Bacaterus / Makanan / 12 Jenis Dumpling dari Berbagai Negara, Mana Favoritmu?

12 Jenis Dumpling dari Berbagai Negara, Mana Favoritmu?

Ditulis oleh - Diperbaharui 18 Februari 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dumpling merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Kita mengenal siomay yang merupakan bagian dari jenis-jenis dumpling berbagai negara. Selama ini kita lebih mengenal dumpling dari negara Tiongkok. Ternyata tak hanya negeri Tirai Bambu yang punya dumpling. Negara-negara lain di dunia pun memilikinya. Ingin tahu apa saja jenis dumpling dari negara lain? Simak ulasannya di sini.

1. Xiaolongbao (Tiongkok)

Xiaolongbao

* sumber: cosmopolitanfm.com

Rasanya tidak afdol jika membicarakan jenis-jenis dumpling di dunia tanpa menyebutkan dumpling dari negara Tiongkok. Negeri tirai bambu ini memiliki banyak varian dumpling. Xiaolongbao merupakan dumpling yang unik karena berisi sup. Asal dumpling ini dari Nan Xiang abad ke-19.

Daerah tersebut saat ini telah menjadi distrik Jiading Shanghai. Dipercaya bahwa Huang Mingxian, seorang pemilik toko yang ingin mengembangkan pangsit klasik, merupakan penjual bentuk pertama xiaolongbao. Ide itu muncul karena meningkatnya persaingan dari para penjual yang juga tetangganya.

Biasanya dumpling atau pangsit ini diisi dengan sup dan daging babi cincang dalam jumlah besar, kemudian dikukus dalam kukusan bambu yang didesain khusus. Xiaolongbao juga terkadang bisa diisi dengan daging kepiting atau udang.

2. Pitepalt (Swedia)

Pitepalt

*Sumber: https://twitter.com/robbaztube/status/861746086968426496

Swedia tak hanya dikenal karena memiliki produk furnitur yang bagus, tapi juga karena makanannya yang berupa dumpling. Pitepalt merupakan dumpling kentang berisi daging yang asalnya dari kota Piteå, Swedia. Di kota saja dumpling ini memiliki banyak varian.

Tempat terbaik untuk mencicipi beberapa varian dumpling ini bergantung kepada siapa kamu bertanya. Biasanya dumpling ini terbuat dari kentang mentah yang dicampur dengan barley atau tepung terigu, lalu diisi dengan daging cincang.

Pitepalt disajikan dengan makanan pokok Skandinavia selai lingonberry yang dipopulerkan di seluruh dunia oleh Ikea. Mengapa? Karena kamu bisa menemukan selai ini dijual di sana.

3. Kartoffelklöße (Jerman)

Kartoffelklöße

* sumber: www.kuechengoetter.de

Kartoffelklöße atau kartoffelknödel merupakan jenis dumpling kentang tradisional Jerman yang sangat populer di Bavaria, Thuringia, serta daerah Rhineland. Dumpling ini bisa terdiri dari kentang matang, kentang mentah, atau kombinasi keduanya bergantung pada variasinya.

Selanjutnya campuran kentang bisa dikembangkan dengan menambahkan bahan lain seperti telur kocok, tepung jagung, tepung kentang, atau tepung, dan rempah-rempah seperti peterseli atau daun bawang, sedangkan beberapa versi lainnya ada yang diisi pangsit dengan sauerkraut, crouton, atau ham.

4. Ba Wan (Taiwan)

Ba Wan

* sumber: tap-ny.org

Ba wan adalah makanan kaki lima di Taiwan yang dapat ditemukan di pasar malam di  adalah jajanan jalanan Taiwan yang biasa ditemukan di pasar malam di negara ini. Kulitnya tembus pandang dan dibuat dari tepung maizena, tepung beras, dan tepung ubi berisi isian rebung, daging babi, dan jamur.

Jenis dumpling ini dihidangkan dengan kuah yang manis gurih. Ba wan bisa digoreng atau dikukus dan biasanya dihidangkan dengan saus manis dan pedas atau kaldu yang beraroma. Makanan ini bukanlah makanan paling bergengsi di Taiwan, tapi merupakan favorit dari semua kelas sosial.

Varietas ba wan bergantung pada daerahnya, tapi jenis ba wan yang tradisional dimasak dengan cara dikukus secara menyeluruh, lalu dicelupkan ke dalam minyak panas untuk membuat kulitnya hampir tembus cahaya.

Cara penyajian ba wan di tiap wilayah juga berbeda-beda. Biasanya sebelum disajikan, ba wan dibelah, sementara versi daerah selatan, ba wan sering dibiarkan tanpa dibelah. Sekarang ini, dumpling yang kenyal dan lengket ini dijual hampir di tiap sudut di Taiwan.

5. Gyōza (Jepang)

Gyōza

* sumber: www.karairamenbistro.com

Gyoza merupakan dumpling Tiongkok versi Jepang. Dumpling ini muncul selama Perang Dunia II saat tentara Jepang yang berbasis di Tiongkok timur laut jatuh cinta dengan dumpling Tiongkok. Kemudian saat mereka kembali ke Jepang, mereka dan mereplikasi dumpling tersebut.

Dumpling yang memiliki bagian dasar yang renyah dan membuat ketagihan ini membedakan dirinya dari dumpling yang ada di Tiongkok dengan mempunyai kulit yang relatif lebih tipis dan bawang putihnya juga banyak.

Gyōza buatan restoran lebih renyah karena tipis. Kulit dumpling yang tipis itu dibuat dengan menggunakan mesin. Menurut orang barat, Jiaozi yang ada di restoran dibungkus menggunakan kulit buatan tangan yang lebih tebal.

Namun demikian, pengunjung berkunjung ke dua negara tersebut akan menemukan gyoza atau jiaozi berkulit tipis di seluruh restoran. Ada fakta menarik, yaitu biasanya isian gyōza tradisional terdiri dari campuran pokok daging babi cincang, kubis, dan jamur shiitake.

Namun beberapa penemuan baru-baru untuk isian yang tidak biasa termasuk uni (bulu babi), serta keju, ramuan shiso Jepang, dan terkadang bahkan natto yaitu kedelai yang difermentasi, yang dihormati juga ditakuti. Gyōza sering ditemukan di izakaya dan restoran Tiongkok di seluruh Jepang.

6. Momo (Nepal)

Momo

* sumber: www.sbs.com.au

Dumpling momo, secara tradisional, hanya diisi dengan daging cincang, tetapi sekarang ini, isiannya sudah bermacam-macam, termasuk sayuran, susu, atau kombinasi keduanya. Jenis dumpling ini asli dari Tibet dan telah dibawa ke Lembah Kathmandu pedagang Newar yang melakukan perjalanan.

Karena diaspora Tibet, saat ini momo juga sangat populer di India. Jenis dumpling ini biasanya dikukus, tapi bisa juga digoreng. Biasanya momo berbentuk dompet atau setengah bulan, tapi bentuk lain juga ada. Jenis momo yang paling terkenal di antaranya momo kerbau yang dibuat dengan daging kerbau.

Ada juga sha momos yang dibuat dengan daging sapi atau yak, serta khasi momos dengan isian domba atau kambing. Sementara itu jhol momos dan C-momos dihidangkan dengan saus pedas.

Jenis dumpling momo lain yang terkenal termasuk momo terbuka, tarkari momos yang memiliki isian sayuran, momo isi kentang, dan momo isi keju. Dumpling bisa dimakan baik sebagai camilan atau hidangan pembuka. Namun, biasanya momo dihidangkan sebagai hidangan utama dengan saus celup.

7. Siomay (Indonesia)

Siomay

* sumber: selerasa.com

Siomay merupakan dumpling dari Indonesia. Dumpling atau pangsit ini dimasak dengan cara dikukus dan disajikan dengan saus kacang. Asal siomay dari shumai Tiongkok yang biasa disajikan sebagai bagian dari dim sum, tetapi biasanya berbentuk kerucut.

Siomay, yang disajikan sebagai camilan dan makanan ringan, umumnya dibuat dengan isian daging babi, walaupun ikan merupakan alternatif yang populer di Indonesia karena alasan halal, dan yang paling umum jadi bahan isian adalah ikan tenggiri.

Beberapa pendamping paling populer untuk siomay di antaranya kentang kukus, kubis kukus, telur rebus, pare rebus, dan tahu. Penyajian siomay biasanya dipotong-potong karena ukurannya yang cukup besar serta diberi saus kacang, kecap manis, sambal, dan sedikit air jeruk nipis.

Baca juga: Resep Siomay Dimsum Ayam Spesial yang Lezat

8. Pierogi (Polandia)

Pierogi

* sumber: www.lonelyplanet.com

Pierogi merupakan hidangan Polandia tradisional. Jenis dumpling ini diisi dengan keju dadih dan kentang. Dumpling dari Polandia yang ikonik ini dibuat dengan membungkus isian yang gurih atau manis, umumnya daging cincang, kentang, keju, asinan kubis atau buah, dengan kulit yang tanpa ragi.

Dumpling ini lalu dimasak dalam air mendidih dan kemudian digoreng dengan mentega dengan bawang. Pierogi gurih dihidangkan dengan krim asam, sementara pierogi manis diberi gula dan dihidangkan dengan mentega atau krim leleh.

9. Mandu (Korea)

Mandu

* sumber: m.koreaherald.com

Jenis dumpling disebut mandu. Dumpling Korea ini biasanya diisi dengan berbagai campuran antara daging dan sayuran. Variasi lainnya mungkin tahu atau udang, juga jenis mandu tanpa daging.

Pilihan isian yang paling umum adalah daging babi, daging sapi, kimchi, kubis, bawang bombay, tauge, daun bawang, dan jamur, tapi bahan-bahannya bisa bervariasi bergantung musim. Dulu mandu hanya dihidangkan di istana atau pada acara-acara khusus tapi sekarang jadi hidangan sehari-hari.

10. Manti (Turki)

Manti

* sumber: turkeyweblog.com

Manti merupakan jenis dumpling tradisional Turki yang diisi dengan daging giling dan bawang bombay. Biasanya pangsit ini diberi saus yang terdiri dari yogurt dan bawang putih. Nama dumpling ini berasal dari kata mantu, yang artinya dumpling atau pangsit.

Pada awalnya hidangan ini dibawa ke Turki dari Asia Tengah oleh suku-suku Turki nomaden pada abad ke-13. Sekarang ini, pangsit manti populer di seluruh Turki, juga di banyak masakan lainnya seperti Afghanistan, Armenia, dan Asia Tengah.

11. Dim Sim (Australia)

Dim Sim

* sumber: conwayfish.com.au

Dim sim merupakan jenis dumpling berbagai negara lainnya. Asalnya dari Australia, dim sim ada yang digoreng atau dikukus dan diisi dengan daging babi atau daging lainnya, kubis, dan bumbu.

Walaupun terinspirasi oleh masakan tradisional Tiongkok baik dalam hal bahan dan nama hidangan, dumpling versi Australia ini berbeda dari dumpling Tiongkok dalam hal ukuran dan ketebalan dumpling. Versi Australia lebih tebal dan besar.

Ditemukan di Melbourne oleh seorang koki Cina bernama William Wing Young sekitar tahun 1945, yang menciptakan dumpling untuk restorannya, bernama Wing Lee. Dim sim, yang sering disebut dimmies, sebelum disantap biasanya dicelupkan ke dalam kecap.

12. Kreplach (Israel)

Kreplach

* sumber: www.kosher.com

Kreplach merupakan dumpling tradisional Yahudi yang asalnya dari Eropa Timur yang disebut krepish, yaitu kue-kue goreng yang diisi dengan daging. Selama bertahun-tahun, hidangan ini kemudian berubah, dan akhirnya dikenal sebagai krepl di komunitas Yiddish.

Dumpling ini diisi dengan berbagai bahan seperti daging giling, ayam, dan bumbu, sisa daging panggang, atau keju. Adonan dumplingnya biasanya dibuat dari tepung dan telur. Umumnya kreplach berisi daging yang disajikan dengan kaldu sup dalam mangkuk, tapi bisa juga digoreng dan dihidangkan sendiri.

Jenis-jenis dumpling berbagai negara ini ternyata cukup beragam. Dan tidak semua dumpling terinspirasi atau dipengaruhi oleh masakan dari Tiongkok, seperti dumpling dari Eropa. Tertarik untuk mencoba membuat dumpling dari negara lain?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *