Bacaterus / Sastra / Ingin Belajar Membuat Cerita? Pahami 9 Jenis Paragraf Ini

Ingin Belajar Membuat Cerita? Pahami 9 Jenis Paragraf Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Paragraf merupakan rangkaian kalimat yang memiliki gagasan utama. Paragraf dibuat bertujuan untuk mengekspresikan gagasan yang ingin disampaikan. Pada kalimat utama berisi masalah atau kesimpulan dibuatnya sebuah paragraph. Ada pula kalimat penjelas yang merupakan isi masalah dari kalimat utama.

Paragraf

* sumber: www.kelaspintar.id

Dilihat dari teorinya, paragraf memiliki beberapa jenis yang perlu kamu ketahui untuk membuat sebuah cerita yang baik dan benar. Terdapat dua jenis paragraf, yaitu paragraf berdasarkan bentuk, dan paragraf berdasarkan fungsinya. Ingin tahu lebih jelasnya? Simak penjelasan dalam artikel ini ya!

Paragraf Berdasarkan Bentuk

Paragraf Berdasarkan Bentuk

* sumber: www.irishtimes.com

Jenis paragraf bisa dilihat dari bentuknya. Jika kamu memahami jenis paragraf, maka akan dengan mudah menebak jenis paragraf apa yang kamu baca. Berikut ini jenis-jenis paragraf jika dilihat dari bentuknya.

1. Paragraf Induktif

Paragraf Induktif merupakan sebuah paragraf dimana kalimat utamanya diletakkan pada bagian akhir paragraf. Diawali dengan kalimat yang khusus, kemudian dilanjutkan ke penjelasan, dan ditutup dengan kalimat umum. Gagasan utama diletakkan pada bagian akhir dengan tujuan untuk menyimpulkan inti dari kalimat penjelas.

Berikut ini ciri-ciri dari Paragraf Induktif :

  • Kalimat utama terletak pada akhir paragraf, dan menjadi kesimpulan dari sebuah paragraf.
  • Kalimat penjelas lebih dulu dituliskan sebelum kalimat utama secara rinci yang menyambung dengan pernyataan pada akhir kalimat.
  • Pola kalimat pada Paragraf Induktif berbentuk khusus-khusus-umum.

2. Paragraf Deduktif

Paragraf Deduktif merupakan paragraf yang berisikan pemaparan bersifat umum pada awal kalimat, kemudian masuk ke bagian yang semakin memperjelas dati kalimat umum, lalu di akhir ditambahkan kalimat khusus. Dapat dikatakan Paragraf Deduktif memiliki sifat deduksi, yaitu penjelasannya dikembangkan dari umum ke khusus.

Berikut ini ciri-ciri dari Paragraf Deduktif :

  • Gagasan utama diletakkan pada bagian awal paragraf.
  • Kalimat utama dibuat lebih rinci dengan kalimat penjelas.
  • Pola kalimat pada Paragraf Deduktif berbentuk umum-khusus-khusus.

3. Paragraf Campuran

Paragraf Campuran merupakan penggabungan antara deduktif dan induktif. Paragraf Campuran mengandung kalimat umum pada bagian awal dan akhir paragraf. Di awal paragraf, kalimat yang digunakan adalah kalimat umum, kemudian disambung dengan kalimat khusus, dan diakhiri dengan kalimat utama.

Berikut ini ciri-ciri Paragraf Campuran :

  • Gagasan utama diletakkan pada bagian awal dan akhir paragraf.
  • Pola Paragraf Campuran adalah umum-khusus-umum.

4. Paragraf Ineratif

Selain Paragraf Campuran, ada juga Paragraf Ineratif yang merupakan kebalikan dari Paragraf Campuran. Pada paragraf ini, kalimat umum diletakkan pada bagian tengah. Jadi polanya, diawali oleh kalimat penjelas, kemudian dilanjutkan oleh kalimat utama atau kalimat umum, dan pada akhir kalimat menggunakan kalimat penjelas kembali.

Berikut ini ciri-ciri Paragraf Ineratif :

  • Gagasan utama diletakkan pada bagian tengah paragraf.
  • Pola Paragraf Ineratif adalah khusus-umum-khusus.

Baca juga: Sering Diabaikan, Inilah Susunan Makalah yang Baik dan Benar

Paragraf Berdasarkan Fungsinya

Paragraf Berdasarkan Fungsinya

* sumber: www.pexels.com

Penjelasan selanjutnya tentang Paragraf Berdasarkan Fungsinya. Karena setiap paragraf memiliki tujuannya masing-masing untuk ditulis, maka penjelasan yang satu ini perlu kamu ketahui agar tidak salah ketika menuliskan sebuah cerita. Simak penjelasan apa saja jenis paragraf jika dikategorikan berdasarkan fungsinya berikut ini.

1. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskripsi merupakan paragraf yang dibuat untuk menggambarkan sebuah objek secara terperinci. Tujuan dari Paragraf Deskripsi adalah supaya pembaca bisa merasakan, melihat, dan mendengar sendiri apa yang diceritakan. Biasanya objek yang digunakan dalam paragraf deskripsi berupa tempat, benda, atau orang.

Penulisan Paragraf Deskripsi diperlukan kemampuan bercerita melalui tulisan. Alurnya rapi, dan menjelaskan secara detil setiap kejadian atau ciri-ciri dari sesuatu yang diceritakan. Jika pembaca berhasil terbawa suasana ketika membacanya, maka kamu telah berhasil menuliskan Paragraf Deskrimsi dengan sangat baik.

2. Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi merupakan paragraf yang berisikan tentang pemaparan fakta, informasi, dan pengetahuan. Paragraf Eksposisi lebih bersifat ilmiah dan tujuannya untuk mengedukasi pembaca dengan informasi yang detil. Pembuatan Paragraf Eksposisi lebih baik jika dilengkapi dengan data berupa tabel, grafik, dan penelitian ilmiah.

Paragraf Eksposisi dibagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya :

  • Paragraf Eksposisi Definisi : berisi penjelasan informasi yang difokuskan terhadap karakteristik dari isi topik.
  • Paragraf Eksposisi Ilustrasi : berisi gambaran sederhana dari suatu ide atau ilustrasi yang dikembangkan menjadi sebuah paragraf.
  • Paragraf Eksposisi Berita : berisi berita mengenai sebuah kejadian, contohnya paragraf dalam Koran, surat kabar, atau media online.
  • Paragraf Eksposisi Proses : berisi penjelasan tentang langkah atau tahapan dalam proses pembuatan, penggunaan, atau cara tertentu dengan metode yang jelas.
  • Paragraf Eksposisi Klasifikasi : paragraf yang berisikan kelompok serta kategori-kategori.
  • Paragraf Eksposisi Perbandingan : berisi ide atau topik yang diterangkan dalam kalimat utama, dan dibandingkan dengan hal lain yang berkorelasi.
  • Paragraf Eksposisi Analisis : berisi masalah yang terdapat pada gagasan utama, kemudian dikembangkan secara beruntun.
  • Paragraf Eksposisi Pertentangan : berisi pertentangan antara suatu hal.

3. Paragraf Persuasi

Paragraf Persuasi merupakan paragraf yang dibuat untuk mempengaruhi pemaca untuk melakukan sesuatu. Isi dari Paragraf Persuasi berasal dari pikiran manusia yang setiap kalimatnya dapat menimbulkan kepercayaan pembaca dengan fakta yang akurat, dan tetap menghindari konflik dalam setiap penulisannya.

Paragraf Persuasi biasanya digunakan untuk kampanye, mempromosikan sesuatu, ajakan untuk melakukan sesuatu, dan umumnya menggunakan kata-kata ajakan seperti “Yuk”, “Ayo”, atau “Mari”. Penggunaan kalimat pada Paragraf Persuasi harus sekreatif dan semenarik mungkin agar pembaca mudah tercuri perhatiannya untuk membaca atau melakukan sesuatu.

4. Paragraf Argumentasi

Paragraf Argumentasi merupakan paragraf yang dibuat untuk menyuarakan pendapat atau opini dari penilis. Paragraf ini berisikan fakta dan isu yang di dalamnya memiliki permasalahan sehingga menimbulkan keresahan bagi penulis. Selanjutnya penulis akan menyuarakan opini pribadi yang diakhiri dengan kesimpulan dari paragraf yang dibuat.

Paragraf Argumentasi tidak bisa dibuat secara sembarangan. Karena dalam setiap opini dan pendapat harus berdasarkan fakta yang ada. Tidak mengambang agar tidak terkesan asal-asalan. Paragraf ini dibagi menjadi 3 jenis, di antaranya :

  • Paragraf Argumentasi Pola Generalisasi : berisi penalaran dengan cara mengumpulkan data-data, kemudian dibuat sebuah kesimpulan.
  • Paragraf Argumentasi Pola Sebab Akibat : berisi menyuarakan fakta yang menjadi sebab, kemudian dibuat sebuah kesimpulan yang menjadi akibat.
  • Paragraf Argumentasi Pola Analogi : berisi penalaran dan membandingkan dengan hal lain yang masih dalam satu korelasi.

5. Paragraf Narasi

Paragraf Narasi merupakan paragraf yang berisi cerita tentang suatu kejadian secara berurutan. Di dalamnya terdapat kronologis, sudut pandang, alur cerita, tokoh, serta konflik. Paragraf Narasi bersifat naratif dimana setiap kalimat disusun secara runtun, dan mampu membuat pembaca dapat membayangkan setiap kejadian yang diceritakan.

Paragraf Narasi paling umum ditemukan dalam novel, cerpen, dan prosa bebas lainnya. Baik itu cerita fiksi atau nonfiksi seperti biografi, sejarah, dan kisah nyata, semua menggunakan Paragraf Narasi. Paragraf Narasi terdiri dari 2 jenis, diantaranya :

  • Paragraf Narasi Sugestif : menceritakan khayalan atau imajinasi penulis yang terasa seperti nyata bagi pembaca.
  • Paragraf Narasi Ekspositoris : menceritakan suatu kejadian nyata yang disajikan dengan cara yang informatif.

Demikian informasi tentang jenis-jenis paragraf yang perlu kamu ketahui sebelum menulis sebuah cerita. Dengan memahami jenis paragraf, akan memudahkanmu untuk membuat plot cerita, pembukaan, hingga penutup. Jadi, menulis cerita akan terasa lebih menyenangkan! Cerita apa yang akan kamu buat selanjutnya?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *