Bacaterus / Ikan / Inilah 10 Jenis Ikan Nila Dibudidayakan di Indonesia

Inilah 10 Jenis Ikan Nila Dibudidayakan di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 Desember 2019

Kita semua pastinya pernah memakan ikan nila, ikan air tawar yang cukup murah dan disukai banyak orang. Ikan nila  adalah ikan yang masih kerabat dekat dengan mujaer. Ikan nila termasuk ikan yang mudah untuk dibudidayakan. Apabila tertarik untuk membudidayakan ikan nila, beberapa jenis ikan nila yang akan dibahas di artikel ini dapat menjadi pilihan.

Asal Ikan Nila

Asal Ikan Nila

Ikan nila sesungguhnya bukan ikan asli Indonesia. Ikan Nila memiliki nama ilmiah Oreochromis niloticus. Ikan nila termasuk kedalam spesies ikan Tilapia atau disebut juga ikan cichild tawar asli dari lembah Sungai Nil dan beberapa daerah Afrika. Nila telah dikenalkan untuk tujuan pertanian ke lebih dari 50 negara dan hampir ditemukan di semua daerah tropis.

Nila adalah satu ikan yang jadi makanan penting di dunia karena sifatnya yang kuat dan mampu beradaptasi secara ekologikal dan tropfik. Ikan Nila sering dianggap sebagai ikan perintis karena ikan ini dapat tumbuh subur di daerah yang kurang baik. Oleh karenanya, nila dapat mengungguli jenis ikan lain di tempat ikan tersebut diperkenalkan.

Karakter

Karakter

Tubuh dari ikan nila biasanya berwarna kehitaman atau keabuan, dan memiliki garis belang yang melintang yang akan menjadi kabur saat tumbuh dewasa. Ekornya terdapat garis-garis tegak sebanyak 7-12 buah. Sirip, dada, perut, ekor dan sirip punggung memilki warna merah atau kemerahan saat musim berkembang biak.

Jenis-jenis ikan Nila

1. Ikan Nila Srikandi

Ikan Nila Srikandi

Ikan nila Srikandi adalah ikan nila yang tujuannya untuk dibudidayakan di air payau yaitu air yang memiliki kadar garam tinggi. Nama Srikandi singkatan dari Salinity Restistant Improvement Tilapia from Sukamandi. Ikan Ini berasal dari Balai Penelitian Pemuliaan Ikan Sukamandi (BPPI). Jenis ini adalah persilangan dari nila nirwana hitam betina dan jantan yang berwarna biru.

Ikan ini dapat beradaptasi dengan tingkat kadar garam yang tinggi dari pada tempat asalnya di air tawar. 3 sampai 4 bulan adalah waktu yang diperlukan untuk pembiakan ikan ini sampai dapat dipanen. Nila Srikandi saat dipanen bobotnya dapat mencapai sekitar 250 gram per ekor.

2. Nila Larasati

Nila Larasati

Ikan nila Larasati adalah ikan lokal yang dapat dikembangbiakan di berbagai media air. Biasanya ikan ini dibudidayakan di air kolam air tenang atau yang deras dan di air payau. Ikan ini memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan juga kebal terhadap serangan bakteri serta dapat tumbuh dengan cepat.

Nama Larasati bukan karena kecantikannya, tetapi karena ini adalah ikan lokal yang dikembangkan oleh Balai Benih Ikan Janti di Klaten. Ikan Larasati adalah ikan hasil persilangan antara ikan nila pandu jantan dan ikan nila kunti betina.

3. Ikan Nila Merah Nifi

Ikan Nila Merah Nifi

Ikan nila merah ini biasanya disebut dengan ikan Nirah (Nila Merah) atau disebut NIFI (National Inland Fish Institute). Ikan ini adalah ikan hasil persilangan antara ikan betina luar negeri dan ikan jantan lokal. Nirah sendiri memiliki ciri warna yang campuran antara warna agak kemerahan, agak kuning, dan agak putih. Ikan ini banyak disukai masyarakat dan dikatakan lebih banyak menghasilkan benih jantan.

4. Ikan Nila Best

Ikan Nila Best

Best adalah singkatan dari Bogor Enhanched Strain Tilapia. Nila Best merupakan generasi keenam dari hasil persilangan 3 nila dengan ikan nila dari jenis gift. Ikan ini dapat menghasilkan telur sekitar 1500 sampai dengan 2800 butir untuk satu ekor ikan. Indukan dari ikan ini beratnya bisa mencapai 400 gram, sehingga telurnya berukuran besar dan seragam.

5. Nila Nirwana 3

Nila Nirwana 3

Nila Nirwana 3  adalah ikan hasil persilangan antara ikan nila GFT dan GESIT. Ikan ini dikembangkan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa, Purwakarta. Ikan ini juga memiliki nama lain yaitu ikan nila ras Wanayasa. Ikan ini diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2016.

Nila Nirwana 3 diklaim mampu tumbuh lebih cepat 30% dari ikan nila nirwana 2. Proses memanennya pun hanya perlu waktu 2 bulan dengan prosentase untuk anakan sekitar 80 persen. Ikan ini dianggap sebagai jenis ikan nila yang paling menguntungkan untuk dibudidayakan.

6. Ikan Nila Citralada

Ikan Nila Citralada

Ikan Citralada adalah ikan yang dikembangkan di Thailand dan didatangkan ke Indonesia sekitar tahun 1989. Sekilas ikan nila ini mirip dengan ikan nila merah biasa. Citralada banyak menghasilkan anakan yang berjenis kelamin jantan.

Pada umur 4 bulan citralada bobotnya bisa mencapai 200 gram. Ikan ini memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan menghasilkan telur yang banyak, serta tekstur daging ikannya kenyal.

7. Ikan Nila Gesit

Ikan Nila Gesit

GESIT adalah singkatan dari Genetically Supermale Indonesia Tilapia. Ikan ini dikembangkan oleh IPB, BPPT, dan BBPBAT. Ikan ini adalah hasil pengembangan dari ikan dari jenis GIFT  atau Genetic Improvement of Farmed Tilapias, dari  negara Filipina. Ikan ini didatangkan pemerintah ke Indonesia sekitar tahun 1994 dan 1997.

Ikan ini memiliki kemampuan pertumbuhan yang sangat cepat, pada umur 4-5 bulan panjangnya dapat mencapai ukuran 8 cm. Nila gesit bobotnya dapat mencapai 500-600 gram per satu ekor ikan. Satu keunggulan nila Gesit adalah mampu menghasilkan nila jantan yang memiliki daya tahan hidup hingga 98 persen.

8. Ikan Nila Salina

Ikan Nila Salina

Ikan Nila salina adalah ikan hasil rekayasa BPPT, dan disahkan pada tahun 2013. Salina merupakan singkatan dari Saline Indonesia Tilapia, dari namanya kita dapat mengetahui bahwa ikan ini dapat hidup di air dengan kadar garam yang tinggi. Bahkan ikan ini bisa hidup di dekat air laut. Memiliki feed Conversion Ratio rendah yang berarti bahwa ikan ini tidak memerlukan pakan yang banyak.

9. Ikan Nila Jatimbulan

Ikan Nila Jatimbulan

Ikan ini merupakan hasil penelitian pemuliaan ikan yang dilakukan oleh UPTPBAT daerah umbulan. Nama Jatimbulan sendiri berasal dari tempat ikan ini diteliti yaitu Jawa Timur Umbulan. Jatimbulan merupakan nila khas Indonesia yang unggul karena dapat tumbuh dengan cepat dan besar.

Keunggulan lain dari Jatimbulan adalah tingkat kelangsungan hidup yang tinggi sekitar 85%. Ikan ini dapat hidup di air tawar maupun air payau sekalipun bahkan yang memiliki kadar garam yang tinggi. Selain itu keunggulannya adalah tahan terhadap bakteri Aero hydrophylla.

10. Ikan Nila Anjani

Ikan Nila Anjani

Ikan ini adalah ikan yang berasal dari provinsi NTB. Nama Anjani sendiri berasal dari Andalan Jejaring Nila Indonesia. Ikan ini merupakan ikan yang dikembangkan oleh BPBIAT atau Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar, aikmel, dari daerah Lombok Timur.

Keunggulan dari ikan ini adalah memiliki waktu pertumbuhan yang cepat, selain itu ikan ini  tahan terhadap bakteri  Streptococcus iniae. Ikan ini memiliki tubuh yang tinggi dan diklaim memiliki tesktur daging yang tebal. Ikan ini dirilis ke masyarakat pada tanggal 27 Desember 2012.

Bagi yang berminat untuk membidudayakan ikan nila ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Pemilihan benih yang baik dan berkualitas akan sangat menguntungkan. Ikan nila sebaiknya dibudidayakan  menggunakan kolam tanah dan jangan lupa juga pemeliharaan kolamnya seperti pengeringan, keasaman tanah, pemupukan serta pengisian air kolam.

Demikianlah beberapa jenis ikan yang dapat yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Manakah nila yang cocok dibudidayakan di tempat kita? Jawabannya pasti akan berbeda untuk setiap daerah. Bagi yang mau memulai membudidayakan nila sebaiknya kita bertanya terlebih dahulu ke tempat balai penelitian  untuk mengetahui ikan mana yang baik untuk dibudidayakan di tempat tinggal kita.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *