Bacaterus / Kopi / Inilah Jenis-Jenis Biji Kopi yang Paling Populer di Dunia

Inilah Jenis-Jenis Biji Kopi yang Paling Populer di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kopi, minuman yang dibenci tapi juga begitu digilai, tergantung individunya. Jika orang yang menyukai kopi, tentunya pernah atau bahkan sering menjambangi setiap coffee shop untuk mencicipi signature coffee-nya. Saking seringnya main ke kedai kopi, otomatis kamu jadi hapal menu-menu mereka, dan tak jarang menunya terlihat sama. Capuccino, affogato, macchiato, dan masih banyak lagi.

Semua menu kopi favoritmu dibuat dari biji kopi yang berbeda, loh. Walaupun yang paling populer memang arabika dan robusta, tapi ada juga biji kopi lainnya di dunia ini. Ya, Bacaterus akan membahas beberapa biji kopi.

Apakah kamu tahu kalau ada jenis biji kopi lainnya yang bernama liberica dan excelsa? Yuk, menyelam ke kedalaman kopi bersama Bacaterus! Hati-hati, setelah ini kamu jadi semakin ketagihan dengan kopi, hihi.

1. Arabica

Pertama-tama, tentu kita harus membahas yang paling terkenal dulu, yaitu arabica. Coffea arabica dirumorkan pertama kali dikategorisasikan oleh Carl von Linné, ilmuan asal Swedia, pada tahun 1753. Hal ini menjadikan kopi arabica sebagai biji kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan. Tapi, biji kopi ini bukan berasal dari Swedia, tak juga dari Arab, melainkan dari Etiopia dan Brazil.

Pohon kopinya tumbuh di ketinggian (700-1.700 mdpl) bersuhu 16°C-20°C, jadi bisa disimpulkan mereka bisa subur di gunung tinggi yang sejuk dan bahkan dingin.

Tapi, daerah tersebut tidak boleh sering kena hujan, karena pohon kopi suka iklim yang kering bahkan harus kering selama tiga bulan berturut-turut untuk bisa tumbuh. Jika nekat menanam kopi di daerah yang tidak sesuai, pohon kopi arabica bisa rentan terkena penyakit.

Bisa dibilang lebih ribet menanam pohon kopi arabica dibandingkan robusta ataupun jenis kopi lainnya. Walaupun begitu, biji kopi yang lebih sering dijadikan kopi hitam ini merupakan pasar biji kopi terbesar di seluruh dunia.

Harganya pun lebih tinggi dibandingkan biji kopi robusta. Tahukah kamu, ada banyak sekali perkebunan besar kopi arabika di Indonesia? Lebih tepatnya ada di Pegunungan Toraja, Sumatera Utara, lalu di Aceh, dan juga di Pulau Jawa.

Selain menjadi jenis kopi paling populer, banyak penggemar kopi lebih suka biji arabika karena rasanya. Biji kopi arabika memiliki rasa yang lebih manis, lebih kompleks, dan dapat diminum langsung.

Lucunya, meskipun ini jenis biji kopi yang paling populer, arabika tidak memiliki kafein sebanyak robusta, yaitu sebanyak 0,8%-1,4% saja. Oh ya, kopi arabica itu varietas besar-nya, yang bisa dibagi ke bagian kecil seperti diantaranya ada arabica abesinia, marago, pasumah, congensis, typica, dll.

2. Robusta

Coffea canephora adalah jenis biji kopi paling terkenal selanjutnya. Lebih dikenal dengan nama robusta, biji kopi ini memiliki cita rasa pahit, makanya robusta sering dijadikan espresso dan juga menjadi bahan baku kopi instan.

Itu juga karena harganya yang lebih murah dibandingkan arabica. Tapi, pohon kopi robusta lebih kuat, loh, alias tidak mudah kena penyakit. Terus, kandungan kafein di dalam biji kopi robusta cukup tinggi, yaitu sekitar 2,7%, di mana arabica hanya 1,5% saja.

Itulah mengapa orang yang punya penyakit maag atau yang sedang hamil tidak disarankan meminum kopi instan, karena menggunakan robusta, maka kandungan kafeinnya cukup tinggi. Tapi, buat kamu yang tidak masalah dengan itu, meminum secangkir blend kopi robusta pada pagi hari akan membuat matamu melek dan siap beraktivitas!

Sayangnya, sebagian besar penggemar kopi memandang rendah biji kopi ini. Katanya, robusta adalah biji kopi ‘murahan’ karena lebih mudah tumbuh dan digunakan sebagai filler selama economic bust untuk orang kelas menengah pada era 90-an. Padahal kopi ini kuat dan pekat. Hingga kini, robusta merajai sekitar 40% dari pasar kopi dunia.

Kita patut berbangga, nih, karena Indonesia merupakan produsen biji kopi robusta terbesar keempat di dunia pada tahun 2014. Secara geografis dan iklim, Indonesia memang cocok untuk perkebunan kopi. Indonesia dekat dengan garis khatulistiwa dan memiliki banyak pegunungan, sehingga otomatis menciptakan iklim yang cocok untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

3. Liberica

Sebagian besar dari kamu mungkin belum pernah mendengar kopi jenis ini. Coffea liberica atau dikenal juga sebagai Liberian coffee, adalah kopi yang berasal dari Afrika Barat dan Afrika Tengah, pertumbuhannya tersebar dari Liberia ke Uganda hingga Angola.

Biji kopi ini juga dikembangbiakkan di banyak negara seperti Filipina, Polinesia Prancis, Amerika Tengah, Hindia Barat, Venezuela, Kolombia, Brazil, dan masih banyak lagi.

Sebagai tanaman minoritas, liberica sangat langka di dunia kopi. Sangat disayangkan, karena liberika merupakan kopi yang rasanya enak. Rasanya mirip dengan robusta, yaitu sangat berani dan kuat, aromanya juga sangat aromatik dengan hint rasa buah yang berkayu.

Tahukah kamu, liberica juga ada di Indonesia? Kopi ini pertama kali dibawa ke Indonesia untuk menggantikan pohon arabika yang mati karena penyakit karat kopi pada akhir abad ke-19.

Sampai sekarang, kopi liberica masih bisa ditemukan di tanah Jawa, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pohon kopi liberica bisa tumbuh tinggi hingga 20 meter. Pohonnya menghasilkan buah yang lebih besar daripada pohon kopi arabica.

4. Excelsa

Jenis biji kopi terakhir yang akan kita bahas adalah excelsa. Kopi excelsa pertama kali ditemukan pada abad ke-20 di Afrika Barat, nama aslinya adalah coffea dewevrei atau coffea excelsa. Ada yang bilang juga, excelsa adalah varietas biji kopi asal Asia Tenggara.

Namun, Jean Paul Antoine Lebrun (seorang peneliti) mengatakan kalau nama kopi ini adalah coffea liberica var dewevrei. Bisa kamu tebak, ada nama ‘liberica’-nya di sana, jadi katanya kopi excelsa masih merupakan bagian dari liberika.

Jadi, disimpulkan bahwa excelsa adalah sub-spesies biji kopi liberica. Tapi, karena profil rasanya cukup berbeda, para penggemar kopi mengkategorikan liberica dan excelsa secara terpisah.

Lebih jarang lagi tumbuh dan diproduksi dari liberica, biji kopi excelsa memiliki rasa buah yang masih kental. Sama seperti ketiga jenis sebelumnya, kopi excelsa juga ada di Indonesia. Tapi, budidayanya memang tidak sebanyak arabika maupun robusta yang memang lebih sering dipakai oleh usaha kedai kopi.

Padahal, excelsa memiliki cita rasa yang unik, yang berbeda dari kopi arabika dan juga robusta. Kamu bisa menemukan perkebunan kopi excelsa di daerah Gunung Kerinci, Tajung Jabung Barat, Jambi.

Berbeda dengan arabica yang harus ditanam di dataran tinggi, excelsa justru hidup di kebun lahan gambut di dataran rendah. Ternyata, kopi excelsa harus berada ditahan yang tingkat keasamannya tinggi, teman-teman, makanya mereka tumbuh di lahan gambut, yaitu tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Makanya, kandungan organiknya serta kandungan asamnya tinggi.

Itu dia beberapa jenis biji kopi yang ada di dunia, dan secara mengejutkan, semuanya dikembangbiakkan dan diproduksi di Indonesia. Walaupun ada jenis kopi lainnya, tetap saja yang paling banyak diproduksi dan dibutuhkan pasar memang hanya arabica dan robusta saja.

Kalau kamu berkesempatan, tak ada salahnya berkeliling Nusantara untuk berburu jenis biji kopi lainnya untuk menambah wawasanmu. Baca juga jenis kopi yang ada di Indonesia dengan klik link ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *