bacaterus web banner retina

Jenis-Jenis Kimchi yang Paling Populer di Korea Selatan

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 11 Agustus 2021

Tercatat ada 187 jenis kimchi di Kimchi Field Museum  yang terletak di Seoul. Jenis-jenis kimchi ini disajikan berbeda menurut wilayah dan musim, dan pemilihannya ditentukan oleh sayuran dan rempah-rempah utama yang pakai dalam pembuatannya. Mau tahu apa saja kimchi yang umum disajikan di Korea? Artikel akan mengupas tentang beberapa jenis kimchi yang umum ditemui di Korea Selatan.

1. Nabak

Nabak

* sumber: www.koreaherald.com

Kimchi nabak nampak berair karena memang berair. Namun jangan biarkan tampilannya yang berair itu membodohimu. Kimchi nabak dibuat dari kubis Napa dan daikon, sejenis lobak, Korea. Kemudian keduanya dipotong kotak kecil-kecil. Selain itu ditambahkan juga bahan-bahan lainnya.

Mudah dibuat, namun kimchi ini sangat menyegarkan. Asal nama kimchi ini dari cara lobak dipotong untuk kimchi. Lobak yang dipotong jadi kotak kecil dan tipis disebut nabak sseolgi. Sseolgi merujuk pada teknik pemotongan. Biasanya kimchi nabak dinikmati pada musim semi .

ketika musim gugur tiba kimchi ini sudah lama tersimpan. Kimchi ini juga merupakan kimchi yang disajikan saat liburan tradisional. Nabak merupakan kimchi yang rasanya lembut dan jernih, jadi tidak membutuhkan kecap ikan atau udang yang diasinkan.

Jika kamu mencari kimchi vegan, ini kimchi yang pas untuk kamu. Lobak dan kubis yang dipotong kotak-kotak ini sedikit diasinkan lalu dicampur dengan semua bahan lainnya.

Airnya dibumbui dengan garam, dan diwarnai dengan gochugaru (bubuk cabai merah Korea) melalui saringan atau kain tipis untuk menjaga kaldu kimchi tetap bagus dan bersih. Bawang putih dan jahe diiris tipis-tipis, bukan dicincang lagi agar kaldu tetap jernih.

Penambahan pir Korea menjadikan bentuk kimchi tradisional, tapi apel biasa juga digunakan. Buahnya memberi sedikit rasa manis pada kimchi ini. Minari (water dropwort), yang merupakan ramuan segar dengan rasa yang berbeda, juga memberikan sentuhan tradisional dan rasa yang enak pada kimchi.

2. Baechu

Baechu

* sumber: www.koreanbapsang.com

Ini merupakan jenis kimchi paling terkenal dari semua jenis yang ada. Kimchi ini biasanya disajikan bersama dengan hampir semua makanan mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam. Rasa kimchi ini biasanya tidak pedas tetapi agak sedang.

Kubis utuh diiris untuk memisahkan daun luar yang sudah berubah warna dan kemudian dibagi tegak lurus menjadi empat bagian. Lalu keempat bagian ini direndam dalam garam selama sekitar tiga atau empat jam sampai menjadi layu dan melunak.

Ketika proses pelunakan berlangsung, kemudian bahan-bahan lainnya disiapkan dan dicampur menjadi satu seperti bawang putih cincang, bubuk merica, acar seafood lainnya seperti ikan, dan jahe. Setelah kubis dan bahan lain melunak, kubis siap untuk diaduk.

Setelah proses pencampuran selesai, kimchi baechu lalu dipotong-potong sesuai ukuran satu suap dan diaduk lagi. Kimchi ini merupakan banchan klasik dalam masakan Korea.

3. Bossam

Bossam

* sumber: www.koreaherald.com

Kimchi ini berbeda dari yang lain karena bentuk kimchinya yang dibungkus, atau disebut juga kimchi bossam. Bossam adalah jenis kimchi mewah sekali. Biasanya bossam-kimchi berisi kubis Napa, pir Korea, bawang hijau, apel, jahe, bawang putih, chestnut, jahe, tiram, dan gurita lengan panjang.

Sesudah semua bahan diolah, kemudian kimchi tersebut dibungkus dalam mangkuk menggunakan daun kubis napa segar. Kimchi bossam biasanya hanya disajikan pada acara-acara khusus di Korea karena menggunakan banyak bahan daripada jenis kimchi lainnya.

4. Baek

Baek

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=SXtZz4_7yIw

Baek-kimchi atau disebut juga dengan nama atau kimchi putih yaitu jenis kimchi yang dibuat tanpa bubuk cabai yang umum digunakan ketika memfermentasi kimchi dalam masakan Korea. Kimchi baek cocok untuk anak-anak dan orang tua, yang mungkin bagi mereka kimchi biasa terasa terlalu pedas.

Baek kimchi terdiri dari kubis napa yang digarami, lobak, daun bawang, minari, pir Korea, jujube, chestnut, jahe, garam, bawang putih, gula, dan sedikit chili threads, yaitu irisan cabai tipis sebagai hiasan. Kimchi ini juga dipakai sebagai pembungkus baek kimchi bossam.

5. Yeolmu

Yeolmu

* sumber: m.koreaherald.com

Jenis kimchi ini seperti namanya dibuat menggunakan yeolmu, yaitu lobak hijau muda yang mempunyai batang hijau panjang serta akar kecil berwarna putih. Sebelum diasinkan, lobak dipotong kecil-kecil dan dipadukan dengan pasta kimchi.


Biasanya pasta ini terdiri dari dasar tepung beras yang dicampur dengan bubuk cabai, bawang putih dan kecap ikan, jahe parut, irisan cabai segar, dan pasta udang yang difermentasi. Kimchi ini makanan  favorit di musim panas, dan sering disajikan sebagai banchan dan ditambahkan pada mie atau bibimbap.

6. Dongchimi

Dongchimi

* sumber: www.maangchi.com

Acar lobak putih ini merupakan makanan pokok pada saat musim dingin di Korea Selatan. Mu atau lobak Korea merupakan bahan utama dalam pembuatan dongchimi. Untuk lobak kecil dapat diasinkan utuh, sementara yang lebih besar umumnya diiris sebelum disiram pakai air garam yang manis dan asin.

Walaupun bahan-bahan lain mungkin berbeda-beda, tambahan khasnya yaitu bawang putih, bawang bombay, pir Korea, jahe, atau cabai hijau. Dongchimi bisa dihidangkan sebagai lauk, tapi bisa juga disantap sebagai hidangan pembuka yang menyegarkan atau bahan dasar untuk hidangan mi dingin.

7. Ggakdugi

Ggakdugi

* sumber: www.maangchi.com

Ggakdugi adalah salah satu kimchi lainnya yang paling umum di Korea Selatan. Kimchi ini terbuat dari lobak putih yang dalam bahasa Korea disebut mu.  Kemudian lobak putih ini dipotong berbentuk kubus kecil dan dicampur dengan bahan-bahan khas untuk kimchi.

Kemudian potongan lobak tadi diberi bubuk cabai merah halus untuk menghasilkan warna merah yang sangat pekat. Jangan terkecoh meskipun terlihat pedas tapi rasanya tidak pedas. Kimchi ini merupakan pilihan yang sangat baik untuk pemula karena biasanya terasa cukup manis dan renyah.

8. Chonggak

Chonggak

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=MN5AhKpLEK0

Kimchi chonggak merupakan jenis kimchi yang terbuat dari lobak muda yang diasinkan dan difermentasi. Kata chonggak berasal dari nama lobak muda, Chonggak-mu, yang terlihat seperti ekor kuda. Kimchi ini cocok untuk pecinta pedas.

Bahannya untuk membuatnya yaitu bawang putih, bubuk cabai merah pedas, dan jahe. Karena kimchi ini dihidangkan sebagai lobak utuh serta tak memerlukan banyak proses, maka kimchi ini memiliki kandungan vitamin yang banyak.

9. Pa/Bawang Hijau

Pa Bawang Hijau

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=SQDrGbZIRhY

Kimchi pa disebut juga sebagai kimchi daun bawang atau kimchi bawang hijau. Jenis kimchi ini merupakan salah satu jenis kimchi yang umum dimakan orang Korea untuk banchan dan paling terkenal di Provinsi Jeolla.

Kimchi pa menggunakan jjokpa yaitu bawang hijau tebal sedang yang difermentasi sampai matang dalam bubuk gochutgaru atau bubuk cabai merah, bawang putih, jahe, dan diberi bumbu myeolchi jeot, sejenis teri asin. Rasa kimchi ini terkenal pedas.

Bawang hijau dengan bagian besar berwarna putih pas dipakai untuk membuat berbagai jenis kimchi karena memiliki rasa yang manis. Kimchi pa di antara lebih dari 100 jenis Kimchi di Korea dianggap sebagai kimchi yang paling mudah dibuat. Juga, memiliki banyak rasa ketika sudah matang.

Orang Korea Selatan juga menambahkan saeujeot, yaitu udang air asin yang difermentasi atau teri fermentasi, bergantung daerahnya. Hal ini mirip dengan negara di Asia lainya seperti orang Cina yang untuk meningkatkan cita rasa makanan mereka menggunakan kecap ikan.

10. Gat

Gat

* sumber: hannaone.com

Jenis kimchi ini memakai daun mustard atau gat sebagai bahannya. Gat diberi campuran bubuk cabai pedas, bawang putih, jahe, daun bawang yang diiris halus, dan pasta ikan teri yang difermentasi (opsional).

Terlebih dulu sayuran dipotong kasar sebelum diberi adonan bumbu dan dibiarkan berfermentasi. Gat disukai karena rasa pedas daunnya yang sempurna melengkapi pasta cabai pedas. Biasanya kimchi daun mustard ini dihidangkan sebagai banchan.

11. Yangbaechu

Yangbaechu

* sumber: www.maangchi.com

Saat musim panas, ketika kubis napa tradisional sedang tidak di musim puncaknya, yangbaechu atau kubis hijau, bisa digunakan untuk membuat kimchi. Secara alami, yangbaechu memiliki rasa manis dan tekstur yang renyah sehingga bisa menjadi sumber yang baik untuk kimchi.

Berbeda dari kubis napa, yang memerlukan waktu pengasinan yang lama, yangbaechu tidak membutuhkan diasinkan terlalu lama. Cukup sekitar dua jam saja waktu yang diperlukan untuk melunakkan kubis dan mengeluarkan rasanya.

Dibumbui memakai sedikit bumbu, kimchi yangbaechu ini  memiliki rasa yang ringan dan menyegarkan. Sebelum menyimpannya di lemari es, simpan kimchi ini pada suhu kamar selama beberapa jam atau semalaman.

Kimchi ini bisa langsung dimakan tapi akan lebih enak jika sudah disimpan  beberapa minggu di lemari es. Karena memiliki bumbu yang ringan, paling baik kimchi ini dikonsumsi dalam waktu 3 sampai 4 minggu.

12. Oi Sobagi

Oi Sobagi

* sumber: www.maangchi.com

Kimchi favorit di musim panas ini adalah jenis kimchi yang terdiri dari mentimun yang diasinkan memakai garam atau di-brine atau direndam/diawetkan di air asin dan kemudian diisi dengan pasta kimchi.

Terkadang, mentimun dipotong menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang kemudian dilapisi dengan pasta. Biasanya pasta kimchi dalam oi sobagi dibuat dari campuran bubuk cabai, saus ikan atau saus ikan teri, jahe, bawang putih yang diiris halus, daun bawang, serta wortel atau lobak Korea (opsional).

Sekarang kamu sudah menjadi ahli kimchi meskipun baru beberapa jenis kimchi saja yang dijelaskan di atas. Tak hanya pedas, kimchi juga seperti diketahui bagus untuk kesehatan. Jadi, jangan ragu untuk makan kimchi. Coba deh makan mie instan Korea dengan kimchi seperti dalam drama-drama Korea. Pasti rasanya enak!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram