Bacaterus / Cabe / Inilah 5 Jenis Cabai yang Biasa Digunakan untuk Memasak

Inilah 5 Jenis Cabai yang Biasa Digunakan untuk Memasak

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Cabai adalah salah satu sayuran atau bumbu yang penting dalam kuliner Indonesia. Umumnya cabai diolah menjadi sambal yang beraneka ragam. Beberapa jenis cabai juga digunakan sebagai penguat rasa pada masakan. Aroma dan rasa pedas yang dikeluarkan oleh cabai banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.

Ada banyak jenis cabai di dunia ini dan masing-masing cabai memiliki tingkat kepedasannya yang berbeda. Cabai yang paling umum ditemukan di Indonesia antara lain seperti cabai rawit, cabai keriting, cabai gendot, cabai domba, dan lain sebagainya. Agar pemahaman kita tentang cabai meningkat, sebaiknya ketahui lebih lengkap jenis-jenis cabai yang umum ditemukan di Indonesia ini.

1. Cabai Rawit

* sumber: pxhere.com

Cabai yang berukuran kecil ini biasanya dijadikan bahan dasar sambal. Di Indonesia sambal sangat populer sebagai salah satu pelengkap hidangan. Bahkan sebagian orang tidak bisa hidup tanpa sambal alias sangat menggemari sambal. Bagi mereka tidak lengkap rasanya jika makan tanpa sambal. Selain sambal, cabai rawit juga sering dijadikan bahan utama pembuatan saus rujak, pecel, dan lain-lain.

Selain di Indonesia, cabai rawit atau cabai kathur juga sangat populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura cabai rawit disebut dengan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Banyak hidangan di negara-negara tersebut yang dilengkapi dengan cabai rawit agar lebih menggugah selera.

Buah cabai rawit umumnya berwarna hijau saat masih muda dan merah saat matang. Meskipun ukurannya kecil, tingkat kepedasan cabai rawit cukup tinggi loh, mencapai 50.000 – 100.000 pada skala Scoville. Harga cabai rawit juga cukup terjangkau walaupun di beberapa waktu bisa melambung sangat tinggi (contohnya saat menjelang lebaran dan hari-hari besar lainnya). Di bawah ini adalah jenis cabai lain yang dikategorikan sebagai cabai rawit.

  • Cabai Domba atau Cabai Putih

* sumber: pixabay.com

Cabai domba umumnya berukuran sedikit lebih besar dari cabe rawit biasa dengan bentuk yang gendut dan bontot. Cengek domba juga memiliki rasa yang lumayan pedas yang biasanya dapat dibedakan dari warnanya, yaitu merah (sangat pedas), oranye, dan hijau muda (medium). Cabai domba biasanya diolah menjadi sambal yang menggelegar.

  • Cabai Jemprit

* sumber: www.pexels.com

Cabai ini juga memiliki level kepedasan yang lebih tinggi dibanding cabai rawit pada umumnya. Cabai jemprit memiliki bentuk yang pendek dengan ujung yang runcing, lebih kecil dari cabai domba. Cabai jenis ini juga sering dijadikan sambal atau langsung dimakan bersama makanan lainnya semisal gorengan.

  • Cabai Ceplik

* sumber: www.pexels.com

Cabai ceplik yang disebut juga dengan cabai hijau memiliki bentuk bulat panjang dan langsing. Ukuran cabai ceplik ada di antara cabai jemprit dan cabai domba dengan tingkat kepedasan ada di bawah kedua cabai tersebut. Cabai ceplik biasanya disajikan bersama gorengan hangat yang nikmat.

2. Cabai Merah

* sumber: pixnio.com

Cabai merah adalah jenis cabai lainnya yang sering digunakan sebagai penguat rasa makanan. Hidangan lokal Indonesia yang tidak bisa lepas dari peran cabai merah adalah masakan Padang. Jika kamu penggemar masakan Padang yang sangat lezat, kamu pasti merasakan aroma cabai merah yang kuat di setiap bumbu masakannya. Dan itu benar-benar sangat menggugah selera makan setiap orang yang menciumnya.

Cabai merah memiliki ukuran yang lebih besar dari cabai rawit. Meskipun demikian, level kepedasan cabai merah umumnya lebih rendah dari cabai rawit sehingga membuatnya lebih cocok dijadikan bumbu masakan ketimbang sambal. Cabai merah juga memiliki warna merah menyala yang cantik sehingga dapat menjadi pewarna makanan alami bagi banyak hidangan. Cabai merah yang dipetik saat masih muda disebut dengan cabai hijau.

3. Cabai Keriting

* sumber: pixabay.com

Ini adalah jenis cabai lainnya yang berbentuk panjang, ramping, dan keriting. Cabai keriting juga adalah salah satu bumbu masakan yang sangat penting bagi kuliner Indonesia. Selain dijadikan bumbu, cabai keriting juga sering diolah menjadi sambal yang lezat. Cabai keriting umumnya berwarna merah, tapi ada juga cabai keriting yang berwarna hijau. Beberapa contoh kuliner Indonesia yang menggunakan cabai keriting adalah tumis, rendang, dan semur.

Cabai keriting memiliki kandungan vitamin yang baik bagi tubuh, seperti vitamin A dan vitamin C. Seperti kita ketahui vitamin A bermanfaat untuk meningkatkan sistem penglihatan mata manusia dan vitamin C dapat membantu tubuh dalam menangkal radikal bebas. Jadi, selain bermanfaat sebagai bumbu masakan, ternyata cabai keriting juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia dengan catatan mengkonsumsinya tidak berlebihan.

4. Cabai Gendot

Selanjutnya adalah cabai gendot atau gendol. Disebut demikian karena cabai jenis ini memiliki bentuk yang membengkak dan menggelembung. Cabai yang berasal dari daratan meksiko ini cukup populer di Indonesia, baik itu untuk dijadikan sambal atau pelengkap tumis-tumisan.

Cabai gendot memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi dari cabai rawit, yaitu mencapai 100.000-350.000 skala Scoville. Daerah penghasil cabai gendot utama di Indonesia adalah Bandung di Jawa Barat dan Dieng di Jawa Tengah. Sedangkan negara penghasil cabai gendot terbesar di dunia adalah Meksiko.

Cabai gendot memiliki beberapa varian dengan bentuk dan warna yang berbeda-beda. Cabai gendot yang umum ditemukan di pasaran Indonesia adalah cabai gendot yang berwarna hijau.

5. Paprika

* sumber: pixabay.com

Paprika adalah jenis cabe lainnya yang berukuran besar. Dalam bahasa Inggris paprika disebut dengan “bell pepper” karena memiliki bentuk serupa lonceng. Ukuran paprika dapat berkali-kali lipat dari ukuran cabai-cabai di atas. Paprika memiliki tekstur yang renyah dan keras dengan dalam yang berongga. Rasa paprika lebih ke manis dengan sedikit pedas.

Paprika adalah cabai yang berasal dari daratan Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan bagian utara. Paprika juga dibudidayakan di sebagian wilayah Indonesia, seperti di Bandung dan Kota Batu. Paprika di Indonesia umumnya hanya dikenal oleh masyarakat urban dan disajikan dengan masakan dan makanan tertentu saja (biasanya bukan kuliner lokal).

Paprika dijual dalam keadaan segar maupun bubuk dan umumnya dijual di pasar-pasar modern. Warna paprika juga beragam dan cantik seperti paprika merah, paprika hijau, dan paprika kuning.

Itulah beberapa jenis cabai yang umum ditemukan dalam kuliner Indonesia. Selain bermanfaat sebagai penguat dan penambah rasa hidangan, cabai-cabai di atas dapat memberikan manfaat kesehatan bagi manusia jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu. Cabai umumnya memiliki kandungan vitamin C dan betakaroten (provitamin A).

Harap diingat bahwa mengkonsumsi cabai dalam jumlah banyak dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti sakit perut atau lambung. Jadi, sebaiknya buah ini dikonsumsi seperlunya saja.

Cabai-cabai di atas kini dapat dibeli dengan mudah, baik secara offline maupun online (umumnya berbentuk bubuk sehingga tahan lama). Nah, jika kamu ingin mendapatkannya secara online, kami sarankan untuk membelinya di Bukalapak melalui link ini. Di sana terdapat berbagai macam bubuk cabai yang bisa dibeli sebagai pelengkap bumbu-bumbu dapur.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar