Bacaterus / Sastra / Tertarik dengan Sastra? Ini Jenis Majas yang Perlu Kamu Tahu

Tertarik dengan Sastra? Ini Jenis Majas yang Perlu Kamu Tahu

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di dunia sastra atau bahasa, kita mengenal istilah majas. Pembahasan tentang majas juga banyak dibahas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain, atau dalam bentuk kiasan.

Beberapa ahli juga memiliki pendapat berbeda mengenai pengertian majas. Namun secara umum majas bisa diartikan sebagai gaya bahasa yang bersifat kiasan yang dapat menimbulkan efek, karakteristik, serta makna tertentu pada sebuah karya sastra. Penggunaan majas dapat menjadikan sebuah karya sastra akan lebih indah dari segi diksi-nya.

Majas

* sumber: initu.id

Ada beberapa majas yang bisa kamu gunakan ketika kamu menulis sebuah karya sastra. Berikut beberapa jenis majas beserta pengertiannya yang perlu kamu ketahui.

Majas Perbandingan

Majas Perbandingan

* sumber: tempo-institute.org

Majas perbandingan merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan atau menyandingkan satu objek dengan objek lainnya dengan cara menyamakan, mengganti, atau melebihkan. Majas perbandingan terbagi ke dalam beberapa jenis berikut.

  • Majas Personifikasi

Majas personifikasi ialah majas yang menggambarkan benda-benda mati yang seolah hidup dan memiliki sifat seperti manusia. Contoh kalimat yang menggunakan majas personifikasi misalnya “Pohon kelapa itu melambai dan menari indah menyambut kedatanganku ke pantai ini”.

Dalam kalimat ini, pohon kelapa yang merupakan benda mati digambarkan seperti manusia yang bisa melambai dan menari.

  • Majas Hiperbola

Majas hiperbola ialah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan kalimat yang terkesan berlebihan dan dramatis hingga terkesan tidak mungkin. Contoh kalimat dari majas hiperbola misalnya “Kabar duka itu membuatnya menangis hingga air matanya membanjiri seisi ruangan”.

  • Majas Metafora

Majas metafora merupakan majas yang menggunakan objek dengan sifat yang sama untuk mengungkapkan pesan yang ingin disampaikan dalam makna kiasan. Contoh kalimat dari majas ini misalnya “Kepintarannya membuat ia menjadi anak emas keluarganya”. Anak emas disini mengacu pada anak kesayangan, bukan anak emas dalam artian sebenarnya.

  • Majas Simile / Asosiasi

Majas simile atau majas asosiasi merupakan majas yang menyandingkan dua objek berbeda yang dianggap sama. Ciri-ciri majas ini ialah menggunakan konjungsi seperti, bagaikan, atau laksana. Contoh kalimatnya ialah “ wajah Andi dan adiknya bagaikan pinang dibelah dua” atau “kehidupanku dan kehidupannya laksana bumi dan langit”.

  • Majas Eufemisme

Majas eufemisme merupakan majas yang mengganti kata-kata yang kurang etis dengan kata-kata lain yang lebih sopan dan halus. Contoh kalimat dari majas eufemisme misalnya “Ia merupakan anak yang sering ketinggalan dalam pelajaran di kelasnya”. Kata “ketinggalan” disini dimaksudkan untuk mengganti kata “bodoh” agar terdengar lebih halus.

  • Majas Simbolik

Majas simbolik merupakan majas yang mengumpamakan manusia dengan sifat mahluk hidup lainnya dalam bentuk kiasan atau ungkapan. Contoh kalimat dari majas ini adalah “Keteguhan tekad lelaki itu bagaikan tegarnya karang di lautan”.

Majas Pertentangan

Majas Pertentangan

* sumber: sumut.idntimes.com

Majas pertentangan adalah majas-majas yang menggunakan kata-kata kiasan yang memiliki arti berlawanan dengan maksud dari kalimat yang ditulis. Majas pertentangan terdiri dari beberapa majas seperti berikut.

  • Majas Paradoks

Majas paradoks merupakan majas yang mengungkapkan sebuah situasi dengan kata-kata yang memiliki sifat-sifat berlawanan. Contoh kalimat dari majas paradoks misalnya “gadis itu merasa kesepian ditengah keramaian pesta”. Kata “kesepian” dan “keramaian” dalam kalimat tersebut merupakan dua kata sifat yang berlawanan.

  • Majas Litotes

Majas litotes merupakan majas yang melebih-lebihkan seperti halnya majas hiperbola, hanya saja dalam majas litotes kalimat perumpamaannya dipersempit dengan maksud untuk merendahkan diri. Contoh kalimat majas ini misalnya “marilah mampir sebentar ke gubuk saya”. Kata “gubuk” tersebut merujuk pada arti rumah namun dalam makna merendah.

  • Majas Antitesis

Majas antitesis merupakan majas yang memadukan satu pasang kata yang memiliki arti berlawanan. Contoh kalimat dari majas antitesis adalah “seluruh warga baik tua muda berkumpul di acara itu”. Tua dan muda dalam kalimat tersebut merupakan dua kata yang memiliki arti berlawanan.

Baca juga: Mau Tahu Ciri-Ciri Puisi? Kita Bahas Lengkap di Sini!

Majas Sindiran

Majas Sindiran

* sumber: writingcooperative.com

Majas sindiran merupakan majas yang menggunakan kata-kata sindiran untuk menyindir seseorang. perilaku, atau kondisi tertentu. Majas sindiran terbagi kedalam beberapa majas seperti berikut.

  • Majas Ironi

Majas ironi ialah majas berupa kalimat sindiran halus yang dengan menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta atau kondisi yang sebenarnya. Contoh kalimat dari majas ini misalnya “pagi sekali datangmu, padahal makan siang sebentar lagi sudah siap”. Istilah :pagi sekali” dalam kalimat tersebut merujuk pada waktu yang justru sebenarnya sudah sangat siang.

  • Majas Sinisme

Majas sinisme merupakan majas yang menggunakan kalimat sindiran dengan menggunakan kalimat-kalimat yang lebih kasar. Contoh kalimat dari majas sinisme misalnya “Suaranya indah sekali seperti tikus kejepit yang mengganggu telingaku”. Kata “tikus kejepit” dalam kalimat tersebut merujuk pada makna bahwa suaranya terdengar sangat jelek.

  • Majas Sarkasme

Majas sarkasme merupakan majas yang menggunakan kata-kata yang sangat kasar sehingga cenderung menyakiti perasaan orang yang mendengarnya. Contoh kalimat dari majas ini adalah “Pergilah yang jauh! Kehadiranmu disini hanya menjadi sampah masyarakat yang menggangu!”.

Majas Penegasan

Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan majas yang menggunakan gaya bahasa yang bertujuan untuk membuat pembaca atau pendengar menyetujui apa yang dikatakan. Majas penegasan terdiri dari beberapa majas seperti berikut.

  • Majas Pleonasme

Majas pleonasme merupakan majas yang menggunakan kata-kata yang memiliki makna sama untuk memberi penegasan pada sebuah pernyataan. Contoh kalimat dari majas ini misalnya “majulan kedepan supaya semua orang melihatmu” Kata “kedepan” merupakan penegasan dari kata “maju”, karena sebenarnya maju memanglah ke arah depan.

  • Majas Repetisi

Majas repetisi merupakan majas yang menggunakan atau mengulang kata-kata yang sama dalam satu kalimat untuk menegaskan atau memberi tekanan lebih pada suatu pernyataan. Contoh kalimat dari majas ini misalnya “Dia pelakunya, dialah orangnya, dia yang membuat semuanya seperti ini”.

  • Majas Klimaks

Majas klimaks merupakan majas yang menggunakan kata-kata yang diurutkan dari gagasan yang paling rendah hingga ke yang paling tinggi. Contoh majas ini misalnya “ Mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga para lanjut usia semuanya berkumpul di tempat ini”.

  • Majas Antiklimaks

Majas antiklimaks merupakan kebalikan dari majas klimaks. Dalam majas ini, pengurutan gagasan yang digunakan diurutkan dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah. Contoh kalimatnya adalah “jangankan satu juta rupiah, seratus ribu, sepuluh ribu, hingga seribu perak pun saya tak punya”.

Itulah beberapa jenis majas yang bisa kamu gunakan dalam tulisan atau karya sastramu untuk menciptakan hasil karya yang lebih indah untuk dibaca. Semoga informasi mengenai jenis-jenis majas tadi bisa membuatmu semakin semangat untuk menulis ya! Sebagai latihan, kamu juga bisa berlatih menulis kalimat dengan salah satu majas tadi di kolom komentar!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *