Bacaterus / Kentang / Suka Kentang? Yuk, Ketahui Jenis-Jenis Kentang Berikut Ini

Suka Kentang? Yuk, Ketahui Jenis-Jenis Kentang Berikut Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Juli 2019

Siapa di sini yang belum pernah makan kentang? Sepertinya cukup sulit menemukan orang yang belum pernah makan kentang karena makanan ini cukup populer dalam kuliner Nusantara. Perkedel, mustofa, tumis kentang adalah contoh beberapa masakan lokal yang berbahan kentang.

Di antara banyaknya jenis kentang, yang paling umum dijual di pasaran adalah kentang kuning. Disebut demikian karena kentang jenis ini memiliki umbi berwarna kuning. Kentang kuning sering diolah menjadi aneka macam hidangan, seperti yang sudah disebutkan di atas. Ingin tahu kan jenis kentang lainnya yang bisa kita rasakan? Yuk, langsung baca saja daftarnya di bawah ini.

Jenis-Jenis Kentang Berdasarkan Teksturnya

Setiap jenis kentang memiliki tekstur yang berbeda-beda, ada yang bertepung (bisa untuk membuat kue), lunak, dan serbaguna. Selengkapnya ada di bawah ini.

1. Kentang Bertekstur Tepung

* sumber: pixabay.com

Kentang dengan tekstur tepung memiliki kandungan pati yang tinggi dengan tingkat kelembaban yang rendah. Kentang ini memiliki rasa yang lembut sehingga bisa dihidangkan dengan cara direbus, dipanggang, dan digoreng.

Hanya saja bentuk kentang ini gambang buyar saat diolah sehingga kurang cocok dijadikan perkedel, tumis kentang, dan lain-lain. Pernah makan ubi jalar? Jika ya, seperti itulah tekstur yang dimiliki oleh kentang tepung ini.

2. Kentang Bertekstur Lunak

* sumber: commons.wikimedia.org

Memiliki tekstur yang lunak dan mirip lilin (waxy), kentang jenis ini memiliki kandungan pati yang rendah dengan gula dan tingkat kelembaban yang tinggi. Dengan demikian, kentang ini mampu mempertahankan bentuknya saat diolah. Kentang merah adalah contoh kentang bertekstur lunak atau waxy yang populer.

Memiliki tekstur yang lebih halus, kentang ini seperti cocok diolah menjadi aneka hidangan seperti perkedel (jadi tidak mudah buyar), tumis kentang, mustofa, dan lain-lain. Kulit kentang ini biasanya lebih tipis dan bentuknya lebih kecil dan cenderung bulat.

3. Kentang Serbaguna

Kentang serbaguna memiliki karakteristik di tengah-tengah kentang tepung dan kentang lunak. Seperti namanya, kentang ini cocok diolah menjadi aneka macam hidangan, baik basah maupun kering.

Sifat tepung kentang serbaguna lebih rendah dari kentang bertepung tinggi, tetapi kemampuan mempertahankan bentuknya saat diolah lebih baik. Kentang kuning dan kentang ungu adalah dua contoh kentang serbaguna.

Jenis-Jenis Kentang Berdasarkan Varietasnya

Kemungkinan jenis kentang yang terdapat di pasaran dunia jumlahnya cukup banyak. Akan tetapi, mereka bisa dikategorikan menjadi beberapa bagian besar seperti berikut ini.

1. Kentang Kuning

* sumber: www.specialtyproduce.com

Kentang kuning disebutkan memiliki tekstur lunak dan lembab dengan bentuk yang bulat atau lonjong. Kentang kuning memiliki kulit tipis dengan daging berwarna kuning pucat hingga kuning keemasan.

Dikenal sebagai kentang serbaguna, kentang ini dapat diolah dengan berbagai cara seperti direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis. Saat dimakan kentang kuning memiliki rasa yang halus dan agak manis. Beberapa varietas kentang kuning bahkan memiliki rasa mentega yang lezat.

Dalam 150 gram kentang kuning kira-kira terkandung 110 kalori, kalium, dan vitamin C. Kentang kuning juga merupakan sumber vitamin B6 yang baik dan bebas lemak, natrium dan kolesterol.

  • Tampilan: dari ukuran kelereng hingga besar; bentuk bulat atau lonjong; warna cokelat muda hingga kulit keemasan; daging kuning hingga keemasan
  • Tekstur: sedikit lunak (waxy), lembut, lembab
  • Rasa: agak halus; kaya; bermentega; kadar gula sedang

2. Kentang Putih

* sumber: www.woolworths.com.au

Disebut putih karena kentang ini memiliki kulit dan daging berwarna putih. Kentang putih mengandung pati dalam jumlah sedang dengan gula yang rendah. Hampir sama dengan kentang kuning, kentang ini juga memiliki kulit yang tipis dan halus serta isi yang daging yang sedikit padat.

Kentang putih dapat diolah dengan cara dikukus, direbus, dan digoreng. Dalam 150 gram kentang putih kira-kira terkandung 110 kalori dengan berbagai nutrisi seperti kalium dan vitamin C. Kentang putih juga merupakan sumber vitamin B6 yang baik dan bebas lemak, natrium dan kolesterol.

  • Tampilan: kecil hingga sedang; bentuk bulat hingga panjang; warna kulit putih atau cokelat; daging putih
  • Tekstur: pati sedang; sedikit lembut, agak padat; kulit tipis dan halus
  • Rasa: agak halus; ringan; kadar gula rendah

3. Kentang Merah

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/[email protected]/

Kentang merah merupakan salah satu jenis kentang dengan tekstur berlilin. Karena demikian, kentang merah mampu mempertahankan bentuknya dengan baik selama proses memasak, baik dipanggang atau dimasak dalam rebusan seperti sup dan semur.

Kentang jenis ini memiliki kulit tipis berwarna merah cerah dan daging berwarna putih yang rasanya halus, lembut, dan creamy. Kandungan nutrisi pada kentang merah tidak begitu berbeda dengan kandungan nutrisi kedua jenis kentang yang sudah disebutkan di atas.

  • Tampilan: kecil hingga sedang; bulat atau agak lonjong; halus, kulit halus, tipis, dan berwarna merah; daging berwarna putih
  • Tekstur: berlilin (waxy), lembab dan halus; lembut
  • Rasa: cukup manis; kadar gula sedang

4. Kentang Ungu

* sumber: www.publicdomainpictures.net

Kentang berwarna cerah ini memiliki kulit berwarna ungu tua yang tipis dan daging berwarna ungu cerah dengan tekstur bertepung. Kulit kentang ungu akan berubah warna menjadi gelap saat dimasak, sedangkan dagingnya menjadi sedikit lebih cerah. Kentang ungu dapat diolah dengan cara dipanggang, direbus, dan dikukus.

Salah satu hal unik dari kentang ini adalah adanya antioksidan tambahan yang berasal dari anthocyanin dalam daging dan kulit mereka yang ungu. Hal itu tentunya bisa menjadi nutrisi tambahan bagi yang mengkonsumsinya. Kandungan nutrisi lainnya pada kentang ungu bisa dibilang sama dengan saudara-saudaranya di atas.

  • Tampilan: ukuran kecil hingga sedang; bentuknya lonjong hingga mirip jari; kulit berwarna ungu tua, biru atau agak merah; daging berwarna biru, ungu lavender, merah muda atau putih
  • Tekstur: lembab; daging yang kukuh (untuk varietas kentang peru biru dan ungu semuanya memiliki kandungan pati lebih dan tekstur tepung lebih tinggi)
  • Rasa: agar bertanah (seperti aroma tanah segar); seperti mengandung kacang; kandungan gula rendah

5. Kentang Russet

* sumber: pixabay.com

Pernah makan kentang goreng di sebuah restoran asing terkenal? Mengapa rasanya tidak sama dengan goreng kentang yang biasa kita masak dirumah? Jawabannya adalah kentang russet ini. Karena teksturnya yang tergolong bertepung, kentang ini sangat cocok dijadikan kentang goreng khas restoran-restoran atau untuk keperluan membuat kue (baking).

Dikenal juga dengan nama kentang Idaho,  kentang ini memiliki bentuk memanjang dan berukuran besar dengan kulit kasar berwarna cokelat. Kandungan nutrisi kentang russet masih sama dengan jenis-jenis kentang yang dibahas di sini. Kentang jenis ini sepertinya cukup sulit ditemukan di pasaran Indonesia karena merupakan varietas yang banyak ditanam di Amerika Utara.

  • Tampilan: oval sedang hingga besar, lonjong atau agak pipih, kulit berjaring dan berwarna cokelat muda terang hingga medium, daging berwarna putih hingga kuning pucat
  • Tekstur: bertepung, kering; ringan dan halus; kulit jadi agak kenyal saat dimasak
  • Rasa: lembut; bertanah; kadar gula sedang

Itulah beberapa jenis kentang yang paling populer di pasaran. Di antara kelima kategori utama kentang ini, mana yang sudah dan belum kamu coba? Cari produk kentang di Bukalapak melalui link ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *