Bacaterus / Bawang / Inilah Jenis-Jenis Bawang Merah yang Ada di Indonesia

Inilah Jenis-Jenis Bawang Merah yang Ada di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bawang merah adalah komoditas penting di Indonesia. Permintaannya tinggi, karena memang kudapan nusantara mana yang tidak dibuat dengan bumbu dasar bawang merah?

Tapi, tahukah Anda kalau ada banyak sekali jenis bawang merah? Bahkan di satu daerah saja bisa memiliki banyak varietas. Bacaterus akan membahas 10 jenis bawang merah di Indonesia yang paling dikenal dan yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut diantaranya.

1. Bima Brebes

* sumber: www.bukalapak.com

Bima Brebes adalah bawang varietas asli yang berasal dari lokal Brebes. Bawang ini membutuhkan waktu 50 hingga 60 hari untuk bisa dipanen. Karena sulit untuk berbunga secara alami, para petani sering membantu penyerbukannya. Setiap tanamannya menghasilkan 7-12 umbi per rumpun atau 60-100 buah per tangkai. Cukup banyak, ya?

Memang, ukuran bawang ini tidak terlalu besar, tapi jadinya banyak. Bentuk umbinya lonjong dan bercincin kecil pada leher cakramnya. Warna umbinya merah muda, untuk menambahkan ciri-cirinya. Bisa dibilang bawang ini merupakan yang paling sering ditemukan di pasaran. Wajar saja, karena tanaman bawangnya cukup tahan terhadap busuk atau pun penyakit, sehingga petani senang menanamnya.

2. Kuning

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Masih dari lokal Brebes, ada bawang kuning. Namanya memang kuning, tapi warnanya merah gelap, kok. Bawang ini membutuhkan waktu untuk menjadi bawang yang sempurna selama 56-66 hari. Bentuk umbinya silindris tapi agak besar seperti pipa. Lebih mudahnya, bawang ini berbentuk bulat dengan ujung meruncing.

Setiap tangkainya menghasilkan 70-96 buah bawang. Sayangnya, bawang ini punya kelemahan terhadap penyakit Fusarium (jamur) dan Alternaria porri (penyakit bercak ungu yang sering menyerang tanaman bawang dan bawang daun). Selain di Brebes, bawang kuning dikembangkan juga di Maja, Cirebon, Tegal dan Probolinggo.

3. Maja Cipanas

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Bawang merah yang gemuk-gemuk ini lokal Cipanas, namanya adalah Maja Cipanas. Berbeda dengan jenis-jenis bawang yang sudah dibahas di atas, Maja Cipanas cukup mudah berbunga sendiri secara alami. Ciri-ciri bawang ini adalah memiliki bentuk daun yang silindris dan berlubang. Untuk umbinya sendiri berbentuk bulat, seperti yang bisa Anda lihat pada gambar, dan warnanya merah muda.

4. Kramat 2

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Kramat 2 adalah bawang hasil persilangan varietas Maja Cipanas x Bawang Bombai (Gunung Batu). Umur panennya setelah 62 hari, dan per anakan akan menghasilkan 5-8 umbi per rumpun, dan menghasilkan 55-75 buah per tangkainya.

Berbeda dari indukannya, yaitu Maja Cipanas, bawang Kramat 2 bulat tapi di bagian lehernya agak besar, jadi terlihat agak lebih langsing. Bawang yang berwarna merah pucat ini dikembangkan di Maja, Brebes, Tegal dan Probolinggo.

5. Mentes

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Selanjutnya, kami akan membahas bawang mentes. Bawang ini bukan varietas asli, melainkan dikembangkan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran di Lembang. Bawang ini termasuk golongan varietas klon (persilangan dua jenis bawang), yaitu bawang B 3117 dan B 3155.

Bawang mentes sudah bisa dipanen setelah 50-58 hari tanam. Menghasilkan bawang merah dengan umbi berbentuk pipih tapi agak bulat, berukuran tinggi 1.5-2.25 cm dan diameter 1.00-2.27 cm.

Ciri-ciri lainnya adalah, warna umbi bawang ini merah pucat, dengan berat bawang per umbi sekitar 5-10 gram saja. Bawang ini cukup kecil jika dibandingkan beberapa varietas lainnya. Setelah dipanen, bawang ini bisa bertahan hingga 3-4 bulan masa penyimpanan.

6. Pancasona

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Bawang ini berasal dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Merupakan hasil kawin silang antara B 2575 x B 4127. Ciri-ciri tanaman ini memiliki daun berwarna hijau agak tua dan setiap umbinya memiliki 5-6 helai daun saja. Bawang ini memiliki waktu tumbuh yang lumayan lebih cepat dibandingkan varietas lainnya, yaitu 50-57 hari saja.

Bentuk bawangnya bulat dengan ukuran tinggi 2.0-2.75 cm dan diameter 1.50-2.65 cm. Bawang ini memiliki warna paling gelap, yaitu merah keunguan. Bawang ini bisa menjadi sangat besar, dengan berat umbi yang paling kecil 5 gr dan paling besar 32 gr. Anda dapat menyimpan bawang ini cukup lama, yaitu 3-4 bulan setelah dipanen.

7. Sembrani

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Varietas bawang selanjutnya masih berasal dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang. Bawang sembrani merupakan hasil kawin silang juga, kali ini antara bawang merah Thailand x bawang bombai. Bawang ini memiliki waktu berbunga yang lebih singkat, yaitu 28 hari setelah tanam dan sudah bisa dipanen pada hari ke-54 penanaman.

Yang membedakan bawang ini dengan bawang varietas lainnya adalah, daunnya berwarna hijau muda, bentuk umbinya sangat bulat dengan warna merah pucat. Jika disimpan di suhu kamar, bawang ini mampu bertahan hingga 2-4 bulan setelah panen.

8. Trisula

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Namanya seperti tombaknya Dewa Poseidon mitologi Yunani, yaitu trisula, tapi bentuknya tidak sama, kok. Mungkin karena umbinya panjang, pipih dan runcing, namanya jadi bawang trisula. Bawang ini merupakan varietas klon (kawin silang) dari B 2558 x B 4127.

Anda bisa membedakan bawang ini dari warna daunnya yang hijau tua, daunnya yang cuma 4-5 helai per umbi, warna umbi yang merah tua, dan waktu tanamnya yang cukup singkat. Bawang trisula mulai berbunga setelah 24-35 hari penanaman, dan sudah bisa dipanen dalam 50 hari saja.

9. TSS Agrigorti 1

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Jenis bawang yang selanjutnya adalah TSS Agrigorti 1. Bawang dalam negeri ini merupakan pemurnian varietas maja dari golongan varietas bersari bebas. Bawang ini memiliki daun yang berwarna hijau dan cukup banyak untuk setiap umbinya, yaitu hingga 8 helai.

TSS Agrigorti 1 juga memiliki waktu yang cukup singkat untuk mulai berbunga, tapi tidak secepat bawang trisula, yaitu 29-36 hari setelah ditanam. Usia panennya dengan 80% batang melemas adalah 66-68 hari setelah penanaman. Umbi bawangnya berbentuk pipih tapi bulat dengan diameter 3.33-3.42 cm. Uniknya, setiap rumpun bawang ini hanya terdiri dari 1-2 umbi saja.

10. Violetta 2 Agrihorti

* sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Bawang terakhir yang akan Bacaterus bahas adalah Violetta 2 Agrihorti. Bawang ini merupakan persilangan dari bawang sembrani x kramat 1. Ini merupakan varietas bawang yang paling lama untuk bisa dipanen, karena bawang ini baru mulai berbunga setelah 70 hari tanam. Tapi, setelah berbunga, Anda hanya perlu menunggu 16 hari untuk memanennya. Tanaman ini menghasilkan umbi bawang yang bulat dan berwarna merah muda.

Ya, itulah jenis-jenis bawang merah yang ada di tanah air. Tentu, jika Bacaterus membahas semua varietas yang ada di negara kita, tak akan ada habisnya! Karena perkembangan varietas bawang merah di setiap daerah saja selalu berkembang, apalagi se-Indonesia.

Setiap bawang merah memiliki bentuk, ukuran, keunggulan dan kekurangan masing-masing. Ada bawang yang besar, ada yang cocok dijadikan bawang goreng, ada yang tahan penyakit, ada yang cepat bisa dipanen dan sekalinya dipanen sangat banyak. Kalau Anda paling sering beli bawang merah apa? Terus dibuat masakan apa? Share di kolom komentar, yuk!

Oh iya, selain membahas bawang merah, kami juga pernah membahas soal bawang putih, salah satunya adalah cara memakan bawang putih agar tidak bau. Mau tahu caranya? Yuk, baca selengkapnya di artikel ini!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *