Bacaterus / Sampah / 4 Jenis Limbah Berbahaya di Sekitar Kita dan Karakteristiknya

4 Jenis Limbah Berbahaya di Sekitar Kita dan Karakteristiknya

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berbicara mengenai limbah, tentu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Meskipun begitu beberapa orang bahkan tampak bersemangat menghabiskan waktu untuk berkampanye menggalakkan kepedulian terhadap lingkungan terkait limbah. Apa yang sebenarnya melatarbelakangi hal tersebut?

Nah, biar lebih jelas mengenai dampak dari keberadaan limbah serta cara penanganannya. Kamu pun harus tahu karakteristik limbah yang ada di sekitarmu agar lingkunganmu tidak tercemar semakin parah.

Sebagai manusia kita memang akrab dengan berbagai macam limbah. Hanya saja apakah kita tahu bahwa limbah memiliki banyak jenis? Nah, kali ini Bacaterus akan membahas sedikit mengenai jenis-jenis limbah berbahaya dan karakteristik yang harus kamu tahu. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.

Bahaya Limbah dan Sampah Bagi Lingkungan

Bahaya Limbah dan Sampah Bagi Lingkungan

Telinga kita tentu sudah akrab atau bahkan sering berhubungan dengan yang namanya limbah. Mengenai limbah sendiri pemerintah bahkan telah mengeluarkan peraturan yang terkait keberadaannya. Bila meninjau peraturan pemerintah nomor 101 tahun 2014. Limbah sendiri disebutkan sebagai sisa suatu kegiatan atau usaha.

Sementara menurut KBBI, limbah mengandung pengertian sebagai benda yang tidak memiliki nilai ekonomis atau dapat disebut juga sebagai sisa dari proses produksi dari suatu industri atau usaha.

Limbah sendiri memang sering dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat merusak, atau dapat mengganggu ekosistem lingkungan. Sehingga  keberadaan limbah tidak bisa dipungkiri kerap menjadi momok yang menakutkan  oleh sebagian orang. Karena dianggap bahaya dan dapat mengancam keberlangsungan makhluk hidup seperti manusia, tumbuhan atau hewan ternak.

Jenis limbah berbahaya ini biasanya dihasilkan dari sisa-sisa produksi yang melibatkan zat-zat kimia yang berbahaya dalam prosesnya. Hal inilah yang pada akhirnya membuat sebagian besar masyarakat khawatir karena mungkin bisa berdampak buruk bagi lingkungan sekitar bila penanganan limbah tidak ditangani dengan serius.

Sumber Limbah dan Sampah

Sumber Limbah dan Sampah

Nah, berdasarkan sumbernya sendiri limbah terdiri dari limbah domestik, yaitu limbah yang berasal dari aktivitas pemukiman masyarakat dan limbah non-domestik, yaitu limbah yang bukan berasal dari pemukiman warga seperti limbah industri, limbah pertanian, dan limbah pertambangan.

Meskipun telah dijelaskan dalam PP no 18 tahun 1999, namun masih banyak pula orang yang keliru membedakan antar sampah dan limbah. Bila melihat dari peraturan pemerintah mengenai sampah dan limbah. Sampah sendiri memiliki pengertian sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang  berbentuk padat.

Berbeda dengan limbah yang hampir sebagian besar tidak bisa didaur ulang kecuali oleh negara-negara maju yang memiliki teknologi canggih untuk dijadikan sebagai sumber daya alam hasil daur ulang.

Sampah sendiri terkadang dimanfaatkan oleh sebagian orang melalui ide kreatif sehingga menghasilkan sebuah produk daur ulang atau karya yang memiliki nilai jual serta fungsi bagi kehidupan masyarakat.

Hal itu memang sangat membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah dan sampah. Namun pada dasarnya keduanya memang sama-sama berbahaya bila tidak dikendalikan dengan baik.

Limbah Berdasarkan Karakteristik

Limbah Berdasarkan Karakteristik

Keberadaan limbah memang bisa mengancam keselamatan makhluk hidup bila dibiarkan terus menerus tanpa adanya kontrol pemerintah, aktivis lingkungan serta peran serta lapisan masyarakat. Nah, oleh karena itu masyarakat sendiri perlu mengetahui beberapa jenis limbah berdasarkan karakteristik limbah itu sendiri.

Hal tersebut memang diperlukan sebagai cara untuk mendeteksi keberadaan limbah di lingkungan sekitar. Terlebih jika limbah yang dihasilkan tersebut merupakan B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun yang biasanya dihasilkan dari proses industri. Jenis limbah bila dilihat dari karakteristik dan bentuknya dibagi menjadi empat diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Limbah Padat

Limbah Padat

Jenis limbah ini memang sangat mudah untuk ditemukan. Limbah padat sendiri merupakan sisa hasil dari proses industri yang berbentuk padat, gumpalan atau bubur. Limbah ini biasanya sisa hasil dari kegiatan industri maupun limbah domestik.

Meskipun berbentuk padat, namun keberadaan limbah yang satu ini memang dapat mengganggu karena bisa menimbulkan gas beracun seperti asam  (H2S),  (NH3), methan (CH4), CO2, dll. Hal tersebut bisa timbul karena prosesnya pembusukan oleh mikroorganisme serta menimbulkan kerusakan pada permukaan tanah.

Pembuangan limbah padat juga seringnya mengganggu masalah lain seperti menghambat aliran sungai dan mengganggu kualitas air. Cara yang lakukan untuk mengatasi limbah ini biasanya dilakukan Replace, Reduce, Recycle dan Reuse.

2. Limbah Cair

Limbah Cair

Selanjutnya ada limbah cair. Limbah ini cukup berdampak bagi lingkungan karena sifatnya yang mudah larut atau menyebar ke daerah yang memiliki resapan air. Seperti yang kita ketahui keberadaan air memang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sehingga keberadaannya harus tetap terjaga dari limbah.

Limbah cair sendiri bisa bersumber dari pemukiman penduduk berupa sisa sabun mencuci pakaian dan piring, air bekas mandi, tinja dan air seni. Selain itu limbah cair juga bisa bersumber dari kegiatan industri dimana biasanya jauh berbahaya karena mengandung zat-zat kimia tertentu. Pencemaran air sendiri biasanya ditandai dengan bau yang menyengat, perubahan rasa, kualitas serta warna air.

Pemerintah sendiri memang telah mengeluarkan peraturan ketat serta menegakkan undang-undang yang berlaku bagi badan usaha industri. Hal tersebut untuk menghindari dampak tercemarnya sumber air masyarakat.

3. Limbah Gas

Limbah Gas

Limbah selanjutnya berbentuk gas. Limbah ini memang cenderung lebih berbahaya dibanding kedua jenis limbah di atas karena sifatnya yang ringan serta penyebarannya yang cukup luas. Limbah ini biasa dihasilkan dari proses pembakaran pabrik atau kendaraan. Limbah gas sendiri sangat mudah bereaksi dengan zat lain yang ada di udara.

Hal itu yang pada akhirnya bisa membuat limbah gas lebih mematikan karena bisa terhirup langsung oleh manusia atau binatang tanpa mereka sadari. Zat-zat kimia yang terkandung di dalam limbah gas memang beragam dan sangat berbahaya dalam kadar tertentu.

Limbah gas sendiri bisa diidentifikasi dari warna dan baunya yang menyengat. Selain berdampak bagi makhluk hidup, keberadaan limbah gas juga berdampak bagi lingkungan karena dapat menciptakan pemanasan global, emisi karbon, dan hujan asam. Limbah gas sendiri biasa ditangani dengan cara mengontrol emisi gas buang serta menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan.

4. Limbah Suara

Limbah Suara

Limbah suara merupakan sebuah limbah gelombang bunyi yang kehadirannya sangat mengganggu bila tidak di kontrol. Biasanya limbah ini dihasilkan oleh klakson kendaraan atau sirene yang berbunyi nyaring saat kemacetan. Sama seperti limbah gas yang tersebar melalui udara, limbah suara juga menyebar melalui udara.

Limbah suara sendiri berdampak pada gangguan telinga atau psikologis orang yang mendengarnya terus menerus. Meskipun tak ada cara pasti untuk penanganannya, namun himbauan agar lebih disiplin dalam berkendara tampak dapat menjadi solusi yang pas.

Nah, itulah jenis-jenis limbah berbahaya dan karakteristiknya yang harus kamu tahu. Pada dasarnya keberadaan limbah memang tidak bisa dihindari di zaman seperti sekarang. Meskipun demikian bukan berarti dampaknya tidak bisa diminimalisir. Semoga informasi tentang limbah yang telah di Bahas di atas. Bisa mengembalikan kesadaran kita untuk tetap peduli pada lingkungan.

Salah satu usaha mencegah limbah adalah mempelajari ilmu kesehatan lingkungan. Kamu bisa membaca artikel prospek kerja ilmu kesehatan lingkungan ini untuk menambah referensi,

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *