Bacaterus / Bunga / 10 Jenis Bunga yang Menjadi Identitas Flora Nasional

10 Jenis Bunga yang Menjadi Identitas Flora Nasional

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bunga memiliki banyak makna dan juga nilai filosofis, sehingga dapat dinobatkan menjadi satu maskot atau identitas suatu daerah.  Begitu pula di Indonesia, ada beberapa bunga yang menjadi simbol nasional dan juga simbol daerah. Berikut ini berapa jenis bunga yang menjadi identitas flora Nasional dari Indonesia juga menjadi identitas flora dari suatu provinsi.

1. Melati Putih – Jasminum sambac

Melati Putih

* sumber: www.homestratosphere.com

Setiap orang kenal dengan bunga melati. Tetapi apakah kamu tahu kalau bunga melati merupakan satu jenis bunga yang menjadi simbol flora nasional dari Indonesia? Melati menjadi simbol flora Nasional sebagai Puspa Bangsa, dengan Ketetapan Presiden Indonesia Nomor 4/1993.

Bunga melati merupakan jenis bunga yang masuk pada kelompok perdu. Bunga melati merupakan tumbuhan dengan batang yang tegak, dan kelopak bunganya berbentuk tunggal. Bunga melati dapat kamu temukan di wilayah yang memiliki iklim yang hangat atau beriklim tropis

Makna filosofis dari warna putih dan harum bunga melati adalah melambangkan kesucian dan juga kemurnian. Selain Melati juga melambangkan keelokan dari budi pekerti yang sederhana tetapi menawan hati. Melati merupakan bunga yang hampir hadir dalam setiap tradisi masyarakat Indonesia.

2. Anggrek Bulan – Phalaenopsis amabilis

Anggrek Bulan

* sumber: isroi.com

Satu bunga lagi yang masuk dalam Keputusan Presiden Indonesia Nomor Nomor 4/1993, yaitu bunga Anggrek bulan sebagai Puspa Pesona. Maluku merupakan tempat pertama kali anggrek bulan ditemukan. Ciri dari bunga anggrek bulan yaitu memiliki bentuk bulat memanjang berwarna putih .

Daun dari anggrek bulan bentuknya memanjang dan berwarna hijau. Waktu mekar dari anggrek bulan ini terbilang cukup lama, dan mereka dapat tumbuh baik dengan cahaya matahari yang  minim. Bunga anggrek bulan tumbuh dengan menempel pada tanaman lain atau biasa disebut efifit.

3. Padma Raksasa – Rafflesia Arnoldi

Padma Raksasa

* sumber: www.inibaru.id

Bunga terakhir yang masuk dalam flora nasional adalah tanaman  bunga padma raksasa, atau kamu mungkin lebih mengenalnya dengan nama rafflesia arnoldi. Bunga raksasa ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818, di hutan tropis sumatera oleh pemandu yang bekerja pada Thomas Stanford Raffles.

Bunga ini tumbuh dengan menempel pada tumbuhan lain. Bunga padma raksasa ini, tidak memiliki daun, sehingga nutrisi yang didapatkannya berasal dari inangnya. Kelopak bunga padma ini berukuran besar, dan mereka akan mekar hanya dalam waktu satu minggu dalam waktu-waktu tertentu.

Bunga padma ini tidak hanya menjadi simbol dari flora Indonesia dengan nama Puspa  Langka, tetapi juga menjadi simbol flora dari Provinsi Bengkulu. Saat ini Taman Nasional Bukit Barisan telah ditetapkan sebagai tempat untuk melakukan konservasi  dari bunga padma raksasa ini.

4. Jeumpa – Michelia champaca

Jeumpa

* sumber: www.flickr.com

Saat mendengar kata bunga jeumpa maka nama Aceh akan selalu mengikuti. Kamu mungkin sering mendengarnya dalam sebuah syair lagu dari Aceh. Tapi seperti apakah bunga jeumpa itu? Bunga jeumpa merupakan tumbuhan jenis perdu yang memiliki bunga dengan aroma yang wangi.

Bunga jeumpa di daerah lain biasanya dikenal dengan nama bunga Cempaka Kuning. Tak hanya warna kuning bunga ini juga memiliki warna putih dan juga berwarna oranye. Bunganya memiliki ukuran yang cukup besar. Bunga jeumpa merupakan tanaman endemik , dahulu mereka tumbuh liar di Aceh.

Kini bunga jeumpa merupakan flora identitas dari Provinsi Aceh.  Bunga ini hidup dalam setiap tradisi yang berada di Aceh. Bunga ini menjadi bagian  dalam setiap tradisi pernikahan, selain juga digunakan sebagai ragam hias dalam bangunan tempat tinggal. Kini bunga ini cukup sulit untuk kamu temukan.

5. Kenanga – Cananga odorata

Kenanga

* sumber: magazine.job-like.com

Bunga Kenanga merupakan bunga yang dikenal sebagai tanaman yang menghasilkan minyak asiri. Indonesia menjadi satu negara yang menghasilkan minyak asiri terbesar di dunia. Industri kimia parfum dunia ada juga yang menggunakan minyak asiri yang berasal dari Indonesia.

Bunga kenanga memiliki kelopak bunga yang panjang menjuntai dengan warna hijau kekuningan. Bunganya biasanya menghasilkan minyak biang yang beroma harum. Bunga kenanga merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat, hingga dapat mencapai sekitar 12 meter.

Bunga kenanga merupakan flora yang menjadi identitas dari Provinsi Sumatera Utara. Bunga kenanga biasanya dikenal dengan nama bunga seulanga. Kenanga biasanya menjadi salah satu bunga yang hadir dalam tradisi upacara pernikahan atau juga upacara-upacara khusus lainnya.

Baca juga: Jenis Bunga yang Mudah Ditanam dan Berbunga Cantik

6. Kantil – Michelia alba

Kantil

* sumber: www.harringtongrove.com.au

Bunga kantil atau juga dikenal dengan nama cempaka putih merupakan flora identitas dari Provinsi Jawa Tengah. Bunga kantil memiliki peran penting dalam tradisi masyarakat  Jawa. Bunganya sering hadir dalam upacara-upacara dan ritual-ritual tradisional di masyarakat Jawa.

Bunga kantil masih kerabat dekat dengan bunga jeumpa atau cempaka kuning.  Pohonnya dapat tumbuh hingga mencapai 30 meter. Bunga kantil memiliki warna putih dan memiliki aroma yang khas. Tanaman bunga kantil sering dikaitkan dengan mitos sebagai rumah kuntilanak.

Kantil dalam bahasa jawa berarti menggantung, sedangkan dalam secara ritual bunga kantil memiliki makna kemantil-mantil. Kemantil-mantil dalam filosofi masyarakat Jawa sendiri adalah dimanapun berada untuk selalu ingat dan selalu memiliki hubungan yang erat sekalipun sudah berbeda alam.

7. Anggrek Hitam – Coelogyne pandurata

Anggrek Hitam

* sumber: www.pinterpandai.com

Anggrek hitam menjadi flora identitas dari Provinsi Kalimatan Timur. Walaupun memiliki nama anggrek hitam, bunganya sama sekali tidak berwarna hitam. Anggrek hitam memiliki kelopak bunga yang berwarna hijau kekuningan, sedangkan pada bagian tengahnya terdapat corak berwarna hitam.

Bunga anggrek hitam ini merupakan tanaman endemik dari Kalimantan Timur. Tanaman ini biasa tumbuh pada pohon yang sudah tua yang terdapat di rawa ataupun pantai. Bunga anggrek hitam mekar selama 5-6 hari dan selama mekar bunganya akan mengeluarkan aroma yang harum.

Anggrek hitam dapat kamu lihat di Cagar Alam Kersik Luway yang merupakan habitat dari anggrek hitam. Anggrek hitam biasanya berbunga pada bulan Oktober sampai dengan Desember. Keberadaan anggrek hitam mengalami penurunan karena ancaman dari kebakaran hutan yang biasa terjadi.

8. Sedap Malam – Polianthes tuberosa

Sedap Malam

* sumber: www.flickr.com

Bunga sedap malam pastinya sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Bunga sedap malam merupakan flora yang menjadi identitas dari Provinsi Jawa Timur. Bunga sedap malam sendiri sebenarnya bukan merupakan bunga asli dari Indonesia, tetapi diperkirakan berasal dari Meksiko.

Sedap malam dikenalkan ke Indonesia melalui bangsa Eropa dan bangsa Tiongkok. Bunga sedap malam terkenal karena tebaran aromanya yang terjadi pada malam hari. Bunganya berwarna putih dengan daunnya yang berwarna hijau muda dan tumbuh dengan merumpun.

Bunga sedap malam biasanya dijadikan sebagai bunga potong dikarenakan bunga memiliki kesegaran yang bertahan lama sekitar 5 -10 hari. Selain sebagai bunga potong sedap malam juga diolah menjadi bahan untuk membuat parfum. Aromanya terkadang dianggap memiliki kekuatan magis.

9. Ashar – Mirabilis jalapa

Ashar

* sumber: en.wikipedia.org

Bunga Ashar atau dikenal juga dengan nama bunga pukul empat merupakan flora identitas dari Provinsi Lampung. Bunga ashar sesungguhnya bukan flora yang berasal dari Indonesia melainkan bunga yang bersal dari Meksiko. Nama ashar melekat karena bunga ini biasa mekar sekitar pukul 4.

Masyarakat Lampung pada jaman dahulu menggunakan bunga pukul empat sebagai penanda waktu sholat  ashar. Maka pekarangan dari surau biasanya akan ditanami oleh bunga ini. Bunga pukul empat merupakan bunga yang dapat tumbuh hingga satu meter dan berbunga sepanjang tahun.

Bunga pukul memiliki bentuk seperti terompet, dan memiliki beraneka ragam warna. Bunga ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Bunga pukul empat biasa digunakan untuk mengobati bisul serta digunakan juga untuk mengobati sembelit, dan bengkak.

10. Anggrek Serat – Diplocaulobium utile

Anggrek Serat

* sumber: www.rukita.co

Anggrek serat merupakan flora yang menjadi identitas dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama anggrek ini sendiri berasal dari umbi anggreknya yang mengandung banyak serat. Serat pada bunga anggrek ini dapat kamu manfaatkan menjadi  kerajinan tangan yang berupa anyaman.

Anggrek serat merupakan tanaman endemik  dari Indonesia. Anggrek ini tumbuh dengan baik di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Bunga ini memiliki tampilan yang sangat unik terutama dari bentuknya. Kelopak  bunganya sendiri berbentuk panjang dan menjuntai berwarna putih.

Bunga ini juga sempat menghiasi perangko pada sekitar tanun 1997. Saat ini bunga anggrek ini lumayan sulit ditemukan dikarenakan eksploitasi yang berlebihan. Selain itu juga kesadaran dari masyarakat yang masih  kurang, hingga tanaman ini terancam dan menjadi tanaman langka.

Bunga-bunga hadir pada beragam tradisi di masyarakat di Indonesia, mereka memiliki perlambang dan nilai filosofisnya masing-masing. Ada bunga yang melambangkan karakteristik masyarakat, ada bunga yang kental dengan sisi mitosnya di masyarakat. Bunga tak hanya indah untuk dipandang tetapi memiliki peran penting untuk tradisi masyarakat di Indonesia.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *