Bacaterus / Drama / Pencinta Drama, Kenali Jenis Penyajian Cerita Drama Ini

Pencinta Drama, Kenali Jenis Penyajian Cerita Drama Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 11 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menonton sebuah pertunjukan memang bisa memberikan hiburan tersendiri. Salah satu jenis seni pertunjukan yang seringkali menghasilkan decak kagum para penontonnya adalah pertunjukan drama. Menonton langsung pertunjukan drama dengan totalitas akting dari para pemeran ditambah dekorasi panggung dan tata cahaya akan memberikan pengalaman tersendiri.

Sebuah pertunjukan drama biasanya akan menyajikan satu tema tertentu dalam setiap pertunjukannya. Tema tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah naskah drama dan dipentaskan serangkaian babak cerita yang diperankan oleh para aktor di atas panggung. Kisah-kisah yang disajikan dalam cerita drama juga beragam.

Jika dilihat dari penyajian ceritanya, beragam cerita yang disajikan dalam pertunjukan drama dapat dikategorikan kedalam beberapa macam drama seperti berikut.

1. Tragedi

Tragedi

* sumber: www.columbusunderground.com

Saat mendengar kata tragedi, kamu mungkin akan langsung teringat pada naskah-naskah drama karya William Shakespeare. Shakespeare memang salah satu penulis sekaligus pemain drama yang cukup banyak menulis naskah drama tragedi. Drama tragedi sendiri merupakan kisah drama yang melukiskan cerita atau kisah dengan penuh kesedihan dan kemalangan.

Kesedihan atau kemalangan dalam drama tragedi akan berkutat pada kisah hidup si pemeran utamanya. Oleh karena itu, pemeran utama dalam drama tragedi seringkali disebut “tragic hero”. Tragic hero yaitu seorang pahlawan baik yang mengalami nasib tragis dalam cerita, seperti ketidakuntungan, kesialan, ataupun hal-hal menyedihkan lainnya.

Jenis drama yang berasal dari Yunani Kuno ini biasanya memiliki akhir yang menyedihkan. Di zaman dahulu, drama tragedi sering dipentaskan dalam festival keagamaan. Beberapa contoh drama tragedi yang populer adalah Romeo and Juliet karya William Shakespeare, Kapai-Kapai karya Arifin C Noer, dan Sampek Engtay karya N Riantiarno.

2. Komedi

Komedi

* sumber: www.wsj.com

Kebalikan dari drama tragedi ialah drama komedi. Drama komedi merupakan cerita drama yang bersifat menghibur dengan unsur jenaka didalamnya. Kisah dalam drama komedi berisikan cerita mengenai sukacita serta hal-hal yang ringan untuk dinikmati. Tokoh-tokoh yang berperan dalam pertunjukan drama komedi juga merupakan tokoh-tokoh jenaka namun tetap bijaksana.

Meskipun dikemas dengan cara yang menghibur, namun drama komedi juga seringkali menyelipkan sindiran atau kritik sosial mengenai isu-isu terkini yang disampaikan secara tersirat melalui dialog-dialog  lucu. Jenis drama ini biasanya memiliki akhir cerita yang bahagia. Contoh drama komedi yang terkenal ialah A Midsummer Night’s Dream karya William Shakespeare.

3. Trage-komedi

Trage-komedi

* sumber: www.newcitystage.com

Sesuai dengan namanya, jenis drama yang satu ini adalah cerita drama yang memadukan unsur tragedi dan komedi. Artinya, drama tersebut bertujuan untuk menampilkan sebuah cerita tragis atau sedih namun ditampilkan dengan gaya yang lucu, atau juga sebaliknya. Aliran drama ini sudah muncul sejak masa Romawi Kuno.

Drama jenis trage-komedi biasanya berisikan kisah-kisah mengenai nasib buruk para tokohnya secara tiba-tiba atau bencana yang tidak terelakkan seolah menuju kehancuran, namun di akhir cerita kisah ini akan berakhir bahagia. Tema-tema dalam drama trage-komedi biasanya bercerita mengenai kisah cinta dengan hambatan-hambatan tertentu.

Beberapa naskah drama komedi yang cukup terkenal diantaranya adalah Api karya Usmar Ismail, Opera Kecoa karya N Riantiarno, Saija dan Adinda karya Max Havelaar, serta Waiting for Godot karya Samuel Beckett.

4. Opera / Drama Musikal

Opera Drama Musikal

* sumber: www.postcrescent.com

Drama opera atau yang juga lebih dikenal dengan drama musikal merupakan jenis drama yang dialognya merupakan nyanyian dan iringan musik. Selain menampilkan para pemeran yang bernyanyi, drama opera juga menampilkan pertunjukan ansambel musik seperti orchestra. Di Eropa dan negara-negara barat lainnya, pertunjukan drama opera masih sering dipentaskan.

Drama opera juga menggunakan elemen khas teater seperti setting panggung, pakaian, serta akting. Dalam drama ini, cerita dan perasaan yang dirasakan oleh para pemain akan diungkapkan melalui nyanyian dan gerakan tari. Para pemain opera juga biasanya bernyanyi dalam nada yang tinggi dengan bagian-bagian suara masing-masing.


Para pemain opera pria akan dibagi kedalam suara tenor, baritone, dan bass. Sementara pemeran wanita mendapatkan bagian soprano, mezzo-soprano, dan contralto. Beberapa naskah drama opera atau drama musikal yang cukup terkenal diantaranya seperti Les Miserables, The Phantom of the Opera, atau Rent.

Selain opera, ada juga jenis lain dari drama musikal yang disebut operet. Operet memiliki karakteristik yang sama dengan opera. Hal yang membedakannya operet memiliki waktu pementasan yang lebih pendek dari opera. Salah satu operet yang cukup terkenal misalnya operet Yulius Caesar karya Muh Yamin.

Baca juga: Suka Pertunjukan Drama? Ketahui Unsur Intrinsik Drama Berikut

5. Melodrama

Melodrama

* sumber: lompocrecord.com

Melodrama merupakan jenis drama yang menampilkan cerita serta para tokoh yang sangat sentimental, dapat mendebarkan hati, serta mengharukan. Aliran drama ini sudah menjadi bentuk utama teater sejak abad ke 19. Dalam pertunjukan drama ini, penonton akan disajikan alur cerita yang emosional dan mampu mengaduk perasaan.

Kebanyakan cerita dalam melodrama mengisahkan tentang kesedihan atau romansa. Namun bagi sebagian penonton terkadang kisah dalam melodrama akan terasa membosankan karena karakter para tokohnya yang dibedakan sangat drastis. Jika satu karakter diceritakan buruk, maka ia akan berperangai buruk hingga akhir cerita, begitupun sebaliknya.

Cerita dalam melodrama juga sedikit mirip dengan drama tragedi. Hanya saja dalam melodrama si tokoh utama akan ikhlas menerima nasibnya di akhir cerita. Contoh melodrama yang cukup terkenal diantaranya adalah Still Life karya Noel Coward dan Opera Primadona karya N Riantiarno.

6. Farce

Farce

* sumber: www.timeout.com

Istilah farce mungkin sedikit asing di telinga masyarakat awam karena drama jenis ini lebih sering disebut dagelan. Farce merupakan jenis drama dengan kisah yang ringan dan lucu. Berbeda dengan drama jenis komedi, drama farce memiliki kisah yang lebih ringan dan mudah dipahami serta biasanya menggunakan dialog kasar atau bahkan vulgar.

Hal ini seringkali membuat farce yang sudah dikenal sejak abad ke 14 ini dianggap sebagai drama murahan dan disebut juga komedi picisan. Adegan komedi dalam drama ini juga seringkali melibatkan fisik dengan tujuan menciptakan suasana yang lucu. Alur cerita farce tersusun berdasarkan arus situasi dan disesuaikan dengan keadaan penonton secara spontan.

Terkadang drama farce juga tidak disusun berdasarkan unsur-unsur drama yang seharusnya ada karena yang terpenting adalah membuat penonton terhibur. Beberapa contoh drama farce adalah The Importance of Being Earnest karya Oscar Wilde atau juga drama-drama yang dipentaskan oleh grup komedi Srimulat.

7. Tablo

Tablo

* sumber: www.dewimagazine.com

Tablo merupakan jenis drama yang mengutamakan penampilan pada aspek gerak atau tarian pada penyajiannya. Sepanjang pementasan drama tablo, para pemeran hanya akan melakukan gerakan tarian tanpa mengucapkan dialog sama sekali. Gerak tarian yang ditampilkan para tokoh tersebut diatur sedemikian rupa sehingga bisa menceritakan kisah dalam drama tersebut.

Karena tablo merupakan pertunjukan tanpa kata-kata, maka fokus penonton akan dipusatkan pada kostum dan latar belakang. Pementasan tablo biasanya hanya dilakukan pada komunitas-komunitas atau di jurusan teater Universitas.

8. Sendratari

Sendratari

* sumber: pariwisatasolo.surakarta.go.id

Sendratari merupakan jenis drama yang menggabungkan dua jenis seni, yaitu seni tari dan seni drama dalam satu pertunjukan. Sendratari umumnya akan dilakukan secara berkelompok. Cerita akan disampaikan kepada penonton dalam bentuk dialog dan tarian yang menggambarkan perasaan para tokoh.

Tarian dalam sendratari juga akan diiringi musik yang biasanya menggunakan gamelan. Beberapa contoh sendratari yang sering dipentaskan biasanya mengambil kisah mengenai pewayangan seperti sendratari Mahabarata atau sendratari Ramayana.

Wah, ternyata setiap pertunjukan drama yang kita tonton memiliki jenis dan tujuannya masing-masing ya. Bagaimana dengan kamu? Pertunjukan drama seperti apa yang pernah kamu tonton dan paling kamu sukai? Ceritakan pengalamanmu menonton pertunjukan drama di kolom komentar ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *