bacaterus web banner retina

Inilah 10 Jenis Awan Dasar yang Mesti Kamu Tahu

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 12 April 2021

Saat sebelum melakukan kegiatan di luar apakah kamu pernah melihat ke langit dan berpikir apakah akan hujan atau cerah? Mungkin kamu perlu tahu jenis-jenis awan sebelum merencanakan kegiatan di luar ruangan, sehingga tidak akan merusak rencana yang sudah kamu buat sebelumnya.

Ada beberapa jenis awan yang harus kamu tahu. Jenis-jenis awan ini dapat kamu ketahui dari tinggi, warna, bentuk dan juga cuaca yang akan menyertainya. Berikut ini adalah jenis-jenis awan dasar yang mesti kamu tahu untuk mengidentifikasi awan apa yang sedang kamu lihat sekarang.

1. Awan Stratus

Awan Stratus

Stratus merupakan awan yang tergolong dalam kategori awan rendah. Ketinggian dari awan stratus sekitar 0-1200 kaki. Warna dari awan stratus biasanya berwarna putih atau abu-abu yang tampak seragam. Awan ini biasanya tampak  menyelimuti seluruh langit, dan matahari pun terlihat samar.

Kondisi yang membentuk awan stratus biasanya di saat yang tenang dan stabil serta angin bertiup sepoi-sepoi. Angin ini biasanya akan menaikan udara yang sejuk dan lembap di permukaan tanah atau laut yang lebih dingin. Ketebalan awannya biasanya beragam dan akan terlihat buram.

Awan stratus yang tergolong awan rendah terkadang bentuknya menyerupai kabut. Jika awan stratus ini cukup tebal biasa akan ditemani dengan gerimis yang ringan. Tetapi jika awannya tidak terlalu tebal langit hanya akan tampak buram dan tak ada curah hujan yang menemaninya.

2. Awan Cumulus

Awan CumulusSumber: whatsthiscloud.com

Awan Cumulus termasuk ke dalam awan awan rendah, biasanya memiliki ketinggian sekitar 1200 – 6500 kaki atau sekitar 2000 meter. Awan ini memiliki bentuk yang menyerupai permen kapas yang halus, dengan bagian dasarnya yang datar. Di langit awan ini terlihat seperti seperti bergerombol.

Di bagian atas awan memiliki warna putih yang cemerlang, tetapi pada bagian bawahnya yang datar biasanya memiliki warna yang lebih gelap. Awan ini dibagi menjadi empat kategori utama, yaitu Cumulus humulis, Cumulus mediokris, Cumulus variety dan juga cumulus fractus.

Setiap jenis dari awan cumulus di atas biasanya disertai dengan cuaca yang tidak seragam. Ada awan yang menandakan cuaca yang cerah seperti pada cumulus humilis. Tetapi ada juga yang menunjukan cuaca sedikit basah dengan hujan ringan seperti pada awan cukumulus congestus.

3. Awan Stratocumulus

Awan Stratocumulus

Awan stratocumulus juga tergolong ke dalam awan rendah, awan ini biasanya memiliki ketinggian sekitar 1200 – 6500 kaki. Bentuk dari awan ini biasanya berupa gumpalan-gumpalan yang besar. Warna awan stratocumulus biasanya berwarna putih yang cerah hingga abu-abu yang gelap.

Di celah-celah awan yang menggumpal ini terkadang kamu dapat melihat langit yang biru. Lapisan awan stratus yang terpecah biasanya merupakan pembentukan dari awan stratocumulus. Adanya awan ini merupakan indikasi terjadi perubahan cuaca yang hadir di dekat udara hangat atau dingin.

Awan stratocumulus ini biasanya dapat kamu lihat pada cuaca panas maupun dingin. walaupun kebanyakan orang sering mengira bahwa awan ini merupakan awan yang membawa hujan. Tetapi sesungguhnya awan ini hanya menghasilkan gerimis yang ringan saja.

4. Awan Altocumulus

Awan Altocumulus

Awan altocumulus merupakan awan termasuk dalam awan dengan ketinggian yang sedang atau menengah, ketinggian dari awan ini biasanya sekitar 7000 – 18000 kaki. Bentuk awan ini terlihat bulat-bulat terkadang terlihat seperti segerombolan domba yang sedang berbaris sejajar.

Tetapi altocumulus juga memiliki banyak variasi bentuk selain bulu domba, terkadang terlihat seperti sisik ikan. Warna yang kamu lihat dari awan ini adalah warna putih dengan sedikit gradasi dari warna abu. Awan altocumulus merupakan awan yang terbentuk dari pecahan awan altostratus.

Altocumulus biasanya mengandung tetesan air dan bisa juga kristal es. Tetapi awan ini bukan termasuk awan yang akan menghasilkan curah hujan. Walau tidak menghasilkan hujan tetapi dengan melihat awan ini pada hari yang panas dan lembap itu menandakan perubahan cuaca di sore nanti.

5. Awan Altostratus

Awan Altostratus

Awan altostratus termasuk dalam kategori awan menengah, biasanya terdapat di ketinggian 6 ribu – 20 ribu kaki. Awan ini akan tampak menyelimuti langit dengan warna putih, abu-abu atau juga warna biru keabuan secara keseluruhan. Kamu tetap dapat melihat matahari walau sinarnya terlihat samar.

Awan yang menutup langit ini terdiri dari  campuran tetesan air dan juga kristal es. Saat awan cirrostratus turun dari ketinggian maka, akan terbentuk awan altostratus. Lapisan awannya yang tipis biasanya akan menghasilkan ilusi optik berupa permainan warna dan penampakan corona.

Jika kamu melihat awan altrostratus yang perlahan semakin menebal maka akan berubah menjadi awan nimbostarus dan menghasilkan hujan. Awan altostratus merupakan awan yang mengindikasikan terjadinya perubahan cuaca yang akan datang.

6. Awan Nimbostratus

Awan Nimbostratus

Awan nimbostratus termasuk ke dalam awan rendah ketinggian dari awan ini biasanya sekitar 2000 – 10000 kaki. Awan yang satu ini memiliki warna yang gelap dan juga terlihat sangat tebal. Ketebalan awannya hingga dapat menghalangi sinar matahari dan juga menghasilkan hujan.

Awan ini biasanya hampir  menutupi seluruh langit bahkan kamu tidak dapat melihat ujungnya. Awan ini biasanya disertai dengan hujan yang terus-menerus. Awan ini biasanya membesar hingga dapat mencapai troposfir dari lapisan paling rendah, sehingga turun curah hujan ke permukaan tanah.

7. Awan Cirrus

Awan Cirrus

Awan cirrus merupakan awan yang masuk dalam kategori awan tinggi, ketinggian dari awan ini biasanya sekitar 20 ribu – 40 ribu kaki. Awan ini biasanya berwarna putih dan terlihat tipis dan panjang. Awan cirrus termasuk jenis awan yang dapat kamu lihat kapan saja sepanjang tahun.

Awan biasanya terlihat pada cuaca yang cukup cerah. Warnanya sangat putih jika dibandingkan dengan jenis awan lainnya. Warna putih dari awan cirrus ini terbentuk dari kristal es yang berasal dari udara kering uap air yang mengalami pengendapan, selain itu juga bisa berasal dari uap pesawat.

8. Awan Cirrocumulus

Awan Cirrocumulus

Awan cirrocumulus merupakan jenis awan yang dikategorikan sebagai awan tinggi, biasanya berada di ketinggian 20 ribu – 43 ribu kaki. Awan ini biasanya berwarna putih, tetapi terkadang berwarna abu-abu. Awannya memiliki bentuk bulat-bulat yang kecil, terkadang tampak seperti riakan air.

Awan ini biasanya memenuhi langit, tetapi kamu dapat tetap melihat langit yang biru. Awan ini terbentuk dari kristal es secara keseluruhan. Awan ini terkadang memenuhi langit dengan bentuknya yang seperti sisik ikan. Awan jenis ini cukup langka dilihat karena waktunya terkadang sebentar.

Awan cirrocumulus biasanya kamu lihat disaat hari cukup cerah. Walau awan ini tidak mengakibatkan perubahan cuaca. Awan ini biasanya dapat kamu lihat di musim dingin atau pada saat cuaca dingin tetapi cerah. Kamu juga dapat melihatnya pada saat uap air pesawat melewati troposfir yang kering.

9. Awan Cirrostratus

Awan Cirrostratus

Awan cirrostratus merupakan jenis awan tinggi yang biasanya terdapat di ketinggian 20 ribu – 40 ribu kaki. Awan ini terlihat transparan dan biasanya hampir menutupi seluruh langit. Mereka juga mampu membuat bentuk cincin disekitar bulan atau matahari yang dikenal dengan fenomena halo.

Halo juga dapat mengindikasikan bahwa di langit terdapat awan cirrostratus yang sangat tipis. Kamu masih dapat melihat sinar matahari dari balik awan cirrostratus. Sinar matahari pun masih dapat menghasilkan bayangan hal ini lah yang membedakannya dengan awan altostratus.

Awan ini dibentuk oleh naiknya udara secara perlahan. Prediksi dari cuaca 42 jam ke depan biasanya akan menggunakan pergerakan dari awan cirrostratus. Jenis-jenis dari awan cirrostratus dapat menjadi indikasi akankah ada hujan yang terus menerus atau hanya menurunkan gerimis yang ringan.

10. Awan Cumulonimbus

Awan Cumulonimbus

Awan cumulonimbus merupakan kategori awan rendah tetapi lapisan-lapisannya dari awan ini dapat menjadi awan tinggi. Awan ini terlihat memiliki warna abu yang pucat hingga warna abu yang gelap.  Awan ini yang berwarna abu gelap biasanya merupakan ciri dari akan adanya sebuah badai petir.

Awan ini dapat terlihat menjulang seperti sebuah menara yang tinggi dan juga gelap. Awan ini biasanya terbentuk dari awan cumullus, awan biasanya akan  terlihat hanya terlihat ratusan kaki dari permukaan tanah. Jika kamu melihat awan ini biasanya akan ada hujan badai yang disertai petir.

Nah itulah beberapa jenis awan yang musti kamu tahu sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan. Jenis-jenis awan ini ada yang disertai dengan perubahan cuaca atau juga hanya sebagai indikator untuk terjadinya perubahan cuaca. Mengetahui jenis awan akan sangat membantu saat berkegiatan di luar.

Awan-awan ini merupakan bentuk-bentuk awan yang paling dasar. Pada setiap jenis awan dasar ini biasanya terdapat jenis-jenis lainnya juga. Awan-awan ini juga terkadang memiliki bentuk-bentuk yang unik yang enak untuk dilihat tetapi terkadang juga ada beberapa yang memberi kesan suram.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram