Bacaterus / Kepiting / 10 Jenis Kepiting Populer di Dunia yang Menarik Diketahui

10 Jenis Kepiting Populer di Dunia yang Menarik Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 November 2019

Kepiting masuk dalam famili krustasea dan hewan ini mempunyai lebih dari 4.500 spesies. Kepiting memiliki ukuran yang bervariasi. Contohnya, kepiting laba-laba Jepang jika dibentangkan kakinya, panjangnya bisa mencapai lebih dari 3,6 meter dari cakar ke cakar.

Hewan invertebrata (memiliki tulang belakang) ini merupakan jenis makhluk hidup omnivora (pemakan segala). Mereka mengonsumsi jamur, ganggang, krustasea lain, bakteri, cacing, dan moluska.

Umumnya orang hanya mengenal jenis kepiting yang biasa dikonsumsi, sepeti kepiting kelapa, kepiting biru, dan lain-lain. Namun, masih banyak lagi jenis kepiting lainnya yang belum diketahui masyarakat. Berikut adalah 10 jenis kepiting yang populer di dunia.

1. Kepiting Kelapa

Kepiting Kelapa

*Sumber: https://youtu.be/Z_mq_63fEdI

Kepiting kelapa merupakan jenis kepiting pertapa terestrial yang mempunyai sejumlah nama, seperti birgus latro, pencuri palem juga kepiting perampok. Sementara masyarakat Maluku menyebut hewan ini dengan nama “ketam kenari”. Di Indonesia, kepiting kelapa termasuk ke dalam hewan yang dilindungi sesuai dengan PP No.7 Tahun 1999.

Kepiting kelapa dapat ditemukan di beberapa tempat di wilayah timur dan tengah Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Pulau Derawan, dan Kalimantan. Ketam kenari termasuk kepiting yang memiliki harga tinggi. Satu ekornya bisa dihargai dari Rp100.000 sampai Rp300.000.

Ukuran makhluk ini bisa mencapai 40 cm untuk panjang dan 4 kg untuk berat. Hewan ini akan mencapai ukuran maksimumnya pada usia kira-kira 40 sampai 60 tahun. Nama kelapa diberikan pada kepiting jenis ini karena kesukaannya pada kelapa. Mereka akan memanjat pohon kelapa lalu menjatuhkan buahnya.

Tak hanya memakan kelapa, mahluk ini juga memakan biji-bijian, buah, kacang-kacangan, hingga yang mengejutkan, bangkai! Meskipun kepiting kelapa merupakan jenis kepiting pertapa, hewan ini tidak membawa cangkang saat sudah dewasa.

2. Kepiting Bairdi

Kepiting Bairdi

* sumber: en.wikipedia.org

Kepiting Bairdi yang juga disebut kepiting penyamak termasuk ke dalam jenis kepiting salju. Hewan ini mempunyai ekor pendek dan lima pasang kaki. Sepasang kaki pertama memiliki penjepit dan tubuh yang sebagian besar tertutup cangkang atau karapas yang mempunyai tutup abdomen berukuran kecil. Hewan ini termasuk ke dalam decapoda yang beratnya bisa mencapai hampir 2 kg.

Hewan ini memakan cacing, kerang, dan krustasea lain yang mereka temukan di dasar laut. Dalam beberapa tahun terakhir kepiting Bairdi mengalami penangkapan yang berlebihan, sehingga keberadaan hewan ini dalam pengawasan yang ketat.

Dari semua varietas kepiting salju, kepiting bairdi ini adalah yang terbesar. Hewan laut ini dapat dimasak dengan cara dapat dikukus, direbus, dipanggang, ditumis, atau bahkan dipanggang.

3. Kepiting Pertapa

Kepiting Pertapa

Kepiting pertapa atau ketam pertapa umumnya dikenal sebagai kepiting kecil. Orang Indonesia ada yang menyebutnya kumang, umang-umang atau kelomang dan biasa dibeli oleh anak-anak sebagai binatang peliharaan. Kepiting petapa termasuk ke dalam superfamili Paguroidea. Secara keseluruhan, ada sekitar 1.100 spesies Paguroidea.

Ada 7 famili berbeda dari kepiting pertapa, yaitu Diogenidae, Coenobitidae, Parapaguridae, Paguridae, Pylochelidae, Parapylochelidae dan Pylojacquesidae. Semua jenis kepiting ini menggunakan cangkang gastropoda yang kosong sebagai tempat untuk menyembunyikan perutnya yang lembut. Ketika tumbuh, kepiting pertapa akan bertransisi pada cangkang yang lebih besar.

Jika kepiting ini tidak menggunakan cangkang gastropoda, perut panjang berbentuk spiralnya akan terbuka dan mudah diserang oleh predator. Cangkang ini tidak hanya berfungsi melindungi perut lembutnya saja, tapi juga berfungsi sebagai tempat bersembunyi dari predator.

4. Kepiting Biru

Kepiting Biru

Kepiting biru memiliki nama Latin yang berarti “perenang yang cantik,” dan nama tersebut tepat sekali karena kepiting ini memiliki warna biru kehijauan. Seringnya kepiting jenis ini ditemukan di pantai timur Amerika Serikat. Ukuran kepiting biru berkisar antara 9 cm hingga 14 cm, meski terkadang bisa tumbuh lebih besar lagi.

Meskipun memiliki warna biru yang cantik, tapi saat dimasak, kepiting biru akan berubah warna menjadi merah seperti kebanyakan kepiting lainnya. Daging kepiting ini empuk dan manis.

Kepiting biru merupakan salah satu dari jenis hewan yang banyak dipanen di dunia. Mereka adalah hewan omnivora yang hidup di dasar badan air (bottom-dwelling) dan jantannya bisa memiliki cangkang sampai kira-kira 23 cm.

5. Kepiting Dungeness

Kepiting Dungeness

* sumber: grist.org

Kepiting ini memiliki ukuran yang sangat besar. Umumnya, berat kepiting ini berkisar antara 0,8 kg hingga 1.8 kg. Hewan yang berwarna cokelat keunguan ini biasanya hidup di perairan Alaska sampai daerah Baja di Meksiko.

Nama Dungeness sendiri merupakan nama kota yang berada di negara bagian Washington. Agar bisa dipanen, kepiting ini diharuskan oleh hukum untuk mempunyai panjang minimal 6,25 inci (16.51 cm) dan hanya kepiting jantan yang boleh dipanen.

Kepiting Dungeness mempunyai daging berwarna merah muda yang manis dan lezat, cangkang yang sangat keras serta lima pasang kaki yang terpisah. Sebagian besar kepiting Dungeness hidup sampai sekitar sepuluh tahun dan mereka kaya rasa. Kepiting ini merupakan salah satu jenis yang sangat populer untuk dimakan.

6. Kepiting Raja (King Crab)

Kepiting Raja

* sumber: www.leye.com

Kepiting raja atau king crab dikenal juga sebagai kepiting batu. Jenis kepiting ini lebih suka hidup di air yang dingin. Kepiting raja termasuk ke dalam superfamili Lithodoidea dan famili Lithodidae. Kepiting raja memiliki daging yang melimpah dengan rasa yang menarik. Karena hal itu, kepiting ini menjadi spesies yang banyak ditangkap dan diperjualbelikan secara luas.

Jenis kepiting ini memiliki 121 spesies yang tersebar di sepuluh marga atau genus. Kesepuluh marga tersebut adalah Glyptolithodes, Cryptolithodes, Lopholithodes, Lithodes, Paralithodes, Neolithodes, Phyllolithodes, Paralomis, Sculptolithodes, dan Rhinolithodes. Kepiting raja merah merupakan salah satu spesies yang paling dikenal dan yang paling banyak dipanen di dunia.

Kepiting raja memiliki penampilan, ukuran dan lokasi yang beragam tergantung pada spesies spesifik yang dipelajari. Kepiting ini hampir selalu memiliki duri pada cangkangnya yang memiliki ukuran, bentuk dan jumlah yang bervariasi dengan spesies yang berbeda.

7. Kepiting Peekytoe

Kepiting Peekytoe

Peekytoe yang juga dikenal dengan sebutan kepiting pair merupakan jenis kepiting yang dibuang dan dianggap tidak banyak guna oleh sebagian besar nelayan lobster sampai sekitar tahun 1997. Pada dasarnya, hewan ini adalah kepiting pasir, tapi begitu namanya diganti menjadi “peekytoes”, popularitas kepiting ini meningkat.

Peekytoe juga bisa disebut sebagai kepiting batu, meskipun kepiting batu umumnya berjenis kepiting salju. Daging kepiting peekytoe berwarna putih dengan sedikit bintik merah muda dan rasa dagingnya sangat manis. Kepiting ini disukai oleh semua koki dan sangat populer di kalangan koki sekarang ini.

8. Kepiting Batu

Kepiting Batu

* sumber: greatoceanworld.wordpress.com

Selain memiliki cakar yang besar dan sangat keras, kepiting batu juga memiliki banyak daging di dalamnya. Namun, yang bisa dimakan hanya cakarnya saja. Kepiting ini dapat meregenerasi cakarnya tiap delapan belas bulan. Oleh karena itu, nelayan sering mematahkan cakarnya dan melemparkan kepiting tersebut kembali ke dalam air dengan hanya dengan satu cakar untuk bertahan hidup.

Berdasarkan aturan, kepiting batu harus direbus hingga tujuh menit. Sesudahnya, kepiting harus dibekukan atau disimpan di atas es. Jika tidak, kepiting ini bisa memiliki rasa yodium yang sangat tidak menyenangkan. Saat koki ingin mengetahui cakar mana yang paling banyak dagingnya, mereka mengapungkannya dalam tangki air.

Untuk mendapatkan tekstur daging yang padat dan rasa yang manis dan segar, maka kepiting batu harus memiliki berat 2 sampai 2,75 ons. Kepiting ini biasanya ada di meja terbuka dengan palu mallet dan disajikan dengan berbagai saus.

9. Kepiting Laba-laba Jepang

Kepiting Laba-laba Jepang

*Sumber: https://youtu.be/FuXRQzW6evg

Kepiting laba-laba Jepang dapat ditemukan di lepas pantai Jepang. Hewan ini dikenal sebagai arthropoda berkaki terpanjang yang hidup di masa sekarang. Rentang kaki spesies kepiting yang luar biasa besar ini dapat mencapai panjang hingga 3,8 meter dengan berat hingaa 19 kg.

Tubuh kepiting laba-laba Jepang bisa tumbuh hingga 40 cm. Kepiting ini mempunyai delapan kaki, di mana yang jantan memiliki dua lengan makan yang lebih panjang daripada betina. Meskipun terlihat sangat agresif, kepiting ini dikenal lemah lembut.

Spesies kepiting ini dapat hidup di perairan dengan kedalaman yang bervariasi mulai dari 50-600 meter. Jenis kepiting yang memakan kerang dan bangkai makhluk yang baru saja mati ini dapat bertahan hidup sampai seratus tahun lamanya dan diyakini sebagai spesies kepiting tertua yang pernah ada.

10. Kepiting Bakau

Kepiting Bakau

* sumber: uncover.travel

Kepiting bakau hidup di habitat yang berbentuk pulau atau stepa yang dilengkapi dengan pohon yang sangat tahan terhadap air asin (seperti bakau atau estuaria). Kepiting ini penting secara ekologis karena mereka menyimpan banyak energi di dalam hutan yang ditinggalinya.

Kepiting ini dibedakan dengan cephalothorax oval yang relatif sempit, miring ke bawah, yang mungkin berwarna abu-abu atau abu-kebiruan dengan pinggiran berwarna merah atau oranye. Area perutnya berwarna cokelat, sedangkan cakarnya berwarna gelap.

Kepiting memang sajian yang selalu menggugah selera. Bacaterus telah menulis banyak artikel tentang kepiting lainnya, seperti cara memilih dan membersihkan kepiting yang benar, cara makan kepiting dengan mudah, dan cara memasak kepiting agar ala restoran.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar