Bacaterus / Peralatan Dapur / 10 Jenis Kompor yang Paling Banyak Digunakan di Dapur

10 Jenis Kompor yang Paling Banyak Digunakan di Dapur

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Alat dapur yang paling umum dan paling sederhana dan penting untuk dimiliki adalah kompor. Kompor adalah dan mungkin akan selalu menjadi alat yang pokok. Panci dan wajan pun tidak akan berguna tanpa kompor, benarkan? Nah, perlu diketahui nih kalau kompor kini mengikuti perkembangan zaman. Jika dulu memakai minyak tanah, sekarang kompor sudah menggunakan listrik.

Jika kamu ingin membeli kompor atau masih bingung kompor apa yang harus dibeli dan cocok untuk rumahmu, berikut ini adalah beberapa jenis kompor yang perlu kamu tahu.

1. Kompor Gas

Kompor Gas (Copy)

Kompor gas sekarang sudah menjadi barang yang umum. Hampir semua rumah di Indonesia sudah menggunakan kompor gas. Kompor gas memiliki sejumlah manfaat yang memudahkanmu. Pertama, kompor gas sangat cepat saat digunakan untuk memanaskan dan menyediakan panas instan karena nyala apinya yang kuat. Selain itu, kompor gas memiliki kontrol yang luar biasa terhadap suhu.

Ketika memasak makanan menggunakan kompor gas, pengguna dapat mengontrol suhu dan waktu respons yang cepat ketika pengguna perlu menaikkan atau menurunkan suhu. Ini berarti dengan menggunakan kompor gas, pengguna dapat memasak pada suhu yang tepat dan tidak perlu khawatir makanan menjadi terbakar.

Perubahan suhu hampir segera dan akan memungkinkan pengguna untuk dengan cepat memanaskan atau mendinginkan panci yang digunakan. Ketika kompor gas dimatikan, pengguna akan mendapati kompor mendingin dengan sangat cepat sehingga bagi mereka yang memiliki anak kecil di rumah kompor ini ideal karena pengguna tak perlu khawatir ketika anak-anak menyentuh kompor tersebut.

2. Kompor Induksi

Induksi (Copy)

Meskipun tidak seperti kompor listrik standar, kompor induksi juga menggunakan listrik. Peralatan dapur ini menggunakan elektromagnet sebagai elemen memasak. Adapun elektromagnetnya terdapat di bawah permukaan memasak yang halus, dan menghasilkan resistensi ketika listrik melewatinya.

Resistensi ini memanaskan peralatan masak magnetik yang ditempatkan di permukaan memasak, yang tetap dingin selama proses memasak. Penggunaan peralatan masak non-magnetik akan membuat penggunaan listrik menjadi tidak boros karena tidak akan ada perpindahan panas yang terlibat.

Kompor induksi menawarkan fitur terbaik dibandingkan kompor gas dan listrik, dan merupakan alternatif kompor yang paling ramah lingkungan. Kekurangan kompor ini adalah harganya yang mahal dan perlunya menggunakan peralatan masak magnetik yang datar.

3. Berbahan Bakar Kayu

Berbahan Bakar Kayu (Copy)

Kompor ini menggunakan kayu sebagai bahan bakar utamanya untuk menciptakan api dan panas. Ini merupakan jenis kompor kuno yang digunakan untuk memasak, tapi masih digunakan oleh beberapa pemilik rumah saat ini, khususnya untuk daerah pedesaan yang memiliki persedian kayu yang banyak. Kompor ini masih digunakan di negara-negara seperti di Amerika, Inggris juga di India.

Kompor kayu umumnya terbuat dari konstruksi logam seperti besi cor atau baja. Dengan teknologi baru, kompor jenis ini dibuat menjadi kompor pembakaran bersih dan hemat energi. Ada pengujian emisi dan sertifikasi untuk kompor terbaru ini yang dilakukan oleh Environmental Protection Agency atau EPA.

4. Kompor Pelet

Kompor Pelet (Copy)

Kompor pelet merupakan sejenis kompor pemanas yang menggunakan pelet serbuk gergaji daur ulang, serutan kayu atau bahan biomassa lainnya sebagai bahan bakarnya. Ketika dipadatkan dengan erat, pelet dapat menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dari kayu bakar. Kompor pelet umumnya digunakan di negara 4 musim, seperti di Eropa, Asia Timur, Amerika Serikat, atau Kanada.

Penggunanya hanya perlu memasukkan pelet bahan bakar ke dalam hopper (wadah untuk menyimpan pelet), kemudian pelet akan dimasukkan ke dalam ruang bakar untuk menghasilkan panas. Umumnya orang menggunakannya sebagai alat pemanas, tetapi tujuan utamanya juga untuk memasak makanan.

Meskipun pelet itu yang menjadi bahan bakarnya tidak mahal, kompor peletnya dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan jenis kompor lainnya. Selain itu, menggunakan pelet untuk pembakaran akan membuat berantakan, jadi bersiaplah untuk bersih-bersih jika akan menggunakan jenis kompor ini.

5. Modular

Modular (Copy)

Kompor modular adalah kompor yang menggabungkan pembakar gas dan listrik. Umumnya kompor ini dijual dalam bentuk alat all-in-one dengan oven di bawahnya, dan kombinasi pembakar gas dan listrik pada permukaan kompor. Adapun keuntungan dari kompor ini yaitu pengguna dapat merakit area memasak yang sempurna.

Pengguna dapat merebus pasta atau mie di atas pembakar listrik, mengaduk sayuran dalam wajan bundar, dan merebus daging dalam panci di atas kompor gas pada saat yang bersamaan.

6. Portabel

Kompor Portabel (Copy)

Ketika membayangkan kompor tanam kebanyakan orang membayangkan item elemen multi-pemanas besar yang dipasang secara permanen di dapur. Meskipun jenis kompor tersebut merupakan salah satu jenis kompor yang paling umum yang bisa dibeli di pasaran, orang-orang juga bisa membeli yang lebih kecil dan portabel.

Kompor portabel memungkinkan penggunanya untuk memasak di kamar hotel atau menambahkan kompor tambahan di dapur rumah jika memerlukan kompor untuk memasak banyak masakan, misalnya ketika harus memasak untuk acara keluarga besar. Umumnya kompor ini hanya menggunakan satu atau dua elemen pemanas dan jenisnya bisa listrik, gas atau induksi.

Memang kompor jenis ini tidak untuk menggantikan seluruh kompor utama di rumah, tetapi dapat membantu dalam keadaan darurat ketika butuh sedikit ruang ekstra untuk memasak dan memanaskan makanan. Kompor portabel jenis induksi akan jauh lebih mahal daripada kompor portabel listrik dan membutuhkan perawatan yang sama juga peralatan masak yang benar layaknya kompor induksi biasa.

7. Listrik

Kompor Listrik (Copy)

Kompor listrik kini sudah sangat populer, mudah ditemukan, dan umumnya lebih murah dibandingkan dengan kompor induksi. Kompor ini menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang mencari kompor baru dan sesuai anggaran. Banyak manfaat tambahan yang dimiliki oleh kompor ini karena sangat mudah dibersihkan.

Tidak perlu pemantik untuk memanaskan kompor. Pengguna hanya perlu menghidupkan suatu elemen, kemudian kompor akan mulai memanas, meskipun panasnya jauh lebih lambat daripada kompor gas. Selain itu, menyesuaikan suhu pada kompor listrik tanam akan lebih sulit karena responnya lebih lambat.

Mereka yang memiliki anak kecil lebih menyukai kompor listrik karena tidak ada nyala api terbuka yang akan membahayakan anak-anak mereka. Kompor ini sangat efisien dan mudah dipasang di rumah-rumah. Yang akan menjadi masalah adalah ketika listrik di rumah mati. Pengguna tidak akan bisa memasak di kompor tanam seperti yang bisa dilakukan pengguna dengan kompor gas.

8. Kumparan

Kumparan (Copy)

Kompor cooktop coil atau kumparan adalah versi tradisional dari kompor listrik yang kokoh. Tidak seperti smooth cooktop atau kompor dengan permukaan atas yang halus, kumparan bersentuhan langsung dengan peralatan masak. Kompor ini membutuhkan lebih banyak usaha ketika dibersihkan karena tumpahan dan noda mungkin sulit dijangkau.

Kumparan pada kompor listrik memberikan sedikit tekanan untuk memasak dan sangat terjangkau juga tahan lama. Kompor tanam listrik yang memiliki kumparan tidak begitu menyebabkan masalah karena kompor ini dapat dengan mudah tahan terhadap banyak penggunaan. Kompor kumparan juga sangat tahan lama sehingga pengguna tidak perlu khawatir jika permukaan kompor digosok dengan keras.

9. Kompor Minyak Tanah

Minyak Tanah (Copy)

Meskipun kini penggunaan kompor minyak tanah telah diganti dengan kompor gas, sesuai dengan program pemerintah, tapi dulu kompor ini sangat popular dan banyak digunakan. Saat ini pun masih ada sebagian orang yang menggunakan jenis kompor ini. Jenis kompor ini hanya membutuhkan satu tungku saja dan menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakarnya.

Untuk merambatkan api, digunakan sumbu yang mengeliling di dalam kompor. Sumbu tersebut berfungsi untuk menyerap minyak tanah sampai naik ke bagian atas. Untuk menyalakan kompor minyak tanah bisa menggunakan korek api, gas pemantik atau menggunakan batangan lidi yang tebal dan panjang yang sebelumnya dicelupkan dulu ke dalam minyak tanah kemudian dibakar.

Kompor minyak tanah mengharuskan penggunanya untuk membongkar kompor sesering mungkin agar sisa-sisa dari pembakaran sumbu dapat dibersihkan.

10. Kompor Briket Batubara

Briket Batubara (Copy)

Kompor alternatif untuk kompor minyak tanah adalah kompor briket batubara. Kelebihan kompor ini adalah hemat dan tidak memproduksi asap banyak juga tidak berbau. Panasnya pun lebih tinggi. Selain itu, nyala api lebih bersih jadi tidak membuat peralatan masak kotor oleh jelaga api. Dibandingkan dengan arang, abu yang dihasilkan briket tergolong rendah. Abunya juga bisa digunakan sebagai abu gosok.

Sayangnya, kompor jenis ini kurang praktis. Ini karena untuk bisa mematikan nyala api di kompor dengan cepat agak sedikit sulit.

Beberapa jenis kompor di atas ada yang sudah tidak lagi digunakan zaman sekarang. Saat ini orang lebih memilih kompor yang praktis penggunaannya. Jenis kompor apa yang kamu gunakan di rumah?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *