Bangkok sendiri rupanya tak hanya sekadar dikonsumsi semata. Buah dari jenis pepaya ini juga bisa diolah lagi menjadi barang lain yang berguna. Salah satunya adalah menjadi bahan untuk produk kosmetik.

4. Hawaii

Dari namanya saja sudah jelas kalau ini adalah pepaya asli Kepulauan Hawaii. Letak keunikan pepaya ini ada pada bagian buahnya yang amat mini. Saking mininya, buah pepaya satu ini bisa dihabiskan oleh satu orang saja.

Karena bisa disantap seorang diri saja, kamu pun jadi tak perlu mengupas dan memotong jenis pepaya ini. Kamu hanya perlu membelahnya menjadi dua, membuang bijinya, dan menyantapnya dengan menggunakan sendok.

Pohon Pepaya ini lumayan cepat bertumbuh, di mana pada bulan keempat, pohon ini sudah memiliki bunga. Adapun waktu yang tepat memanen untuk memanen pepaya ini adalah 9 bulan semenjak bibit Pepaya Hawaii ditanam.

5. Arum Bogor

* sumber: www.slideserve.com

Selain Carisya, ada satu jenis pepaya lainnya yang merupakan hasil penelitian dari IPB. Pepaya tersebut adalah Pepaya Arum Bogor. Bentuk buah ini nyaris serupa dengan buah Pepaya Hawaii. Keserupaan itu adalah pada bentuknya yang mini dan bisa dikonsumsi sendirian.

Ini membuat Pepaya Arum Bogor sering dianggap sebagai pesaing Pepaya Hawaii. Ciri khas lainnya pada buah pepaya ini adalah warna daging buahnya yang kemerahan, rasanya yang sangat manis, dan kulit buahnya yang berwarna hijau.

Pepaya Arum Bogor sendiri bisa ditanam di dataran tinggi atau rendah; seperti halnya pepaya pada umumnya.

6. Cibinong

* sumber: www.cekmanfaat.com

Sesuai namanya, ini adalah jenis pepaya asli daerah Cibinong. Ciri khas pepaya ini adalah bentuk buahnya yang lonjong memanjang dan lancip di bagian ujungnya. Saat matang, kulit buah ini akan berwarna hijau dan bagian ujung buahnya berwarna kekuningan.

Bagian dalam buahnya berwarna merah kekuningan, dengan cita rasa yang manis sedikit segar. Pepaya ini lumayan difavoritkan penjual lantaran sifatnya yang mampu bertahan lama, terutama saat hendak diangkut. Daya tahan lama pada pepaya ini sendiri didasari dari kuli pepayanya yang lumayan keras dan kasar.

Pepaya jenis ini sangat cocok bertumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah. Agar pertumbuhannya semakin optimal, pohon pepaya ini sebaiknya ditanam di tempat yang curah hujannya cukup; sekitar 1000-2000 mm pertahun.

7. Red Lady

Meski tidak terlalu populer, jenis pepaya ini memiliki sejumlah peminatnya. Adapun kelebihan Pepaya Red Lady adalah bentuknya yang bulat; tidak seperti pepaya lainnya yang cenderung lonjong dan memanjang.

Kulitnya pun cukup berbeda dibanding pepaya lainnya, di mana Red Lady punya kuli yang lebih halus. Dari segi buah, Red Lady punya daging buah yang cita rasanya manis, bahkan lebih manis dibanding pepaya lainnya. Konon, daging buah Red Lady memiliki tingkat kemanisan hingga 13 persen.

Meski belum terlalu populer, Red Lady sangat layak ditanam dan dibudidayakan. Hal itu dikarenakan produktivitas pohon pepaya ini yang mampu menghasilkan 30 buah pepaya dalam sekali panennya.

8. Gading

* sumber: www.reportasegrobogan.com

Bisa dibilang, kalau Pepaya Gading merupakan pepaya paling unik di daftar ini. Keunikan tersebut terlihat dari warna kulitnya yang berwarna  jingga saat matang. Ini berbeda dengan pepaya-pepaya lainnya yang justru berwarna kehijauan saat sudah matang. Kulit Pepaya Gading memiliki tekstur yang keras. Ini membuatnya tahan lama dan tidak hancur saat dibawa atau terkena goncangan.

Saat masih mentah, buah Pepaya Gading akan memiliki banyak getah. Walaupun demikian kamu jangan khawatir karena getah tersebut akan menghilang bila buahnya sudah matang sempurna. Pepaya Gading sangat cocok ditanam di pekarangan atau diperkebunan.

Pepaya merupakan tanaman buah yang tergolong lazim ditanam. Kemudahan untuk bertumbuh di negara tropis seperti Indonesia adalah alasannya. Pepaya sendiri memiliki sejumlah jenis. Delapan di antaranya sudah disebutkan di atas.

Delapan jenis pepaya di atas merupakan jenis-jenis pepaya yang buahnya enak disantap, berkualitas, dan pohonnya layak dibudidayakan. Semoga informasi tentang delapan jenis pepaya tersebut bermanfaat untuk kamu sekalian.

Jika ingin membuat manisan dari buah ini, cek artikel cara membuat manisan pepaya, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar