Bacaterus / Lebah / Jenis-Jenis Lebah Madu di Dunia yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis-Jenis Lebah Madu di Dunia yang Perlu Kamu Ketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Lebah madu adalah salah satu hewan yang memberikan banyak manfaat bagi manusia. Lebah madu telah dikenal sejak zaman kuno sebagai hewan penghasil madu yang memiliki banyak khasiat. Bahkan lebah madu memiliki tempat yang istimewa di dalam Kitab Suci Al-Qur’an sebagai nama salah satu surat, yaitu An Nahl (Lebah Madu) di mana salah satu ayatnya berisi tentang keistimewaan lebah madu.

Lebah madu kini telah menjadi sahabat manusia karena mereka banyak dibudidayakan. Saat ini terdapat 7 spesies dan 44 sub spesies lebah madu yang diketahui menghuni dunia. Mereka dapat ditemukan di berbagai benua kecuali Antartika. Salah satu spesies lebah madu yang tinggal di Indonesia adalah Apis Nigrocincta yang dapat ditemukan di Pulau Sulawesi dan Pulau Sangihe.

Lebah madu yang dianggap sebagai lebah madu sejati hanyalah yang bergenus Apis. Akan tetapi, beberapa lebah lain yang memiliki hubungan dekat dengan lebah madu juga ada yang memproduksi madu. Berikut ini Bacaterus akan membahas ketujuh jenis lebah madu sejati yang madunya biasa kita makan terutama untuk pengobatan.

1. Apis Andreniformis

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/[email protected]/

Disebut juga sebagai lebah madu kerdil hitam (black dwarf honey bee), Apis Andreniformis adalah salah satu jenis lebah madu yang hidup di daerah-daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara. Mereka disebut-sebut sebagai lebah madu dengan warna tubuh paling gelap di antara genus Apis lainnya. Bahkan ratu lebah madu ini memiliki tubuh yang sepenuhnya gelap.

Lebah pekerja di spesies ini dapat dikenali dari skutelnya yang lebih ringan dan hampir berwarna kuning. Mereka umumnya membentuk sarang terbuka di kawasan-kawasan hutan yang gelap yang hanya menerima sekitar 25-30% sinar matahari. Hutan-hutan di daerah tropis yang sangat lebat adalah rumah terbaik bagi Apis Andreniformis.

Sarang lebah madu jenis ini biasanya berukuran 70 hingga 90 mm, disisir tunggal dan digantung di ketinggian pohon rata-rata sekitar 2,5 meter. Penyimpanan madu mereka ditemukan di bagian sekitar cabang dan di bawahnya terdapat area induk di mana larva-larva lebah madu berkembang.

Lebah madu Apis Andreniformis dimanfaatkan manusia untuk menghasilkan beberapa produk komersial seperti madu itu sendiri, lilin, royal jelly, dan racun lebah.

2. Apis Florea

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/dhruvaraj/

Sebutan lain untuk lebah madu spesies Apis Florea adalah lebah madu kerdil merah (red dwarf honey bee). Spesies ini tersebar di beberapa wilayah di dunia seperti Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Afrika. Morfologi, cara mencari makan, dan mekanisme pertahanan lebah madu Apis Florea terkenal unik karena seperti membuat suara suling.

Lebah madu jenis ini akan menari-nari dalam mencapai keputusan membuat tempat bersarang baru. Keputusan tersebut akan diambil ketika mayoritas lebah menari ke arah tempat baru yang diusulkan. Kemudian sinyal suara suling digunakan oleh lebah pekerja untuk memberi tahu kawanan bahwa keputusan telah diambil dan mereka semua akan menuju ke tempat bersarang baru.

Lebah madu kerdil merah banyak diburu karena madu mereka. Selain itu, mereka juga suka membuat sarang terbuka dan membentuk koloni kecil yang membuatnya lebih rentan terhadap pemangsa. Meningkatnya penggundulan hutan di banyak tempat telah memaksa lebah tersebut untuk membatasi jangkauan mereka dan menempati daerah-daerah yang berpenduduk kurang.

3. Apis Dorsata

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/berniedup/

Lebah jenis ini umumnya ditemukan di hutan-hutan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di beberapa negara seperti India, Nepal, dan Malaysia, lebah madu Apis Dorsata memiliki populasi yang cukup besar. Lebah madu disebut juga sebagai lebah madu raksasa (giant honey bee) karena ukuran mereka yang besar, yaitu dengan panjang sekitar 17 hingga 20 mm.

Agar aman dari gangguan atau buruan, lebah madu Apis Dorsata biasanya membangun sarang di tempat terbuka di ketinggian-ketinggian seperti tebing terjal, bangunan atau pohon-pohon tinggi di hutan yang lebat. Selain protektif terhadap tempat bersarang, lebah madu jenis ini juga terkenal karena perilaku ganas dan sifat agresifnya.

Manusia telah memiliki hubungan panjang dengan lebah madu raksasa. Hal itu dibuktikan dengan temukannya lukisan-lukisan gua dari era paleolitik di Valencia, Spanyol yang menggambarkan lebah tersebut. Sayangnya, perbuatan-perbuatan manusia seperti penggunaan pestisida, urbanisasi, perburuan madu, dan penggundulan hutan mengancam populasi lebah jenis ini secara signifikan.

4. Apis Cerana

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/urasimaru/

Apis Cerana adalah jenis lebah madu yang hidup di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Nama lain dari lebah ini adalah lebah madu asia atau lebah madu timur. Lebah madu spesies Apis Cerana memiliki delapan subspesies lainnya yang berbeda. Mereka dapat ditemukan di berbagai zona iklim mulai dari taigas hingga hutan hujan tropis yang lembab, stepa, padang rumput, hutan gugur, dan lain-lain.

Lebah madu Apis Cerana membangun sarang mereka dengan banyak sarang madu dalam rongga-rongga dengan pintu masuk kecil untuk melindungi koloni dari ancaman-ancaman. Serbuk sari, nektar, dan madu merupakan makanan dari lebah-lebah ini.

Lebah madu dikenal karena kemampuannya bertermoregulasi (menjaga suhu tubuhnya dalam batas-batas tertentu) dan menggunakannya sebagai mekanisme pertahanan. Misalnya, ketika ada lebah lain yang memasuki sarang mereka, maka ratusan lebah madu ini akan mengelilinginya dan menggetarkan otot-otot penerbangan mereka hingga tercapai suhu sekitar 47 ° C yang dapat membunuh lebah tersebut (batas toleransi suhu untuk lebah adalah 48–50 ° C).

5. Apis Koschevnikovi

Daerah persebaran lebah madu Apis Koschevnikovi di dunia. sumber: commons.wikimedia.org

Di Indonesia, lebah madu Apis Koschevnikovi dapat ditemukan di Pulau Kalimantan (termasuk bagian Malaysia). Lebah madu jenis ini rata-rata berwarna gelap dan coklat. Lebah ratu dan lebah jantan dari spesies lebah madu ini memiliki pita berwarna coklat muda di perut sementara lebah pekerjanya memiliki pita berwarna oranye terang.

Lebah madu Apis Koschevnikovi ini tinggal di dalam kawasan hutan hujan tropis yang lebat dan hijau. Mereka hidup dalam koloni kecil di beberapa sarang madu di dalam rongga-rongga pohon di hutan. Sayangnya keberadaan lebah madu jenis ini terus terancam akibat penggundulan hutan yang masif. Semoga kita segera punya jalan keluar untuk menyelamatkan hewan-hewan tersebut.

6. Apis Mellifera

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/[email protected]/

Dikenal dengan sebutan lebah madu eropa, Apis Mellifera adalah lebah madu yang paling umum di antara spesies lebah madu lainnya di dunia. Seperti lebah madu lain pada umumnya, lebah madu eropa juga sangat sosial. Mereka adalah jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara oleh para peternak lebah untuk diambil madunya.

Lebah madu Apis Mellifera dapat ditemukan di seluruh benua kecuali Antartika yang dingin. Lebah madu ini termasuk salah satu serangga yang pertama dijinakkan. Oleh karena itu mereka dapat ditemukan dengan mudah di sarang-sarang lebah yang dibuat para peternak. Keberadaan lebah madu Apis Mellifera terus terancam oleh sejumlah faktor termasuk hama dan penyakit.

7. Apis Nigrocincta

Daerah persebaran lebah madu Apis Nigrocincta di dunia. sumber: commons.wikimedia.org

Spesies lebah madu ini tinggal di Pulau Mindanao di Filipina dan Pulau Sulawesi serta Pulau Sangihe di Indonesia. Di Sulawesi, sebagian besar koloni lebah madu ini ditemukan pada ketinggian di atas 400 meter. Mereka membangun sarang rongga berukuran sedang dengan banyak sarang madu yang berjarak hampir sama jauhnya satu sama lain. Catatan biogeografi lebah madu Apis Nigrocincta masih sedikit sehingga informasi detail mengenai mereka belum muncul ke permukaan.

Itulah beberapa jenis atau spesies utama lebah madu yang ada di dunia. Hewan-hewan di atas memiliki banyak manfaat bagi manusia dan bumi. Madunya dapat dijadikan bahan makanan dan pengobatan, sedangkan lebah madu itu sendiri berfungsi sebagai agen penyerbukan di kawasan tempat tinggalnya sehingga membantu kelangsungan hidup banyak tanaman. Ayo kita jaga mereka dengan tidak menghancurkan hutan seenaknya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar