Bacaterus / Tanaman / 10 Jenis-Jenis Kayu Endemik asal Indonesia yang Terkenal

10 Jenis-Jenis Kayu Endemik asal Indonesia yang Terkenal

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kayu merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk bangunan, furnitur, kerajinan atau produk. Indonesia memiliki banyak jenis kayu untuk semua keperluan itu. Beberapa kayu asal Indonesia diakui kualitasnya di dunia. Dikarenakan iklim dan tanah di Indonesia, kita memiliki banyak jenis kayu yang kuat dan urat yang bagus. Berikut ini adalah beberapa kayu endemik Indonesia yang terkenal.

1. Albasia

Albasia

* sumber: wpckayuasri.com

Dikenal juga dengan nama kayu Sengon, Albasia adalah jenis kayu Indonesia yang merupakan khas daerah tropis. Jenis kayu ini bisa dengan mudah ditemukan dijual di berbagai toko material. Biasanya dijual dalam bentuk papan atau kaso.

Albasia merupakan jenis  kayu yang lunak tapi sulit untuk langsung difinishing. Karakter kayu albasia dengan pori-pori besar, berbulu serta mudah patah menjadikan kayu ini tidak bisa langsung dibuat material untuk produk. Ciri lainnya, kayu ini berwarna putih kotor bercampur cokelat tanpa urat.

Walaupun demikian permintaan akan kayu albasia dari tahun ke tahun terus meningkat. Ini membuktikan bahwa produsen menyadari bahwa kayu ini memiliki penggunaan dan manfaat yang semakin luas.

Faktanya, kayu albasia mudah untuk digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan kayu olahan contohnya blockboard dan triplex, pensil, stik es krim, korek api dan bahkan juga bahan baku untuk pembuatan kertas.

Kita sering melihat papan juga balok kayu albasia dijadikan material bangunan penyangga serta bahan bangunan sementara. Selain itu, jenis kayu ini juga dipakai untuk pallet untuk barang atau packing pada shipping.

2. Jati

Jati

* sumber: www.karyafurniturejepara.com

Sering kali kayu jati dianggap sebagai jenis kayu yang memiliki tekstur serta serat yang paling indah. Jati sering dijadikan pilihan utama untuk dijadikan material bahan bangunan karena memiliki karakteristik yang kuat, stabil, dan tahan lama. Jati termasuk dalam kayu dengan Kelas Awet I, II serta Kelas Kuat I, II.

Jenis kayu ini pun terbukti tahan terhadap rayap, jamur, serta serangga lainnya. Hal itu dikarenakan kandungan minyak di dalam kayu jati. Tak hanya itu, jati juga  tahan terhadap perubahan suhu dan cuaca sehingga bisa digunakan baik di dalam ataupun di luar ruangan.

Kalau berbicara soal kualitas dan penampilan, tak ada yang sebanding dengan kayu jati. Di Indonesia pohon Jati tumbuh di Pulau Jawa, Sulawesi serta Nusa Tenggara. Jati bukan termasuk jenis pohon yang hidup di hutan hujan tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, contoh di kalimantan.

Justru kebalikannya, di Indonesia, pohon jadi akan tumbuh dengan baik di tempat yang kering juga berkapur, khususnya di daerah tanah berkapur, seperti di Jawa Tengah juga Jawa Timur. Daerah penghasil pohon jati berkualitas terbaik adalah Pulau Jawa.

Pohon jati mulai ditanam di Pulau Jawa oleh pemerintah Belanda sejak tahun 1800-an. Sekarang ini  pengelolaannya berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Harga kayu jati banyak dipengaruhi oleh ukuran, asal, dan kriteria batasan kualitas kayu.

3. Rasamala

Rasamala

* sumber: blogaquascape.blogspot.com

Pohon Rasamala adalah pohon hutan yang ketinggiannya bisa mencapai hingga 40-60 meter. Kayu Rasamala adalah jenis kayu di Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis tinggi karena kayu ini kuat dan juga bisa menghasilkan damar.

Rasamala memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah di Indonesia, contohnya, Tulasan, Mala, dan Mandung. Sementara itu di negara lain seperti di Burma, pohon ini dikenal dengan nama Nantayok, di Laos disebut Sop sedangakan di Thailand dikenal dengan nama Hom.

Kayu Rasamala memiliki manfaat lain selain sebagai bahan bangunan, yaitu berupa getah yang mempunyai aroma wangi. Getah kayu rasamala sering dipakai untuk campuran pewangi ruangan. Selain kayu dan getahnya, daun pohon rasamala juga  bisa dijadikan lalapan terutama yang masih muda.

Kayu yang dihasilkan pohon rasamala memiliki tingkat keawetan kelas II dan berat jenisnya sekitar 0,6 sampai 0,8. Kayu ini dalam perdagangan kayu cenderung memiliki harga pasaran yang murah. Rasamala juga adalah kayu yang awet walaupun tanpa perlakuan khusus dan bersentuhan dengan tanah.

4. Meranti

Meranti

Sering juga disebut Kayu Kalimantan, kayu meranti merupakan kayu yang paling banyak dipergunakan untuk membuat furnitur, panel dan kusen. Disebut sebagai kayu Kalimantan karena kayu ini tumbuh dengan baik hanya di pulau tersebut meskipun bisa tumbuh di daerah lain.

Batang kayu meranti bisa tumbuh sampai 70 m dan diameternya bisa mencapai 4 m lebih. Bahasa latin kayu meranti adalah Mahoni Philipina. Kayu ini sering ditemukan dengan warna cokelat kemerahan dan tidak punya urat atau grain. Di toko material, kayu ini dijual dalam bentuk papan atau kaso.

Selain digunakan untuk furnitur dan bahan bangunan, kayu meranti bisa juga dijadikan pulp untuk pembuatan kertas. Sementara itu buah dari beberapa jenis meranti, yaitu buah tangkawang bisa jadi bahan baku untuk produk kosmetik.

5. Merbau

Merbau

Asal kayu ini dari Maluku dan Papua dan kayu merbau adalah jenis kayu keras dan mempunyai julukan Kayu Besi. Sejak lama kayu merbau sudah menjadi primadona lokal dan eksport karena memiliki kualitas yang superior.

Kayu merbau mempunyai warna cokelat abu gelap juga merah cokelat gelap. Arah serat kayu ini  hampir lurus dan bisa tumbuh menjulang sampai 50 meter dengan diameter sampai 2 meter. Merbau banyak digunakan sebagai parkit lantai, bak truk, tiang bangunan, sampai bahan konstruksi jembatan.

Harga kayu merbau cukup bersaing dengan kayu jati karena kekerasan dan durabilitasnya. Kayu merbau juga bisa digunakan sebagai material konstruksi laut karena daya tahannya. Merbau tidak sulit untuk diolah karena mudah dipotong dan difinishing, tapi lumayan susah dibubut dan dipaku.

Baca juga: 10 Jenis Kayu yang Bagus dan Banyak Digunakan Saat Ini

6. Cendana

Cendana

* sumber: www.bramblefurniture.com

Di Indonesia, kayu cendana merupakan salah satu jenis komoditas yang lumayan menjanjikan. Cendana mempunyai tekstur yang kokoh dan kuat. Kayu ini bisa jadi alternatif untuk kayu jati untuk digunakan sebagai bahan baku pembuat furnitur.

Ada dua jenis kayu cendana, yaitu kayu cendana putih dan merah. Dibandingkan kayu cendana merah, kayu cendana putih kualitasnya lebih baik. Daerah Nusa Tenggara Timur merupakan daerah tempat tumbuhnya kayu cendana putih di Indonesia. Cendana merah banyak tumbuh di India dan Fuan.

7. Ulin

Ulin

* sumber: microusbp.blogspot.com

Salah satu jenis kayu Indonesia, kayu ulin bisa dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan kapal yang asalnya dari Kalimantan juga Sumatra bagian selatan. Ulin bisa tumbuh sampai 50 sentimeter dan diameternya sampai lebih dari 1 meter.

Kayu ulin dikenal memiliki ketahanan yang bagus terhadap perubahan suhu, kelembaban, pengaruh air, dan tidak mudah dimakan rayap karena memiliki sifat yang keras dan berat. Kayu ini bisa digunakan untuk beragam keperluan khususnya konstruksi.

Sejak dahulu di Kalimantan, kayu ini dipergunakan sebagai bahan pembuatan rumah panggung untuk penduduk lokal. Ulin juga banyak digunakan oleh penduduk lokal sebagai bahan untuk kerajinan, contohnya perhiasan sampai patung.

8. Trembesi

Trembesi

* sumber: www.dekoruma.com

Pohon trembesi adalah salah satu jenis pohon yang bisa menyerap sampai 28.5 ton gas CO2. Selain sebagai penyerap gas CO2 yang baik, kini kayu trembesi juga makin diminati oleh pasar lokal serta Asia untuk dipakai sebagai bahan baku furnitur, patung, dan ukiran karena urat kayunya yang menawan.

Kayu Trembesi dapat tumbuh dengan mudah di beberapa daerah tropis serta daerah dengan curah hujan yang tinggi, seperti Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku. Tinggi kayu trembesi bisa mencapai 40 meter dengan diameter sampai  4.5 meter.

9. Eboni

Eboni

* sumber: www.dekoruma.com

Nama latin kayu eboni adalah Diospyros Celebica. Kini kayu ini sudah cukup langka. Macassar Ebony dan Black Ebony yang memiliki gabungan warna hitam dan cokelat serta urat yang kontras membuat kayu ini banyak diburu oleh negara Jepang, Amerika, dan Eropa.

Puncaknya kegiatan ekspor kayu eboni terjadi pada tahun 1973 hingga mencapai 26.000 m3 jumlahnya dan terus menurun sampai sekarang ditetapkan sebagai kayu yang dilindungi oleh IUCN dan 2000 World Conservation Union (WCN) Red List of Threatened Species.

Pohon Kayu Eboni bisa tumbuh sampai 40 meter dan diameter sampai 1 meter. Eboni termasuk dalam kayu kelas awet 1 dan kelas kuat 1. Dengan urat kayu yang eksotis ini, eboni sering dijadikan bahan baku untuk pembuatan alat musik seperti biola, gitar, hingga piano juga  patung serta perhiasan.

10. Kamper

Kamper

* sumber: infoharga.id

Kayu Kamper memiliki warna cokelat muda sampai coklat kemerahan dan mirip dengan kayu mahoni. Kayu ini termasuk dalam kayu berkelas awet II, III serta kelas kuat I dan II. Kayu kamper asal dari Samarinda dikenal halus jika dibandingkan dengan daerah lain.

Selain dari Samarinda, ada juga kayu kamper singkil, kamper banjar, dan kamper kapur. Dahulu kegiatan bisnis yang jadi primadona di Sumatera adalah penggunaan getah beberapa kayu kamper jadi kapur barus. Sekarang penggunaan kapur barus makin meluas dan dibuat juga sintetisnya dengan terpentin.

Indonesia masih mempunyai banyak jenis kayu endemik dengan kualitas yang tinggi selain dari jenis-jenis kayu yang telah disebutkan di atas. Agar tetap bisa memanfaatkan kayu-kayu tersebut sebagai bahan untuk banyak keperluan, kita harus menjaga persediaannya. Apakah kamu mengenal jenis kayu endemik Indonesia yang lainnya?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *