Bacaterus / Bawang / Jenis-Jenis Bawang yang Paling Sering Digunakan di Indonesia

Jenis-Jenis Bawang yang Paling Sering Digunakan di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 Juli 2019

Bawang merupakan salah satu bahan dapur yang sangat penting. Hampir semua masakan yang kita temui sehari-hari pasti tidak bisa lepas dari sayuran atau rempah-rempah yang satu ini. Hal itu karena masakan yang dibumbui dengan bawang akan terasa lebih menggugah selera.

Di dunia ini terdapat beberapa jenis bawang-bawangan yang sering digunakan dalam berbagai kuliner. Hanya saja tidak semua jenis bawang populer digunakan di Indonesia. Masyarakat kita umumnya hanya mengenal tiga jenis bawang saja, yaitu bawang merah, bawang putih, dan bawang daun.

Sebagian masyarakat juga sering menggunakan bawang-bawang lain dalam menu masakan mereka, seperti bawang bombay dan kucai (lebih umum dalam masakan khas Tionghoa). Berikut adalah beberapa jenis-jenis bawang yang paling sering digunakan di Indonesia.

1. Bawang Merah

Bawang Merah

* sumber: resepkoki.id

Bawang merah (Allium cepa L. var Aggregatum) merupakan salah satu bumbu masak paling penting di Indonesia dan dunia. Bawang yang sering membuat menangis orang yang mengupasnya ini disebutkan berasal dari negara Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utara negara tersebut. Saat ini bawang merah sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik kawasan tropis maupun sub-tropis.

Di pasaran dunia bawang merah (yang biasa kita gunakan) dikenal dengan sebutan shallot, sedangkan bawang merah itu sendiri merupakan sebutan khusus untuk jenis bawang lainnya, yaitu red onion atau bawang merah besar. Tapi karena keduanya sama-sama merah (hanya beda ukuran saja), kita tetap menyebutnya dengan satu nama saja, yaitu bawang merah.

Ketersediaan bawang merah biasa di Indonesia cukup melimpah, meskipun kadang mengalami kelangkaan yang membuat harganya meroket tajam. Karena termasuk bumbu utama, bawang merah selalu tersimpan dalam tempat penyimpanan bumbu di dapur-dapur keluarga Indonesia.

Sementara itu, bawang merah besar tergolong jarang di Indonesia. Bawang ini biasanya digunakan dalam dalam hidangan-hidangan luar seperti salad, sandwich, burger, pizza, dan lain-lain yang dijual di restoran-restoran Barat. Bawang merah jumbo ini juga dikenal memiliki rasa yang pedas ketika mentah dan manis ketika dimasak.

2. Bawang Putih

Bawang Putih

Ini adalah teman bawang merah yang juga selalu tersimpan di dapur-dapur keluarga Indonesia. Bawang putih atau garlic (Allium Sativum) juga termasuk salah satu bumbu yang populer di dunia. Selain itu, bawang putih juga telah ikut mewarnai sejarah dunia selama lebih dari 7000 tahun lamanya.

Sama seperti bawang merah, bawang putih juga merupakan salah satu bumbu utama dalam hidangan Indonesia. Keduanya sering digunakan bersama-sama karena saling melengkapi satu sama lain. Sebelum digunakan, bawang putih dan bawang merah selalu melewati proses pengirisan atau penghalusan, (khusus bawang putih) agar aromanya keluar ketika dimasak.

Bawang putih memiliki aroma yang cukup menyengat, yang diketahui dapat menyebabkan bau mulut dan bau badan. Aroma tersebut tentu saja sangat berguna bagi masakan karena cita rasanya jadi meningkat. Akan tetapi, penggunaan bawang putih yang berlebihan juga tidak baik bagi masakan dan tubuh yang mengkonsumsinya (beberapa orang bahkan alergi dengan bawang putih).

Bawang putih dapat ditemukan dengan mudah di pasar, supermarket, hingga warung-warung sayuran kecil di sekitar rumah. Harganya juga bisa melambung tergantung ketersediaan di pasar, utamanya menjelang momen hari raya.

3. Bawang Daun

* sumber: pixabay.com

Bawang daun adalah jenis bawang lain yang sering digunakan dalam masakan Indonesia. Bawang yang serbaguna ini biasanya dijual segar karena daya tahannya sebentar. Oleh karena itu, bawang daun harus segera digunakan setelah dipetik atau dibeli di warung atau di pasar agar aromanya tidak hilang.

Selain di Indonesia, bawang daun juga memiliki penggunaan yang luas di negara-negara lainnya di seluruh dunia. Aroma dan rasanya yang ringan membuat bawang daun dapat dikonsumsi mentah (diiris-iris terlebih dahulu lalu ditaburkan ke atas hidangan) maupun dimasak. Selain digabung dengan makanan lain, bawang daun juga dapat dimasak sendiri menjadi tumis bawang daun yang lezat.

Contoh hidangan-hidangan yang membutuhkan bawang daun adalah sayur sop, tumis-tumisan, bakwan, jajanan-jajanan berkuah, dan masih banyak lagi. Selain memberikan warna pada masakan, bawang daun juga memberikan aroma dan citarasa yang menggugah selera.

4. Bawang Bombai

* sumber: www.needpix.com

Ini adalah bawang yang berukuran besar dan berdaging tebal. Meskipun tidak semua keluarga di Indonesia menggunakan bawang bombai dalam masakan mereka, tapi penggunaannya dalam kuliner Indonesia cukup luas. Selain sebagai bumbu masak, bawang bombai juga sering digunakan sebagai hiasan hidangan agar terlihat lebih cantik, tapi tetap dimakan (meskipun mentah).

Bawang bombai disebutkan berasal dari kawasan Asia Tengah. Kini bawang ini sudah menyebar ke seluruh dunia dengan pemakaian populer di masakan-masakan Tionghoa dan Eropa. Indonesia juga telah memiliki budidaya bawang bombai sehingga pemakaiannya dalam masakan Indonesia cukup banyak.

Disebutkan bahwa bawang bombai dibawa ke Indonesia oleh pedagang-pedagang dari Kota Bombai (kota terbesar di India yang kini dikenal sebagai Mumbai), sehingga hal ini berpengaruh pada sebutan bawang jenis ini di Indonesia (nama internasional bawang bombai adalah yellow onion).

5. Bawang Kucai

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/twisted-string

Bawang atau daun kucai (atau kucai saja) adalah jenis bawang lain yang cukup populer di Indonesia. Kucai jarang digunakan dalam masakan Indonesia, tetapi lebih umum dalam masakan Tionghoa. Salah satu hidangan populer berbahan kucai adalah tumis bawang kucai teri asin yang lezat.

Meskipun berumbi, bagian yang dipanen dari bawang ini adalah daunnya yang berbentuk pipih dan bunganya yang berwarna putih. Aroma kucai kira-kira mirip dengan bawang putih, tetapi dengan rasa yang jauh lebih ringan. Sebagai info, nama kucai berasal dari Bahasa Hokkian “Kú-chhài”, sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut garlic-chives.

Nah, itulah jenis-jenis bawang yang populer di Indonesia. Sebagian masyarakat kita juga mungkin sering menggunakan jenis-jenis bawang lainnya yang populer di negara lain, seperti bawang cippolini, bawang mutiara, bawang manis, dan lain sebagainya. Akan tetapi, lima jenis bawang di atas adalah yang paling sering digunakan oleh sebagian besar penduduk Tanah Air.

Bawang-bawang di atas tersedia sepanjang tahun dan Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di pasar, supermarket, hingga warung sayuran di perumahan. Harga bawang bisa naik-turun tergantung ketersediaan di pasaran. Momen-momen di mana permintaan bawang sangat tinggi dapat membuat harga bawang melambung tinggi.

Selain manfaatnya untuk masakan, bawang-bawang di atas juga ada yang bermanfaat untuk kesehatan. Bawang merah misalnya, mengutip Wikipedia bawang ini dapat bermanfaat sebagai obat untuk mengobati penyakit maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol, sebagai obat kencing manis (diabetes melitus), memperlancar pernafasan dan memperlancar aliran darah, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui juga bahwa beberapa orang mungkin alergi terhadap beberapa jenis bawang, sehingga perlu kontrol yang baik terhadap makanan-makanan yang mengandung bawang. Selain itu, konsumsi bawang yang berlebihan juga kemungkinan dapat menyebabkan bau badan.

Nah, kalau Anda ingin tahu informasi selengkapnya mengenai bawang maka Anda bisa kunjungi atau klik di sini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar